HADIST & MANFAAT KEMENYAN


Banyak orang masih menganggap kemenyan

hanya sebagai alat untuk ritual-ritual mistik pada dukun, pengantar sesajen penyembah berhala (kebiasaan orang musyrik), dan
semacamnya. 
Mereka mengindentikkan bau kemenyan dengan pemanggilan arwah dan aroma yang menyeramkan (angker), yang dikira akan bisa membuat para lelembut dan setan-setan berdatangan.

Memang, wajar saja jika banyak masyarakat, khususnya diIndonesia, yang risih dan alergi atau kurang sreg dengan barang
antik bernama kemenyan tersebut. 
Sebab di Indonesia, umumnya kemenyan yang bentuknya seperti kristal diletakkan diatas bara api dalam wadah tanah liat memang menjadi trade mark para dukun
dan paranormal.

Berulangkali kita menyaksikan film-film horor Indonesia, dari zaman film Suzanna yang benar-benar seram sampai di era masa kini seperti film horor saat ini yang benar-benar tidak mendidik; selalu menggunakan kemenyan dan kembang-
kembang aneka rupa.
Fenomena seperti itu sering nampang di hamparan tikar para dukun, dipopulerkan di film-film layar lebar, lantas bertemakan
horor, semakin menambah pandangan sinis orang terhadap kemenyan.

Namun kenyataannya, di Indonesia kemenyan banyak digunakan bukan saja oleh pihak-pihak penggemar mistik sebagaimana disebutkan diatas. Dibeberapa pondok pesantren, kemenyan di
bakar ketika hendak melaksanakan shalat tarawih dalam sebuah wadah, yang bertujuan untuk memberikan aroma yang harum (khas kemenyan) didalam ruangan ataupun di masjid.
Di beberapa daerah, kemenyan dibakar ketika berlangsungnya acara walimatul ‘ursy (acara pernikahan), ada juga yang membakar kemenyan pada setiap kali pertemuan seperti majelis ta’lim, majelis
tahlil, acara selamatan (tasyakkuran), tempat ziarah (seperti makam para wali) dan lain sebagainya.

Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram, kemenyan kerap hadir dibeberapa acara seperti acara wisuda Tahfidh, acara penyucian/pembersihan Ka’bah, dan lain sebagainya. 
Hal itu untuk mengharumkan udara dan menyenangkan jiwa pada peziarah.

Karena menurut salah satu hadits Nabi, para malaikat itu suka bau-bau yang wangi dan membenci bau-bau busuk.

Kemenyan
•••••••••••••
Berabad-abad lampau, kemenyan yang berasal dari kayu gaharu atau getah pohon damar merupakan komoditas mahal dan paling bergengsi dalam lingkup perdagangan di Jalur Sutra (Silk Road). 
Dijalur perdagangan yang membentang dari Cina sampai ujung Turki itu, kemenyan bahkan bisa jadi lebih mahal dari emas dan intan permata.
Para pedagang memburu kemenyan karena permintaan yang tinggi dari para raja, orang kaya, dan para pemuka agama. 
Tujuannya memang sangat beragam.

Di Mesir, 
Bangsa Mesir Kuno memanfaatkan kemenyan yang di impor dari Yaman sebagai salah satu bahan dalam membuat mumi.

Di Yerusalem, 
Orang-orang Israel membakar kemenyan di depan Bait Allah dalam wadah ukupan untuk wewangian penghantar doa-doa.

Di Arabia dan Syam,
kemenyan ditempatkan dalam wadah-wadah cantik untuk mengharumkan ruang-ruang istana dan rumah-rumah.

Dan di Asia Selatan dan Asia Timur, kemenyan dibakar dalam kuil-kuil sebagai
sarana peribadatan.

Oleh karena itu, kemenyan bukan merupakan benda mistik milik agama atau untuk upacara-upacara tertentu.
Saat ini, kemenyan sangat bervariasi, mulai dari yang bentuknya seperti cengkeh yang lengket buatan Uni Emirat Arab, Arab Saudi
dan negeri-negeri Teluk lainnya. 
Dan disebut Al-Bukhuor, sedangkan tempatnya disebut Al-Mubakhar. 
Ada juga yang bentuknya seperti serbuk yang dibakar menggunakan bara, hingga
kemenyan yang berbentuk stik seperti hio/dupa yang biasanya dibakar di klenteng-klenteng. Kemenyan berbentuk stik ini sekarang sangat banyak, karena memang praktis dalam penggunaannya, hanya tinggal dibakar dan ditancapkan.

