KISAH PARA MALAIKAT DAN TUGASNYA


Kiriman artikel dari Ustadz.Abdul Zein

Assalamu alaikum WR.WB
Saya akan memposting beberapa Tugas malaikat yang diamanahkan oleh Alloh kepada manusia,tentang apa dan bagaimana para malaikat ini bekerja untuk mengerjakan segala perintah Alloh buat kehidupan manusia ,diantaranya malaikat itu serta tugas mereka adalah:

MALAIKAT JIBRIL

Jibril adalah malaikat yang muncul dalam ajaran agama samawi. Dalam ajaran agama samawi Jibril dianggap sebagai Pemimpin Malaikat dan bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.
Malaikat Jibril adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu. Malaikat Jibril adalah satu dari tiga malaikat yang namanya disebut dalam Al Quran. Nama Malaikat Jibril disebut dua kali dalam Al Quran yaitu pada surat Al Baqarah ayat 97-98 dan At Tahrim ayat 4. Didalam Al Qur’an, Jibril memiliki beberapa julukan, seperti Ruh al Amin dan Ruh al Qudus (Roh Kudus), Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.

A. BENTUK FISIK MALAIKAT JIBRIL
Bentuk fisik Ruhul’qudus, ada tertera dalam uraian mengenai kisah nabi Muhammad, kala beliau mendapat wahyu kali ke dua, dan nabi menuntut untuk bertemu atau melihat rupa asli sang utusan Tuhan dari langit dalam rupa yang asli, atau bagaimana sesungguhnya dzat wujud Jibril tanpa rupa samar, sebagaimana di kali-kali yang lain, sang utusan (ruhul’qudus) selalu nampak dalam rupa seorang manusia biasa.
Ruhul’Qudus ; Tampak wujudnya dengan enam ratus sayap antara masyrik dan maghrib, (barat-timur) sayap dan busana kebesarannya putih laksana mutiara yang larut, dengan rupa yang begitu elok dan rupawan, dan dengan kekuatan yang dahsyat penuh mukzijat.
Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
Malaikat Jibril adalah malaikat yang menyampaikan berita kelahiran Nabi Isa (lihat di artikel Isa) kepada ibunya Maryam dan juga malaikat yang menyampaikan Al’Quran kepada Nabi Muhammad.
Dalam kisah suci perjalanan Isra’ Mi’raj, sesampainya di pos perjalanan Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril tidak sanggup lagi mendampingi Rasulullah untuk terus naik menghadap kehadirat Allah SWT;
beliau berkata : “Aku sama sekali tidak mampu mendekati Allah, perlu 60.000 tahun lagi aku harus terbang. Itulah jarak antara aku dan Allah yang dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh”.
Maha Suci Allah, ternyata Malaikat Mulia Jibril AS pun tidak sampai kepada Allah SWT.

B. PENCIPTAAN MALAIKAT JIBRIL
Dikisahkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya : “Tatkala ALLAH SWT menciptakan malaikat Jibril AS, dipilihlah wujud yang paling rupawan ia dilengkapi dengan 600 sayap, masing-masing sepanjang jarak antara penjuru paling timur dengan penjuru paling barat. Begitu penciptaan selesai, berdirilah malaikat Jibril memandangi dirinya yang rupawan, seraya berkata : “Ya ALLAH ya Tuhanku, adakah ENGKAU menciptakan makhluk yang lebih tampan dari pada diriku ?” ALLAH menjawab : “ Tidak “
Mendengar jawaban ALLAH seperti itu perasaan Jibril berbunga-bunga dan sebagai ungkapan rasa syukurnya yang mendalam ia mengerjakan shalat 2 rakaat, yang setiap rakaatnya dilakukan selama 20.000 (duapuluh ribu tahun). Setelah selesai mengerjakan ALLAH SWT berfirman padanya : “ Hai Jibril, begitu bersungguh-sungguh engkau mengerjakan shalat. Demikian engkau telah penyembahan kepadaKU denagn penyembahan yang tiada bandingnya. Tetapi ketahuilah hai Jibril, bahwa pada akhir zaman nanti akan lahir Nabi terhormat yang AKU Sayangi, dia bernama Muhammad. Dia memiliki umat yang lemah yang banyak melakukan dosa. Sekiranya umat yang bergelimang dosa itu mau mengerjakan shalat dua rakaat, sekalipun shalatnya banyak kekurangan, waktunyapun tergesa-gesa dan tidak konsentrasi, maka demi kemulian dan keagunganKU, sungguh shalat mereka itu lebih AKU sukai dari pada shalatmu ! Mengapa ? Karena shalat mereka berdsasarkan perintahKU, sedangkan shalatmu itu bukan berdasarkan perintahKU ! ”
Jibril : “Ya TUHANku lalu apakah balasan yang bakal ENGKAU berikan atas ibadah mereka ?”
ALLAH : “Balasan yang bakal AKU berikan adalah surga Ma’wa.”
Begitu mendengar kata-kata surga Ma’wa, Jibril memohon izin kepada ALLAH agar diperkenankan melihatnya maka ALLAHpun mengabulkan permohonan Jibril ini, sehingga dia segera berangkat menuju surga tersebut, dia bentangkan seluruh sayapnya lalu terbang untuk menempuh jarak yang amat jauh takterperikan. Setiap kali dia membuka sepasang sayapnya maka dia berasil jarak sejauh 300.000 (tiga ratus ribu tahun perjalanan). Begitu juga setiap menutupkan sayap padahal ia terbang selama tiga ratus tahun serta memiliki sayap tiga ratus pasang sayap atau enam ratus buah. Namun sejauh itu ia belum berasih mencapa tujuan setelah merasa begitu letih diapun beristirahat disebuah pohon raksasa dia bersujud kepada ALLAH SWT seraya mengadu : “ Ya ALLAH, apakah perjalanku terlah sampai separuhnya, ataukah baru dua pertiga atau bahkan separuhnya ? ” ALLAH SWT berfirman kepadanya : “ Hai jibril walau pun kau mampu terbang tiga ratus ribu tahun dengan sayap-sayapmu yang sudah ada dan AKU tambah lagi enam ratus sayap, niscaya tidak kau bisa mencapai seper seratusnya (1%). Itulah keistimewaan yang akanKU berikan kepada umat Muhammad yang mau mengerjakan shalat !”.

C. KISAH MALAIKAT JIBRIL DAN MALAIKAT MIKAIL MENANGIS
Dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, pada langit yang keduanya disebut az-Zahid. Pada langit ketiga, namanya disebut al-Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al-Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi. Pada langit keenam namanya disebut al-Kazin. Pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz, namanya ialah iblis.
Dia (iblis) lupa akibat urusannya. Maka Allah S.W.T telah memerintahkannya sujud kepada Adam. Lalu iblis berkata, “Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik daripadanya. Engkau jadikan aku daripada api dan Engkau jadikan Adam daripada tanah.”
Lalu Allah S.W.T berfirman yang maksudnya, “Aku membuat apa yang aku kehendaki.” Oleh kerana iblis memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam A.S kerana bangga dan sombong.
Dia berdiri tegak sampai saatnya malaikat bersujud dalam waktu yang berlalu. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati iblis tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud. Maka para malaikat bersujud lagi bagi kali kedua kerana bersyukur, tetapi iblis tetap angkuh dan enggan sujud. Dia berdiri tegak dan memaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikut mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas keengganannya.
Kemudian Allah S.W.T merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan kepada bentuk seperti babi hutan. Allah S.W.T membentukkan kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.
Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari syurga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi. Allah S.W.T melaknatinya sehingga ke hari kiamat kerana dia menjadi kafir. Walaupun iblis itu pada sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap emapt, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan banyak lagi, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya.
Ketika Allah S.W.T membalas tipu daya iblis, maka menangislah Jibril A.S dan Mikail. Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, “Apakah yang membuat kamu menangis?” Lalu mereka menjawab, “Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu.”
Firman Allah bagi bermaksud, “Begitulah aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu dayaku.”
Setelah diusir, maka iblis pun berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Syurga disebabkan Adam, dan aku tidak menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu.”
Lalu Allah berfirman yang bermaksud, “Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi adalah maksum.”
Berkata lagi iblis, “Tambahkanlah lagi untukku.” Allah berfirman yang maksudnya, “Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.”
Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Lalu Allah berfirman dengan maksud, “Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah.”
Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Maka Allah berfirman lagi yang bermaksud, “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, ertinya mintalah tolong menghadapi mereka dengan pembantu-pembantumu, baik yang naik kuda mahupun yang berjalan kaki. Dan berserikatlah dengan mereka pada harta, iaitu mendorong mereka mengusahakannya dan mengarahkannya ke dalam haram.”
“Dan pada anak-anak, iaitu dengan menganjurkan mereka dalam membuat perantara mendapat anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan senggama dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syirik mengenai anak-anak itu dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jahat dan berjanjilah mereka.” (Hal ini ada disebutkan dalamsurah al-Isra ayat 64 yang bermaksud : “Gerakkanlah orang yang engkau kuasai di antara mereka dengan suara engkau dan kerahkanlah kepada mereka tentera engkau yang berkuda dan yang berjalan kaki dan serikanlah mereka pada harta dan anak-anak dan berjanjilah kepada mereka. Tak ada yang dijanjikan iblis kepada mereka melainkan (semata-mata) tipuan.”

MALAIKAT MIKAIL

Mikail adalah malaikat yang mengatur air, menurunkan hujan/petir, membagikan rezeki pada manusia, tumbuh-tumbuhan juga hewan-hewan dan lain-lain di muka bumi ini. Dikatakan setiap satu makhluk yang memerlukan rezeki untuk hidup di dunia ini akan diselia rezekinya oleh satu malaikat Karubiyyuun.
Malaikat Mikail adalah salah satu di antara Pembesar Malaikat yang empat. Ia dicipta oleh Allah selepas malaikat Israfil dengan selisih kira-kira lima ratus tahun.jumlah keseluruhan malaikat yg wajib dipercayai oleh orang islam itu ada sepuluh berserta tugas nya
Dalam Islam Mikhael dikenal sebagai malaikat Mikail, satu dari malaikat utama Allah setelah Jibril. Menurut salah satu sumber, dalam tradisi Islam Mikail dikatakan memakai jubah berwarna hijau jamrud, memenuhi bentangan langit. Tiap helai rambutnya berisi ribuan wajah yang mengagungkan nama Allah. Menurut sumber lain dikatakan sejak neraka diciptakan Allah, Mikail tidak pernah lagi bisa tertawa.
Malaikat Mikail as adalah termasuk salah satu diantara 4 Malaikat yang menjadi pembesar seluruh Malaikat.
Dalam sebuah sumber dinyatakan bahwa ia diciptakan oleh Allah Swt, sesudah Malaikat Israfil dengan selisih kira-kira 500 tahun lamanya. Seluruh anggota tubuhnya terbuat dari nur (cahaya) dan berbulu za’faran. Yang istimewa, ada satu juta wajah diatas setiap bulu-bulu yang dimilikinya. Dan setiap wajah memiliki sejuta mat. Padahal, tiap mata yang ada senantiasa menangis untuk memohon rahmat bagi orang-orang mukmin yang berdosa. Di samping itu, kelebihan yang dimiliki adalah tiap wajah mempunyai mulu sebanyak 1 juta, yang mana mulut tersebut memiliki lidah dengan jumlah yang sama dan menguasai satu juta macam bahasa. Padahal setiap lisan yang dimiliki membaca istighfar untuk orang-orang mukmin yang berdosa.
Dari sekian banyak mata yang ada, maka senantiasa meneteskan air mat sejumlah tujuh ribu tetesan. Lalu dari tiap tetesan air mata itu ALLAH menciptakan malaikat sejenis yang serupa dengan bentuk Malaikat Mikail. Tugas mereka adalah membaca tasbih hingga hari Kiamat. Mereka itu bernama KARUBIYUN. Di samping bertasbih, mereka juga memiliki tugas sebagai pembantu Malaikat Izrafil menjalankan tugas, yaitu membagi hujan, menjaga tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, serta membagi rizeki.
Dan sebutkan dalam sebuah keterangan, untuk menjaga kelangsungan kehidupan makhluk di dalam laut, buah – buahan di pohon maupun tumbuh – tumbuhan yang berada di atas bumi, maka ALLAH mengutus seorang malaikat untuk menjaganya. Jadi, satu butir buah misalnya akan senantiasa dijaga oleh seorang malaikat.
Disamping bertugas membagi rezeki dan hujan, Malaikat Mikail juga sering mendampingi Malaikat Jibril dalam menjalankan tugas – tugasnya. Di antara tugas yang pernah dilakukan bersam Malaikat Jibril adalah :
A. Ketika Malaikat jibril menjalankan tugas membelah dada Nabi muhammad Saw. Untuk dicuci hatinya karna akan diisi dengan iman, islam, yakin dan sifat hilim. Ketika itu peran Malaikat Mikail tidak kalah penting. Beliaulah yang mengambil air Al-Kautsar (air zam-zam) untuk akhirnya dijadikan sebagai pencubi hati Nabi Muhammad Saw.
B. Saat Nabi Muhammad Saw. mendapat kepercayaan untuk melakukan ISRA’ dan Mi’raj, Malaikat Mikail besama Jibril ikut mendampingi beliau selama perjalanan.
C. Malaikat Mikail juga sebagai pesuruh ALLAH untuk menyampaikat lembaran kepada Malaikat Maut. Dalam lembaran itu tertulis sangat detail nama, tempat, dan sebab musabab pencabutan nyawa bagi orang yang di maksud.

A. WUJUD MALAIKAT MIKAIL
Dari kepala malaikat Mikail hingga kedua telapak kakinya berbulu Za’faron. Jika seluruh air di lautan dan sungai di muka bumi ini disiramkan di atas kepalanya, nescaya tidak setitikpun akan jatuh melimpah. Di atas setiap bulu-bulunya, terdapat sebanyak satu juta muka.
Setiap muka malaikat Mikail ini pula mempunyai satu juta mulut dan setiap mulut mempunyai satu juta lidah manakala setiap lidah-lidahnya boleh berbicara satu juta bahasa atau lisan. Setiap satu juta lisan tersebut adalah membaca istighfar pada Allah bagi orang-orang mukmin yang berdosa.
Setiap satu juta muka atau wajahnya mempunyai satu juta mata. Tiap-tiap matanya sentiasa menangis kerana memohon rahmat bagi orang-orang mukmin yang berdosa. Tiap-tiap matanya yang menangis itu mengeluarkan tujuh ribu titisan air mata dan setiap titisan air mata itu Allah ciptakan satu malaikat Karubiyyuun yang serupa dengan kejadian malaikat Mikail Setiap malaikat-malaikat ini ditugaskan untuk bertasbih pada Allah sehingga hari kiamat.
Imam Ahmad dengan sanadnya, dari Anas bin Malik, ketika Rasulullah Mikraj ke langit baginda ada bertanya pada malaikat Jibril: “Mengapa aku tidak pernah nampak malaikat Mikail tertawa?” Malaikat Jibril menjawab: “Malaikat Mikail tidak pernah tertawa semenjak neraka diciptakan”

B. MALAIKAT MIKAIL DALAM ANGELOLOGI DAN OKULTISME
Para okultis modern menghubungkan Mikail dengan warna merah, arah selatan dan unsur api.
Dalam bentuk-bentuk okultisme lainnya, Mikail disebut sebagai roh planet Merkurius. Dia adalah penguasa hari Minggu dan Kamis. Ia adalah campuran dari movitasi, keaktifan dan keberhasilan. Konon ia adalah pembawa karunia kesabaran, dan malaikat karier, keberanian, keberhasilan, ambisi, motivasi, dan tugas-tugas kehidupan. Warna lilin Mikail adalah oranye, putih dan emas. Energi warnanya adalah oranye, ungu, putih, kristal, emas, dan coklat.

C. KETIKA MALAIKAT MIKAIL DAN JIBRIL MENANGIS
Dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahawa iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, pada langit yang keduanya disebut az-Zahid. Pada langit ketiga, namanya disebut al-Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al-Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi. Pada langit keenam namanya disebut al-Kazin. Pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz, namanya ialah iblis.
Dia (iblis) lupa akibat urusannya. Maka Allah S.W.T telah memerintahkannya sujud kepada Adam. Lalu iblis berkata, “Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik daripadanya. Engkau jadikan aku dari api dan Engkau jadikan Adam dari tanah.”
Lalu Allah S.W.T berfirman yang maksudnya, “Aku membuat apa yang aku kehendaki.” Oleh kerana iblis memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam A.S kerana bangga dan sombong
Dia berdiri tegak sampai saatnya malaikat bersujud dalam waktu yang berlalu. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati iblis tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud. Maka para malaikat bersujud lagi bagi kali kedua kerana bersyukur, tetapi iblis tetap angkuh dan enggan sujud. Dia berdiri tegak dan memaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikut mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas keengganannya.
Kemudian Allah S.W.T merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan kepada bentuk seperti babi hutan. Allah S.W.T membentukkan kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.
Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari syurga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi. Allah S.W.T melaknatinya sehingga ke hari kiamat kerana dia menjadi kafir. Walaupun iblis itu pada sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap emPat, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan banyak lagi, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya.
Ketika Allah S.W.T membalas tipu daya iblis, maka menangislah Jibril A.S dan Mikail. Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, “Apakah yang membuat kamu menangis?” Lalu mereka menjawab, “Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu.”
Firman Allah bagi bermaksud, “Begitulah aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu dayaku.”
Setelah diusir, maka iblis pun berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Syurga disebabkan Adam, dan aku tidak menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu.”
Lalu Allah berfirman yang bermaksud, “Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi adalah maksum.”
Berkata lagi iblis, “Tambahkanlah lagi untukku.” Allah berfirman yang maksudnya, “Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.”
Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Lalu Allah berfirman dengan maksud, “Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah.”
Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Maka Allah berfirman lagi yang bermaksud, “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, artinya mintalah tolong menghadapi mereka dengan pembantu-pembantumu, baik yang naik kuda mahupun yang berjalan kaki. Dan berserikatlah dengan mereka pada harta, yaitu mendorong mereka mengusahakannya dan mengarahkannya ke dalam haram.”
“Dan pada anak-anak, iaitu dengan menganjurkan mereka dalam membuat perantara mendapat anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan senggama dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syirik mengenai anak-anak itu dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jahat dan berjanjilah mereka.” (Hal ini ada disebutkan dalamsurah al-Isra ayat 64 yang bermaksud : “Gerakkanlah orang yang engkau kuasai di antara mereka dengan suara engkau dan kerahkanlah kepada mereka tentera engkau yang berkuda dan yang berjalan kaki dan serikanlah mereka pada harta dan anak-anak dan berjanjilah kepada mereka. Tak ada yang dijanjikan iblis kepada mereka melainkan (semata-mata) tipuan.”

