KH. Alawi Nurul Alam Al Bantani: Arab Saudi Sponsor Utama Wahabi Indonesia


n00374428-b

Menyikapi fenomena meningkatnya gerakan takfiri (kelompok pengkafir; gemar mengkafirkan kelompok lain) akhir-akhir ini, ABI Press mewawancarai seorang tokoh NU, KH. Alawi Nurul Alam Al Bantani. Dia adalah salah seorang pengurus Tim Aswaja Center Lembaga Takmir Masjid Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (LTM) PBNU. Dari informasi yang kami dapat, tokoh muda NU yang satu ini memang mendapat mandat khusus dari PBNU untuk mengurusi hal-hal terkait permasalahan aktual Islam di Indonesia. Sebab itu ABI Press merasa tepat meminta pandangannya soal maraknya gerakan radikal dan aksi-aksi intoleransi di negeri kita.

“PBNU merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan dunia,” tuturnya mengawali perbincangan dengan kami.

Kami tanyakan, apakah terkait meningkatnya gerakan kelompok radikal ini, memang ada peran dari luar?

“Ya, jelas,” tegas KH. Alawi lalu menambahkan, bahwa ajaran suka memecah-belah ini sebenarnya berasal dari Yahudi. “Karena Islam tidak mengajarkan itu. Ajaran Yahudi itulah yang kemudian diaplikasikan oleh Arab Saudi.”

Apa buktinya kalau Saudi justru lebih mementingkan agenda Yahudi daripada menjalankan apa yang diajarkan Islam?

“Makanya, coba lihat apakah Arab Saudi secara serius terus membantu perjuangan kaum muslimin di Palestina? Ya, nggak pernah! Tapi apakah Saudi memberikan bantuan kepada Yahudi atau Israel? Banyak bener bantuan yang telah diberikan!” tegasnya.

KH. Alawi juga menjelaskan bahwa para alumni dari luar yang pernah kuliah di universitas-universitas yang berada di Mekah dan Madinah juga mendapat banyak sumbangan saat mereka kembali ke negara masing-masing. Hal itu dilakukan demi melancarkan upaya penyebaran paham Wahabi yang dimotori negara minyak itu.

Tak hanya itu, lebih memprihatinkan lagi, menurut KH. Alawi, dana Saudi juga masuk ke Indonesia dalam jumlah besar untuk menghadapi pemilu dan mewahabikan Indonesia.

“Tiga bulan kemarin, saat rapat di PBNU, saya ketahui bahwa jumlah untuk menghadapi pemilu dan mewahabikan Indonesia itu mencapai angka 500 Miliar. Tapi berselang dua minggu kemudian, ternyata sudah berubah menjadi 1,2 atau 1,3 Triliun untuk satu Provinsi,” ungkapnya.

Apakah benar-benar ada data valid tentang itu?

“Semua datanya ada di PBNU dan PWNU, tapi saya nggak bisa kasih. Data penting itu mahal harganya,” seloroh KH. Alawi lalu menjelaskan bahwa dana-dana Saudi yang masuk ke Indonesia itu digunakan untuk membangun masjid-masjid, travel umrah, rumah zakat dan sebagainya untuk kepentingan wahabi

“Bahkan di PBNU, kita juga punya data tentang salah seorang pejabat di Jawa Barat yang menggunakan 5 Miliar dana Zakat untuk kampanye,” tambahnya.

Terkait data yang disampaikannya, bagaimana seandainya ada pihak yang tidak terima dan ingin menuntut? KH. Alawi menanggapinya dengan enteng.

“Kalau mau jatuh tahun ini ya silakan saja menuntut. Kita tinggal undang wartawan, diumumkan dan baca datanya,” pungkas KH. Alawi mantap.

PRIVAT GEMBLENGAN SPRITUALIS PAHE


ASSALAMU ALAIKUM

CAHAYA METAFISIKA

kembali mengadakan privat gemblengan bagi siapa saja yang berkeinginan buat mengikutinya:

Gemblengan yang dimaksud bermanfaat untuk:
– Memperlancar kerezekian yang lagi seret
– Melancarkan pelunasan hutang
– Menenangkan hati dan pikiran
– Membuka cakra khusus kerezekian agar tidak susah cari rezeki
– Mempercepat dapatnya pekerjaan bagi anda yang lagi nganggur
– Melancarkan usaha bagi yang dagang dan nanti akan diajarkan membuat sarana pelarisan usaha lewat sarana salah satu asamak “BARHATIYAH”
– Membuka jalur kekayaan agar hidup berlimpah
Bonus 1 :
– Asmak saefi bayu untuk memperkuat tarikan rezeki
– Ajian putut kembar buat menarik kekayaan
– HIZIB mahbub agar setahun bisa jadi orang kaya ( alkhamdulillah dengan hizib ini saya bisa – memiliki beberapa Rumah dari rezeki yang tak disangka-sangka dalam 2 tahun )
– HIZIB ghoniyyu ARZAQ ( dari amalan ini saya dapat memenangkan banyak tender proyek)
– Ritual tuntas hutang yang dapat dikerjakan sendiri dengan bantuan pertolongan Alloh ,tanpa khodam atau jin,klo Alloh Maha kaya knapa masih minta pada makhluqnya…
– Penglarisan buat sales / marketing
Bonus 2 :
– Ilmu terawangan
– Ilmu kekebalan
– Ilmu pelet / pengasihan
– Ilmu rasa ( deteksi letak posisi penyakit dan demit)
– Ilmu cahaya asihan
– Ilmu tahan lapar dan ngantuk (original dari cahmet bukan dari primbon dan copasan)
– ASR Blora ( buat meninggikan pangkat) plus ijazah ASR NAKABAN,RDR
– Mendatangkan pusaka / akik
– Ilmu kecerdasan
– Asmak cahaya Rosul (multi fungsi)
– Asmak munajah nabi yusuf (biar mendapat anugerah dari Alloh)
– Asmak munajah nabi musaa ( agar pandai dalam menguasai syareat)
– Asmak syaefi syafi dan syaefi akbar untuk pengobatan
– ASMAK PAGAR BAJA
BONUS 3
1 a) Minyak Ru’yah 250 ml,
b) minyak agar cepat dapat jodoh 250 ml ( pilih salah satu )
2 . Uang bibit
– ASMAK MATAHARI 9 ( untuk mengusir demit rumah dan ngobati kesurupan,ru’yah dll yng berhubungan dengan demit local )
– ASR JABARUT ( untuk stamina biar gak mudah lemas,kuat kerja 24 jam,kuat angkat2 ,kuat sex,pukulan jarak jauh dan dekat,menyedot energy lawan dll )
– ASMAK NURUL HAYAT ( untuk awet muda )
– ASMAK PUSARA SULAIMAN : Asmak ini untuk menglariskan dagangan sejauh 1 km agar banyak pembeli yang datang
– ASMAK SURYANI PANGERAN DIPONEGORO ;Asmak multifungsi untuk melawan musuh yang menjadi idola anda.selain manfaat lain yang tercantum diketerangan di buku petunjuknya
– ASMAK PAMANAH RASA : Buat nembak target yang disukai
– Asmak ismu jalil buat kesejahteraan ( biar hidup gak gampang sial dan susah serta mengandung tuah energi holistick buat keberuntungan)
– Amalan buat keharmonisan rumah tangga biar suami / istri saling menyayangi dan mencintai agar rumah tangga awet
– Asmak shodiq : Amalan agar dipercaya oleh orang / bos ,dihormati dan menghindari supaya tidak dikhianati oleh rekan bisnis bisa juga untuk menghindari pacar yang berpaling / selingkuh
BONUS KERIS MINI AJIAN SEMAR MESEM ( dikerisnya terdapat isian energi pelet semar mesem ),klo diluar dijual sampe 300 rebu sampe 2,5 juta,digemblengan ini akan didapatkan secara Cuma-Cuma sebagai Bonus

BONUS LAGI :
GEMBLENGAN PEMBURU HANTU “DUNIA LAIN “ AKAN ANDA DAPATKAN DI GEMBLENGAN INI DENGAN MAHAR 350 RB
DIGEMBLENGAN INI AKAN DIBERIKAN SECARA CUMA-CUMA SEBAGAI BONUS
Paket Gemblengan ini hanya anda dapatkan dengan mahar Rp.850 rb

( jarak jauh datang langsung hasilnya sama)
silahkan jika berminat bisa menghubungi saya langsung di nomer :
085-731-493-248
https://cahayametafisika.wordpress.com
MBAH ARIFYANTO

 

Semua mukzizat para nabi pernah dialami oleh nabi mukhammad SAW


Aku akan bertanya kepadamu, siapkanlah jawabannya! Ujar si Yahudi itu.

“Sampaikan pertanyaanmu, tegas Sayyidina Ali bin Abi Thalib AS. Yahudi berkata, “Lihatlah Adam as, Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya. Apakah Allah SWT berbuat yang sama terhadap Muhammad?”

Sayyidina Ali AS menjawab,“Ya”. Ketika Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam as bukan berarti mereka menyembah Adam as, tetapi mereka mengakui keutamaan Adam as dan karena kasih sayang Allah SWT kepadanya. Namun Nabi Muhammad SAWW telah diberi kehormatan yang lebih dari itu. Allah SWT bersholawat atasnya di alam jabarut dan juga malaikat seluruhnya. Bahkan Allah SWT menjadikan sholawat atasnya sebagai suatu ibadah bagi orang-orang mukmin. Itu adalah suatu keistimewaan Muhammad SAWW, wahai orang Yahudi.” Jawab Sayyidina Ali AS.