Hadits Mengenai Penggunaan Kemenyan
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Kemenyan dizaman Nabi dan Salafush Shaleh juga menjadi bagian dari beberapa ritual umat Islam. 
Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat sendiri sangat menyukai wangi-wangian, baik yang berasal dari minyak wangi hingga kemenyan, sebagaimana disebutkan didalam berbagai hadits.

Misalnya hadits shohih riwayat Imam Muslim dan Imam Al-Bukhari berikut ini :

ﻋَﻦْ ﻧَﺎﻓِﻊٍ، ﻗَﺎﻝَ : ﻛَﺎﻥَ ﺍﺑْﻦُ ﻋُﻤَﺮَ » ﺇِﺫَﺍ ﺍﺳْﺘَﺠْﻤَﺮَ ﺍﺳْﺘَﺠْﻤَﺮَ ﺑِﺎﻟْﺄَﻟُﻮَّﺓِ، ﻏَﻴْﺮَ ﻣُﻄَﺮَّﺍﺓٍﻭَﺑِﻜَﺎﻓُﻮﺭٍ، ﻳَﻄْﺮَﺣُﻪُ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﺄَﻟُﻮَّﺓِ « ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ: »ﻫَﻜَﺬَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺴْﺘَﺠْﻤِﺮُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ

“Dari Nafi’, ia berkata, “Apabila Ibnu Umar mengukup mayat (membakar kemenyan), maka beliau mengukupnya dengan kayu
gaharu yang tidak dihaluskan, dan dengan kapur barus yang dicampurkan dengan kapur barus. Kemudian beliau berkata,
“Beginilah cara Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam ketika mengukup jenazah (membakar kemenyan untuk mayat)”. 
(HR.Muslim)

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻗَﺎﻝَ : ”ﺃَﻭَّﻝُ ﺯُﻣْﺮَﺓٍ ﺗَﺪْﺧُﻞُ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔَ ﻋَﻠَﻰ ﺻُﻮﺭَﺓِ ﺍﻟﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟﺒَﺪْﺭِ، … ﺍﻟﻰ ﻗﻮﻟﻪ … ﻭَﻭَﻗُﻮﺩُﻣَﺠَﺎﻣِﺮِﻫِﻢْ ﺍﻷَﻟُﻮَّﺓُ – ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟﻴَﻤَﺎﻥِ : ﻳَﻌْﻨِﻲ ﺍﻟﻌُﻮﺩَ – ، ﻭَﺭَﺷْﺤُﻬُﻢُ ﺍﻟﻤِﺴْﻚُ

“Dari Abi Hurairah radliyalahu ‘anh, bahwa Rosulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda : “Golongan penghuni surga yang
pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, … (sampai ucapan beliau) …, nyala perdupaan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yaman berkata, maksudnya adalah kayu gaharu” (HR. Imam Bukhari)

Demikian juga hadits shahih riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya,

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥَ، ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮٍ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: ” ﺇِﺫَﺍﺃَﺟْﻤَﺮْﺗُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ، ﻓَﺄَﺟْﻤِﺮُﻭﻩُ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ

“Dari Abu Sufyan, dari Jabir, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda : Apabila kalian mengukup mayyit diantara kalian, maka lakukanlah sebanyak 3 kali” (HR. Ahmad)

Shahih Ibnu Hibban juga meriwayatkan sebuah shahih (atas syarat Imam Muslim):

ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮٍ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: ” ﺇِﺫَﺍ ﺟَﻤَّﺮْﺗُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ
ﻓﺄﻭﺗﺮﻭﺍ

“Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : “Apabila kalian mengukup mayyit, maka ukuplah dengan bilangan ganti (ganjilkanlah)” 
(HR. Ibnu Hibban, diriwayatkan juga
oleh Ibnu Abi Syaibah)

Disebutkan juga bahwa sahabat Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam berwasiat ketika telah meninggalkan dunia, supaya kain kafannya diukup.

ﻋَﻦْ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَ ﺑِﻨْﺖِ ﺃَﺑِﻲ ﺑَﻜْﺮٍ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻟِﺄَﻫْﻠِﻬَﺎ: »ﺃَﺟْﻤِﺮُﻭﺍ ﺛِﻴَﺎﺑِﻲ ﺇِﺫَﺍ ﻣِﺖُّ، ﺛُﻢَّ ﺣَﻨِّﻄُﻮﻧِﻲ، ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺬُﺭُّﻭﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻛَﻔَﻨِﻲ ﺣِﻨَﺎﻃًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺘْﺒَﻌُﻮﻧِﻲ ﺑِﻨَﺎﺭٍ

“Dari Asma` binti Abu Bakar bahwa dia berkata kepada keluarganya; “Berilah uap kayu gaharu (ukuplah) pakaianku jika aku
meninggal. Taburkanlah hanuth (pewangi mayat) pada tubuhku. Janganlah kalian tebarkan hanuth pada kafanku, dan janganlah mengiringiku dengan membawa api.”
Riwayat shahih ini terdapat dalam Al-Muwaththa’ Imam Malik, As-Sunan Al-Kubro Imam Al-Baihaqi.