MALAIKAT IZRAIL

Izrail adalah Malaikat pencabut nyawa dan salah satu dari empat malaikat utama selain Jibril, Mikail, dan Israfil dalam ajaran Islam. Nama Izrail tidak pernah disebut dalam Al-Qur’an. Walau begitu ia selalu disebut dengan Malak al Mawt atau Malaikat Maut yang oleh sebagian kalangan diidentikkan sebagai Izrail.

A. WUJUD IZRAIL
Malaikat Izrail diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan yang serupa dengan malaikat Mikail baik wajahnya, ukurannya, kekuatannya, lisannya dan sayapnya. Semuanya tidak kurang dan tidak lebih.
Dikatakan dia berwajah empat, satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya. Dia mengambil nyawa para nabi dari wajah kepalanya, nyawa orang mukmin dengan wajah mukanya, nyawa orang kafir dengan wajah punggung dan nyawa seluruh jin dengan wajah tapak kakinya.
Dari kepala hingga kedua telapak kakinya berbulu Za’faran dan di setiap bulu ada satu juta muka di setiap satu juta muka mempunyai satu juta mata dan satu juta mulut dan tangan. Ia memiliki 4.000 sayap dan 70.000 kaki, salah satu kakinya di langit ketujuh dan satu lagi di jembatan yang memisahkan Surga dan Neraka.
Setiap mulut ada satu juta lidah, setiap lidah boleh berbicara satu juta bahasa. Jika seluruh air di lautan dan sungai di dunia disiramkan di atas kepalanya, niscaya tidak setitikpun akan jatuh melimpah.

B. KEMATIAN
Disebutkan, ketika Allah SWT mencipta Al-Maut (kematian) dan menyerahkan kepada malaikat Izrail, maka berkata malaikat Izrail: “Wahai Tuhanku, apakah Al-Maut itu?”.
Maka Allah SWT menyingkap rahasia Al-Maut itu dan memerintah seluruh malaikat menyaksikannya. Setelah seluruh malaikat menyaksikannya Al-Maut itu, maka tersungkurlah semuanya dalam keadaan pingsan selama seribu tahun.
Setelah para malaikat sadar kembali, bertanyalah mereka: “Ya Tuhan kami, adakah makhluk yang lebih besar dari ini?” Kemudian Allah SWT berfirman: “Akulah yang menciptakannya dan Aku-lah yang lebih Agung dari padanya. Seluruh makhluk akan merasakan Al-Maut itu”.
Kemudian Allah SWT memerintahkan Izrail mengambil Al-Maut Allah telah menyerahkan kepadanya. Walau bagaimanapun, Malaikat Izrail khawatir jika tidak terdaya untuk mengambilnya sedangkan Al-Maut lebih agung daripadanya. Kemudian Allah SWT memberikannya kekuatan, sehinggalah Al-Maut itu menetap di tangannya.
Disebutkan pula, setelah seluruh makhluk hidup sudah dicabut nyawanya pada hari kiamat kelak dan yang tersisa tinggal malaikat Izrail lalu Allah SWT menyuruhnya untuk mencabut nyawanya sendiri, demi melihat dahsyatnya sakarataul maut yang sedang terjadi terhadap dirinya, beliau mengatakan “Ya Allah seandainya saya tahu ternyata pedih sekali sakaratul maut ini, tidak akan tega saya mencabut nyawa seorang mukmin”.
Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya seperti seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi dengan pelbagai makanan yang siap untuk dimakan. Ia juga sanggup membolak-balikkan dunia sebagaimana kemampuan seseorang sanggup membolak-balikkan uang.
Sewaktu malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawa makhluk-makhluk dunia, ia akan turun ke dunia bersama-sama dengan dua kumpulan malaikat yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat ‘Azab.[1] Sedangkan untuk mengetahui dimana seseorang akan menemui ajalnya itu adalah tugas dari Malaikat Arham.
Walau bagaimanapun, Izrail bersama Jibril, Israfil dan Mikail pernah ditugaskan ketika Allah menciptakan Nabi Adam. Israil juga adalah antara Malaikat yang sering turun ke bumi untuk bertemu dengan para nabi antaranya ialah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Idris a.s.

C. SAKARATUL MAUT DAN KEMATIAN MUKMIN
Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat, turun kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari. Mereka membawa kafan dan parfum dari surga. Mereka duduk di samping calon mayat sejauh mata memandang.
Diriwayatkan bahwa para malaikat ini mulai mencabut nyawa dari kaki sampai ke lututnya, kemudian diteruskan oleh para malaikat lainnya sampai ke perut, kemudian diteruskan lagi oleh para malaikat lainnya sampai ke kerongkongan, kemudian datanglah Malaikat maut Alaihis Salam dan duduklah di samping kepala calon mayat seraya berkata: “Wahai jiwa yang baik, wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah”.
Maka keluarlah rohnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air. Malaikat maut-pun mengambilnya, setelah Malaikat mengambil ruh itu maka segera di masukkan dalam kafan yang dari surga tersebut dan diberi parfum yang dari surga itu. Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi di muka bumi ini.
Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat di antara langit dan bumi mensalatinya, demikian pula semua Malaikat yang di langit. Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya.
Para Malaikat membawa ruh itu naik ke langit, dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya: “Ruh siapa yang wangi ini???” Para Malaikat yang membawanya menjawab: “Ini ruhnya Fulan bin Fulan”, sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia.
Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia, Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta. Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta dibukakan pintunya.
Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu, kemudian semua Malaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh. Lalu Allah berfirman: “Tulislah catatan amal hamba-Ku di Illiyyiin! Tahukah kamu apakah Illiyyiin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis (untuk mencatat amal orang yang baik)” (QS. Al-Muthaffifiin: 19-20).
Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin. Kemudian dikatakan: “Kembalikanlah ia ke bumi, karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain”. Roh itu-pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya.

D. SAKARATUL MAUT DAN KEMATIAN KAFIR
Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa), apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat, turun kepadanya para Malaikat dari langit yang sangat keras lagi berwajah hitam sambil membawa kain yang kasar dari neraka. Para malaikat itu duduk disamping calon mayit sejauh mata memandang.
Diriwayatkan bahwa para malaikat ini mulai mencabut nyawa dari kaki sampai ke lututnya, kemudian diteruskan oleh para malaikat lainnya sampai ke perut, kemudian diteruskan lagi oleh para malaikat lainnya sampai ke kerongkongan, kemudian datang Malaikat maut Alaihis Salam dan duduk di samping kepalanya seraya berkata: “Wahai jiwa yang busuk keluarlah menuju murka dan kebencian dari Allah”. Roh itupun terkejut…Lalu Malaikat mencabutnya seperti mencabut alat pemanggang yang banyak cabangnya dari kain yang basah sehingga terputuslah urat-urat dan ototnya.
Malaikat itupun mengambil rohnya dan langsung memasukkannya kedalam kain kasar (yang dari neraka itu). Keluar dari ruh itu bau yang sangat busuk seperti bau paling busuk yang pernah ada di muka bumi ini.
Para Malaikat lalu membawa roh itu naik, tiadalah melalui rombongan Malaikat melainkan mereka selalu bertanya: “Roh siapa yang busuk ini?”…Para Malaikat yang membawanya menjawab: “Ini rohnya Fulan bin Fulan”, dengan menyebut panggilan-panggilan buruknya ketika di dunia…Malaikat yang membawanya menyebutkan keburukan-keburukanya selama di dunia…Keburukan-keburukannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta.
Semua malaikat di antara langit dan bumi melaknatinya (mengutuknya), juga semua malaikat yang di langit. Ditutup untuknya pintu-pintu langit. Masing-masing penjaga pintu berdoa kepada Allah agar ruh itu tidak lewat melalui pintunya.
Tatkala telah sampai di langit dunia mereka meminta agar dibuka pintunya dan ternyata tidak dibukakan. Kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa ala alihi wa sallam membacakan: “Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (QS.Al-A?raaf: 40).
Lantas Allah berfirman: “Tulislah catatan amalnya di sijjiin, dibumi yang paling bawah”, Kemudian dikatakan: “Kembalikan hambaKu ke bumi karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta mengeluarkan mereka darinya pula pada kali yang lain”.
Lalu rohnya dilempar dari langit sehingga terjatuh ke bumi, kemudian Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam membacakan ayat: “Dan barangsiapa menyekutukan Allah, maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 31).

E. PERINTAH MENCABUT NYAWA DARI ‘ARSYI
Menurut kisah Kabil Akbar, Malaikat Maut tidak mengetahui kapan tiap-tiap makhluk yang akan mati. Dikatakan olehnya Allah telah menciptakan sebuah pohon (Sidrat al-Muntaha) di bawah ‘Arsy yang mana jumlah daunnya sama banyak dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika satu makhluk itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan. Maka jatuhlah daun itu kepada Malaikat Maut, tahulah bahwa dia telah diperintahkan untuk mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut. sampai ada daun dari pohon yang terletak di bawah ‘Arsy gugur.
Kemudian akan jatuh dua titisan dari arah ‘Arsy pada daun tersebut, titisan hijau ataupun putih. Hijau menandakan bakal si mayat akan mendapat kecelakaan sementara putih mengambarkan dia akan mendapat kebahagiaan.
Untuk mengetahui tempat makhluk mati, Allah telah menciptakan Malaikat Arham yang akan diperintahkan untuk memasuki sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati dan di situlah kelak ia pasti akan menemui ajalnya.

F. KISAH TENTANG MALAIKAT MAUT
Disebutkan bahwa suatu ketika Allah SWT. memerintahkan malaikat maut untuk mencabut nyawa seorang pemuda kafir.
Setelah mencabut nyawanya dan dibawa ke langit, beliau melewati serombongan malaikat dan mereka bertanya “Ya malaikat maut, kamu diberi tugas oleh Allah untuk mencabut nyawa mahluknya, apakah kamu tidak pernah sesekali merasa kasihan saat mencabut nyawa ?”.
Malaikat maut pun menjawab: “Iya sebenarnya aku pernah merasa iba, saat itu aku ditugaskan untuk mencabut nyawa seorang ibu yang baru melahirkan putranya di tengah hutan sendirian, aku merasa iba terhadap ibu karena harus berpisah dengan bayi tersebut dan meninggalkannya sendirian di tengah hutan dan aku merasa iba terhadap nasib bayi tersebut karena sendirian di tengah hutan”.
Para malaikat pun kembali bertanya: “Apakah kamu tau siapa roh yang baru saja kamu cabut ini ? dia adalah bayi dari ibu yang kamu ceritakan tadi”.
Mendengar hal ini, malaikat maut pun sujud kepada Allah SWT. dan berkata: “Ya Allah, hamba memohon ampun kepadaMu dan memohon terhindar dari makar-Mu. Karena sesungguhnya hanya Engkaulah yang maha berkehendak apakah seseorang hamba akan Engkau jadikan ahli surga atau ahli neraka.”
MALAIKAT ISRAFIL

Malaikat Israfil adalah salah satu di antara empat malaikat yang paling mulia dan bersaiz besar di sisi Allah SWT Ia ditugaskan untuk meniup sebanyak tiga kali tiupan sangkakala pada hari kiamat. Mungkin anda sering bertanya tanya Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Israfil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Israfil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung. Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala malaikat Israfil itu?
Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata alam semesta berbentuk seperti terompet.
Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable)

A. WUJUD
Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam Al Qur’an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi : “ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1)”.
Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-‘Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.
Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril .
Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.
Beberapa sumber mengindikasikan bahwa, pada permulaan waktu Israfil memiliki empat sayap, sangat tinggi sehingga bisa meraih tiang-tiang surga. Malaikat yang rupawan ini merupakan penguasa musik, Israfil selalu bertasbih kepada Allah kedalam ribuan bahasa yang berbeda. Dari bawah kaki hingga ke kepalanya ada beberapa rambut, beberapa mulut, dan beberapa lidah yang tertutup hijab.

B. SANGKAKALA
Sangkakala atau sangka adalah sejenis alat tiup yang terbuat dari cangkang kerang. Alat tiup ini disebut sangkakala karena bernama sangka dan ditiup secara berkala atau bunyian berkala. Pada zaman dahulu sangkakala biasa digunakan dalam saat tertentu, seperti untuk meminta perhatian orang banyak, ketika hendak mulai berperang, mengumpulkan prajurit dan banyak lagi kegunaan sangkakala.
Dalam salah satu ajaran agama Abrahamik, yaitu Islam dikatakan bahwa salah satu malaikat yang bernama Israfil mempunyai tugas untuk meniupkan Shur (sangkakala) pada saat hari akhir. Ketika Allah telah selesai menjadikan alam semesta beserta isinya, lalu Allah membuat sangkakala dan meletakkannya di mulut Israfil. Kemudian dikisahkan Israfil selalu menatap kearah ‘Arsy, menanti kapan ia diperintahkan untuk meniup sangkakala tersebut.
Disebutkan pula dalam salah satu hadist, sangkakala itu bagaikan tanduk dari cahaya, dengan ukuran yang sangat besar dengan garis tengahnya seluas langit dan bumi (alam semesta). Dalam hadist lain dikatakan sangkakala malaikat Israfil terbuat dari tanduk, “Tanduk yang ditiup.”
Muhammad bersabda, “Sesungguhnya Allah menciptakan sangkalala yang mempunyai empat cabang, yaitu cabang di Barat, di Timur, di bawah langit ketujuh bagian bawah dan diatas langit ketujuh bagian atas.”
Didalam sangkalala terdapat pintu-pintu sebanyak bilangan ruh dialam semesta dan di dalamnya ada 70 rumah, yaitu satu antaranya untuk ruh para nabi, satu rumah untuk ruh para malaikat, satu rumah untuk ruh para jin, satu rumah untuk ruh para manusia, satu rumah untuk ruh para binatang dan hingga genap 70 macam rumah dengan 70 jenis makhluk.
Walaupun nama “Israfil” tidak pernah di muncul dalam Al Qur’an, sebutan/julukan dibuat untuk malaikat yang membawa trompet suci ini, untuk mengidentifikasikan sosok ini: “ Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).(Az-Zumar 39:68)”
Israfil selalu memegang terompet suci yang terletak di bibirnya selama berabad-abad, menunggu perintah dari Tuhan untuk meniupnya pada hari kiamat. Pada hari itu ia akan turun ke bumi dan berdiri di batu/ bukit suci di Jerusalem.
Tiupan pertama akan menghancurkan dunia beserta isinya, tiupan kedua akan mematikan para malaikat dan tiupan ketiga akan membangkitkan orang-orang yang telah mati dan mengumpulkan mereka di Padang Mahsyar.
Dalam tradisi Islam, ia dikatakan telah di kirim oleh Tuhan bersama malaikat utama yang lain, untuk mengumpulkan tanah dari empat penjuru dunia dan hanya Izrail saja yang berhasil dalam misi tersebut. Dengan tanah itulah Adam diciptakan.
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.
Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya? Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar!

MALAIKAT MUNKAR

Munkar dalam Islam adalah malaikat yang menguji iman orang mati di kuburan mereka , walaupun ada referensi tidak ditemukan dalam Quran.
Banyak Muslim percaya bahwa, setelah kematian, jiwa seseorang melewati panggung bernama Barzakh, di mana ia ada di kuburan (bahkan jika tubuh orang tersebut dihancurkan, jiwa masih akan beristirahat di bumi di dekat tempat mereka kematian).
Pemeriksaan akan dimulai ketika pemakaman selesai dan orang terakhir dari jemaat pemakaman telah melangkah 40 langkah dari kuburan. Nakir dan Munkar menopang jiwa almarhum tegak di kubur dan menanyakan tiga pertanyaan: “Siapa Tuhanmu Siapa Nabimu Apa agamamu?”. Seorang mukmin saleh akan merespon dengan benar, mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Allah, bahwa Muhammad adalah nabi mereka dan bahwa agama mereka adalah Islam. Jika jawaban benar almarhum, waktu yang dihabiskan menunggu kebangkitan yang menyenangkan. Mereka yang tidak menjawab seperti yang dijelaskan di atas dihukum sampai hari penghakiman.