Sesungguhnya Allah SWT telah mengampuni Adam As setelah melakukan kesalahan,” kata si Yahudi.

“Benar. Allah SWT memberi ampunan kepada Muhammad SAWW tanpa Beliau melakukan kesalahan. Allah azza wa jalla telah berfirman, “Allah hendak mengampunimu dosa yang telah lalu dan yang akan datang.”(QS. Al-Fath : 2).

Sesunggguhnya Muhammad SAWW di hari kiamat kelak tidak akan membawa dosa dan tidak dituntut karena dosa.

Yahudi berkata , “Lihatlah Idris as, Allah SWT telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi dan memberinya makanan surga setelah dia wafat.”

“Ya, itu benar. Jawab Sayyidina Ali AS. Muhammad SAWW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu.” Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman:
Dan telah kami angkat sebutanmu (QS. Alam Nasyrah : 4)

Itu sudah cukup untuk dijadikan sesuatu kemuliaan. Kalau Idris as diberi makanan surga setelah dia wafat, maka Muhammad SAWW diberi makanan surga ketika dia hidup di dunia.Pernah ketika Beliau lapar, datang Malaikat Jibril menemuinya membawa hidangan dari syurga. Hidangan itu ternyata bertahlil, bertasbih, bertahmid dan bertakbir di tangan Beliau. Kemudian Beliau memberikannya kepada Ahlulbaitnya, lalu hidangan itu juga bertahlil, bertasbih, bertahmid dan bertakbir.

Malaikat Jibril berkata bahwa hidangan ini hadiah dari surga yang diberikan Allah SWT khusus kepada Muhammad SAWW. Hidangan ini tidak layak diberikan kecuali kepada Nabi dan penggantinya.

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Nuh As.

“Lihatlah Nabi Nuh as. Dia bersabar karena Allah SWT, dan dia memaafkan kaumnya disaat mereka mendustakannya.” Kata Si Yahudi.

“Ya, itu benar!” jawab Sayyidina Ali AS. “Demikian pula Nabi Muhammad SAWW bersabar karena Allah SWT telah memaafkan kaumnya pada saat mereka mendustakannya, mengusirnya dan melemparinya dengan kerikil. Abu Lahab pernah meletakkan diatas kepalanya kotoran kambing, lalu Allah SWT memerintahkan Malaikat Ja’abil (malaikat penjaga gunung) untuk menemui baginda Muhammad SAWW. Malaikat Ja’abil mengatakan kepada baginda Muhammad SAWW “bahwa dirinya diperintahkan oleh Allah SWT untuk mentaatimu. Apabila Anda ingin agar aku menghimpit mereka dengan gunung, maka akan aku binasakan mereka,” kata Ja’abil.

“Aku diutuskan sebagai rahmat,” ucap Beliau. Nabi bahkan mendoakan mereka: “Ya, Allah SWT, berikan umatku ini hidayah karena mereka belum mengetahui.”

Orang Yahudi itu kembali berkata, “Nabi Nuh as berdoa kepada Tuhannya, lalu turunlah hujan deras dari langit.”

“Ya itu benar. Nabi Nuh as berdoa dalam keadaan marah sementara hujan deras diturunkan Allah SWT karena kasih sayang,” jawab Sayyidina Ali AS.“ Ketika Nabi Muhammad SAWW hijrah ke Madinah, datang penduduk Madinah pada hari Jumaat kepada Beliau. “ Wahai Rasulullah, sudah lama hujan tidak turun. Pohon-pohon menguning (kering), dedaunan berjatuhan,” keluh mereka. Lalu Beliau mengangkat kedua tangannya sehingga nampak putih lipatan pangkal kedua tangannya. Langit yang semula bersih tidak berawan tiba-tiba menjadi gelap dan turunlah hujan yang deras, begitu derasnya sehingga seorang pemuda yang gagah perkasa hampir mati ketika pulang ke rumahnya karena derasnya hujan yang mengakibatkan banjir. Kejadian itu berlangsung selama seminggu.

Mereka kembali mendatangi Beliau pada hari Jumaat berikutnya, “ Ya Rasulullah, rumah-rumah menjadi hancur, kenderaan-kenderaan terhenti!” keluh mereka lagi. Beliau tersenyum sejenak,” Beginilah cepatnya manusia bosan,” kata Beliau. Lalu Beliau berdoa, “Ya Allah SWT, jadikanlah ini semua menguntungkan kita dan tidak membahayakan kita.”

Maka hujanpun mulai reda di sekitar kota Madinah sendiri hujan berhenti secara total. Itulah mukjizat Nabi Muhammad SAWW.”.

Yahudi berkata “Lihatlah Nabi Hud as, karena Allah SWT telah menolongnya dengan mengirimkan angin, apakah Allah SWT berbuat yang serupa terhadap Nabi Muhammad?” tanyanya.

“Ya itu benar!” jawab Sayyidina Ali AS. “ Nabi Muhammad SAWW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Allah SWT juga telah menolongnya dari musuh-musuhnya dengan angin dalam perang Khandaq. Allah SWT mengirimkan angin kencang sehingga kerikil-kerikil berterbangan, lebih dari itu Allah SWT memperkuatkan pasukan Beliau dengan delapan puluh ribu pasukan malaikat. Allah SWT berfirman:
Wahai orang-orang beriman, ingatlah nikmat Allah SWT atas kalian, ketika datang kepada kalian tentera-tentera, lalu Kami kirim kepada mereka angin dan pasukan yang tidak kalian lihat. (QS. Al- Ahzab:9).

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Saleh As.

Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Saleh as, “ujar Yahudi. “Allah SWT telah menciptakan untuknya seekor unta dari batu sebagai mukjizat.”

Sayyidina Ali AS menjawab, “Ya itu benar.” Kemudian Beliau melanjutkan, “Nabi Muhammad SAWW telah diberikan sesuatu yang lebih dari itu. Kalau unta Nabi Saleh tidak berbicara dan tidak bersaksi akan kenabiannya, maka ketika kita bersama Beliau dalam sebuah peperangan, tiba-tiba datang seekor unta mendekatinya bersuara dan berbicara, “Ya Rasulullah, sesungguhnya si fulan telah menggunakanku sampai aku besar dan kini hendak menyembelihku. Aku berlindung kepadamu darinya. Orang itu memberikannya kepada Beliau.

Juga ketika kami bersama Beliau, tiba-tiba datang seorang Arab dari pendalaman menuntun untanya. Orang pendalaman itu hendak dipotong tangannya karena ulah para saksi yang telah memberikannya saksi palsu. Kemudian unta itu berbicara dengan Beliau, “Ya Rasulullah, sesungguhnya orang ini tidak berdosa. Para saksi yang ada ini memberikan kesaksian secara paksa. Sebenarnya pencuriku adalah seorang Yahudi.”

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Ibrahim as.

Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Ibrahim as, karena dia telah mengetahui Allah SWT dengan perenungan (I’tibar). PembuktianNya telah meliputi keimaman terhadap-Nya.”

Sayyidina Ali As berkata,“Ya benar. Nabi Muhammad SAWW telah diberikan sesuatu yang lebih dari itu. Beliau telah mengenal Allah SWT dengan i’tibar sebagaimana Nabi Ibrahim as. Namun, Nabi Ibrahim as mengenal Allah SWT dalam usia lima belas tahun sementara Nabi saw mengenal-Nya semenjak usia tujuh tahun. Pernah sejumlah pedagang Nasrani datang. Mereka menurunkan dagangan mereka di antara bukit Shafa dan Marwa.’ Sebagian dari mereka melihat Beliau, Muhammad SAWW lalu mereka mengetahui sifat, karakter, dan berita akan kebangkitannya sebagai nabi dan mereka mengetahui beberapa mukjizatnya.

Para pedagang Nasrani itu bertanya kepada Muhammad SAWW “Wahai anak kecil, siapa namamu?” Beliau menjawab, “Muhammad.” Mereka bertanya , “Siapa nama ayahmu?” Beliau menjawab,”Abdullah.” Mereka bertanya, “Apakah nama ini (mereka bertanya sambil menunjuk bumi)?” Beliau menjawab, “Bumi.”

Mereka bertanya, “Apakah nama itu (mereka bertanya sambil menunjuk langit )?” Beliau menjawab, “Langit.” Mereka bertanya, “Siapa yang menciptakan bumi dan langit?” Beliau menjawab, “Allah SWT.” Lalu Muhammad SAWW menyentak mereka, “Apakah kalian meragukanku tentang Allah SWT? Celaka kamu, wahai Nasrani.” Beliau telah mengetahui Allah SWT dengan i’tibar pada saat kaumnya kufur, bersumpah dan meyembah patung-patung, tetapi Beliau berkata, “Tiada Tuhan selain Allah SWT.”

Orang Yahudi berkata, “Nabi Ibrahim as telah terhijabi dari mata Namrud sebanyak tiga kali.”

Sayyidina Ali AS berkata, “Ya benar. Namun Nabi Muhammad SAWW telah terhijabi dari mata orang-orang yang hendak membunuhnya sebanyak lima kali. Sama tiga jumlahnya dan bahkan lebih dua.