Bahkan, ada juga riwayat tentang
meng-ukup masjid:

ﺟَﻨِّﺒُﻮﺍ ﻣَﺴَﺎﺟِﺪَﻛُﻢْ ﺻِﺒْﻴَﺎﻧَﻜُﻢْ، ﻭَﺧُﺼُﻮﻣَﺎﺗِﻜُﻢْ ﻭَﺣُﺪُﻭﺩَﻛُﻢْ ﻭَﺷِﺮَﺍﺀَﻛُﻢْ ﻭَﺑَﻴْﻌَﻜُﻢْ ﻭَﺟَﻤِّﺮُﻭﻫَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺟَﻤْﻌِﻜُﻢْ، ﻭَﺍﺟْﻌَﻠُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺑْﻮَﺍﺑِﻬَﺎ ﻣَﻄَﺎﻫِﺮَﻛُﻢْ

“Jauhkanlah masjid-masjid kalian dari anak-anak kecil kalian, dari pertikaian diantara kalian, pendarahan kalian dan jual beli kamu. Ukuplah masjid-masjid itu pada hari perhimpunan kamu dan jadikanlah pada pintu-pintunya itu alat-alat bersuci kalian. (HR.Imam Al-Thabrani didalam Al-Mu’jram al-Kabir. Ibnu Majah, Abdurrazaq dan Al-Baihaqi juga meriwayatkan dengan redaksi yang hampar sama)

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah pernah menyebutkan dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ (5 /22 ) tentang biografi Nu’aim
Bin Abdillah Al-Mujammar, sebagai berikut :

ﻧﻌﻴﻢ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺠﻤﺮ ﺍﻟﻤﺪﻧﻲ ﺍﻟﻔﻘﻴﻪ ، ﻣﻮﻟﻰ ﺁﻝ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ، ﻛﺎﻥ ﻳﺒﺨﺮ ﻣﺴﺠﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .

“Nu’aim Bin Abdillah Al-Mujammar, ahli Madinah, seorang faqih, Maula (bekas budak) keluarga Umar Bin Khattab. Ia membakar kemenyan untuk membuat harum Masjid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam”

Masih banyak lagi riwayat-riwayat yang serupa. 
Dan dari sebagian riwayat-riwayat yang disebutkan diatas, diketahui bahwa
penggunaan kemenyan merupakan hal biasa pada masa Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam, demikian juga pada masa para
sahabat dan seterusnya. 
Baik sebagai wangi-wangian maupun hal-
hal yang bersifat keagamaan.

Hingga Ibnul Qayyim Al-Jauziyah pun pernah berkomentar mengenai kemenyan ini didalam kitabnya Zadul Ma’ad (4/315)
yakni mengenai kemenyan India :

ﺍﻟﻌﻮﺩ ﺍﻟﻬﻨﺪﻱ ﻧﻮﻋﺎﻥ، ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ: ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﻓﻲ ﺍﻷﺩﻭﻳﺔ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻜﺴﺖ، ﻭﻳﻘﺎﻝ ﻟﻪ: ﺍﻟﻘﺴﻂ ﻭﺳﻴﺄﺗﻲ ﻓﻲ ﺣﺮﻑ ﺍﻟﻘﺎﻑ. ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ: ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﻴﺐ، ﻭﻳﻘﺎﻝ ﻟﻪ: ﺍﻷﻟﻮﺓ. ﻭﻗﺪ ﺭﻭﻯ ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ ” ﺻﺤﻴﺤﻪ :“ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ، ﺃﻧﻪ ) » ﻛﺎﻥ ﻳﺴﺘﺠﻤﺮ ﺑﺎﻷﻟﻮﺓ ﻏﻴﺮ ﻣﻄﺮﺍﺓ، ﻭﺑﻜﺎﻓﻮﺭ ﻳﻄﺮﺡ ﻣﻌﻬﺎ، ﻭﻳﻘﻮﻝ: ﻫﻜﺬﺍ ﻛﺎﻥ ﻳﺴﺘﺠﻤﺮ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، « ( ﻭﺛﺒﺖ ﻋﻨﻪ ﻓﻲ ﺻﻔﺔ ﻧﻌﻴﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ) » ﻣﺠﺎﻣﺮﻫﻢ ﺍﻷﻟﻮﺓ « (