A. WUJUD MALAIKAT MUNKAR
Malaikat Munkar digambarkan memiliki mata hitam solid, memiliki rentang bahu diukur dalam mil, dan membawa palu “begitu besar, bahwa jika semua umat manusia mencoba sekaligus untuk memindahkan mereka inci tunggal, mereka akan gagal”. Ketika mereka berbicara, lidah-lidah api berasal dari mulut mereka. Jika salah satu jawaban pertanyaan mereka salah, ada yang dipukuli setiap hari, selain hari Jumat, sampai Allah memberikan izin untuk pemukulan berhenti.
Muslim percaya bahwa seseorang benar akan menjawab pertanyaan tidak dengan mengingat jawaban sebelum kematian (bandingkan dengan Kitab Mesir Orang Mati) tetapi oleh iman dan perbuatan mereka seperti salat dan syahadat.

B. PERTANYAAN MALAIKAT MUNKAR DAN NAKIR DALAM KUBUR
Dalam kitab Manazilul Akhirah, stasiun-stasiun perjalanan Akhirat, disebutkan bahwa sakratul maut adalah stasiun yang pertama, dan alam kubur adalah stasiun yang kedua. Di alam kubur terdapat tiga terjal yang harus dilalui oleh manusia dalam perjalanannya menuju alam akhirat, yaitu: Kesepian di alam kubur, siksaan dan himpitan kubur, dan ketiga adalah pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Dan ini adalah bagian yang terakhir dari jalan-jalan terjal yang harus dihadapi oleh manusia. Selanjuntnya manusia akan memasuki stasiun yang ketiga yaitu alam Barzakh.
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata : “Barangsiapa yang mengingkari tiga hal, ia bukan pengikutku: mi`raj Nabi saw, pertanyaan di alam kubur, dan syafaat.” (Biharul Anwar 6: 222, hadis ke 23)
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa pasti akan datang pada seorang mayit dua malaikat yang menakutkan, suaranya seperti halilintar, pandangan matanya seperti kilat petir yang menyambar. Mereka akan bertanya kepada sang mayit: Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu, dan apa agamamu? Mereka juga akan menanyakan tentang wilayah dan imamah,yakni kepada siapa ia berwilayah dan berimam.
Pertanyaan-pertanyaan itu akan sangat sulit dijawab oleh seorang mayit, dan untuk menjawabnya ia butuh pertolongan. (Al- Al-Bihar 6: 215)
Dua malaikat Munkar dan Nakir menanyakan mayit dalam dua keadaan:
1. Ketika mayit dibaringkan di kubur.
Yang utama saat membaringkan mayit, tangan kanan ditelakkan pada bahu kanan, dan tangan kirinya pada bahu kiri.
2. Sesudah mayit dikuburkan.
Disunnahkan bagi walinya atau keluarga terdekatnya sesudah para pengantar meninggalkan kuburnya, mereka duduk di dekat kepalanya dan mentalqin dengan suara yang agak keras, meletakkan kedua tangannya ke kuburnya, dan mendekatkan mulutnya ke kuburnya. (Al-Faqih 1: 108) Hal ini juga dapat diwakilkan kepada orang lain.
Dalam suatu riwayat dikatakan: Jika talqin itu dibacakan kepada sang mayit, malaikat Munkar dan Nakir berkata : telah selesailah tugas kami, karena telah ditalqinkan padanya hujjahnya (jawabannya). (Al-Faqih 1: 173)
Ketika putera Abu Dzar yaitu Dzar meninggal, Abu Zar duduk di atas kuburnya, kemudian ia mengusapkan tangannya ke kuburnya, lalu ia berkata:
“Semoga Allah menyangimu wahai Dzar. Demi Allah, jika kamu termasuk anak yang berbakti kepadaku, engkau telah dipanggil oleh Tuhanmu dan aku ridha padamu. Demi Allah, aku ridha atas kepergianmu dan ridha kepada Yang Memanggilmu, aku tidak mengharap hajatku kepada selain Allah; kalau sekiranya datang kepadamu hal yang menakutkan, aku bahagia sekiranya Allah menggantikan keadaanmu padaku. Aku sedih kalau engkau memperoleh kesedihan. Demi Allah, aku tidak menangisi kepergianmu, tetapi aku menangisi apa yang akan terjadi padamu. Aduhai apa yang telah kukatakan? Dan apa yang dikatakan padamu? Ya Allah, aku telah memberikan kepadanya hakku yang Kau wajibkan atasnya, maka karuniakan kepadanya hak-Mu yang Kau wajibkan atasnya, dan Engkau lebih berhak dariku untuk mengkaruniakan kedermawanan dan kemuliaan.” (Al-Faqih 1: 185, hadis ke 558)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata : “Jika seorang mukmin dimasukkan ke kuburnya, shalatnya berada di sebelah kanannya, zakatnya di sebelah kirinya, kebajikannya menaunginya, dan kesabarannya di sisinya. Ketika malaikat Munkar dan Nakir datang yang pertanyaannya ditakuti, maka kesabarannya berkata pada shalatnya, zakat dan kebajikannya, akulah yang akan mendampinginya jika kamu tidak mampu mengahapinya.” (Al-Kafi 2: 90, hadis ke 8)
Imam Ja’far Ash-Shadiq dan Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata : “Jika seorang hamba yang mukmin meninggal, maka masuklah bersamannya ke kuburnya enam wujud makhluk. Pada wujud makhluk itu nampaklah kebaikan wajahnya, keindahan keadaannya, keharuman baunya dan kebersihan bentuknya. Satu wujud berdiri di sebelah kanannya, satu wujud lagi berdiri di sebelah kirinya, satu wujud lagi di belakangnya, dan wujud yang lain di depannya, dan wujud yang paling baik berada di atas kepalanya. Ketika wujud keburukan datang dari sebelah kanan, maka wujud yang di sebelah kanan melindunginya dari arah kanan, demikian juga wujud-wujud yang lain menyelamatkan dari enam arah.
Lalu wujud yang paling baik itu berkata kepada yang lain: siapakah kamu, semoga Allah membalas kebaikanmu.
Yang di sebelah kanan menjawab: aku adalah shalat.
Yang di sebelah kiri menjawab: aku adalah zakat.
Yang di depan menjawab: aku adalah puasa.
Yang belakang menjawab: aku adalah haji dan umrah.
Yang di arah kaki menjawab: aku adalah kebajikan dari menyambungkan silaturrahim.
Kemudian wujud-wujud yang lain bertanya kepada wujud yang ada di atas kepalanya: Siapakah kamu? Wajahmu paling baik di antara kami, paling harum baunya, paling indah keadaannya.
Wujud itu menjawab: aku adalah wilayah kepada keluarga Muhammad saw.” (Bihar Anwar 6: 234)
Tentang keutamaan berpuasa di bulan Sya’ban disebutkan dalam suatu riwaya t: “Barangsiapa yang berpuasa sembilan hari di bulan Sya’ban, malaikat Munkar dan Nakir akan bersikap lembut saat bertanya kepadanya.” (Tsawabul A’mal: 87)
Tentang keutamaan menghidupkan malam ke 23 bulan Ramadhan dan shalat seratus rakaat di dalamnya, Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata antara lain : “Melindunginya (orang yang melakukannya) dari ketakutan terhadap Munkar dan Nakir, dan ia akan keluar dari kuburnya dengan cahayanya yang menyinari penghuni kubur.” (Iqbalul A’mal: 214)
Disarikan dari kitab Manazilul Akhirah, Syeikh Abbas Al-Qumi.
Berikut Adalah Soal Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir Kepada Mayat / Mayit di Alam Kubur (Alam Barzah) :
1. Siapa Tuhanmu?
2. Siapa Nabimu?
3. Apa Agamamu?
4. Siapa Imammu?
5. Dimana Kiblatmu?
6. Siapa Saudaramu?

Berikut Ini Adalah Jawaban Atas Pertanyaan Malaikat Mungkar dan Nakir :
1. Siapa Tuhanmu? Allah SWT
2. Siapa Nabimu? Muhammad SAW
3. Apa Agamamu? Islam
4. Siapa Imammu? Al-Quran
5. Dimana Kiblatmu? Ka’bah
6. Siapa Saudaramu? Muslimin dan Muslimat

C. KISAH PERTANYAAN MALAIKAT MUNKAR DAN NAKIR
1. Kisah pertama
Seorang yang shaleh dari penduduk Kufah berkata: Pada suatu malam aku berada di masjid Jami’ Kufah. Pada malam itu turun hujan, lalu ada rombongan jema’ah mengetuk salah satu pintu masjid, yaitu pintu Muslim bin Aqil. Ternyata mereka membawa janazah, kemudian mereka membawanya masuk, melalui pintu Muslim bin Aqil (as). Salah seorang dari mereka nampak lelah lalu ia tertidur dan bermimpi, dalam mimpinya ia berkata kepada yang lain: Apa yang kita lihat tentangnya, apakah kita bersamanya terkena hisab atau tidak? Kemudian ia membuka wajah sang mayit, dan berkata kepada temannya: Kita akan dikenai hisab, mari kita cepat mengantarkannya sebelum kita terkena azabnya. Lalu ia terbangun dan menceritakan mimpinya kepada teman-temanya.
Orang shaleh itu berkata: kemudian mereka membawa janazah itu melewati kuburan suci, dan aku berkata : Allah-lah yang memiliki mutiara hikmah orang yang berkata : Jika aku mati, kuburkan aku di samping Haidar berdekatan dengannya aku akan termuliakan. Di dekatnya aku tidak takut pada neraka dan tidak takut pada Munkar dan Nakir Tercelalah orang yang berada di tempat perlindungan jika melepaskan tali onta di padang gembala (Irsyadul Qulub: 440) Kisah ini juga dikutip oleh Allamah Al-Majlisi.
2. Kisah kedua
Salah seorang guru besar, seorang peneliti Al-Bahbahani (ra) mengatakan: Aku melihat Aba Abdillah Al-Husein (sa) dalam mimpiku, lalu aku bertanya kepadanya: Ya Sayyidi wa Mawlaya, wahai Junjunganku dan Penghuluku, apakah orang yang dimakamkan di dekatmu ditanyakan oleh malaikat Munkar dan Nakir? Al-Husein (sa) menjawab: Malaikat siapa yang berani bertanya kepadanya (Dar salam 2: 148).

3. Kisah ketiga
Kisah ini dikisahkan oleh Syeikh An-Nuri mengutip dari kitab yang tulis oleh Sayyid Syamsuddin Muhammad bin Badi’ Ar-Ridhawi, salah seorang pemimpin pelayanan kuburan Imam Ar-Ridha (sa). Kisahnya sebagai berikut : Mir Muinuddin Asyraf, seorang pelayan yang baik di kuburan mulia Imam Ar-Ridha (sa), berkata: Aku pernah bermimpi di salah satu kamar di Raudhah ini, aku keluar dari Raudhah untuk memperbaharui wudhu’. Ketika berjalan di dekat kuburan Mir Ali Syir, aku melihat rombongan orang banyak menuju ke halaman kuburan mulia Imam Ar-Ridha (sa), di depan mereka ada seseorang yang wajahnya bercahaya. Ketika mereka sampai di halaman Rawdhah, beliau berkata kepada mereka: keluarkan mayit ini dari kuburan ini, keluarkan orang kotor yang ada di kuburan ini, sambil mengisyaratkan tangannya ke kuburan tertentu.
Ketika mereka hendak mengeluarkannya, aku bertanya kepada salah seorang dari mereka: siapakah pemimpin itu? Ia menjawab: Dia adalah Ali bin Abi Thalib (sa). Ketika kami hendak mengeluarkan mayit dari kuburan tersebut, keluarlah Imam yang kedua belas dari Rawdhah itu. Beliau menghadap kepada Imam Ali bin Thalib (sa). Setelah beliau mengucapkan salam, dan Imam Ali (sa) menjawab salamnya, beliau berkata: Wahai kakekku, aku mohon padamu agar memaafkannya, dan membiarkan ia di sini.
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: Tahukah kamu, dia adalah seorang yang fasik dan durjana, ia peminum khomer.
Beliau berkata: Benar, tapi ia berwasiat sebelum meninggal agar ia dikuburkan di dekatku, Karena itu, aku mohon engkau memaafkannya. Imam Ali (sa) berkata: Aku serahkan padamu kedurjanaannya. Kemudian Ali (sa) pergi.
Lalu aku terbangun ketakutan, dan aku membangun sebagian pelayan kuburan suci Imam Ar-Ridha. Kemudian aku pergi bersamanya ke kuburan tersebut. Ternyata di situ ada kuburan baru, dan aku bertanya kepada temanku tentang penghuninya. Ia berkata: penghuni kuburan baru ini adalah orang Turki, baru dikuburkan kemarin. (Dar Salam 1: 267-268)
Syeikh Abbas Al-Qumi, penulis kitab Manazilul Akhirah dan kitab Mafatihul, mengkisahkan: Kisah mulia dari Al-Hajj Ali Al-Baghdadi pernah berjumpa dengan Imam Mahdi (aj), dan bertanya kepadanya: Benarkah orang yang mengatakan bahwa orang yang berziarah kepada Al-Husein (sa) pada malam Jum’at, ia akan memperoleh keamanan? Beliau menjawab: Demi Allah, itu benar.
Aku (Ali Al-Baghdadi) bertanya lagi: wahai Junjungan kami, kami pernah berziarah kepada Imam Ali Ar-Ridha (sa) pada tahun 1269, lalu kami bertemu di Duruj (salah satu kota di Iran, dekat Burujard) dengan salah seorang arab bagian timur, dari penduduk desa tenggara dari kota Najef Al-Asyraf, lalu kami bertanya kepadanya : Bagaimana wilayah Ali Ar-Ridha (sa)? Ia menjawab: makam Imam Ali Ar-Ridha (as) adalah surga, sampai sekarang aku sudah lima belas hari, aku makan dari harta Junjunganku Ar-Ridha (sa), bagaimana mungkin Malaikat Munkar dan Nakir berani mendekat kepadaku di kuburan ini, sementara darah dan dagingku berasal dari makanan Imam Ar-Ridha (sa) selama aku bertamu kepadanya.
Benarkah bahwa Ali bin Musa Ar-Ridha (sa) dapat menyelamatkan dia dari Munkar dan Nakir? Imam Mahdi (aj) menjawab: Demi Allah, itu benar, sungguh kakekku yang penjaminnya. (An-Najm Ats-Tsaqib oleh Syeikh An-Nuri, jilid 2: 156)

MALAIKAT NAKIR

Nakir dalam Islam adalah malaikat yang menguji iman orang mati di kuburan mereka, walaupun ada referensi tidak ditemukan dalam Quran.
Banyak Muslim percaya bahwa, setelah kematian, jiwa seseorang melewati panggung bernama Barzakh, di mana ia ada di kuburan (bahkan jika tubuh orang tersebut dihancurkan, jiwa masih akan beristirahat di bumi di dekat tempat mereka kematian).
Pemeriksaan akan dimulai ketika pemakaman selesai dan orang terakhir dari jemaat pemakaman telah melangkah 40 langkah dari kuburan. Nakir dan Munkar menopang jiwa almarhum tegak di kubur dan menanyakan tiga pertanyaan: “Siapa Tuhanmu Siapa Nabimu Apa agamamu?”. Seorang mukmin saleh akan merespon dengan benar, mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Allah, bahwa Muhammad adalah nabi mereka dan bahwa agama mereka adalah Islam. Jika jawaban benar almarhum, waktu yang dihabiskan menunggu kebangkitan yang menyenangkan. Mereka yang tidak menjawab seperti yang dijelaskan di atas dihukum sampai hari penghakiman.

A. WUJUD MALAIKAT NAKIR
Malaikat-malaikat digambarkan memiliki mata hitam solid, memiliki rentang bahu diukur dalam mil, dan membawa palu “begitu besar, bahwa jika semua umat manusia mencoba sekaligus untuk memindahkan mereka inci tunggal, mereka akan gagal”. Ketika mereka berbicara, lidah-lidah api berasal dari mulut mereka. Jika salah satu jawaban pertanyaan mereka salah, ada yang dipukuli setiap hari, selain hari Jumat, sampai Allah memberikan izin untuk pemukulan berhenti.
Muslim percaya bahwa seseorang benar akan menjawab pertanyaan tidak dengan mengingat jawaban sebelum kematian (bandingkan dengan Kitab Mesir Orang Mati) tetapi oleh iman dan perbuatan mereka seperti salat dan syahadat.