Kelima hijab yang dimaksudkan adalah ketika Allah SWT berfirman:
“Dan Kami jadikan penutup dihadapan mereka”, adalah hijab (penutup) yang pertama. “Dan dari belakang mereka,” adalah hijab yang kedua. Lalu Kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat, (QS. Yaasin: 9) adalah hijab yang ketiga.

Hijab yang keempat adalah firman Allah SWT yang berbunyi:
“Dan jika kamu membaca Al-Quran, Kami jadikan di antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman dengan akhirat sebuah hijab yang menutupi” ( QS. Al-Isra’ :45).

Sedangkan hijab yang kelima adalah firman Allah SWT yang berbunyi, Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. (QS.Yaasin:8).

Orang Yahudi berkata, “Sesungguhnya Nabi Ibrahim as telah membungkam mulut orang kafir dengan kenabiannya.”.

Sayyidina Ali AS berkata, “Benar! Pernah Nabi Muhammad SAWW didatangi orang yang hendak mendustakan hari kebangkitan setelah kematian, orang itu adalah Ubai in Khalaf al-Jumahi, dia membawa tulang yang hancur lalu berkata, “Wahai Muhammad, siapakah yang akan menghidupkan kembaki tulang-belulang ini padahal sudah hancur?” Lalu Allah SWT menurunkan atas Muhammad SAWW sebuah ayat yang membungkam mulut orang itu,

Yang akan menghidupkannya kembali adalah Yang menciptakannya kali pertama. Dia Maha Mengetahui akan segala sesuatu (QS Yasin : 79).

Akhirnya orang itu pun pergi terbungkam.

Orang Yahudi berkata, “Nabi Ibrahim telah menghancurkan patung-patung kaumnya dengan marah karena Allah SWT.”

Sayyidina Ali AS berkata, “Ya benar. Nabi Muhammad telah merobohkan tiga ratus enam puluh patung di dalam Ka’abah dan membersihkan semenanjung Arabia dari patung-patung serta mengalahkan orang-orang yang menyembah patung dengan pedang.”

Orang Yahudi berkata, “Nabi Ibrahim as pernah dilemparkan oleh kaumnya ke dalam api, tetapi dia pasrah dan bersabar, akhirnya Allah SWT menjadikan api itu dingin dan menyelamatkannya. Apakah Allah SWT berbuat yang sama terhadap Muhammad?”

Sayyidina Ali AS berkata, “Ya benar. Ketika Nabi Muhammad pergi ke Khaibar, seorang wanita Khaibar meracuninya, tetapi Allah SWT menjadikan racun itu dingin (tidak bereaksi) di dalam perutnya sampai di akhir ajalnya. Padahal racun itu, jika berada di dalam perut akan membakar seperti api membakar. Itu adalah kekuasaanNya, janganlah kamu mengingkarinya.”.

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Yaqub as.

Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Yakub as. Dia mendapatkan nasab yang sangat besar. Allah SWT menjadikan para Nabi dari tulang rusuknya. Maryam putri Imran adalah termasuk keturunannya.”.

Sayyidina Ali berkata, “Ya benar. Nabi Muhammad SAWW mendapatkan nasab yang lebih besar darinya. Allah SWT menjadikan Fathimah, wanita penghulu alam raya, sebagai putrinya, al-Hasan dan al-Husain sebagai cucunya.”.

Orang Yahudi berkata, “Nabi Yaqub as bersabar karena perpisahan Putranya sampai-sampai dia hampir sakit parah karena sedih.”

Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar. Nabi Yaqub as benar-benar sedih, namun kesedihannya berakhir dengan perjumpaan. Tetapi Nabi Muhammad Saww ketika Putranya yang tersayang, Ibrahim, diambil selagi Beliau masih hidup. Allah SWT mengujinya agar Beliau mendapat simpanan yang besar nanti. Beliau bersabda, “Jiwa pilu dan hati terluka. Dan kami sangat sedih atasmu wahai Ibrahim. Kami tidak mengatakan sesuatu yang memurkakan Allah SWT.” Dalam semua itu, Beliau mengutamakan kerelaan terhadap Allah SWT dan pasrah kepada-Nya dalam segala perbuatan.”.

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Yusuf as.

Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Yusuf as, dia menyimpan pahitnya perpisahan. Dia di jerumuskan ke dalam penjara demi menghindari kemaksiatan. Dia di lemparkan kedalam lubang yang gelap sebatang kara.”.

Sayyidina Ali AS berkata, “Ya itu benar. Nabi Muhammad Saww menyimpan pahitnya keterasingan. Beliau meninggalkan keluarga, anak dan harta untuk berhijrah dari Haramullah (Ka’abah, Mekah). Ketika Allah SWT melihat kesedihan dan perasaan pilu Beliau, Allah SWT memperlihatkan kepadanya sebuah mimpi yang menyamai mimpinya Nabi Yusuf as dalam takwilnya dan Allah SWT membuktikan kebenaran mimpinya kepada seluruh alam raya.

Allah SWT berfirman:
Sungguh Allah SWT telah membuktikan Rasulnya akan mimpinya yang benar. Kalian pasti akan masuk Masjid Al-Haram dengan kehendak Allah SWT dalam keadaan aman dan kepada kalian digundul atau (rambut kalian) dipotong. Janganlah kalian takut

Kalau Nabi Yusuf as ditahan dalam penjara, maka Rasulullah Saww dipenjara di Syi’ib selama tiga tahun. Beliau diasingkan dari sanak keluarga dan kerabatnya. Allah SWT telah memperdaya mereka (orang-orang kafir Quraisy) dengan mengutuskan makhluk-Nya yang paling lemah (rayap), lalu rayap itu memakan surat perjanjian yang mereka tulis.

Kalau Nabi Yusuf as dilemparkan kedalam lubang yang gelap, maka Nabi Muhammad Saww telah menyembunyikan dirinya di dalam gua karena ulah musuhnya, sampai-sampai Beliau berkata kepada sahabatnya, “Janganlah kamu sedih. Sesungguhnya Allah SWT bersama kita.” Allah SWT memujinya dalam kitab-Nya.

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Musa as.

Orang Yahudi berkata,”lihatlah Nabi Musa bin Imran as, karena Allah telah memberinya Taurat yang memuat hukum-hukum.”.

Sayyidina Ali AS berkata, “Ya itu benar. Nabi Muhammad SAWW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Nabi Muhammad SAWW telah diberi surat al-Baqarah dan al- Maidah yang sama dengan Kitab Injil, Beliau juga diberi surat Thawasin (surat-surat yang didahului dengan huruf Tha, Sin), surat Thaha, sebagian surat-surat al-Mufashshal (yang sedang sehingga sering dipisah-pisah ) dan al-Hawamin (surat-surat yang dimulai dengan Ha, Min) yang sama dengan Kitab Taurat; Beliau diberi sebagian surat-surat al-Mufashshal dan surat-surat yang didahului dengan Sabbaha yang sama dengan Kitab Zabur; Beliau diberi surat Bani Israil dan surat Bara’at yang sama dengan shuhuf Ibrahim as dan shuhuf Musa as, kemudian Allah SWT menambah Beliau dengan as-Saba’ ath-Thiwal (tujuh surah yang panjang) dan surah al-Fatihah.

Orang Yahudi berkata,”Sesungguhnya Nabi Musa as dipanggil untuk bermunajat kepada Allah di atas bukit Sina.”

Sayyidina Ali AS berkata, ”Ya’ itu benar. Allah SWT telah mewahyukan kepada Nabi Muhammad SAWW di Sidhratul Muntaha’ disebut-sebut.”

Orang Yahudi berkata, Nabi Musa as telah diutus untuk menghadapi Firaun dan memperlihatkan kepadanya tanda yang besar.”

Sayyidina Ali AS berkata, “Itu benar. Nabi Muhammad SAWW juga diutus untuk menghadapi beberapa Firaun, seperti abu Jahal, Utbah bin Rabi’ah, Syaibah, Abi al-Bukhturi, Nidhir bin Harits, Ubai bin Khalaf, dan diutus kepada lima orang yang di kenal dengan para pengolok, al-Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi, al-‘Ash bin Wa’il al-Suhami, Aswad bin Abd Yaghuts az-Zuhri, Aswad bin al-Muthalib, dan al-Harist bin Thalathilah. Maka Beliau memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda yang besar di alam raya ini dan di dalam diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahwa Dia itu benar.”.

Orang Yahudi berkata, “Sesungguhnya Musa bin Imran telah diberi tongkat yang berubah menjadi seekor ular.”

Sayyidina Ali menjawab, “Ya itu benar. Nabi Muhammad SAWW telah di beri sesuatu yang lebih hebat dari itu. Pernah ada seseorang menuntut hutang kepada Abu Jahal bin Hisyam seharga seekor kambing yang dia beli dari orang itu. Tetapi Abu Jahal tidak memperdulikannya. Dia tengah asyik duduk sambil minum-minuman keras. Setiap kali orang itu menagihnya, tetapi tidak berdaya sama sekali dan selalu diacuhkan oleh Abu Jahal. Beberapa orang disekitar itu berkata kepada orang tersebut sambil menghina, “Siapa yang kamu tagih?”