”Kayu gaharu india itu ada dua macam. Pertama adalah kayu gaharu yang digunakan untuk pengobatan, yang dinamakan kayu al-Kust. Ada juga yang menyebutnya dengan al-Qusth, menggunakan hurug “Qaf”. 
Kedua adalah yang digunakan sebagai pengharum, yang disebut Uluwwah. 
Dan sungguh Imam Muslim telah
meriwayatkan didalam kitab shahihnya dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anh, bahwa beliau (Ibnu Umar) mengukup mayyit dengan kayu
gaharu yang tidak dihaluskan, dan dengan kapur barus yang dicampur dengan kayu gaharu. Kemudian beliau berkata, “Beginilah
cara Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam mengukup mayyit.

Dan terbukti sebuah hadits lain riwayat Imam Muslim perihal mensifati keni’matan penghuni surga, yaitu “pengukupan/kemenyan ahli surga itu menggunakan kayu gaharu”.

Manfaat Kemenyan al
••••••••••••••••••••••••••
Ternyata kemenyan juga memiliki banyak manfaat. Selain untuk wangi-wangian, juga sebagai pengobatan, bumbu rokok, bahkan
untuk aroma terapi.

Kemenyan mengandung olibanol, materi resin, dan terpenes. Kandungan lain, saponin, flavonoida dan polifenol. 
Dan kini para ilmuwan telah mengamati bahwa ada kandungan dalam kemenyan
yang menghentikan penyebaran kanker. Namun, belum diketahui secara pasti kemungkinan kemenyan sebagai antikanker.
Namun dulu pada abad kesepuluh, Ibnu Sina, ahli pengobatan Arab,merekomendasikan kemenyan sebagai obat untuk tumor, bisul, muntah, disentri dan demam.
Dalam pengobatan tradisional Cina, kemenyan digunakan untuk mengobati masalah kulit dan pencernaan. Sedangkan di India, kemenyan digunakan untuk mengobati arthritis. Khasiat kemenyan
sebagai obat arthritis tersebut mendapat dukungan dari penelitian laboratorium di Amerika Serikat.

Kemenyan yang biasa digunakan untuk urusan mistis ternyata berdasarkan hasil penelitian juga mampu menurunkan kadar
kolesterol jahat.

Penelitian yang dilakukan oleh King Abd Al-Aziz University di Arab Saudi menemukan bahwa kemenyan bisa menurunkan kadar
kolesterol jahat.
Kemenyan, menurut peneliti Nadia Saleh Al-Amoudi, bisa dipadukan dengan materi dari tumbuhan lainnya untuk meningkatkan
kesehatan jantung. Akan tetapi, masih belum ditemukan cara yang jelas agar manusia bisa mengonsumsinya. 
Selain itu juga bermanfaat untuk mengatasi sakit tenggorokan, hidung mampat,
bekas luka dan luka bakar.

Benarkah Nabi Muhammad Saw. Menyukai Bau Wewangian (Menyan)?
Membakar dupa wangi ketika berdzikir, membaca al-Qur’an, berada di majlis ilmu maka wangi-wangian (tathayyub) hukumya sunnah berdasarkan senangya Nabi Muhammad Saw. pada sesuatu yang
harum dan nabi senang dengan wewangian. Beliau Saw. sering memakainya dan mendorong para sahabat untuk menggunakannya.

(kitab Bulghat ath-Thullab halaman 53-54).

ﻣﺴﺌﻠﺔ ﺝ ﺍﺧﺮﺍﻕ ﺍﻟﺒﺨﻮﺭ ﻋﻨﺪ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﻧﺤﻮﻩ ﻛﻘﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺃﻥ ﻭ ﻣﺠﻠﺲ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻟﻪ ﺍﺻﻞ ﻓﻰ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﺍﻥ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻳﺤﺐ ﺍﻟﺮﻳﺢ
ﺍﻟﻄﻴﺐ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻭ ﻳﺤﺐ ﺍﻟﻄﻴﺐ ﻭ ﻳﺴﺘﻌﻤﻠﻬﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ
) ﺑﻠﻐﺔ ﺍﻟﻄﻼﺏ ﺹ 53-54 )

Membakar dupa atau kemenyan ketika berdzikir pada Allah dan sebagainya seperti membaca al-Qur’an atau di majlis-majlis ilmu, mempunyai dasar dalil dari al-Hadits yaitu dilihat dari sudut pandang bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. menyukai bau wangi dan menyukai minyak wangi dan beliau pun sering memakainya.
(Bulghat ath-Thullab halaman 53-54).