B. PERTANYAAN MALAIKAT MUNKAR DAN NAKIR DALAM KUBUR
Dalam kitab Manazilul Akhirah, stasiun-stasiun perjalanan Akhirat, disebutkan bahwa sakratul maut adalah stasiun yang pertama, dan alam kubur adalah stasiun yang kedua. Di alam kubur terdapat tiga terjal yang harus dilalui oleh manusia dalam perjalanannya menuju alam akhirat, yaitu: Kesepian di alam kubur, siksaan dan himpitan kubur, dan ketiga adalah pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Dan ini adalah bagian yang terakhir dari jalan-jalan terjal yang harus dihadapi oleh manusia. Selanjuntnya manusia akan memasuki stasiun yang ketiga yaitu alam Barzakh.
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata : “Barangsiapa yang mengingkari tiga hal, ia bukan pengikutku: mi`raj Nabi saw, pertanyaan di alam kubur, dan syafaat.” (Biharul Anwar 6: 222, hadis ke 23)
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa pasti akan datang pada seorang mayit dua malaikat yang menakutkan, suaranya seperti halilintar, pandangan matanya seperti kilat petir yang menyambar. Mereka akan bertanya kepada sang mayit: Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu, dan apa agamamu? Mereka juga akan menanyakan tentang wilayah dan imamah,yakni kepada siapa ia berwilayah dan berimam.
Pertanyaan-pertanyaan itu akan sangat sulit dijawab oleh seorang mayit, dan untuk menjawabnya ia butuh pertolongan. (Al- Al-Bihar 6: 215)
Dua malaikat Munkar dan Nakir menanyakan mayit dalam dua keadaan:
1. Ketika mayit dibaringkan di kubur.
Yang utama saat membaringkan mayit, tangan kanan ditelakkan pada bahu kanan, dan tangan kirinya pada bahu kiri.
2. Sesudah mayit dikuburkan.
Disunnahkan bagi walinya atau keluarga terdekatnya sesudah para pengantar meninggalkan kuburnya, mereka duduk di dekat kepalanya dan mentalqin dengan suara yang agak keras, meletakkan kedua tangannya ke kuburnya, dan mendekatkan mulutnya ke kuburnya. (Al-Faqih 1: 108) Hal ini juga dapat diwakilkan kepada orang lain.
Dalam suatu riwayat dikatakan: Jika talqin itu dibacakan kepada sang mayit, malaikat Munkar dan Nakir berkata : telah selesailah tugas kami, karena telah ditalqinkan padanya hujjahnya (jawabannya). (Al-Faqih 1: 173)
Ketika putera Abu Dzar yaitu Dzar meninggal, Abu Zar duduk di atas kuburnya, kemudian ia mengusapkan tangannya ke kuburnya, lalu ia berkata:
“Semoga Allah menyangimu wahai Dzar. Demi Allah, jika kamu termasuk anak yang berbakti kepadaku, engkau telah dipanggil oleh Tuhanmu dan aku ridha padamu. Demi Allah, aku ridha atas kepergianmu dan ridha kepada Yang Memanggilmu, aku tidak mengharap hajatku kepada selain Allah; kalau sekiranya datang kepadamu hal yang menakutkan, aku bahagia sekiranya Allah menggantikan keadaanmu padaku. Aku sedih kalau engkau memperoleh kesedihan. Demi Allah, aku tidak menangisi kepergianmu, tetapi aku menangisi apa yang akan terjadi padamu. Aduhai apa yang telah kukatakan? Dan apa yang dikatakan padamu? Ya Allah, aku telah memberikan kepadanya hakku yang Kau wajibkan atasnya, maka karuniakan kepadanya hak-Mu yang Kau wajibkan atasnya, dan Engkau lebih berhak dariku untuk mengkaruniakan kedermawanan dan kemuliaan.” (Al-Faqih 1: 185, hadis ke 558)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata : “Jika seorang mukmin dimasukkan ke kuburnya, shalatnya berada di sebelah kanannya, zakatnya di sebelah kirinya, kebajikannya menaunginya, dan kesabarannya di sisinya. Ketika malaikat Munkar dan Nakir datang yang pertanyaannya ditakuti, maka kesabarannya berkata pada shalatnya, zakat dan kebajikannya, akulah yang akan mendampinginya jika kamu tidak mampu mengahapinya.” (Al-Kafi 2: 90, hadis ke 8)
Imam Ja’far Ash-Shadiq dan Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata : “Jika seorang hamba yang mukmin meninggal, maka masuklah bersamannya ke kuburnya enam wujud makhluk. Pada wujud makhluk itu nampaklah kebaikan wajahnya, keindahan keadaannya, keharuman baunya dan kebersihan bentuknya. Satu wujud berdiri di sebelah kanannya, satu wujud lagi berdiri di sebelah kirinya, satu wujud lagi di belakangnya, dan wujud yang lain di depannya, dan wujud yang paling baik berada di atas kepalanya. Ketika wujud keburukan datang dari sebelah kanan, maka wujud yang di sebelah kanan melindunginya dari arah kanan, demikian juga wujud-wujud yang lain menyelamatkan dari enam arah.
Lalu wujud yang paling baik itu berkata kepada yang lain: siapakah kamu, semoga Allah membalas kebaikanmu.
Yang di sebelah kanan menjawab: aku adalah shalat.
Yang di sebelah kiri menjawab: aku adalah zakat.
Yang di depan menjawab: aku adalah puasa.
Yang belakang menjawab: aku adalah haji dan umrah.
Yang di arah kaki menjawab: aku adalah kebajikan dari menyambungkan silaturrahim.
Kemudian wujud-wujud yang lain bertanya kepada wujud yang ada di atas kepalanya: Siapakah kamu? Wajahmu paling baik di antara kami, paling harum baunya, paling indah keadaannya.
Wujud itu menjawab: aku adalah wilayah kepada keluarga Muhammad saw.” (Bihar Anwar 6: 234)
Tentang keutamaan berpuasa di bulan Sya’ban disebutkan dalam suatu riwaya t: “Barangsiapa yang berpuasa sembilan hari di bulan Sya’ban, malaikat Munkar dan Nakir akan bersikap lembut saat bertanya kepadanya.” (Tsawabul A’mal: 87)
Tentang keutamaan menghidupkan malam ke 23 bulan Ramadhan dan shalat seratus rakaat di dalamnya, Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata antara lain : “Melindunginya (orang yang melakukannya) dari ketakutan terhadap Munkar dan Nakir, dan ia akan keluar dari kuburnya dengan cahayanya yang menyinari penghuni kubur.” (Iqbalul A’mal: 214)
Disarikan dari kitab Manazilul Akhirah, Syeikh Abbas Al-Qumi.
Berikut Adalah Soal Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir Kepada Mayat / Mayit di Alam Kubur (Alam Barzah) :
1. Siapa Tuhanmu?
2. Siapa Nabimu?
3. Apa Agamamu?
4. Siapa Imammu?
5. Dimana Kiblatmu?
6. Siapa Saudaramu?

Berikut Ini Adalah Jawaban Atas Pertanyaan Malaikat Mungkar dan Nakir :
1. Siapa Tuhanmu? Allah SWT
2. Siapa Nabimu? Muhammad SAW
3. Apa Agamamu? Islam
4. Siapa Imammu? Al-Quran
5. Dimana Kiblatmu? Ka’bah
6. Siapa Saudaramu? Muslimin dan Muslimat

C. KISAH PERTANYAAN MALAIKAT MUNKAR DAN NAKIR
1. Kisah pertama
Seorang yang shaleh dari penduduk Kufah berkata: Pada suatu malam aku berada di masjid Jami’ Kufah. Pada malam itu turun hujan, lalu ada rombongan jema’ah mengetuk salah satu pintu masjid, yaitu pintu Muslim bin Aqil. Ternyata mereka membawa janazah, kemudian mereka membawanya masuk, melalui pintu Muslim bin Aqil (as). Salah seorang dari mereka nampak lelah lalu ia tertidur dan bermimpi, dalam mimpinya ia berkata kepada yang lain: Apa yang kita lihat tentangnya, apakah kita bersamanya terkena hisab atau tidak? Kemudian ia membuka wajah sang mayit, dan berkata kepada temannya: Kita akan dikenai hisab, mari kita cepat mengantarkannya sebelum kita terkena azabnya. Lalu ia terbangun dan menceritakan mimpinya kepada teman-temanya.
Orang shaleh itu berkata: kemudian mereka membawa janazah itu melewati kuburan suci, dan aku berkata : Allah-lah yang memiliki mutiara hikmah orang yang berkata : Jika aku mati, kuburkan aku di samping Haidar berdekatan dengannya aku akan termuliakan. Di dekatnya aku tidak takut pada neraka dan tidak takut pada Munkar dan Nakir Tercelalah orang yang berada di tempat perlindungan jika melepaskan tali onta di padang gembala (Irsyadul Qulub: 440) Kisah ini juga dikutip oleh Allamah Al-Majlisi.
2. Kisah kedua
Salah seorang guru besar, seorang peneliti Al-Bahbahani (ra) mengatakan: Aku melihat Aba Abdillah Al-Husein (sa) dalam mimpiku, lalu aku bertanya kepadanya: Ya Sayyidi wa Mawlaya, wahai Junjunganku dan Penghuluku, apakah orang yang dimakamkan di dekatmu ditanyakan oleh malaikat Munkar dan Nakir? Al-Husein (sa) menjawab: Malaikat siapa yang berani bertanya kepadanya (Dar salam 2: 148).

3. Kisah ketiga
Kisah ini dikisahkan oleh Syeikh An-Nuri mengutip dari kitab yang tulis oleh Sayyid Syamsuddin Muhammad bin Badi’ Ar-Ridhawi, salah seorang pemimpin pelayanan kuburan Imam Ar-Ridha (sa). Kisahnya sebagai berikut : Mir Muinuddin Asyraf, seorang pelayan yang baik di kuburan mulia Imam Ar-Ridha (sa), berkata: Aku pernah bermimpi di salah satu kamar di Raudhah ini, aku keluar dari Raudhah untuk memperbaharui wudhu’. Ketika berjalan di dekat kuburan Mir Ali Syir, aku melihat rombongan orang banyak menuju ke halaman kuburan mulia Imam Ar-Ridha (sa), di depan mereka ada seseorang yang wajahnya bercahaya. Ketika mereka sampai di halaman Rawdhah, beliau berkata kepada mereka: keluarkan mayit ini dari kuburan ini, keluarkan orang kotor yang ada di kuburan ini, sambil mengisyaratkan tangannya ke kuburan tertentu.
Ketika mereka hendak mengeluarkannya, aku bertanya kepada salah seorang dari mereka: siapakah pemimpin itu? Ia menjawab: Dia adalah Ali bin Abi Thalib (sa). Ketika kami hendak mengeluarkan mayit dari kuburan tersebut, keluarlah Imam yang kedua belas dari Rawdhah itu. Beliau menghadap kepada Imam Ali bin Thalib (sa). Setelah beliau mengucapkan salam, dan Imam Ali (sa) menjawab salamnya, beliau berkata: Wahai kakekku, aku mohon padamu agar memaafkannya, dan membiarkan ia di sini.
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: Tahukah kamu, dia adalah seorang yang fasik dan durjana, ia peminum khomer.
Beliau berkata: Benar, tapi ia berwasiat sebelum meninggal agar ia dikuburkan di dekatku, Karena itu, aku mohon engkau memaafkannya. Imam Ali (sa) berkata: Aku serahkan padamu kedurjanaannya. Kemudian Ali (sa) pergi.
Lalu aku terbangun ketakutan, dan aku membangun sebagian pelayan kuburan suci Imam Ar-Ridha. Kemudian aku pergi bersamanya ke kuburan tersebut. Ternyata di situ ada kuburan baru, dan aku bertanya kepada temanku tentang penghuninya. Ia berkata: penghuni kuburan baru ini adalah orang Turki, baru dikuburkan kemarin. (Dar Salam 1: 267-268)
Syeikh Abbas Al-Qumi, penulis kitab Manazilul Akhirah dan kitab Mafatihul, mengkisahkan: Kisah mulia dari Al-Hajj Ali Al-Baghdadi pernah berjumpa dengan Imam Mahdi (aj), dan bertanya kepadanya: Benarkah orang yang mengatakan bahwa orang yang berziarah kepada Al-Husein (sa) pada malam Jum’at, ia akan memperoleh keamanan? Beliau menjawab: Demi Allah, itu benar.
Aku (Ali Al-Baghdadi) bertanya lagi: wahai Junjungan kami, kami pernah berziarah kepada Imam Ali Ar-Ridha (sa) pada tahun 1269, lalu kami bertemu di Duruj (salah satu kota di Iran, dekat Burujard) dengan salah seorang arab bagian timur, dari penduduk desa tenggara dari kota Najef Al-Asyraf, lalu kami bertanya kepadanya : Bagaimana wilayah Ali Ar-Ridha (sa)? Ia menjawab: makam Imam Ali Ar-Ridha (as) adalah surga, sampai sekarang aku sudah lima belas hari, aku makan dari harta Junjunganku Ar-Ridha (sa), bagaimana mungkin Malaikat Munkar dan Nakir berani mendekat kepadaku di kuburan ini, sementara darah dan dagingku berasal dari makanan Imam Ar-Ridha (sa) selama aku bertamu kepadanya.
Benarkah bahwa Ali bin Musa Ar-Ridha (sa) dapat menyelamatkan dia dari Munkar dan Nakir? Imam Mahdi (aj) menjawab: Demi Allah, itu benar, sungguh kakekku yang penjaminnya. (An-Najm Ats-Tsaqib oleh Syeikh An-Nuri, jilid 2: 156)

MALAIKAT RAQIB

A. PENGERTIAN DAN TUGAS MALAIKAT RAQIB
Raqib adalah nama malaikat yang menulis segala amalan kebaikan kita. Malaikat Raqib biasanya bersama dikaitkan bersama malaikat Atid. Contoh ketika kita melakukan salat,maka akan dicatat malaikat Raqib.
Sebenarnya tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Al Qur’an atau hadits yang menyatakan bahwa nama malaikat ini bernama Raqib, hanya Kirâman Kâtibîn saja yang disebutkan di dalam surah Qaaf, Al Infithaar dan Az-Zukhruf.
Tugas utama Malaikat Raqib dari Allah cuma satu: mencatat kelakuan baik serta kelakuan jahat kita. Mereka sangat jujur dan tak pernah bermaksiat kepada Allah. Mencatat apa adanya. Baik ya baik, buruk tetap buruk. Mereka tidak ditugaskan untuk mengolah, menganalisis, menyimpulkan apalagi menjatuhkan vonis sebagaimana intelijen kampung yang seringkali bias atas nama kepentingan.
Mereka hanya menyetor data. Soal keputusannya, semata di tangan Allah SWT.
Malaikat Raqib bertugas hanya mencatat yang baik-baik saja dari kita, sedang Malaikat ‘Atid sebaliknya, cuma mencatat yang buruk-buruk. Keduanya dikenal sangat jujur, tulus dalam bertugas serta sungguh jauh dari pamrih. Singgasana mereka di surga tetapi prajuritnya sungguh tak terhitung.
Tak ada sepotong nyawa pun yang tidak memiliki buku stambuk dan buku induk pencatatan amal kita. Semuanya serba lengkap dengan superkomputer yang teramat canggih. Pada waktunya, kepada kita akan dipertunjukkan catatan-catatan serta jejak rekam kita selama menjadi penghuni di alam yang serba cepat ini.
Kini kalau kita berhitung secara jujur, manakah di antara dua malaikat itu yang paling sering menuangkan catatannya untuk kita. Tampaknya tanpa dikomando telunjuk ini akan mengarah kepada Malaikat ‘Atid. Kalau dihitung-hitung pula, maka secara logika Malaikat ‘Atid akan jauh lebih aktif membuat catatan dibanding Malaikat Raqib yang mungkin hanya tersenyum dan geleng-geleng karena tak terlalu banyak amal yang bisa dimasukkan dalam Buku Induk.
Tumpukan dosa-dosa akan terus menjadi daftar pertama Buku Induk Malaikat ‘Atid dalam setiap pergantian tahun karena Allah sudah menyediakan buku baru bagi timbunan dosa yang tak terhitung ini. Kalau tidak karena Allah Mahakuasa menjadikan Malaikai ‘Atid memiliki daya juang yang luar biasa, boleh jadi beliau akan merasa bosan dan protes kepada anak Adam. Tapi, begitulah tugas mulia kedua malaikat al-muqorrobin ini. Mereka tidak pernah protes apalagi menyatakan keberatannya sebagaimana pernah dilakukan Iblis.

B. SIFAT MALAIKAT RAQIB
Seperti halnya kita, malaikat juga memiliki sifat yang memiliki ciri bagi mereka. Malaikat memiliki keistimewaan-keistimewaan yang merupakan sifat-sifatnya sebagai berikut:
1. Malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan dari cahaya (nur).
Rasulullah bersabda : “Malaikat itu diciptakan dari cahaya (nur), jin diciptakan dari nyala api, dan Adam (manusia) diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu (tanah liat).” (H.R. Muslim)
2. Malaikat adalah makhluk yang selalu patuh kepada Allah.
Allah berfirman: “… yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S At-Tahrim : 6 )
3. Malaikat tidak berjenis kelamin laki-laki, perempuan, juga tidak waria
4. Malaikat diberi kemampuan menjelma menjadi bentuk bermacam-macam atas seizin Allah
5. Malaikat sanggup melaksanakan tugas seberat apapun tanpa mengeluh, bahkan selalu bertasbih kepada-Nya Firman Allah: “Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.” {Q.S Al-Anbiya’ :19-20}
6. Malaikat dapat menempuh jarak berapapun jauhnya dalam waktu yang singkat.
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa Malaikat Raqib memiliki sayap dengan berbagai warna. Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla dan memberitahukan bentuk Jibril ‘alaihissalaam yang mempunyai enam ratus sayap, setiap sayap menutup ufuk. Kita tidak perlu mempersoalkan bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat melihat enam ratus sayap dan bagaimana pula cara beliau menghitungnya? Padahal satu sayap saja dapat menutupi ufuk? Kita jawab: “Selagi hadits tersebut shahih dan para ulama menshahihkan sanadnya maka kita tidak membahas mengenai kaifiyat (bagaimananya), karena Allah Maha Kuasa untuk memperlihatkan kepada Nabi-Nya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hal-hal yang tidak dapat dibayangkan dan dicerna oleh akal fikiran.”
Allah ta’ala menceritakan bahwa sayap yang dimiliki malaikat memiliki jumlah bilangan yang berbeda-beda. “Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Faathir: 1)
Sifat malaikat yang lain adalah terkadang malaikat itu -dengan kekuasaan Allah- bisa berubah bentuk menjadi manusia, sebagaimana yang terjadi pada Jibril saat Allah mengutusnya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengajarkan pada manusia apa itu Islam, Iman dan Ihsan. Demikian juga dengan para malaikat yang diutus oleh Allah kepada Ibrahim dan Luth ‘alaihimassalaam, mereka semua datang dalam bentuk manusia. Para malaikat adalah hamba-hamba Allah yang senantiasa mentaati apa yang diperintahkan oleh Allah dan tidak pernah mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Malaikat adalah makhluk ciptaan Allh Swt, diciptkan dari cahaya dan senantiasa taat, patuh terhadap segala perintah Allah. Jumlah malaikat banyak sekali. Namun ada sepuluh yang wajib kita ketahui, yakni malaikat Jibril, Mikail, Izril, Israfil, Munkar, Nakir, Rakib, Atid, Malik dan Ridwan.
Mereka tidak memiliki fisik seperti manusia tetapi atas izin Allah ia dapat menyeupai manusia. Dengan mengimani malaikat-malaikat serta memahami fungsi dan tugasnya, manusia harus berhati-hati bertindak dan berucap dalam kehidupan sehari-hari, agar di kemudian hari akibat amal perbuatan kita yang saleh yang dicatat oleh para malaikat akan menempatkan kita ke dalam surga. Tetapi sebaliknya, Malaikat Izrail akan mencabut nyawa manusia dengan keras jika amal perbuatan di dunia lebih banyak jahatnya ketimbang perbutan baiknya.