“Amr bin Hisyam (Abu Jahal). Dia mempunyai hutang kepadaku. ”Mereka berkata, “Maukah kami tunjukkan orang yang menjalankan hak-hak?” Orang itu berkata. “Ya”. Mereka lalu menunjukkan Nabi Muhammad SAWW, Abu Jahal berkata dalam hatinya, “Mudah-mudahan Muhammad datang kepadaku dan melutut kepadaku, sehingga aku dapat memalukannya.” Orang yang sedang menuntut haknya itu datang kepada Nabi Muhammad seraya berkata, “Wahai Muhammad, aku mendengar bahwa hubungan antara Anda dengan Amr bin Hisyam baik. Aku datang meminta bantuan darimu.”

Kemudian Beliau pergi bersamanya menghadap Abu Jahal. Bangunlah wahai Abu Jahal. Berikan orang ini haknya.” (Sejak saat itu Amr bin Hisyam dipanggil Abu Jahal, yang berarti bapak kebodohan).

Lalu Abu Jahal segera bangun dan memberikan orang itu haknya. Ketika Abu Jahal kembali ke tempatnya semula, teman-temannya berkata, “Kamu mengerjakan itu karena takut kepada Muhammad?” Abu Jahal berkata, “Celaka kalian, maafkan aku. Sesungguhnya ketika dia datang, aku lihat di sebelah kanannya orang-orang membawa pisau yang bersinar dan disebelah kirinya ada dua ekor ular yang menampakkan giginya dan dimatanya keluar sinar. Sekiranya aku menolak, maka perutku tidak aman dari tikamannya dan aku akan diterkam ular itu, dan itu lebih berat bagiku dari memberikan hak.”.

Ketika Nabi Muhammad SAWW mengajak ketauhidan dan membasmikan kemusyrikan, para tokoh kaum musyrikin marah, lalu Abu Jahal berkata, “Demi Allah mati lebih baik bagi kita dari pada hidup. Tidak adakah diantara kalian, wahai kaum Quraisy, seorang yang akan membunuh Muhammad?” Mereka menjawab, “Tidak ada.” “Kalau begitu saya yang akan membunuhnya.” Seandainya keluarga Abdul Mutalib akan menuntut balas, biarlah aku yang terbunuh, kata Abu Jalal. Mereka lalu berkata, “Sesungguhnya jika kamu melakukan itu, maka telah berbuat kebaikan yang akan selalu diingati.”

Kemudian Abu Jahal pergi ke Masjid al-Haram dan melihat Rasulullah berthawaf sebanyak tujuh putaran, kemudian Beliau solat dan sujud sangat lama.Kemudian Abu Jalal mengambil batu dan membawanya kearah kepala Nabi Muhammad SAWW, ketika dia telah mendekatinya, datanglah unta jantan dari arah Beliau dengan membuka mulutnya ke arah Abu Jalal. Melihat itu Abu Jalal ketakutan dan dia pun gementar maka batu itu jatuh melukai kakinya kemudian dia pulang dengan muka yang pucat dan berkeringat. Kawan-kawannya bertanya, “Kami tidak pernah melihat kamu seperti sekarang ini.” Abu Jalal berkata,” Maafkan aku, aku sungguh melihat unta jantan yang membuka mulutnya dari arah Muhammad, ia hampir menelanku maka aku lempar batu itu dan mengenai kakiku.”

Orang Yahudi berkata, ” Nabi Musa telah diberi tangan yang keluar darinya cahaya putih. Apakah Muhammad mempunyai kuasa seperti itu?”

Sayyidina Ali AS berkata, “Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAWW diberi sesuatu yang lebih dari itu. Sesungguhnya terpancar dari sebelah kanan dan sebelah kirinya cahaya setiap kali Beliau duduk. Cahaya itu disaksikan oleh semua orang.”

Orang Yahudi berkata,” Nabi Musa dapat membuat jalan di laut. Apakah Muhammad dapat berbuat semacam itu?”

Sayyidina Ali AS menjawab,”Itu benar. Nabi Muhammad SAWW telah berbuat yang sama. Ketika kami keluar dari perang Hunain, kami menghadapi danau yang kami perkirakan sedalam empat belas kali dari ketinggian badan manusia. Mereka berkata,”Ya Rasulullah musuh di belakang kita sedangkan danau di depan kita seperti yang dikatakan kaum Musa as, “Kami akan terkejar.” Lalu Rasulullah saw turun dan berdoa,”Ya Allah sesungguhnya Engkau jadikan setiap utusan sebuah bukti maka perlihatkanlah kepadaku kekuasaan-Mu.”

Kemudian kami mengarungi lautan dengan menunggangi kuda dan unta yang kakinya tidak basah. Lalu kami pulang dengan kemenangan.

Orang Yahudi berkata, ”Nabi Musa as telah diberi batu, kemudian batu itu mengeluarkan dua belas mata air.”.

Sayyidina Ali AS berkata, ”Ya itu benar.” Ketika Nabi Muhammad SAWW turun di Hudaibiyyah dan diboikot oleh penduduk Mekah, Beliau diberi sesuatu yang lebih hebat dari itu. Pada waktu itu, sahabat-sahabat Beliau mengadu kepada Beliau. Mereka kehausan sehingga pangkal tulang paha kuda mereka menonjol. Kemudian mereka mengambil kain Yaman dan meletakkan tangannya di atas kain itu lalu keluarlah air dari celah-celah jari jemari Beliau. Kami merasa kenyang demikian pula kuda-kuda kami bahkan kami penuhi kantong-kantong air.”

Orang Yahudi berkata,”Nabi Musa as telah diberi burung dan manisan dari langit (al-manna wa salwa’). Apakah Muhammad juga diberi sesuatu yang sama seperti itu?”

Sayyidina Ali As berkata, “Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAWW diberi sesuatu yang lebih dari itu. Sesungguhnya Allah SWT menghalalkan harta rampasan perang untuk Beliau dan umatnya dan tidak dihalalkan untuk sesiapa pun sebelumnya. Dan ini lebih utama dari manna dan salwa’. Kemudian lebih dari itu Allah SWT menganggap niat Beliau dan umatnya sebagai amal kebaikan dan tidak menganggapnya amal kebaikan untuk seseorang sebelum Beliau. Oleh karena itu jika seseorang hendak berbuat kebaikan tetapi belum mengerjakannya maka ditulis untuknya suatu kebaikan dan jika dia mengerjakannya maka ditulis sepuluh kebaikan.”.

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Daud As.

Orang Yahudi berkata,” Lihatlah Nabi Dawud as sebab Allah telah memberinya kekuatan untuk melunakkan besi kemudian dengan kekuatannya dia membuat baju besi.”

Sayyidina Ali AS berkata,” Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAWW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Allah SWT telah memberinya kekuatan untuk membuat gua dari batu gunung yang keras. Batu Shakhrah di Baitul Maqdis menjadi cekung dengan tangan Beliau dan kami telah melihatnya.”

Orang Yahudi berkata, ” Nabi Dawud as menangis karena kesalahan dan kekhilafannya sehingga gunung bergetar karena takut tangisan darinya.”

Sayyidina Ali AS berkata, ”Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAWW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Sesungguhnya Beliau jika mendirikan salat terdengar dari dadanya suara gemuruh seperti gemuruh bejana yang berisi air panas yang mendidih karena isak tangisnya yang sangat pada hal Allah telah membebaskannya dari siksaan-Nya. Beliau berdiri salat di atas kakinya puluhan tahun sehingga bengkak kedua telapak kakinya dan pucat lasi mukanya. Beliau salat sepanjang malam sehingga Allah menegurnya.”.

Thaha. Tidaklah Kami turunkan Al-Qur’an agar kamu bersusah payah (QS.Thaha:1-2).

Terkadang Beliau menangis sampai pingsan. Seorang bertanya kepadanya,” Bukankah Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?” Beliau menjawab, ”Benar. Namun tidakkah aku pantas menjadi hamba yang banyak bersyukur.”

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Sulaiman As.

Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Sulaiman as, karena dia telah diberi kerajaan yang tidak layak diberikan kepada sesiapa pun setelahnya.”

Sayyidina Ali AS berkata, “Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAWW telah diberikan sesuatu yang lebih dari itu. Telah turun kepadanya satu malaikat yang tidak pernah turun kepada sesiapa pun sebelumnya, yaitu malaikat Mikail. Malaikat Mikail berkata kepada Beliau, “Ya Muhammad. Hiduplah kamu menjadi seorang raja yang senang. Untukmu kunci-kunci khazanah bumi. Tunduk kepadamu gunung dan batu dari emas dan perak. Itu semua tidak mengurangi apa yang tersimpan untukmu di akhirat kelak sedikit pun.” Lalu dia menunjuk Malaikat Jibril as dan meminta darinya agar bertawadhu. Kemudian Nabi Muhammad SAWW berkata, “Tidak, tetapi aku tetap ingin hidup sebagai nabi dan hamba. Sehari makan dan dua hari tidak makan. Aku ingin bergabung dengan saudara-saudaraku dari kalangan Nabi sebelumku.” Maka Allah memberinya telaga kautsar dan hak-hak syafaat. Ini lebih besar tujuh puluh kali lipat dari kerajaan dunia dari permulaan sampai akhir. Dan Allah menjanjikan kedudukan yang terpuji (al-maqam al-Mahmud). Di hari kiamat nanti Allah akan menundukkannya di atas Arsy. Itu semua lebih mulia dari yang di berikan kepada Nabi Sulaiman bin Daud as.”

Orang Yahudi berkata, “Angin telah diciptakan untuk Nabi Sulaiman as Angin itu membawa pergi Sulaiman di negerinya dalam sebuah perjalanan, perginya satu bulan dan pulangnya satu bulan.”.