ﻗﺎﻝ ﺑﻌﺾ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﺒﺨﺮ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻣﻦ ﺣﻴﻦ ﻳﻤﻮﺕ ﻻﻧﻪ ﺭﺑﻤﺎ ﻇﻬﺮ ﻣﻨﻪ ﺷﺊ ﻓﻴﻐﻠﺒﻪ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﺍﻟﺒﺨﻮﺭ

Sahabat-sahabat kita (dari Imam Syafi’i) berkata: Sesungguhnya disunnahkan membakar dupa di dekat mayyit karena terkadang ada sesuatu yang muncul maka bau kemenyan tersebut bisa mengalahkan/menghalanginya.
(Al-Majmu’ Syarh Muhadzdzab juz 5 halaman 160).

Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam kitab al-Kanzul Madfun Wal Fulkul Masyhun mengatakan: Salah satu keistimewaan Mushthaka (menyan) adalah dapat mencegah datangnya kutu. Siapa saja yang
membuat buhur (dupa) kemudian dia mengasapkan pakaiannya, maka dengan izin Allah pakaian tersebut tidak akan dimakan oleh kutu selamanya.

Membakar dupa saat majlis dzikir, atau majlis pengajian dicontohkan oleh imam malik RA, seperti yang di jelaskan dalam
biografi imam malik yang di tulis dibelakang kitab tanwirul hawalik syarah muwattho’ malik imam suyuti. Juz 3 no 166

ﻗﺎﻝ ﻣﻄﺮﻑ ﻛﺎﻥ ﻣﺎﻟﻚ ﺇﺫﺍ ﺃﺗﺎﻩ ﺍﻟﻨﺎﺳﺨﺮﺟﺖ ﺍﻟﻴﻬﻢ ﺍﻟﺠﺎﺭﻳﺔ ﻓﺘﻘﻮﻟﻠﻬﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻜﻢ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺗﺮﻳﺪﻭﻥ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞ؟ ﻓﺈﻥ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞ ﺧﺮﺝ ﺍﻟﻴﻬﻢ
ﻭﺍﻓﺘﺎﻫﻢ ﻭﺍﻥ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻗﺎﻝ ﻟﻬﻢ ﺍﺟﻠﺴﻮﺍ ﻭﺩﺧﻞ ﻣﻐﺘﺴﻠﻪ ﻓﺎﻏﺘﺴﻞ ﻭﺗﻄﻴﺐ ﻭﻟﺒﺲ ﺛﻴﺎﺑﺎ ﺟﺪﺩﺍ ﻭﺗﻌﻤﻢ ﻭﻭﺿﻊ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻬﺎﻟﻄﻮﻳﻠﺔ ﻭﺗﻠﻘﻰ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻨﺼﺔ ﻓﻴﺨﺮﺝ
ﺍﻟﻴﻬﻢ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺨﺸﻮﻉ ﻭﻳﻮﺿﻊ ﻋﻮﺩ ﻓﻼ ﻳﺰﺍﻝ ﻳﺘﺒﺨﺮ ﺣﺘﻰ ﻳﻔﺮﻍ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻬﺼﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Mutrif berkata: apabila orang orang mendatangi kediaman imam malik, maka mereka di sambut oleh pelayan wanita beliau yang masih kecil lalu berkata kepada mereka, “imam malik bertanya apakah anda semua mau bertanya tentang hadits atau masalah keagamaan?
Jika mereka berkata “masalah keagamaan” maka, imam malik kemudian keluar kamar dan berfatwa, jika mereka berkata”hadits”
maka beliau mempersilahkan mereka untuk duduk, kemudian beliau masuk kedalam kamar mandi, lalu mandi, dan memakai minyak wangi, kemudian memakai pakaian yang bagus, dan memakai sorban. Dan di atas beliau memakai selendang panjang di atas kepalanya, kemudian di hadapan beliau di letakkan mimbar (dampar) dan setelah itu beliau keluar menemui mereka dengan khusu’ lalu di bakarlah dupa hingga selesai dari menyampaikan hadits Rosululloh Sholollohu’alaihi wasalam.

Semoga manfaat dan tetap istiqomah

 

One thought on “HADIST & MANFAAT KEMENYAN

  1. mandor tampan mengatakan:

    Kerjaan orang munafik mengatakan kalau menyan itu musyrik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s