C. DALIL & HADIST TENTANG MALAIKAT RAQIB
Sebagian ulama menjelaskan bahwa diantara malaikat ada yang benama Raqib dan ‘Atid. Allah Ta’ala berfirman : “Maa yalfizhu min qaulin illaa laday Hi raqiibun ‘atiidun” yang artinya ” Tidak suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaaf : 18)
Malaikat yang bertugas mencatat segala ucapan dan amal perbuatan buruk manusia. Tentang keberadaan malaikat Raqib dan Atid ini diterangkan oleh Allah SWT “ Tiada suatu yang diucapkan manusia, melainkan didekatnya ada (yang mencatatnya, yakni) Raqib dan Atid.” (QS. Qaf : 18).
Namun demikian pendapat ini tidak benar, wallaHu a’lam. Keduanya hanya sifat bagi dua malaikat yang mencatat perbuatan hamba. Makna Raqib dan ‘Atid ialah dua malaikat yang hadir, menyaksikan di dekat hamba, bukan dua nama dari dua malaikat (al Bidaayah wan Nihaayah I/35-49)
Dari Anas r.a., dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Sesungguhnya Allah telah menugaskan dua Malaikat untuk menulis segala apa yang dilakukan atau dituturkan oleh seseorang hamba-Nya (satu di sebelah kanannya dan yang satu lagi di sebelah kirinya); kemudian apabila orang itu mati – maka Tuhan perintahkan kedua Malaikat itu dengan firman-Nya: “Hendaklah kamu berdua tinggal tetap di kubur hamba-Ku itu serta hendaklah kamu mengucap tasbih, tahmid dan takbir hingga ke hari qiamat dan hendaklah kamu menulis pahalanya untuk hamba-Ku itu.” (Abu al-Syeikh dan Tabarani)
Dalam hadits shahih yang lain Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda : “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api dan Adam diciptakan dari apa yang telah diciptakan kepada kalian” (HR. Muslim no. 2996, dari ‘Aisyah radhiyallaHu ‘anHa)

D. HIKMAH BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Sebagai salah satu rukun iman, keyakinan adanya malaikat memiliki hikmah, diantaranya:
a. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling mulia di banding makhluk lainya termasuk para malaikat, namun ibadah dan kesyukuran yang ditampilkan manusia tidak sebanding dengan ibadah dan kesyukuran yang ditunjukan oleh para malaikat. Dengan iman kepada para malaikat dan mengenali mereka secara benar, manusia akan sadar akan kelemahan dan kedurhakaanya kepada Allah swt
b. Manusia akan senantiasa merasa diawasi oleh Allah, sehingga tidak akan sewenang-wenang berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan tuntunan ajaran agama.
c. Senantiasa berusaha mengadakan hubungan dengan para malaikat dengan jalan mensucikan jiwa dan meningkatkan ibadah kepada Allah, sebab seorang akan sangat beruntung apabila termasuk golongan yang sering didoakan oleh para malaikat tidak pernah ditolak Tuhan.
d. Untuk menambah ketakwaan kepada Allah, sebab segala perbuatan dan tindak-tanduk yang dilakukan manusia tidak luput dari pengamatan Allah.

MALAIKAT ‘ATID

A. DEFNISI MALAIKAT ATID
Malaikat ‘Atid adalah nama malaikat yang bertugas untuk menulis segala amalan keburukan kita. Malaikat Atid biasanya bersama dikaitkan bersama dengan malaikat Raqib.
Sebenarnya tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Al Qur’an atau hadits yang menyatakan bahwa nama malaikat ini bernama Atid, hanya Kirâman Kâtibîn saja yang disebutkan di dalam surah Qaaf, Al Infithaar dan Az-Zukhruf.
Malaikat ‘Atid adalah kekuatan-kekuatan yang patuh, tunduk dan taat pada perintah serta ketentuan Allah SWT. Malaikat berasal dari kata malak bahasa arab yang artinya kekuatan.
Yang pasti semua manusia ingin bertemu dengan malaikat izrail yang mencabut nyawa kita dengan lemah lembut tanpa rasa sakit, malaikat munkar dan nakir dengan penampakan yang baik serta lemah lembut dalam menginterogasi kita, malaikat rakib yang memiliki catatan amal baik kita yang tebal, malaikat atid yang hanya memiliki beberapa catatan buruk kita dan malaikat ridwan yang mempersilahkan masuk ke dalam surga yang kekal dan abadi.
Malaikat Atid adalah makhluq Allah yang dijadikan daripada cahaya . Mereka pandai bersalin rupa dan dapat memotong perjalanan yang jauh dalam satu detik saja .
Sesungguhnya arti Malaikat adalah yang memiliki pekerjaan tertentu pada masing-masing bagiannya . Dan malaikat ini Tuhan jadikan tidak sedikit jumlahnya , lebih banyak malaikat dari pada manusia .
Coba saja kita bayangkan , tiap-tiap orang ada 2 malaikat yaitu Raqib dan ‘Atid yang mana masing-masing di tugaskan pada pekerjaan tertentu .
Raqib mempunyai tugas menulis amal dan perkataan manusia yang mengandung kebaikan .
Sedangkan ‘Atid bertugas menulis amal dan perkataan manusia yang mengandung keburukan .
Malaikat itu bisa berganti rupa , tegasnya bisa berupa manusia . Nabi Muhammad s.a.w sering kedatangan Jibril membawa wahyu dengan rupanya seperti orang laki-laki muda dan tampan .
Malaikat itu Tuhan ciptakan tidak mempunyai ibu dan bapak . Tidak makan tidak minum , tidak tidur tidak lupa dan tidak merasa letih . Mereka bukan jenis laki-laki dan bukan jenis perempuan dan juga bukan banci . Mereka tidak mempunyai nafsu syahwat atau birahi namun demikian mereka taat akan perintah Allah , tidak berani melanggarnya atau melalaikan tugasnya
Seperti firman Allah didalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6 sebagai berikut : ” Hai orang-orang beriman , peliharalah dirimu dan keluargamu akan api neraka , yang mana bara apinya terdiri dari manusia dan batu-batu . Di sana ada malaikat-malaikat yang kejam dan bengis , mereka tidak melawan perintah Allah dan mereka kerjakan apa yang diperintah .”
Pernah Nabi kita Muhammad s.a.w ketika Mi’raj melintasi langit-langit dari langit pertama sampai langit ketujuh . Sebagaimana sedikit pembahasan nya tentang Mi’raj ini pada postingan terdahulu Dimanakah Berada Ruh-Ruh Orang Yang Sudah Mati , Dimana Nabi Muhammad s.a.w yang ditemani malaikat Jibril , melihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah para malaikat dan tak lain pekerjaan mereka itu , kata Nabi adalah bertahmid dan bertasbih kepada Allah SWT dengan macam-macam pujian dan sanjungan kepada Tuhan dengan irama lagu yang sangat merdu .
Demikian pula Nabi melihat di ‘Arsy Allah , tidak lain penghuninya adalah malaikat . Kemudian ‘Arsy Allah itu dipegang atau ditanggung oleh delapan orang malaikat .
Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Haaqqah ayat 17 :
” Dan malaikat berada di penjuru langit , dan yang membawa ‘Arsy Tuhanmu pada hari itu adalah delapan orang malaikat .”
Dan malaikat-malaikat itu mempunyai kekuatan yang luar biasa , di mana ketika Tuhan akan menyiksa umat Nabi Luth a.s yang sudah melewati batas yaitu mereka sudah menjadi suka melakukan homosex sesama laki-laki , yaitu penduduk negeri Sadum dan Gamurah . Bukan seorang dua orang , hampir rata-rata semua laki-laki melakukan demikian . Maka tatkala diberi nasihat oleh Nabi Luth a.s mereka tidak ambil perduli .
Akhirnya Tuhan binasakan penduduknya dengan diangkat bumi negeri itu dengan kedua tangan malaikat ke udara yang sangat tinggi kemudian dibalikkan ke bawah , seperti orang membalikkan tetampah , maka berpelantingan rumah-rumah dan manusia yang sedang tidur melayang jatuh terhempas ke bawah , hancur lebur bagaikan kaca jatuh di batu . Demikian kekuatan tenaga malaikat .
Malaikat Atid dari cahaya atau nur sedangkan jin berasal dari api atau nar. Malaikat selalu tunduk dan taat kepada Allah sedangkan jin ada yang muslim dan ada yang kafir. Yang kafir adalah syetan dan iblis yang akan terus menggona manusia hingga hari kiamat agar bisa menemani mereka di neraka.
Malaikat Atid tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana yang dipunyai jin. Jin yang jahat akan selalu senantiasa menentang dan menjalankan apa yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT. Malaikat adalah makhluk yang baik dan tidak akan mencelakakan manusia selama berbuat kebajikan, sedangkan syetan dan iblik akan selalu mencelakakan manusia hingga hari akhir.

B. HADIST TENTANG MALAIKAT ATID
Dari Abu Umamah r.a., dari Nabi s.a.w. sabdanya: Malaikat yang di sebelah kanan (yang menjadi penulis kebaikan) ialah ketua kepada yang di sebelah kiri; maka apabila seseorang melakukan sesuatu kebaikan, dituliskan baginya kebaikan itu menjadi sama dengan sepuluh kebaikan yang tersebut dan apabila ia melakukan sesuatu kejahatan, lalu Malaikat yang di sebelah kiri hendak menulisnya, berkatalah Malaikat yang di sebelah kanan tunggu dahulu; lalu ia menunggu selama enam atau tujuh jam; kemudian jika orang itu beristighfar dari perbuatan jahat itu, tidaklah dituliskan sesuatu pun; dan jika ia tidak meminta ampun kepada Allah Taala, dituliskan baginya satu kejahatan saja.” (Tabarani dan Ibn Marduwiah)
Dalam Hadis ini diterangkan beberapa perkara mengenai kedua Malaikat itu :
1. Satu berada di sebelah kanan dan yang satu lagi di sebelah kiri setiap orang manusia.
2. Yang di sebelah kanan ialah yang menulis amal kebaikan dan menjadi ketua kepada yang di sebelah kiri, yang menulis amal jahat.
3. Tiap-tiap satu kebajikan ditulis dengan sepuluh kebajikan, dan tiap-tiap satu kejahatan ditulis satu kejahatan sahaja.
4. Amal jahat tidak ditulis melainkan setelah diberi tempoh enam atau tujuh jam – dengan arahan dari Malaikat sebelah kanan.
5. Sekiranya orang yang melakukan kejahatan itu beristighfar memohon ampun dari Allah Taala dalam tempoh yang tersebut, maka kejahatan itu tidak ditulis.

Allah s.w.t Maha Mengetahui akan segala yang lahir dan yang tersembunyi, tetapi bagi melahirkan kebesaran kerajaan-Nya dan keadilan pemerintahan-Nya maka segala apa jua yang dilakukan oleh setiap manusia – sama ada yang baik atau yang buruk – diperintahkan menulisnya dalam surat amalnya oleh dua Malaikat yang ditugaskan khas mengenainya supaya dapat dilihat dan dibaca oleh orang itu sendiri pada hari akhirat kelak.
Kedua-dua Malaikat yang tersebut – sebagaimana yang diterangkan dalam hadis ini – tidak bercerai daripada orang itu walau sesudah ia meninggal dunia.
Mereka diperintahkan tinggal tetap di kuburnya bertasbih, bertahmid dan bertakbir hingga ke hari qiamat dan pahala zikir mereka yang tersebut ditulis oleh mereka dalam surat amal orang itu. Sebaliknya jika ia kafir, maka mereka melaknatnya hingga ke hari qiamat.

C. KISAH MALAIKAT ATID
Yunus bin Ubaid dari Al-Hasan berkata bahawa Rasulullah s.a.w. telah bersabda, “Setiap anak Adam itu akan dijaga oleh dua orang malaikat, dan malaikat yang sebelah kanan itu lebih berkuasa dari yang disebelah kiri”.
Kalau seseorang anak Adam itu membuat dosa maka malaikat yang disebelah kiri akan bertanya kepada malaikat yang disebelah kanan, “Apakah yang harus aku catat ?” Maka berkata malaikat yang sebelah kanan, “Jangan kamu catat dosanya sehingga ia melakukan 5 dosa”. Kemudian bertanya malaikat yang disebelah kiri lagi, “Kalau dia telah melakukan 5 dosa, apakah yang harus aku catatkan ?”.
Berkata malaikat yang sebelah kanan, “Biarkan sehingga dia membuat kebaikan, sebab kami telah diberitahu bahawa satu hasanat kebaikan dapat sepuluh kali ganda. Oleh itu, kita hapuskan 5 sebagai imbangan dari dosa yang 5 dan kami catatkan hanya 5 hasanat.”
Apabila syaitan mendengar yang demikian, maka dia pun menjeritlah sambil berkata, “Kalau macam ini bilakah aku dapat menjerumuskan anak Adam”.
Hadis Abu Hurairah r.a katanya : Rasulullah s.a.w bersabda: Allah s.w.t berfirman kepada Malaikat pencatat amalan : “ Apabila hambaKu berniat ingin melakukan kejahatan, maka jangan lagi kamu menulisnya sebagai amalan kejahatan. Apabila dia melakukannya barulah kamu menulisnya sebagai satu amalan kejahatan. Jika hambaKu berniat ingin melakukan kebaikan, tetapi dia tidak lagi melakukannya, maka catatkanlah sebagai satu amalan kebaikan. Jika dia melakukannya maka catatkanlah kebaikan itu sepuluh kali ganda ”.

MALAIKAT MALIK

Maalik adalah panggilan malaikat yang memimpin para Malaikat Zabaniah di neraka. Malaikat Malik biasanya bersama dikaitkan bersama malaikat Ridwan.
Maalik dalam Bahasa Arab berarti ‘orang yg empunya'; ‘orang yg memiliki'; ‘tuan'; ‘raja’.
Sedangkan Allah memiliki julukan Maalik pula, tepatnya adalah:
1. Al-Malik = Raja segala Raja;
2. Malik al-Jabar = Raja Yang Mahakuasa;
3. Malik al-Muluk = Penguasa segala Penguasa.
Penggunaan kalimat Malik terhadap pemimpin Zabaniah hampir senada dengan penggunaan Aziz dalam kisah Yusuf, hanya sebagai panggilan kehormatan atas kepemimpinan mereka.
Terdapat 19 penjaga neraka jahanam yang pemimpinya adalah Malik. Sebagaimana firman Allah tentang Neraka Saqar
“ Tahukah kamu apa Saqor itu? Saqor itu tidak meninggalkan dan membiarkan. (Neraka Saqor) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (Zabaniah). Dan tiada Kami jadikan penjaga Neraka itu melainkan malaikat. (Al-Muddassir : 27-30)
“ Malikat Malik ‘Alaihissalam mematuhi segala perintah Allah seperti dalam firman-Nya tentang permintaan penghuni Neraka kepada Malaikat Malik
Mereka berseru, “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab, “kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).” (Az-Zukhruf :77)

A. WUJUD MALAIKAT MALIK
Malaikat Malik mempunya tangan dan kaki yang bilangannya sama dengan jumlah ahli neraka. Setiap kaki dan tangan itu bisa berdiri dan duduk, serta dapat membelenggu dan merantai setiap orang yang dikehendakinya. Menurut kisah, karena Malik memiliki wujudnya yang sangat menyeramkan, ketika Malik melihat kearah Neraka maka sebagian api memakan api yang lain karena rasa takutnya kepada Malik.
Dikatakan pula bahwa ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam naik ke Sidrat al-Muntaha, ia bertemu dengan Malik yang kemudian menunjukkan pandangan sekilas tentang penderitaan di Neraka. Sejak saat itu pula Malaikat Malik tidak pernah tersenyum. Memiliki tubuh yang sangat besar, wajahnya menampakkan kemarahan, terlihat amat menakutkan, sangat kejam, tidak kenal kompromi, di antara kedua matanya terdapat pusat syaraf yang seandainya ia menatap bumi pasti orang-orang yang ada didalamnya mati tiada tersisa.