Sayyidina Ali AS berkata, “Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAWW telah diberikan sesuatu yang lebih dari itu. Dia telah diisra’kan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang biasa ditempuh satu bulan, lalu ia dibawa naik ke kerajaan langit, yang memerlukan waktu lima puluh ribu tahun, dalam waktu kurang dari sepertiga malam.

Orang Yahudi berkata, “Telah di ciptakan jin-jin untuk taat kepada Nabi Sulaiman as. Mereka bekerja untuk Sulaiman ketika membuat mihrab dan patung.”

Sayyidina Ali AS berkata, “Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAWW telah diberikan sesuatu yang lebih dari itu. Jin-jin diciptakan untuk taat kepada Nabi Sulaiman as, tetapi mereka didalam keadaan kafir, sementara jin-jin diciptakan untuk taat kepada Nabi Muhammad SAWW dalam keadaan beriman. Telah datang kepada Beliau sembilan tokoh jin dari Yaman dan dari Bani Amr bin Amir.Mereka itu adalah Syashot, Madhot, Hamlakan, Mirzaban, Mazban, Nadhoat, Hashib, Hadhid dan Amr. Merekalah yang disebutkan dalam Quran:
Dan ketika Kami palingkan kepadanya (Muhammad) sekelompok jin mereka mendengarkan Al-Quran (QS. Al- Jin: 1).

Mereka berbaiat kepada Beliau untuk menjalankan puasa, salat, zakat, haji dan jihad. Ini lebih hebat dari yang diberikan kepada Nabi Sulaiman as.”

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Yahya As.

Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Yahya bin Zakaria as karena diwaktu masih kecil telah diberi hikmah, kebijaksanaan dan pemahaman. Dia menangis tanpa berbuat kesalahan dan dia sentaiasa berpuasa terus menerus.”

Sayyidina Ali AS berkata,“Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAWW telah diberikan sesuatu yang lebih dari itu.Nabi Yahya as hidup pada masa tiada berhala-berhala dan kejahiliahan.

Sementara Muhammad pada masa kecilnya telah diberi hikmah dan pemahaman di tengah penyembah berhala dan syaitan. Beliau sama sekali tidak menyukai berhala, tidak pernah aktif dalam upacara-upacara mereka dan tidak pernah berdusta sama sekali. Beliau senantiasa menyambung puasa dalam seminggu, terkadang kurang dan terkadang lebih. Beliau pernah berkata, “Aku tidak seperti kalian. Aku berada disamping Tuhanku. Dia Yang memberiku makan dan minum.” Beliau selalu menangis sehingga air matanya membasahi tempat salatnya karena takutkan kepada Allah SWT tanpa kesalahan.”.

Perbandingan Rasulullah SAWW dengan Nabi Isa As.

Orang Yahudi berkata,” Lihatlah Nabi Isa bin Maryam as. Mereka meyakini bahwa dia dapat berbicara dalam buaiannya dalam keadaan masih bayi.”

Sayyidina Ali AS berkata,” Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAWW keluar dari perut Ibunya sambil meletakkan tangan kirinya di atas tanah dan tangan kanannya diangkat ke atas. Beliau menggerakkan kedua bibirnya dengan ucapan tauhid. Lalu terpancarlah dari mulutnya cahaya sehingga penduduk Mekah dapat melihat istana-istana Bashrah dan istana-istana merah di negeri Yaman dan sekitarnya, serrta istana-istana putih di Persia dan sekitarnya. Dunia menjadi terang benderang di malam kelahiran Nabi Muhammad SAWW sehingga jin, manusia dan setan ketakutan. Mereka berkata,”Telah terjadi peristiwa besar di muka bumi ini.” Pada malam kelahiran Beliau, para malaikat naik-turun dari langit, bertasbih dan memuji Allah SWT.

Orang Yahudi berkata,”Mereka menyakini bahwa Nabi Isa as telah menyembuhkan orang bisu dan orang yang menderita penyakit belang dengan izin Allah SWT.”

Sayyidina Ali AS berkata,” Ya itu benar. Muhammad telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Beliau telah menyembuhkan orang dari penyakitnya. Ketika Beliau duduk, Beliau bertanya tentang seorang sahabat Beliau lalu para sahabat Beliau berkata,” Ya Rasulullah, dia terkena musibah sehingga dia seperti seekor anak burung yang tidak berbulu.” Kemudian Beliau mendatanginya , ternyata orang itu benar-benar seperti anak burung yang tidak berbulu karena beratnya musibah. Beliau berkata,” Apakah kamu telah meminta sesuatu dengan sebuah doa?”

Dia menjawab,”Ya. Aku pernah berdoa kepada Allah agar segala siksaan yang akan menimpaku di akhirat nanti disegerakan di dunia ini.”

Kemudian Nabi berkata, Bacalah doa ini,”Ya Allah berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan, dan jagalah kami dari azab neraka.” Maka orang itu mengucapkannya lalu dia segara bangun dan sehat.

Juga pernah seseorang datang dari Juhainah yang menderita lepra. Dia mengadu kepada Beliau. Lalu Beliau mengambil mangkuk berisi air dan Beliau meludahinya kemudian Beliau berkata,”Basuhlah badanmu dengan air ini!” Orang itu lalu mengerjakannya dan kemudian sembuh seakan-akan tidak terjadi apa-apa.

Orang Yahudi berkata,”Mereka menyakini bahwa Nabi Isa as telah menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah.”

Sayyidina Ali AS berkata,”Ya itu benar. Sungguh telah bertasbih sembilan kerikil di tangan Nabi Muhammad SAWW suaranya sampai terdengar padahal kerikil itu tidak bernyawa. Beberapa orang yang sudah mati berbicara dengannya dan meminta bantuan darinya dari siksaan kematian. Kamu menyakini bahwa Nabi Isa as berbincang-bincang dengan orang-orang yang sudah mati dan Nabi Muhammad SAWW mempunyai pengalaman yang lebih mengagumkan dari itu. Ketika Beliau singgah di Thaif sementara kaum Thaif memboikot Beliau. Mereka mengirim seekor kambing yang sudah dipanggang dan dicampuri racun lalu kambing itu berbicara,”Wahai Rasulullah, janganlah engkau makan aku karena aku talah diberi racun. Beliau telah di ajak bicara oleh kambing yang sudah disembelih dan dibakar. Beliau juga pernah memanggil pohon lalu pohon itu menghampirinya. Binatang-binatang buas berbicara dengan Beliau dan bersaksi atas kenabian Beliau. Ini semua lebih besar dari yang diberikan kepada Nabi Isa as.”

Orang Yahudi berkata,” Nabi Isa as telah memberitahu kaumnya tentang apa yang mereka makan dan mereka simpan di rumah-rumah mereka.”

Sayyidina Ali AS menjawab, “Itu benar. Nabi Muhammad SAWW telah berbuat sesuatu yang lebih besar dari itu. Kalau Nabi Isa as memberitahu apa yang ada di belakang tembok maka Nabi Muhammad SAWW telah memberi tahu tentang perang Mu’tah, padahal Beliau tidak menyaksikannya dan Beliau menjelaskan tentangnya dan orang-orang yang syahid di sana padahal jarak antara tempat perang dengan Beliau sejauh perjalanan sebulan.”

Akhirnya orang Yahudi itu mengucapkan dua kalimat syahadat dan bersaksi bahwa tiada kedudukan dan keutamaan yang Allah berikan kepada seorang Nabi melainkan Dia berikan juga kepada Rasulullah saw dengan tambahan.

Ibnu Abbas berkata,”Aku bersaksi, wahai ayah al-Hasan, bahwa engkau adalah orang yang sangat dalam pengetahuannya.”

Sayyidina Ali AS menjawab,”Bagaimana aku tidak mengatakan tentang seorang yang Allah sendiri mengagungkannya dalam Al-Qur’an, Sesungguhnya engkau ( al Musthofa SAWW ) memiliki akhlak yang agung.”.

MEMBUKA KONSULTASI PREDIKSI MASA DEPAN LEWAT KARTU TAROT


ASSALAMU ALAIKUM

Sebelum salah kaprah saya akan menjelaskan mengenai prediksi masa depan lewat kartu tarot,yang namanya prediksi hanya sebatas memperkirakan saja,seperti halnya prakiraan cuaca,prakiraan skor bola,dan prakiraan2 lain yang tujuannya untuk memberikan ketepatan dalam meraba dan melihat masa depan, apakah sama persis atau meleset itu semua juga apa kata nanti,yang penting acuannya untuk yang terpenting merencanakan dulu dan mewaspadai kemungkinan2 yang akan terjadi dimasa depan,bukan untuk pasrah bongkotan ( pasrah total : klo menyerah tentunya buat orang tasawuf,akan tetapi kita bukan orang tasawuf dan masih berusaha untuk berencana kedepannya sebagai langkah antisipasi saja)
Kali ini saya akan membuka kesempatan buat pengunjung blog CAHMET yang berminat dan berkeinginan untuk di prediksi masa depannya lewat kartu tarot,khususnya mengenai masalah:
– Asmara,pengen tau kapan ketemu jodohnya,karakter jodohnya,atau juga pengen tau watak si pacar typical baik atau typical senang selingkuh,playboy,cocok atau tidak dengan si DOI ,apakah sampai pada jenjang pernikahan atau tidak dll
– Masalah pekerjaan cocoknya kerja sesuai profesi yang kayak gmana,terus kedepannya gmana
– Masalah karir kedepannya gmana,atau rumah tangga kedepannya gmana,apakah bisa bertahan atau tidak,dan bagaimana cara mengantisipasinya
– Masalah nasib yang akan terjadi dalam setahun nanti
– Masalah usaha apa nyang cocok klo mau buka usaha
– Masalah kesehatan,penyakit apa yang harus diwaspadai,dan makanan apa yang harus diketahui untuk diwaspadai
– Dan semua pertanyaan yang berkaitan dengan kepentingan dalam hidup anda

Terus gmana caranya mbah Arifyanto???

Caranya ,cukup mudah,kirimkan mahar 200 rebu + ongkir 50 rb
Transfer ke rekening bank yang akan saya beritahu lewat sms
Cukup kirimkan ke saya :
– nama lengkap
– nama ibu kandung
– tanggal klahiran
Selama memakai metode ini ,respondensi orang –orang yang telah saya baca lewat kartu tarot,kedepannya 97 % akurat,dan alkhamdulillah bisa mengantisipasi yang terjadi atas masalah yang ada dimasa depan,dan tidak ada hal yang mnyebabkan syirik,karena kita hanya sebatas berusaha,semua juga ATAS IZIN ALLOH.
Setelah saya baca lewat kartu tarot,langsung saya ketik ke computer dan setelahnya saya printer,untuk saya kirim ketempat anda,agar lebih rahasia ,karena mnyangkut privacy anda juga
Lebih jelasnya silahkan hubungi saya di nomer

085731493248

MBAH ARIFYANTO
WASSALAMU ALAIKUM

 

PRIVAT ” DUNIA LAIN”


ASSALAMU ALAIKUM

CAHAYA METAFISIKA,mengadakan privat untuk mengajarkan keilmuan yang ada di TV “DUNIA LAIN :

– Mediumisasi dengan tatacaranya
– Deteksi energy ghoib untuk mengetahui letak demit
– Terawangan
– Cara uka-uka yang aman agar tidak diganggu oleh penghuni ghoib

Privat ini bisa di ikuti oleh siapa saja,pria atau wanita,dengan usia min 17 th,datang langsung atau jarak jauh sama saja

Biaya kena 350 rb ,

mahar khusus 750 rb,bonus ilmu mendatangkan pusaka

Lebih jelasnya hub saya di nomer 085731493248

MBAH ARIFYANTO

WASSALAMU ALAIKUM

PESUGIHAN ARWAH IMPIAN UNTUK MERAIH KEKAYAAN TANPA SUSAH PAYAH


schermafbeelding_2013_12_22_om_14_38_04_by_kyuubii9-d6yw0ve.png

ASSALAMU ALAIKUM

Allohumma  sholli ala sayyidiina mukhammad wa ali mukhammad wa ajjil Farojahum

Assalamu alaika ayyuhannabiyyu warokhmatullohi wabarokatuh assalamu alaina wa ala ibadilahissholikhiin

KEMBALI SAYA MENYAPA WARGA CAHMETER YANG HADIR DIDALAM WADAH BLOGGER YANG MULIA INI

Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan ilmu yang Fenomenal  blom ada di jagat supranatural  tentang masalah pesugihan tanpa tumbal,pesugihan ini aman tidak memakai sarana perdemitan dalam rangka mncari obyek pesugihannya Karena saat ini banyak yang memakai sarana tumbal dalam mengupayakan perolehan hasil agar cepat kaya,namun kebanyakan yang memakai tumbal  menerjang resiko yang diakibatkannya nanti,salah satunya dengan memakai korban hewan ataupun jiwa manusia,dizaman yang makin maju dengan banyaknya pengetahuan yang bermunculan tanpa memandang kalangan,sangat dimungkinkan bahwa ilmu-ilmu yang beredar ini bisa disederhanakan lagi dengan  metode yang sangat ringkas-tepat dan efesien

Untuk memplajari ilmu2 yang satu ini diperlukan tingkat keseriusan yang nyata agar hasilnya yang diperolehnya semua akan jadi maksimal,membutuhkan bnyak observasi dan membutuhkan waktu yang lama,dimana sebagian rahasia2 ulama dan para dukun yang ada di Indonesia saya plajari dengan  seksama,hingga akhirnya tercipta suatu ilmu yang bisa dimanfaatkan oleh bnyak orang dalam kehidupannya,

ILMU TANPA SANAD ADALAH ILMU SETAN

makna yang terkandung  dalam istilah diatas adalah sebuah makna yang blom final untuk di ungkap tentang maksud dari ilmu yang bersumber dari sanad,karena ilmu Alloh itu luas tanpa sanad pun semua jadi hal yang nyata untuk dipraktekkan,contoh ilmu reiki,ilmu prana,ilmu quantum,ilmu EQ,itu semua ilmu2 tanpa sanad ,dan terjadi bgitu saja atas izin Alloh ,begitu juga ilmu kebal,pelet,ilmu  pelarisan,ilmu  santet,itu ilmu-ilmu terjadi dari proses hening-heneng ,dari  proses laku bathin yang bertahun tahu n sebagai acuan agar ilmu yang di riyadhohkan bisa dipakai untuk membantu mncapai tujuan di kehidupannya,walau tanpa sanad gak jadi soal,karena ilmu2 gitu Cuma berlaku didunia saja,dialam barzah dan alam akherat gak akan berfungsi

yang dimaksud sanad adalah ilmu2 yang  berkaitan dengan ilmu hadist dan fiqih

sebagaimana contoh sanad tata cara sholat ,tata cara sholat adalah ilmu untuk mnghadap Alloh ,klo nggak sesuai sanad dari Rosul sama aja tertolak,klo dah tertolak jadilah tersesat klo dah tersesat jadilah setan

 

klo dipikir lebih dalam lagi kehidupan didunia  keberadaannya hanya sesaat,klo nggak punya ketrampilan yang bnyak akan mnjadikan pihak diri sendiri dan kluarga kesulitan dalam mncari nafkah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,lihat tetangga kaya  raya,gak akan pernah singgah buat mmbantu kelemahan ekonomi yang kita derita mereka akan cenderung memikirkan diri sendiri untuk tetap memperkaya diri  kloupun mereka  peduli hanya sebatas waktu selamatan hajat mereka saja berupa nasi kenduri  yang diantarkan ke kita

apakah kaya raya itu hanya impian ????apakah kaya raya itu hanya milik orang lain yang memang ditakdirkan kaya,apakah kaya raya harus menunggu

sebenarnya rezeki  berupa harta benda  dah ada disekitar kita,tinggal kita blom memahami cara mengambilnya,banyak materi materi yang nganggur yang blom kita bisa cermati untuk kita ambil,

saatnya merubah hidup kita

PESUGIHAN ARWAH tanpa memakai tumbal karena pesugihan ini dirancang  khusus yang memang gak ada efek samping buat pelakunya,dengan media ini yang terpenting sebuah sarana membuat anda cepat jadi orang kaya,punya kehidupan yang berkecukupan adalah hak setiap individu

PESUGIHAN INI praktis ,klo kita nggak menghendaki untuk mnerima bnyak pemasukan ( income) lagi karena dah bosan  kita tinggal  stop membaca amalannya ,Karena pesugihan ini sifatnya meringankan hidup anda mencari uang tanpa susah payah ,

BAGI ANDA YANG BERMINAT UNTUK MENDAPATKAN MEDIA PESUGIHAN ARWAH INI SILAHKAN HUBUNGI SAYA DI NOMER 085731493248

PESUGIHAN INI ADA MAHARNYA YANG AGAK TERJANGKAU SEBAGAI  DANA  PENGGANTI UNTUK SIRKULASI MENCARI ILMUNYA

WASSALAMU ALAIKUM

MBAH ARIFYANTO

 

 

 

 

SASTRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU



Disalin oleh : Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro,SE.MM.

Secara harfiah arti dari “Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu” adalah sebagai berikut; Serat = ajaran, Sastrajendra = Ilmu mengenai raja. Hayuningrat = Kedamaian. Pangruwating = Memuliakan atau merubah menjadi baik. Diyu = raksasa atau lambang keburukan. Raja disini bukan harfiah raja melainkan sifat yang harus dimiliki seorang manusia mampu menguasai hawa nafsu dan pancainderanya dari kejahatan. Seorang raja harus mampu menolak atau merubah keburukan menjadi kebaikan.Pengertiannya; bahwa Serat Sastrajendra Hayuningrat adalah ajaran kebijaksanaan dan kebajikan yang harus dimiliki manusia untuk merubah keburukan mencapai kemuliaan dunia akhirat. Ilmu Sastrajendra adalah ilmu makrifat yang menekankan sifat amar ma’ruf nahi munkar, sifat memimpin dengan amanah dan mau berkorban demi kepentingan rakyat.

Asal-usul Sastra Jendra dan Filosofinya

Menurut para ahli sejarah, kalimat “Sastra Jendra” tidak pernah terdapat dalam kepustakaan Jawa Kuno. Tetapi baru terdapat pada abad ke 19 atau tepatnya 1820. Naskah dapat ditemukan dalam tulisan karya Kyai Yasadipura dan Kyai Sindusastra dalam lakon Arjuno Sastra atau Lokapala. Kutipan diambil dari kitab Arjuna Wijaya pupuh Sinom berikut cerita lokapala :

Tersebutlah sebuah kerajaan besar bernama Lokapala.