B. KISAH MALAIKAT MALIK DENGAN NERAKA
Mansur bin Amar berkata: Telah sampai kepadaku riwayat bahwa malaikat Malik ditugaskan menjaga api neraka itu memiliki tangan yang banyak sekali sebanyak jumlah penghuni neraka, setiap kali malaikat Malik menyiksa ada tangan yang mendirikan dan mendudukkan dan mengikat penghuni neraka dengan rantai. Kalau malaikat Malik memandang ke neraka maka penghuni neraka akan memakan sesama mereka karena takutnya mereka kepada malaikat Malik.
Huruf “Al-Basmalah” itu ada sembilan belas dan huruf pada “Az-Zabaniyah” itu juga ada sembilan belas. Mereka dinamakan demikian itu (Zabaniyah) karena mereka itu bisa bekerja dengan kaki mereka seperti mereka bekerja dengan tangan mereka. Satu malaikat Zabaniyah bisa mengambil 10.000 orang kafir dengan satu tangan begitu juga dengan tangan yang lagi satu, 10.000 dengan salah satu kakinya yang dua. Malaikat Zabaniyah bisa menyiksa 40.000 orang kafir serentak dengan kekuatan dan kedahsyatan.
Malaikat Malik adalah penjaga neraka dan yang 18 juga sepertinya, mereka adalah pemimpin malaikat dan di bawah tiap-tiap pemimpin itu ada penjaganya yang mana jumlahnya hanya Allah yang tahu. Mata mereka laksana kilat yang menyambar, gigi mereka seperti putihnya tanduk sapi, bibir mereka menyentuh tapak kaki, mulut mereka mengeluarkan api. Antara dua bahu segala malaikat jauh perjalanan selama setahun.
Allah telah menciptakan mereka tanpa ada sedikitpun rasa kasih sayang dan salah satu malaikat terun ke dalam lautan api selama 40 tahun, tetapi api tidak langsung membahayakan mereka karena cahaya itu lebih kuat dari api yang panas.
Malaikat Malik berkata: “Lemparkanlah mereka ke dalam neraka!”.
Ketika malaikat Zabaniyah melemparkan orang-orang yang berbuat dosa ke dalam neraka, maka mereka semua berkata: “Laa ilaha illallah!”
Api tidak dapat membakar mereka, malaikat Malik berkata: “Wahai api, tidakkah kamu membakar mereka?”
Api berkata: “Wahai Malik, bagaimana aku ingin membakar mereka sedangkan mereka menyebut” Laa ilaha illallah! “
Malaikat malik berkata: “Ya, begitulah Allah, tuhan pemilik Arasy yang agung telah memerintahkan.”
Kemudian api pun membakar tubuh mereka sampai kedua telapak kakinya, ada yang dibakar sampai ke lututnya, ada yang dibakar sampai pusarnya dan ada sampai ke tengkoraknya. Bila api hendak membakar muka mereka maka malaikat Malik berkata kepada api: “Wahai api, janganlah kamu bakar muka mereka karena mereka pernah sujud kepada Allah dan janganlah kamu bakar hati mereka karena mereka pernah berdahaga dari beratnya puasa dalam bulan Ramadhan.”

C. SIFAT API NERAKA DAN AHLINYA
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Api neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga gelap bagaikan malam yang kelam.”
Diriwayatkan bahawa Yazid bin Martsad selalu menangis sehingga tidak pernah kering air matanya dan ketika ditanya, maka dijawabnya: Andaikata Allah s.w.t. mengancam akan memanjarakan aku didalam bilik mandi selama seribu tahun. nescaya sudah selayaknya air mataku tidak berhenti maka bagaimana sedang kini telah mengancam akan memasukkan aku dalam api neraka yang telah dinyalakan selama tiga ribu tahu.”
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari mujahid berkata: “Sesungguhnya dijahannam ada beberapa perigi berisi ular-ular sebesar leher unta dan kala sebesar kaldai, maka larilah orang-orang ahli neraka keular itu, maka bila tersentuh oleh bibirnya langsung terkelupas rambut, kulit dan kuku dan mereka tidak dapat selamat dari gigitan itu kecuali jika lari kedalam neraka.”
Abdullah bin Jubair meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bahawa didalam neraka ada ular-ular sebesar leher unta, jika menggigit maka rasa redih bisanya tetap terasa hingga empat puluh tahun. Juga didalam neraka ada kala sebesar kaldai, jika menggigit maka akan terasa pedih bisanya selama empat puluh tahun.”
Al-a’masy dari Yasid bin Wahab dari Ibn Mas’ud berkata: “Sesungguhnya apimu ini sebahagian dari tujuh puluh bagian dari api neraka, dan andaikan tidak didinginkan dalam laut dua kali nescaya kamu tidak dapat mempergunakannya.”
Mujahid berkata: “Sesungguhnya apimu ini berlindung kepada Allah s.w.t. dari neraka jahannam.” Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka iaitu seorang yang berkasutkan dari api nerka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah ditelinganya ada api, dan giginya berapi dan dibibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli neraka.”
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr r.a. berkata: “Orang-orang neraka memanggil Malaikat Malik tetapi tidak dijawab selama empat puluh tahun, kemudian dijawabnya: “Bahawa kamu tetap tinggal dalam neraka.” Kemudian mereka berdoa (memanggil) Tuhan: “Ya Tuhan, keluarkanlah kami dari neraka ini, maka bila kami mengulangi perbuatan-perbuatan kami yang lalu itu bererti kami zalim.” Maka tidak dijawab selama umur dunia ini dua kali, kemudian dijawab: “Hina dinalah kamu didalam neraka dan jangan berkata-kata.”
Demi Allah setelah itu tidak ada yang dapat berkata-kata walau satu kalimah, sedang yang terdengar hanya nafas keluhan dan tangis rintihan yang suara mereka hampir menyamai suara himar (kaldai).
Qatadah berkata: “Hai kaumku, apakah kamu merasa bahawa itu pasti akan terkena pada dirimu, atau kamu merasa akan kuat menghadapinya. Hai kaumku, taatlah kepada Allah s.w.t. itu jauh lebih ringan bagi kamu kerana itu, taatilah sebab ahli neraka itu kelak akan mengeluh selama seribu tahun tetapi tidak berguna bagi mereka, lalu mereka berkata: “Dahulu ketika kami didunia, bila kami sabar lambat laun mendapat keringanan dan kelapangan, maka mereka lalu bersabar seribu tahun, dan tetap siksa mereka tidak diringankan sehingga mereka berkata: Ajazi’na am sobarna malana min mahish (Yang bermaksud) Apakah kami mengeluh atau sabar, tidak dapat mengelakkan siksa ini.Lalu minta hujan selama seribu tahun sangat haus dan panas neraka maka mereka berdoa selama seribu tahun, maka Allah s.w.t. berkata kepada Jibril: “Apakah yang mereka minta?”. Jawab Jibril: “Engkau lebih mengetahui, ya Allah, mereka minta hujan.” Maka nampak pada mereka awan merah sehingga mereka mengira akan turun hujan, maka dikirim kepada mereka kala-kala sebesar kaldai, yang menggigit mereka dan terasa pedih gigitan itu selama seribu tahun. Kemudian mereka minta kepada Allah s.w.t. selama seribu tahun untuk diturunkan hujan, maka nampak mereka awan yang hitam, mereka mengira bahawa itu akan hujan, tiba-tiba turun kepada mereka ular-ular sebesar leher unta, yang menggigit mereka dan gigitan itu terasa pedihnya hingga seribu tahun, dan inilah ertinya: Zidnahum adzaba fauqal adzabi. (Yang bermaksud) Kami tambahkan kepada mereka siksa diatas siksa.
Kerana mereka dahulu telah kafir, tidak percaya dan melanggar tuntutan Allah s.w.t., kerana itulah maka siapa yang ingin selamat dari siksaan Allah s.w.t. harus sabar sementara atas segala penderitaan dunia didalam mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah s.w.t. dan menahan syahwat hawa nafsu sebab syurga neraka diliputi syahwat-syahwat.

MALAIKAT RIDWAN

A. PENGERTIAN MALAIKAT RIDWAN
Malaikat Ridwan adalah mahluk yang selalu patuh dan setia kepada Allah SWT. Mereka tidak pernah menentang setiap perintah Allah, kapan saja di perintah-Nya. Setiap perintah Allah selalu mereka (Malaikat) kerjakan dengan baik. Diantara Malaikat-Malaikat ada yang disebut Malaikat Muqarrobin ( yaitu Malaikat yang amat dekat hubungannya dengan Allah ). Malaikat tidak pernah durhaka kepada Allah SWT. Oleh karena itu, para Malaikat disebut juga mahluk suci.
Ridwan (Bahasa Arab: رضوان‎) adalah nama malaikat yang menjaga pintu surga, walaupun tidak ada keterangan di dalam Al Qur’an dan hadits shahih yang menerangkan secara jelas namanya. Terkadang namanya diucapkan sebagai “Rizvan” oleh orang Persia, Urdu, Pashto, Tajik, Punjabi, Kashmir dan bahasa lainnya yang terpengaruh oleh bahasa Persia. Sementara di Perancis disebut sebagai “Redouane”. Sekarang nama ini digunakan sebagai nama maskulin oleh orang Arab atau orang yang beragama Islam. Malaikat Ridwan biasanya bersama dikaitkan bersama Malik.

B. TUGAS MALAIKAT RIDWAN
Malaikat Ridwan , tugasnya adalah menjaga Syurga dengan penampilan yang sangat menyenangkan para penghuni Syurga.
.
C. HADIST TENTANG MALAIKAT RIDWAN
Ada empat hadits yang menyebutkan bahwa nama malaikat penjaga surga adalah Ridwan. Akan tetapi semua hadits tersebut adalah hadits yang sangat lemah dan tidak bisa saling menguatkan. Berikut uraiannya:
1. Hadits Ubai bin Ka’ab
Diriwayatkan oleh Al-Qadhai dalam Musnad Asy-Syihab (1036) dari jalan Mukhallad bin Abdil Wahid dari Ali bin Zaid bin Jud’an dan Atha` bin Abi Maimunah dari Zirr bin Hubaisy dari Ubai secara marfu’, “Tidak ada seorang muslim pun yang membaca Yasin sedang dia berada dalam sakaratul maut, maka tidaklah malaikat maut mencabut nyawanya sampai Ridwan penjaga surga memberinya minuman.”
Di dalam sanadnya ada Ali bin Zaid bin Jud’an yang sudah masyhur sebagai rawi yang lemah. Ditambah lagi dengan adanya Mukhallad bin Abdil Wahid, yang Ibnu Hibban berkata tentangnya -dalam Al-Majruhin (1096), “Mungkarul hadits jiddan (orang yang sangat mungkar haditsnya).”

2. Hadits Abdullah bin Abbas.
Diriwayatkan oleh Abu Asy-Syaikh dalam kitab Ats-Tsawab dan Al-Baihaqi dalam Syuab Al-Iman tentang kisah berhiasnya surga setiap memasuki ramadhan, dan di dalamnya tersebut: “Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wahai Ridwan, bukalah pintu-pintu surga.”
Hadits ini datang dari jalan Adh-Dhahhak dari Ibnu Abbas secara marfu’. Haditsnya lemah karena Adh-Dhahhak tidak mendengar dari Ibnu Abbas.

3. Hadits Abdullah bin Abi Aufa.
Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Lalu saya berkata (di dalam surga), “Wahai Ridwan, punya siapa istana ini?”
As-Suyuthi menyatakan dalam Al-Jami’ Al-Kabir -sebagaimana dalam Kunzul Ummal-, “Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan Ibnu Asakir dari Abdullah bin Abi Aufa, sedang di dalam sanadnya ada Abdurrahman bin Muhammad Al-Maharibi dan Ammar bin Saif, keduanya sering meriwayatkan hadits-hadits yang mungkar.” Lihat Mizan Al-I’tidal (2/585) dan (3/165)

4. Hadits Anas bin Malik.
Diriwayatkan oleh Al-Uqaili dalam Adh-Dhuafa (1/313) dari jalan Hamzah bin Washil Al-Minqari dari Qatadah dari Anas secara marfu’ dengan lafazh, “Rabbul Izzah -Tabaraka wa Ta’ala- memanggil Ridhwan -dan dia adalah penjaga surga-.”
Al-Uqaili berkata setelahnya, “Hamzah bin Washil Al-Minqari, seorang dari Bashrah, majhul dalam periwayatan dan haditsnya tidak terjaga.”

D. WUJUD MALAIKAT RIDWAN
Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam Al Qur’an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi : “ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1) ”
Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril .
Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.

E. KISAH NABI IDRIS MELIHAT SYURGA
Setiap hari Malaikat Izrael dan Nabi Idris beribadah bersama. Suatu kali, sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. “Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?”
“Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaanmu aneh,” kata Izrael.
Setelah Malaikat Izrael memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.
“Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya,” kata Izrael.
“Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya.
Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia itu.
Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya. “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang.
Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.
Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.
Mendadak Nabi Idris ingin minum air sungai surga. “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”
“Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.” Jawab Izrael. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,” Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang.
Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah.
“Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,” kata Nabi Idris.
“Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang yang beriman lainnya,” kata Izrael.
“Tapi Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah mengkaruniakan sebuah tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu diangkat ke tempat itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.
Firman Allah: “Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS Al-Anbiya:85-86).
Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.
“Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.

Moga artikel ini menambah waawasan anda dan dapat menambag keimanan kita semua
Amiin

Wassalamu alaikum

SEKAPUR SIRIH BABAD TANAH CIREBON


OLEH :MAS .PRAYOGA ARSANDI AL CIREBONI

Disebutkan bahwa zaman akhir dibagi kedalam tujuh zaman, dan pada setiap zamannya terdapat shohibuzzaman. Yaitu;
Zaman Nur, adalah zaman cahaya/penerang dari zaman kegelapan/jahiliyah. Shohibuzzamannya adalah Kanjeng Rosulullah Nabi Muhammad saw. sebagai pemimpin para nabi, rosul, dan para wali yang tidak ada nabi sesudahnya melainkan hanya para wali. Pendampingnya adalah Syekh Ahmad Ar-rifa’i, dan ada yang berpendapat pendampingnya adalah Sayyidina Ali RA.
Zaman Mubin, adalah zaman penjelas dimana para habib dibunuh mati, artinya sudah jelas dapat dibedakan antara golongan orang-orang ahli surga yang cinta kepada keluarga nabi dan ahli neraka yang tidak mencintai keluarga nabi. Shohibuzzamannya adalah Syekh Al-Imam Ali Zaenal Abidin bin Sayyid Husen bin Fatimah Azzahra. Beliau sebagai Sulthonul Awliya’ Qutburrobbani Khalifatuurasul pertama. Pendampingnya adalah Syekh Ahmad Baidlawi.
Zaman Musthofa, adalah zaman pilihan, Shohibuzzamannya adalah Syekh Al-Imam Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Syekh Ali Zainal Abidin, pendampingnya adalah Syekh Ahmad As-shodiq
Zaman Alim, adalah zamannya ilmu pengetahuan, disaat itu ilmu pengetahuan sedang dalam puncak keemasannya, baik dari golongan ummat islam maupun dari golongan kaum barat. Shohibuzzamannya adalah Syekh Sayyid Hasan Asy-syazali, pendampingnya adalah Syekh Ma’abulma’al. dan menurut qoul yang lain pendampingnya adalah Syekh Abu Yazid Busthomi.
Zaman Bathin, adalah zamannya ilmu batin/eling Allah, syetan Iblis pada hancur kalah dalam peperangan melawan hatinya orang mukmin. Shohibuzzamannya adalah Sulthonul Awliya’ Qutburrobbani Syekh Abdul Qodir Jaelani dan menurut satu qiil shohibuzzamannya adalah Sayyid Yahya, pendampingnya adalah Syekh Ahmad Mafakhir.
Zaman Dzohir, adalah zamannya ilmu dzohir/kedigjayaan, banyak orang sakti dan digjaya. Shohibuzzamannya adalah Kanjeng Gusti Sinuhun Syekh Syarif Hidayatullah Gunung Jati, pendampingnya adalah Syekh Muhyi Pamijahan.
Zaman Muhsin, adalah zaman pemberesan/pembersihan hati dan pelurusan amal dan akhlak, karena pada zaman ini banyaknya kemunafikan, kemusyrikan, kemurtadan, takabbur, dan semacamnya. Zaman Muhsin terdiri dari tiga zaman yaitu;
Zaman Salam, yaitu zaman meminta slamet dunya akherat dunya akherat slamet. Shohibuzzamannya adalah Gusti Sinuhun Syarif Hidayatullah Kebon Melati Sayyidi Syekhunal Mukarrom Abah Umar bin Isma’il bin Yahya, pendampingnya adalah Al-Habib Ahmad Nuril Mubin Jenun.
Zaman Rohman, yaitu zaman pengasih karena pada zaman ini banyak orang bodoh bisa mancleng/eling kepada Allah. Shohibuzzamannya adalah Syekhunal Mukarrom Sholawatullah Mursyid Embah Ahmad, pendampingnya adalah Syekhunal Mukarrom Embah Jalil.
Zaman Rohim, yaitu zaman penyayang karena pada zaman ini katanya hanya orang-orang yang sungguh-sungguh mengharapkan ridho Allah dan ikhlas kepada Allah yang akan mendapatkan petunjuk.
SABILUL KHOYROT
Syahadat menjadi tempate badan rohani
Sholawat Tunjina menjadi pakaian badan rohani
Ya Kafi Ya Mubin Ya Kafi Ya Mughni menjadi panganane/makanan badan rohani
Ya Fattah Ya Rozzak Ya Rohman Ya Rohim menjadi panganane badan jasmani
Inna Fatahna, menjadi tunggangane/kendaraan badan rohani
Sholat Dhuha menjadi gudang makanan badan jasmani
Sholat Tahajjud menjadi gudang makanan badan rohani
Ya Hayyu – minadzdzolimin, menjadi jalan badan rohani
La ila ha illa anta subhanaka inni kuntu minadzdzolimin, menjadi Hudan Kenikmatan jasmani rohani
Ya Rosulullah hi jiina, menjadi penjaga jalan lalu lintas badan rohani
Allah memberikan asma kepada makhluknya yang berakal 4000 asma
2000 asma untuk kanjeng Nabi Muhammad, pengamalannya cukup dengan membaca 8 Asma saja yaitu Ya Hadi Ya Alim Ya Khobir Ya Mubin Ya Wali Ya Hamid Ya Qowim Ya Hafidz
1000 asma untuk kanjeng Syekh Abdul Qodir Jaelani, pengamalannya cukup dengan membaca 4 asma yaitu Ya Hadi Ya Alim Ya Khobir Ya Mubin
900 asma untuk para nabi, pengamalannya cukup dengan bertawassul kepada 25 nabi
90 asma untuk para malaikat, pengamalannya cukup dengan bertawassul kepada 10 malaikat
9 asma untuk para wali, pengamalannya dengan cara bertawassul kepada para wali
1 asma untuk para mukmin sejagat, pengamalannya dengan beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dengan mudzakaroh (eling Allah).
SYEKH SYARIF HIDAYATULLAH
SEBAGAI INSAN KAMIL
Diceritakan datanglah seorang mubaligh dari Baghdad ke nusantara yang bernama Syekh Idhofi/Syekh Dzatul Kahfi/Syekh Nur Jati bersama adik perempuannya yang bernama Nyai Mas Ratu Subanglarang, mereka berdua singgah di Gunung Jati. Nyi Mas Ratu Subanglarangpun diperistri oleh Raja Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata Wisesa Sri Maha Prabu Siliwangi atas dasar istikhoroh dan petunjuk dari Allah. Sri Maha Prabu Siliwangi memiliki tiga orang istri dan empat puluh anak.
Pada suatu hari Nyi Mas Ratu Subanglarang mendapatkan hawatif (petunjuk dari Allah) untuk mengikuti sang prabu berburu kehutan, walaupun sang prabu menolak akhirnya Nyi Mas Ratu Subanglarangpun tetap ikut dalam rombongan sang prabu berburu ke hutan.
Sesampainya dihutan mereka menemukan seorang bayi laki-laki dengan posisi nyungsang diatas rerumputan, maka bayi laki-laki tersebut diangkat menjadi anak Prabu Siliwangi atas keinginan Nyi Mas Ratu Subanglarang dengan diberi nama Walangsungsang (Embah Kuwu Sangkan Pangeran Cakrabuana).
Dan beberapa selang waktu kemudian, Nyi Mas Ratu Subanglarang mendapatkan hawatif yang sama. Sesampainya dihutan bersama rombongan Prabu Siliwangi, beliau menjumpai petani yang sedang menanam terong dan saat rombongan kembali dari berburu dengan idzin Allah terong-terong tersebut telah waktunya panen. Sehingga Nyi Mas Ratu Subanglarangpun memetiknya satu buah lalu dimakannya terong tersebut. Sesampainya dikraton Nyi Mas Ratu Subanglarang pun akhirnya hamil, sang Prabu Siliwangi sangat bahagia. Dan dari kehamilan tersebut lahirlah seorang bayi perempuan yang bernama Nyi Mas Dewi Rarasantang.
Pada usianya yang telah meninjak dewasa Walangsungsang bermimpi bertemu Kanjeng Nabi Muhammad saw., sehingga Walangsungsang memohon restu dari sang Prabu Siliwangi untuk mempelajari Agama Islam. Sang Prabu pun marah besar dan Walangsungsang pun akhirnya diusir dari kraton Pajajaran.
Mengetahui kakaknya diusir, Nyi Rarasantangpun menyusul kakaknya keluar dari kraton Pajajaran. Sri Maha Prabu Siliwangi Kebingungan karena putrinya hilang, sehingga mengerahkan semua pasukannya untuk mencari sang putri Nyi Rarasantang, namun tak ditemukan.
Diceritakan Walangsungsang tiba di Gunung Maraapi (Rajadesa Ciamis Timur) bertemu dengan Sanghyang Danuwarsih (Kikuwu Cerbon Girang) dengan mengutarakan maksud kedatangannya mencari Guru Syahadat, namun tidak disanggupinya. Danuwarsih malah menikahkannya dengan putrinya yang bernama Nyi Mas Endang Geulis.
Sedangkan Nyi Rarasantang berada di Gunung Tangkuban Prahu, ia bertemu dengan Nyi Endang Sukati serta memohon bantuan untuk dipertemukan dengan kakaknya, namun Nyi Endang Sukati hanya dapat memberikan kesaktian dan petunjuk untuk menemui Ki Ajar Sakti di Gunung Liwung.
Nyi Rarasantang pun bertemu dengan Ki Ajar Sakti, beliau memberitahukan bahwa kakaknya Walangsungsang telah beristri di Gunung Maraapi dan Nyi Rarasantangpun diberi nama Ratnaeling yang kelak akan mempunyai putra yang punjul sebuana. Tidak beberapa lama akhirnya kakak adik tersebut bertemu di Gunung Maraapi.
Setelah sebulan lamanya di Gunung Maraapi Walangsungsang, Nyi Endang Geulis, dan Nyi Rarasantang melanjutkan perjalanannya mencari Guru Syahadat. Nyi Endang Geulis dan Nyi Rarasantangpun dimasukkan kedalam cincin Ampal yang dipakai Walangsungsang agar perjalanannya lebih mudah.
Di Gunung Ciangkup mereka bertemu dengan Sanghyang Nanggo, namun ia tidak bisa mengajarkan Ilmu Syahadat dan mereka hanya diajarkan ilmu kanuragan. Selanjutnya di Gunung Kumbang mereka bertemu Sanghyang Naga, di Gunung Cangak mereka bertemu Sang Pendeta Luhung, namun mereka belum menemukan juga guru yang dicari.
Akhirnya mereka bertiga menuju Gunung Jati, datang sudah dihadapan Syekh Nur Jati sambil menyampaikan tujuannya. Syekh Nur Jati segera memberikan wejangan Ilmu Syahadat Syareat Kanjeng Nabi Muhammad saw.
Walangsungsang diberi nama Shomadullah dan diijinkan membangun sebuah dukuh, dan bertemulah dengan Ki Gedeng Alang-Alang di Lemah Wungkuk, Ki Gedeng Alang-Alang memberinya nama Cakrabumi disitulah Walangsungsang membangun sebuah dukuh yaitu dukuh Cirebon. Dinamakan Cirebon karena dukuh yang dibangun oleh Cakrabumi menjadi terkenal lantaran terasi (Grage) yang dibuat oleh Cakrabumi. Yang pembuatannya dari Rebon (udang kecil) dan air perasannya dibuat Petis (Cai Rebon/Air Udang).
Ketenaran trasi tersebut sampailah ke kraton Rajagaluh, sehingga dukuh Cirebon harus membayar upeti berupa Terasi Gelondongan ke kerajaan Rajagaluh, dan diangkatlah Ki Gedeng Alang-Alang menjadi Kuwu, dan setelah sepeninggalnya jabatan Kuwu diserahkan kepada Cakrabumi dengan gelar Kuwu Cerbon Cakrabuana.
Setelah sekian waktu, Cakrabuana diperintahkan oleh Syekh Nur Jati untuk bai’at tabaruk kepada Syekh Maulana Ibrahim dinegara Campa. Cakrabuana mendapatkan perintah dari Syekh Maulana Ibrahim untuk menunaikan Ibadah Haji dengan membawa surat untuk Syekh Bayan dan Syekh Abdullah di Mekah.
Cakrabuana mematuhi perintah sang guru, mohon pamit meneruskan perjalanan menuju mekkah dengan menaiki mancung bersama adiknya Nyi Rarasantang. Antara lama kemudian sampailah ditanah mekkah dihadapan Syekh Bayan dan Syekh Abdullah menerimakan sepucuk surat dari Syekh Maulana Ibrahim.
Diceritakan dinegara mesir Kanjeng Sultan Maulana Mahmud Syarif Abdullah sedang bermuram durja karena ditinggal sang permaisuri, siang malam berdzikir pada Allah untuk mendapatkan kasih saying-Nya.
Pada saat tafakkurnya, Kanjeng Sultan mendapatkan petunjuk dari Allah bahwa jodohnya ada di mekkah. Akhirnya Kanjeng Sultan mengutus patihnya untuk mencari seorang perempuan yang pantas untuk jadi permaisuri.
Tidak antara lama mereka melihat seorang perempuan yang cantik sekali mengungguli perempuan senegara ia itu adalah Nyi Rarasantang, lalu dikuntitnya sampai bertemu dirumah Syekh Bayan. Perihal Kanjeng Sultan disampaikannya kepada Nyi Rarasantang. Nyi Rarasantang dan Cakrabuana ikut Ki Patih ke Mesir menghadap Kanjeng Sultan Mesir dan mereke pun ditempatkan dirumah Ki Penghulu Jamaluddin.
Kanjeng Sultan bertemu dengan Nyi Rarasantang dimasjid Tursina, beliau sangat setuju sekali mirip denga permaisurinya yang telah meninggal dunia, segera Nyi Rarasantang didekati dan dilamarnya. Namun Nyi Rarasantang meminta maskawin putra laki-laki waliyullah yang punjul sebuana, permintaan tersebut disanggupi oleh Kanjeng Sultan atas kehendak dan petunjuk dari Allah. Akhirnya Nyi Rarasantang menikah dengan Kanjeng Sultan Syarif Abdullah dan diberi nama Hj. Syarifah Muda-im.
Setelah satu tahun lamanya Cakrabuana pulang ke Cirebon dengan diberi nama oleh Syekh Bayan adalah Bayanullah, Syekh Abdullah pun memberi nama yaitu Abdullah Iman. Dalam perjalanannya menuju Cirebon, cakrabuana mampir di Aceh sebulan lamanya, kemudian mampir di Palembang selama tiga bulan.
Tidak antara lama Cakrabuana mempunyai bayi perempuan diberi nama Ratu Mas Pakungwati, kemudian ki Kuwu Cakrabuana membangun kraton Pukungwati. Tak lama kemudian Ki Kuwu mempunyai bayi laki-laki bernama Pangeran Cerbon.
Diceritakan dinegara Mesir Kanjeng Sultan dan Syarifah Mudaim/Nyi Rarasantang berziarah ke mekkah dan kemakam Kanjeng Nabi Muhammad saw. dalam usia kandungannya yang ke tujuh bulan.
Tidak lama kemudian Syarifah Mudaim melahirkan bayi laki-laki yang elok sekali, cahayanya meredupkan cahaya matahri pada tanggal 12 mulud ba’da subuh. Bayitersebut langsung dibawa Thowaf oleh Kanjeng sultan dan diberi nama Syarif Hidayatullah dengan disaksikan para ulama dan para mukmin. Antara tahun Syarifah Mudaim mengandung lagi dan melahirkan seorang bayi lelaki yang diberi nama Syarif Nurullah.
Tidak antara tahun Kanjeng Sultan wafat, dan kerajaan mesir dipimpin oleh Patih Jamaluddin sebagai wakil karena Syarif Hidayatullah masih kecil.
Diceritakan setelah Syarif Hidayatullah meranjak dewasa, beliau sangat ingin berguru kepada Kanjeng Nabi Muhammad walaupun pada saat itu menurut dhohirnya Kanjeng Nabi telah wafat.
Karena tidak tahan dengan rasa rindunya kepada Kanjeng Nabi Muhammad, Syarif Hidayatullah meminta izin kepada ibunya untuk mencari Kanjeng Nabi. Akhirnya diizinkan pula sang putra oleh ibunya.
Dalam perjalanannya Syarif Hidayatullah bertemu dengan Nagasaka yang member petunjuk untuk pergi ke makam Nabi Sulaiman dipulau majeti. Sebelum sampai beliau bertemu dengan Pendeta Ampini yang mengajak bersama-sama menuju majeti. Sesampainya disana Syarif Hidayatullah atur hormat, namun Pendeta Ampini langak longok mencari cincin Nabi Sulaiman, sehingga datanglah petir menyambar sang pendeta karena memikirkan keduniaan dan sekh Syarif terlempar hingga dipuncak gunung. Segera sekh Syarif bertobat karena telah menemani orang yang berlaku durjana.
Setelah bertobat syekh Syarif bertemu dengan petapa yang disampingnya terdapat kendi pertula. Syekh Syarif berkata; “Hai sang tapa itu kendi milik siapa? Saya ingin minum”. Sang petapa menjawab; “Wallahu a’lam tatkala saya memulai bertapa kendi itu sudah ada”. Syekh Syarif berkata; “Hai kendi pertula engkau siapa yang mempunyai milik? Karena saya ingin minum”. Kendi itu menjawab; “Saya kendi asal surge, turun kala waktu Nabi Nuh, iya tuan yang mpunyai milik”. Lalu kendi airnya diminum tidak sampai habis, lalu kendi diletakkan. Kendi segera mengucap; “Tuan pasti menjadi raja/ nata seturunannya, akan tetapi tidak sampai terus, direbut hingga terjajah”. Kendi lalu diminum kembali hingga habis. Pratula berkata kembali; “selanjutnya Negara tuan abadi tidak terjajah, saya kelak mengabdi kala tuan jadi raja”. Lalu kendi segera terbang keangkasa.
Kemudian Syekh Syarif melanjutkan perjalanannya dengan dihadang berbagai godaan dunia. Tak lama kemudian Syekh Syarif dilanda gelap gulita hingga sengsara. Kemudian datanglah Nabi Ilyas memberikan petunjuk untuk naik kebukit menemui penunggang kuda, sesampainya disana bertemu dengan penunggang kuda yaitu Nabi Chidir dan Syekh Syarif pun diajak untuk naik kuda dan diantarkan naik keatas sampai dinegri ajrak. Dinagara ajrak Syekh Syarif masuk kedalam Masjid Mirawulung dan bertemu arwakh para syuhada dan para mukmin.
Syekh Syarif bertafakkur hingga diridhoi Allah untuk naik kelangit tujuh dan bertemu dengan Rasulullah.
Setelah sowan ke kanjeng Nabi Muhammad, Syekh Syarif pulang ke negeri mesir menemui Ibunda Rarasantang. Antar sebulan lamanya dimesir Syekh Syarif menunaikan Ibadah Haji, sepulangnya berhaji beliau diangkat menjadi Sultan Mesir Maulana Mahmud.
Setelah beberapa waktu Ibunda Rarasantang memerintahkan kepada Syekh Syarif untuk pergi ke tanah jawa menemui Ki Kuwu Cakrabuana, dan Syekh Syarif mematuhinya dan kesultanan diserahkan kepada Syarif Nurullah.
Sesampainya dicirebon, Syekh Syarif sowan ke Syekh Nur Jati kemudian ke Sunan Ampel untuk mendapatkan wejangan-wejangan dengan diantar oleh Ki Kuwu Cakrabuana. Dan beliaupun dinikahkan dengan putri Ki Kuwu Cakrabuana Nyi Mas Pakungwati namanya.
Setelah itu barulah Syekh Syarif menyebarkan agama islam ditatar pasundan Cirebon dan sekitarnya sampai ke tanah china, India dll.
Pada suatu hari Ki Kuwu Cakrabuana dan Kanjeng Sinuhun Gunung Jati bermufakat untuk menghadap kepada Prabu Siliwangi untuk mengajaknya masuk Islam.
Diceritakan dikraton pajajaran Prabu Siliwangi dan pengiringnya hendak bertolak ke cirebon meninjau cucunya Kanjeng Sinuhun. Tidak lama kemudian Kibuyut Talibarat menjumpai sang prabu dan mempengaruhinya untuk tidak masuk Islam, sehingga sang prabu pun merubah kratonnya menjadi hutan dan seluruh pengiringnya menghilang dikarenakan tidak mau masuk Islam dan sudah mengetahui bahwa Kanjeng Sinuhun akan datang.