Negara ini adalah tempat bersemayamnya seorang raja

muda bernama Danaraja.

Danaraja atau Danapati terkenal

sangat sakti dan tampan. Rakyat dan bala tentaranya

terdiri dari manusia dan raksasa. Dan semua tentaranya

sangat ahli dalam olah keprajuritan. Lokapala

didirikan oleh Prabu Danurdana yang merupakan

keturunan Dewa Sambu putra Bathara Guru.

Kemudian berturut-turut Lokapala yang damai diperintah oleh

Prabu Andanapati kemudian Prabu Lokawana. Prabu

Lokawana memiliki putri yang cantik jelita bernama

Dewi Lokawati. Lokawati yang cantik itu akhirnya

menikah dengan seorang pemuda brahmana sakti dan

tampan bernama Resi Wisrawa.

Setelah sang Prabu Lokawana mangkat, maka Wisrawa

menjadi raja di Lokapala. Prabu Wisrawa sangat

dicintai rakyatnya karena ia memimpin negara dengan

arif dan bijaksana. Dan dari perkimpoiannya dengan Dewi

Lokawati, mereka dianugrahi seorang putra yang diberi

nama Danaraja.

Tahun dan musim berganti, akhirnya

Danaraja tumbuh dewasa dan akhirnya naik tahta

menggantikan ayahnya yang lebih memilih hidup bertapa

sebagai pendeta. Dan sama seperti ayahnya, Prabu

Danaraja sangat arif dalam memimpin negara dan

rakyatnya. Sampai pada suatu ketika, Prabu Danaraja

mendengar adanya sebuah sayembara memperebutkan

seorang putri yang sangat cantik bernama Dewi Sukesi.

Dewi Sukesi adalah putri dari Prabu Sumali seorang

maharaja raksasa pemimpin negara Alengka. Sudah lama

memang Danaraja mendengar kecantikan sang putri. Ia

ingin sekali memperistri Dewi Sukesi dan

menyandingkannya sebagai permaisuri kerajaan

Lokapala.Maka disampaikanlah keinginan itu kepada

ayahandanya Resi Wisrawa. Danaraja ingin sekali

ayahnya mengutarakan keinginannya dan melamar Dewi

Sukesi untuknya. Wisrawa senang sekali mendengar hal

tersebut. Dan dengan cinta yang tulus dari seorang

ayah, Wisrawa bersedia berangkat ke Alengka untuk

melamar sang putri Sukesi karena menurut Resi Wisrawa,

tidak pantas bagi seorang raja terjun langsung ke

dalam arena sayembara, lagi pula syarat kedua, yaitu

penjabaran ilmu sastrajendra hayuningrat pangruwating

diyu tidak akan mungkin dapat diungkapkan oleh Prabu

Danaraja, sebab menurut Resi Wisrawa hanya dia

sendirilah yang dapat melakukan.

Alengkadiraja adalah kerajaan besar yang dipimpin oleh

raja raksasa bernama Prabu Sumali. Walaupun sang raja

berujud raksasa namun meskipun demikian, hati dan

tindak-anduknya jauh lebih mulia melebihi manusia

lumrah. Prabu Sumali sendiri adalah putra dari raja

Alengka sebelumnya, Prabu Puksura.

Prabu Sumali juga memiliki putra yang berwujud raksasa bernama Prahasta

yang sangat sakti. Negara Alengka merupakan negara

yang sudah berusia cukup tua. Raja-raja sebelumnya

yaitu Prabu Banjaranjali, Prabu Jatimurti, Prabu

Getahbanjaran, Prabu Bramanatama, Prabu Puksura dan

terakhir Prabu Sumali. Rakyat Alengka kebanyakan

adalah para raksasa yang hidup tentram dan damai

dibawah kepemimpinan raja-raja tersebut.

Kini, Prabu Sumali tengah mencari jodoh untuk putrinya

yang tercinta Dewi Sukesi. Dewi Sukesi memberikan

syarat bagi calon suami yang ingin meminangnya harus

ahli dalam hal kesusastraan. Namun diluar persyaratan

itu, Jambumangli sendiri menghendaki adiknya menikah

dengan seorang satria yang mampu mengatasi

keperkasaannya. Dan memang hingga kini tak satupun

para satria dan raja yang datang ke Alengka mampu

mengalahkan kedigdayaan Jambumangli.

Tetapi nampaknya,

Sang Pencipta berkata lain. Resi Wisrawa akhirnya

sampai di istana Alengka dan bertemu dengan Prabu

Sumali. Dua insan yang memang sahabat lama ini saling

berpelukan pada saat mereka bertemu. Namun air muka

sang Prabu Sumali berubah pada saat Wisrawa menyatakan

keinginannya datang ke Alengka. Prabu Sumali

memberitahukan bahwa untuk mendapatkan Dewi Sukesi

kerajaan telah membuat suatu sayembara tanpa memandang

apa dan siapa orangnya yaitu harus dapat. mengalahkan

Ditya Kala Jambu Mangli saudara muda Prabu Sumali dan

harus dapat menjabarkan Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat

Pangrumating Diyu.

Wisrawa menyanggupi dan kemudian berhadapanlah dia

dengan Arya Jambumangli. Dari hasil percakapannya

dengan Ditya Kala Jambumangli, Resi Wisrawa

mendapatkan isyarat, bahwa Jambumangli yang pamannya

Dewi Sukesi itu ternyata mempunyai minat sendiri

terhadap kemenakannya. Oleh karenanya, Resi Wisrawa

bertekad tidak hanya akan mengalahkan tetapi harus

memusnahkan Jambumangli.

Perang tanding seru terjadi.

Namun kesaktiaan Jambumangli masih berada dibawah

Wisrawa. Maka setelah beberapa waktu, Jambumangli

mulai kehabisan tenaga dan Resi Wisrawa dengan mudah

menekuk Jambumangli. Namun Jambumangli yang licik

terus memburu Resi Wisrawa. Wisrawa mengeluarkan

kesaktian dahsyatnya dan dibantainya Arya Jambumangli

hingga terpenggal kedua tangan, kaki dan kepalanya.

Sorak sorai para penonton dan ksatria membahana karena

hal ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Jambumangli

memang satria raksasasa yang sakti namun ia berwatak

angkuh dan sombong. Persyaratan pertama telah dilalui.

Ramayana {bagian 2} – Sastra Jendra Hayuningrat

Pangruwating Diyu

Kini tiba saatnya Resi Wisrawa memulai penjabaran apa

arti ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.

Namun sebelum wejangan berupa penjabaran makna ilmu

sastrajendra hayuningrat pangruwating diyu diajarkan

kepada Dewi Sukesi, Resi Wisrawa memberikan sekilas

tentang ilmu itu kepada Sang Prabu Sumali.

Resi Wisrawa berkata lembut, bahwa seyogyanya tak usah

terburu-buru, kehendak Sang Prabu Sumali pasti

terlaksana. Jika dengan sesungguhnya menghendaki

keutamaan dan ingin mengetahui arti sastra jendra.

Ajaran Ilmu Sastra Jendra itu adalah, barang siapa

yang menyadari dan menaati benar makna yang terkandung

di dalam ajaran itu akan dapat mengenal watak

(nafsu-nafsu) diri pribadi.

Nafsu-nafsu ini selanjutnya dipupuk, dikembangkan dengan

sungguh-sungguh secara jujur, di bawah pimpinan

kesadaran yang baik dan bersifat jujur. Dalam pada itu

yang bersifat buruk jahat dilenyapkan dan yang

bersifat baik diperkembangkan sejauh mungkin.

Kesemuanya di bawah pimpinan kebijaksanaan yang

bersifat luhur.

Terperangah Prabu Sumali tatkala mendengar uraian Resi

Wisrawa. Mendengar penjelasan singkat itu Prabu Sumali

hatinya mmenjadi sangat terpengaruh, tertegun dan

dengan segera mempersilahkan Resi Wisrawa masuk ke

dalam sanggar. Wejangan dilakukan di dalam sanggar

pemujaan, berduaan tanpa ada makhluk lain kecuali Resi

Wisrawa dengan Dewi Sukesi. Karena Sastrajendra adalah

rahasia alam semesta, yang tidak dibolehkan diketahui

sebarang makhluk, seisi dunia baik daratan, angkasa

dan lautan.

Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu

adalah sebuah ilmu sebagai kunci

orang dapat memahami isi indraloka pusat tubuh manusia

yang berada di dalam rongga dada yaitu pintu gerbang

atau kunci rasa jati, yang dalam hal ini bernilai sama

dengan Tuhan Yang Maha Esa, yang bersifat gaib. Maka

dari itu ilmu Sastra Jendera Hayuningrat Pangruwating

Diyu adalah sebagai sarana pemunah segala bahaya, yang

di dalam hal ilmu sudah tiada lagi. Sebab segalanya

sudah tercakup dalam sastra utama, puncak dari segala

macam ilmu. Raksasa serta segala hewan seisi hutan,

jika tahu artinya sastra jendra. Dewa akan membebaskan

dari segala petaka. Sempurna kematiannya, rohnya akan

berkumpul dengan roh manusia, manusia yang telah

sempurna yang menguasal sastra jendra, apabila ia

mati, rohnya akan berkumpul dengan para dewa yang

mulya.

Sastra Jendra disebut pula Sastra Ceta.

Suatu hal yang mengandung kebenaran, keluhuran, keagungan akan

kesempurnaan penilaian terhadap hal-hal yang belum

nyata bagi manusia biasa. Karena itu Ilmu Sastra

Jendra disebut pula sebagai ilmu atau pengetahuan

tentang rahasia seluruh semesta alam beserta

perkembangannya. Jadi tugasnya, Ilmu Sastra Jendra

Hayuningrat Pangruwating Diyu ialah jalan atau cara

untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Untuk mencapai tingkat hidup yang demikian itu,

manusia harus menempuh berbagai persyaratan atau jalan

dalam hal ini berarti sukma dan roh yang manunggal,

antara lain dengan cara-cara seperti:

Mutih :

makan nasi tanpa lauk pauk yang berupa apapun juga.

Sirik : menjauhkan diri dari segala macam keduniawian.

Ngebleng :

menghindari segala makanan atau minuman yang tak bergaram.

Patigeni :

tidak makan atau minum apa-apa sama sekali.

Selanjutnya melakukan samadi, sambil mengurangi makan,

minum, tidur dan lain sebagainya. Pada samadi itulah

pada galibnya orang akan mendapalkan ilham atau wisik.

Ada tujuh tahapan atau tingkat yang harus dilakukan

apabila ingin mencapai tataran hidup yang sempurna,

yaitu :

Tapaning jasad, yang berarti

mengendalikan/menghentikan daya gerak tubuh atau

kegiatannya. Janganlah hendaknya merasa sakit hati

atau menaruh balas dendam, apalagi terkena sebagai

sasaran karena perbuatan orang lain, atau akibat suatu

peristiwa yang menyangkut pada dirinya.

Sedapat-dapatnya hal tersebut diterima saja dengan

kesungguhan hati.

Tapaning budi, yang berarti

mengelakkan/mengingkari perbuatan yang terhina dan

segala hal yang bersifat tidak jujur.

Tapaning hawa nafsu, yang berarti

mengendalikan/melontarkan jauh-jauh hawa nafsu atau

sifat angkara murka dari diri pribadi. Hendaknya

selalu bersikap sabar dan suci, murah hati,

berperasaan dalam, suka memberi maaf kepada siapa pun,

juga taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memperhatikan

perasaan secara sungguh-sungguh, dan berusaha sekuat

tenaga kearah ketenangan (heneng), yang berarti tidak

dapat diombang-ambingkan oleh siapa atau apapun juga,

serta kewaspadaan (hening).

Tapaning sukma, yang berarti

memenangkan jiwanya.

Hendaknya kedermawanannya diperluas. Pemberian sesuatu

kepada siapapun juga harus berdasarkan keikhlasan

hati, seakan-akan sebagai persembahan sedemikian,

sehingga tidak mengakibatkan sesuatu kerugian yang

berupa apapun juga pada pihak yang manapun juga.

Pendek kata tanpa menyinggung perasaan.

Tapaning cahya, yang berarti

hendaknya orang selalu awas dan waspada serta mempunyai daya meramalkansesuatu secara tepat. Jangan sampai kabur atau mabuk

karena keadaan cemerlang yang dapat mengakibatkan

penglihatan yang serba samar dan saru. Lagi pula

kegiatannya hendaknya selalu ditujukan kepada

kebahagiaan dan keselamatan umum.

Tapaning gesang, yang berarti

berusaha berjuang sekuat tenaga secara berhati-hati,

kearah kesempurnaari hidup, serta taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mengingat jalan atau cara itu berkedudukan pada

tingkat hidup tertinggi, maka ilmu Sastra Jendra

Hayuningrat Pangruwating Diyu itu dinamakan pula

“Benih seluruh semesta alam.”

Jadi semakin jelas bahwa Sastra Jendra Hayuningrat

Pangruwating Diyu hanya sebagai kunci untuk dapat

memahami isi Rasa Jati, dimana untuk mencapai sesuatu

yang luhur diperlukan mutlak perbuatan yang sesuai.

Rasajati memperlambangkan jiwa atau badan halus

ataupun nafsu sifat tiap manusia, yaitu keinginan,

kecenderungan, dorongan hati yang kuat, kearah yang

baik maupun yang buruk atau jahat. Nafsu sifat itu

ialah; Luamah (angkara murka), Amarah, Supiyah (nafsu

birahi). Ketiga sifat tersebut melambangkan hal-hal

yang menyebabkan tidak teraturnya atau kacau balaunya

sesuatu masyarakat dalam berbagai bidang, antara lain:

kesengsaraan, malapetaka, kemiskinan dan lain

sebagainya.

Sedangkan sifat terakhir yaitu Mutmainah

(nafsu yang baik, dalam arti kata berbaik hati,

berbaik bahasa, jujur dan lain sebagainya) yang selalu

menghalang-halangi tindakan yang tidak senonoh.

Saat wejangan tersebut dimulai, para dewata di

kahyangan marah terhadap Resi Wisrawa yang berani

mengungkapkan ilmu rahasia alam semesta yang merupakan

ilmu monopoli para dewa.

Para Dewa sangat berkepentingan untuk tidak membeberkan ilmu itu ke

manusia. Karena apabila hal itu terjadi, apalagi jika

pada akhirnya manusia melaksanakannya, maka

sempurnalah kehidupan manusia. Semua umat di dunia

akan menjadi makhluk sempurna di mata

Penciptanya.Dewata tidak dapat membiarkan hal itu

terjadi. Maka digoncangkan seluruh penjuru bumi. Bumi

terasa mendidih. Alam terguncang-guncang. Prahara

besar melanda seisi alam. Apapun mereka lakukan agar

ilmu kesempurnaan itu tidak dapat di jalankan.

Semakin lama ajaran itu semakin meresap di tubuh

Sukesi. Untuk tidak terungkap di alam manusia, maka

Bhatara Guru langsung turun tangan dan berusaha agar

hasil dari ilmu tersebut tetap menjadi rahasia para

dewa. Karenanya ilmu tersebut harus tetap tetap patuh

berada di dalam rahasia dewa. Oleh niat tersebut maka

Bhatara Guru turun ke bumi masuk ke dalam badan Dewi

Sukesi.

Dibuatnya Dewi Sukesi tergoda dengan Resi

Wisrawa. Dalam waktu cepat Dewi Sukesi mulai tergoda

untuk mendekati Wisrawa. Namun Wisrawa yang terus

menguraiakn ilmu itu tetap tidak berhenti. Bahkan

kekuatan dari uraian itu menyebabkan Sang Bathara Guru

terpental keluar dari raga Wisrawa.

Tetapi Bathara Guru tidak menyerah begitu saja. Dipanggilnya

permaisurinya yaitu Dewi Uma turun ke dunia. Bhatara

Guru masuk menyatu raga dalam tubuh Resi Wisrawa

sedang Dewi Uma masuk ke dalam tubuh Dewi Sukesi.

Tepat pada waktu ilmu itu hendak selesai diwejangkan

oleh Resi Wisrawa kepada Dewi Sukesi, datanglah suatu

percobaan atau ujian hidup. Sang Bhatara Guru yang

menyelundup ke dalam tubuh Bagawan Wisrawa dan Bhatari

Uma yang ada di dalam tubuh Dewi Sukesi memulai

gangguannya terhadap keduanya.

Godaan yang demikian dahsyat datang menghampiri kedua insan itu.

Resi Wisrawa dan Dewi Sukesi yang menerima pengejawantahan

Bhatara Guru dan Dewi Uma secara berturut-turut

terserang api asmara dan keduanya dirangsang oleh

nafsu birahi. Dan rangsangan itu semakin lama semakin

tinggi. Tembuslah tembok pertahanan Wisrawa dan

Sukesi. Dan terjadilah hubungan yang nantinya akan

membuahkan kandungan. Begawan Wisrawa lupa, bahwa ia

pada hakekatnya hanya berfungsi sebagai wakil anaknya

belaka. Dan akibat dari godaan tersebut, sebelum

wejangan Sastra Jendra selesai, setelah hubungan

antara Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi terjadi,

kenyataan mengatakan mereka sudah merupakan

suami-istri.

Seusai gangguan itu Bathara Guru dan Dewi Uma segera

meninggalkan dua manusia yang telah langsung menjadi

suami istri. Sadar akan segala perbuatannya, mereka

berdua menangis menyesali yang telah terjadi. Namun

segalanya telah terjadi. Sastra Jendra Hayuningrat

Pangruwating Diyu gagal diselesaikan. Dan hasil dari

segala uraian yang gagal diselesaikan itu adalah

seboah noda, aib dan cela yang akan menjadi malapetaka

besar dikemudian hari.

Tetapi apapun hasilnya harus dilalui. Resi Wisrawa dan

Dewi Sukesi membeberkan semuanya apa adanya kepada

sang ayah Prabu Sumali. Dengan arif Prabu Sumali

menerima kenyataan yang sudah terjadi. Dan Resi

Wisrawa dan Dewi Sukesi resmi sebagai suami istri, dan

seluruh sayembara ditutup.

Ajaran sastra Jendra  Tapaning cahya,

 yang berarti

hendaknya orang selalu awas dan waspada serta mempunyai daya meramalkansesuatu secara tepat. Jangan sampai kabur atau mabuk
karena keadaan cemerlang yang dapat mengakibatkan
penglihatan yang serba samar dan saru. Lagi pula
kegiatannya hendaknya selalu ditujukan kepada
kebahagiaan dan keselamatan umum.

MOGA BERMANFAAT

SALAM RAHAYU