Tidak berapa lama kemudian datanglah Kanjeng Sinuhun dengan Ki Kuwu Cakrabuana mendapati kraton telah berubah menjadi hutan, namun beliau berdua masih dapat melihat kraton pajajaran seperti semula lalu masuk dan mengislamkan sebagian penghuninya yang masih ada, namun tidak didapatinya sang prabu.
Setelah beberapa waktu kemudian Kanjeng Sinuhun memohon kepada Allah untuk dipertemukan dengan Prabu Siliwangi, namun didapatinya telah menjadi macan/harimau. Kanjeng Sinuhun tetap mengajak sang prabu untuk masuk islam, dan akhirnya dengan berbagai macam kejadian upaya sang prabu pun mengikuti agama islam dan tetap menjadi macan yang akan melindungi keturunan Kanjeng Sinuhun Gunung Jati.
NYI MAS AYU GANDASARI
Diceritakan Ki Gedeng Selapan dan diwartakan sejak dulu tatkala bertapa digunung Mendang dibawah pohon pudak memuja semedi ingin mempunyai anak yang sakti lagi punjul. Pertama bertapa bunga pudak baru kuncup, sekarang sudah berjatuhan dihadapan Ki Gedeng, bunga yang jatuh ketanah tersebut ternyata jadi bayi perempuan, lalu bayi itu dibawa pulang dan diberi nama Nyi Mas Ayu Fatimah Pamuragan atau Nyi Mas Ayu Fatimah Gandasari. (menurut pendapat lain Gandasari adalah putri angkatnya Sultan Aceh atau adik perempuannya Faletehan).
Diceritakan Gandasari sudah berumur 15 tahun dan sudah bai’at kepada Sunan Gunung Jati, dan kecantikannya sudah masyhur ke 25 negara sehingga banyak laki-laki yang melamar dari segala macam profesi dan jabatan. Namun karena sulit untuk memutuskan mana yang harus diterima, Nyi Mas Ayu Gandasaripun mengadakan sayembara bagi lelaki yang dapat mengalahkannya maka ia bersedia mengabdi kepada lelaki tersebut sebagai istri.
Dari sayembara tersebut para gegedeng saling berebut menangkap Nyi Mas Ayu Gandasari, namun tak satupun yang bisa menangkap atau mengalahkannya.
Diceritakan ada satria yang baru datang dipantai Cirebon membawa kitab dua perahu dari Negara Syam/Syria yang bernama Syarif Syam mencari guru mursyid yang bisa memotong rambutnya karena belum ada yang bisa memotongnya (diceritakan kitab-kitab tersebut terdampar di jawa timur).
Setelah keluar dari perahu datanglah ke kebun gayam. Disana ia melihat seorang laki-laki yang sedang memukul/mengupas/membentongi buah gayam untuk diambil isinya. Syarif Syam menanyakan tentang keberadaan guru mursyid tersebut, dan Syekh Bentong pun menunjukkannya kearah selatan bahkan Syekh Bentong menggelung rambutnya Syarif Syam dan memberinya nama Pangeran Rimagelung. Syekh Bentong mengajak Pangeran Rimagelung untuk Sholat didalam bumbung bambu pagar rumahnya, Pangeran Rimagelungpun terheran-heran karena ternyata didalamnya ada sebuah masjid besar dan banyak makmumnya. Pangeran Rimagelungpun dijamu dengan buah-buahan yang ditanam seketika itu juga oleh Syekh Bentong dan pada saat itupula langsung berbuah dan langsung masak.
Tidak beberapa lama, Pangeran Rimagelung bertemu dengan kakek tua (Sunan Gunung Jati), beliau memotong rambut Pangeran Rimagelung hanya dengan jari-jarinya, lalu kemudian kakek tua itu pergi. Pangeran Rimagelungpun mencarinya hingga ahirnya datang ke tempat sayembara Nyi Mas Ayu Gandasari.
Disana Pangeran Rimagelung merasa iba kepada Nyi Mas Ayu karena dikeroyok oleh para lelaki, dengan tujuan membantu Pangeran Rimagelungpun masuk arena sayembara. Namun malah ditantang oleh Nyi Mas Ayu karena telah memasuki arena sayembara, akhirnya ia pun ikut memperebutkan Gandasari.
Gandasari menyerang Pangeran Rimagelung dengan berbagai macam senjata, namun tak satu senjata pun yang melukai sang pangeran, akhirnya Gandasaripun kabur masuk kedalam bumi keatas awan namun sang pngeran selalu ada dibelakangnya.
Gandasaripun ahirnya bersembunyi dibawah sandalnya Sunan Gunung Jati, sang pangeran memohon restu kanjeng sinuhun gunung jati untuk mengangkat kakinya, kemudian Nyi Mas Ayu sembunyi dalam sabuknya, sang pangeranpun kembali memohon kanjeng sinuhun untuk membuka sabuknya, Nyi Mas Ayu pun pindah kedalam cincinnya, sang pangeran pun meminta kanjeng sinuhun melepas cincinnya, Nyi Mas Ayu pindah bersembunyi dibalik jubah kanjeng sinuhun, ahirnya sang Pangeran Rimagelung tidak sabar ditabraknya kanjeng sinuhun, namun sang pangeran tersungkur ditanah tidak kuat menabrak kanjeng sinuhun. Akhirnya Pangeran Rimagelung meminta maaf dan bertobat kepada kanjeng sinuhun Gunung Jati karena telah salah jalan, padahal tujuan awal dari perjalanannya ke Cirebon adalah mencari guru syahadat kanjeng sinuhun Gunung Jati.
Nyi Mas Ayu Gandasari pun mengakui kekalahannya, Nyi Mas Ayu bersedia menjadi istri Pangeran Rimagelung namun Nyi Mas Ayu mengajukan syarat menikahnya nanti saja dialam batin, hal ini disepakati dan disaksikan oleh kanjeng sinuhun Gunung Jati dan Ki Kuwu Cakrabuana.
SITI FATIMAH LODAYA
Diceritakan dinegeri India ada seorang raja meninggal dunia beliau akan dibakar ditengah laut, pada saat itu pula Kanjeng Sinuhun Gunung Jati melewati kapal mereka. Kanjeng Sinuhun menanyakan perihal yang akan dikerjakan oleh para prajurit tersebut, maka Kanjeng Sinuhun mengajak mereka semua untuk masuk islam, tapi mereka semua tidak ada yang mau kecuali Kanjeng Sinuhun bisa menghidupkan raja mereka. Atas idzin Allah raja mereka itu dihidupkan kembali, serentak mereka semua bersujud dan bai’at syahadat kepada Kanjeng Sinuhun. Setelah mereka masuk islam, mereka kembvali ke negaranya dengan mengislamkan satu Negara.
Selang beberapa waktu sang raja tersebut meninggal dunia dalam keadaan islam dan meninggalkan permaisuri yang sedang mengandung. Setelah beberapa bulan lahirlah seorang bayi perempuan yang diberi nama Fatimah, setelah Nyi Mas Fatimah meranjak dewasa ia diberitahukan bahwa ayahnya adalah Sunan Gunung Jati karena pada dasarnya ayahnya itu telah wafat sebelum Nyi Mas Fatimah menitis.
Sehingga Nyi Mas Fatimah pun berlayar kecirebon mencari Kanjeng Sinuhun, sesampainya dicirebon Nyi Mas Fatimah diperintahkan oleh Kanjeng Sinuhun untuk mengalahkan Siluman Ratu Laut Kidul.
Terjadilah pertempuran antara Nyi Mas Fatimah dan Ratu Laut Kidul yang dimenangkan oleh Nyi Mas Fatimah, sehingga Nyi Mas Fatimahpun diangkat menjadi Ratu Siluman Laut Kidul dengan nama Nyi Mas Fatimah Lodaya dan tinggal dipantai selatan daerah Rawa Onom.
Diceritakan setiap lelaki yang menikah dengan Nyi lodaya pasti meninggal, sampai suatu hari datang seorang pemuda Syekh Abdurrahman Kalijaga. Beliau datang atas petunjuk Allah dengan berbekalkan pakaian, beras, dan kepeng (uang) (menurut KH. Idris Anwar inilah yang menjadi dasar adanya maskawin syahadat), sebelum sampai ketempat tujuan beliau bertemu dengan seorang kakek. Kakek tersebut meminta barang bawaan Syekh Abdurahman dan berpesan kepadanya “Rahasia aja dibuka, Rejeki setitik aja ditampik, Bojo ayu aja buru-buru”, dengan petunjuk dari Allah Syekh Abdurrahman pun menikahi Nyi Lodaya dengan berpuasa selama 40 hari, dimana pada suatu malam ditemukannya seekor ular berada didalam farji Nyi Lodaya dan setelah dicabut oleh Syekh berubahlah ular tersebut menjadi keris. Dengan kejadian tersebut jelaslah bahwa yang menyebabkan para suami meninggal adalah ular tersebut, dengan hilangnya ular tersebut perkawinan mereka pun rahayu.
SYEKH RUMAJANG
Syekh Rumajang adalah putra prabu Siliwangi dari ibu yang bernama Nyi Mas Ratu Subanglarang/ Dewi Kumala Wangi, Syekh Rumajang masa kecilnya bernama Prabu Kian Santang. Ia adalah adik dari Walangsungsang dan Nyi Rarasantang.
Dari sejak kecil sampai dewasa yaitu usia 33 tahun prabu Kian Santang belum pernah dikalahkan kesaktiannya sejagat pulau jawa. Karena sangat ingin sekali mencari orang sakti, akhirnya memohon bantuan kepada ayahanda Prabu Siliwangi untuk mencarikan orang sakti yang bisa mengalahkannya, ternyata gagal karena tidak ada yang sanggup melukai walau hanya kulitnya saja. Sampai para ahli nujum pun dihadirkan untuk mencari dimana ada orang sakti yang mampu mengalahkan Prabu Kian Santang namun tetap tidak ketemu.
Dalam situasi yang membingungkan datang seorang kakek, prabu Siliwangi dan seluruh isi keraton tersebut terkejut, kakek tersebut membawa berita bahwa orang yang dapat menandingi Prabu Kian Santang adalah Sayyidina Ali yang tempatnya jauh di Mekkah (padahal pada waktu itu Sayyidina Ali telah wafat, namun kejadian ini dipertemukan dengan kehendak Allah). lalu kakek tersebut berkata kepada Prabu Kian Santang kalau ingin bertemu dengan dia kamu harus melaksanakan dua syarat yaitu harus muja semedi dulu diujung kulon, dan nama harus diganti dengan nama Galantrang Setra (Galantrang=Berani, Setra=Bersih/Suci).
Setelah Prabu Kian Santang melaksanakan dua syarat tersebut, maka berangkatlah beliau ketanah suci Mekkah. Setibanya disana beliau bertemu dengan sayyidina Ali namun Galantrang Setra tidak mengetahuinya bahwa yang ia hadapi adalah Sayyidina Ali. Lalu Galantrang Setra menanyakan rumahnya sayyidina Ali, maka lelaki tersebut mengantarkannya kerumah sayyidina Ali, namun sebelum berangkat lelaki tersebut menancapkan tongkatnya ditempat tersebut.
Setelah mereka jauh lelaki tersebut meminta Galantrang Setra untuk mengambilkan tongkatnya dan apabila tidak mau maka tidak akan diantar kerumah sayyidina Ali. Namun setelah mencoba mengambilnya dengan satu tangan tongkat tersebut tidaklah terangkat, maka Galantrang Setra pun mengerahkan semua kekuatannya namun tak kunjung terangkat malah tubuh Galantrang Setra amblas masuk kedalam bumi dengan berkucuran darah.
Ahirnya lelaki yang tidak lain adalah sayyidina Ali pun datang, dengan membaca Basmalah dan syahadat terangkatlah tongkat tersebut dan seluruh luka ditubuh Galantrang Setra pun sembuh. Maka ia pun meminta diajarkan kalimat tersebut, namun tidak diberikan karena Galantrang Setra belum masuk islam, dan keduanya melanjutkan perjalanan menuju kota mekkah.
Sesampainya dimekkah lelaki yang bersamanya itu dipanggil Ali, Galantrang Setra mendengar sebutan tersebut sangat terkejut bahwa lelaki yang mengantarnya adalah Sayyidina Ali.
Dengan demikian Galantrang Setra merasa takut dan malu sehingga hilang keberaniannya, maka berangkatlah Galantrang Setra dengan maksud pulang ketanah jawa, namun kesaktiannya telah hilang maka Galantrang Setra pun tidak bisa pulang kejawa sehingga dia pun kembali lagi ke tanah mekkah.
Seketika itu pula Galantrang Setra menemui Sayyidina Ali dan langsung memohon berguru dan masuk islam, ia bermukim dimekkah selama 20 hari sambil mempelajari agama islam dan barulah kembali ketanah jawa pajajaran.
Setibanya dipajajaran ia menceritakan pengalamannya ditanah mekkah serta pertemuannya dengan Sayyidina Ali dan pada ahirnya ia memberitahukan kepada ayahandanya bahwa ia telah masuk islam, dengan demikian Prabu Siliwangi murka namun Galantrang Setra belum bisa menyebarkan islam dengan sempurna karena belum menguasai tentang islam.
Karena ketidakmampuannya menyebarkan agama Islam, maka Galantrang Setra pun kembali lagi ke mekkah selama 7 tahun untuk menekuni agama Islam. Setelah merasa cukup Galantrang Setra kembali lagi ke pajajaran bersama saudagar arab.
Setibanya ditanah jawa Galantrang Setra langsung menyebarkan agama islam dikalangan masyarakat dan sangat diterima oleh masyarakat. Kemudian Galantrang Setra bermaksud menyebarkan agama Islam dilingkungan keraton.
Setelah Galantrang Setra datang ke keraton, ia sangat terkejut karena yang tersisa hanyalah hutan belantara dan tidak didapatinya seorang pun. Maka Galantrang Setra berdo’a memohon kepada Allah untuk dipertemukan dengan ayahadanya yaitu Prabu Siliwangi, Allahpun mengabulkannya. Dengan tiba-tiba ayah dan pengiringnya keluar dari hutan, sehingga Galantrang Setra pun sangat bahagia dan memberi hormat serta berkata; “wahai ayahku yang tercinta, kenapa ayah ada dihutan? Sedangkan ayah itu seorang raja, apakah pantas seorang raja diam dihutan? Lebih baik ayah ke kraton dan saya akan mengajak ayah dan para pengiring masuk islam”, Prabu Siliwangi tidak menjawab, malah balik bertanya; “Wahai anakku Prabu Kian Santang, apakah yang pantas untuk diam dihutan?”, Galantrang Setra menjawah; “Ayahku, yang pantas ada dihutan adalah binatang buas seperti macan”, seketika itu pula Prabu Siliwangi beserta pengiringnya menjadi Macan/ Harimau. Namun Galantrang Setra tidak putus asa untuk mengajak ayahnya masuk islam, sampai ahirnya Prabu Siliwangi terdesak dipantai laut kidul digarut, tetapi tetap tidak mau masuk islam (karena dengan idzin Allah yang meng islamkannya adalah Kanjeng sunan Gunung Jati beberapa waktu kemudian).
Dengan rasa menyesal Galantrang Setra membendung jalan larinya Prabu Siliwangi dan Prabu beserta pengiringnya masuk kedalam gua (gua sancang pameungpek). Setelah mengejar-ngejar ayahnya dan tidak berhasil maksudnya maka Galantrang Setra atau Prabu Kian Santang kembali ke Pajajaran, sewaktu dalam perjalanan bertemu dengan seorang lelaki yang ingin masuk islam, dengan sangat gembira Prabu Kian Santang menerimanya dengan mengajarkan dua kalimat syahadat, kemudian orang tersebut dikhitan namun karena terlalu gembira sehingga mengkhitannya tergesa-gesa sehingga hasafahnya terputus dan orang tersebut wafat dan dikuburkan ditempat tersebut (Islam Nunggal/Salam nunggal).
Setibanya dipajajaran Prabu Kian Santang membangun kembali kerajaan sambil menyebarkan agama islam kepeloksok daerah dibantu oleh saudagar arab, namun istana kerajaan yang diciptakan oleh Prabu Siliwangi menjadi hutan rimba tidaklah dirubah sehingga tetap menjadi hutan.
Tidak lama kemudian Prabu Kian Santang mendapatkan ilham untuk Uzlah (menyepi dan bertafakkur), sehingga Prabu Kian Santang pun berjalan mencari tempat yang cocok untuk berkholwat.
Dalam proses pencariannya, Prabu Kian Santang membawa peti yang berisikan tanah pusaka sebagai tanda tempat yang disinggahinya adalah tempat yang cocok. Apabila tempat tersebut cocok untuk tempat uzlahnya maka peti itu bergerak-gerak/godeg-godeg, namanyapun dirubah menjadi Sunan Rohmat.
Setelah melalui Gunung Ciremai dan Gunung Tasikmalaya namun tetap tidak ada tanda godeg dari pusakanya tersebut, beliau menuju Gunung Suci Garut dengan namanya Syekh Rumajang (majeng/maju/jalan terus/pantang menyerah dalam mencari ridho Allah). Setibanya digunung Suci peti tersebut diletakkan diatas tanah, secara tiba-tiba peti tersebut godeg-godeg. Dengan godegnya peti tersebut memberi petunjuk bahwa ia harus bertafakkur di Gunung Suci.
SAYYID UTSMAN
Nama lengkapnya adalah Sayyid Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya Al-Alawi. Ibunya adalah Aminah binti Syekh Abdurrahman Misri, lahir di pekojan Jakarta Utara pada 17 Robi’ul Awal 1238 H/1822 M.
Beliau berguru pada beberapa syekh yaitu pada kakeknya Syekh Abdurrahman Misri di makkah, kepada Habib Abdullah bin Husain bin Thohir dan kepada Habib Abdullah bin Umar bin Yahya , dan juga kepada Habib Ali bin Segaf Al-Jufri di Hadramaut. Disamping itu beliau menuntut ilmu ke Mesir, Tunisia, Al-Jazair, Persia, Turki, dan Siria, dan setelah itu kembali kejakarta pada tahun 1862 M.
Beliau adalah ulama besar yang jarang tandingannya dizamannya dan disegani oleh kalangan muslim dinusantara dan Arabia, beliau dimasyhurkan dengan nama “Mufti Batavia atau Mufti Betawi”.
Beliau selain mengajar syariat islam juga menyusun kitab-kitab agama yang banyak tersebar luas ditanah jawa, lebih dari 80 buah kitab karangan beliau dalam berbagai disiplin ilmu keislaman. Kitab-kitab beliaupun banyak yang dijadikan reverensi pada berbagai pengajian, khususnya pada masyarakat betawi. Pada zaman belanda salah satu kitab beliau pun dijadikan salah satu pedoman pengambilan keputusan pada pengadilan agama
Disamping itu beliau aktif didalam berdakwah dan mendidik ummat walaupun masih dalam penjajahan belanda sehingga beliau memiliki banyak murid yang tersebar dipeloksok Jakarta dan sekitarnya, boleh dikatakan bahwa pada umumnya ulama-ulama dan habaib Jakarta adalah berasal dari murid beliau, sehingga beliau pantas diberi gelar “Guru dari para guru”.
Salah satu keramatnya adalah untuk menentukan arah kiblat suatu bangunan masjid, maka beliau cukup hanya dengan menunjuk dengan jari telunjuknya, maka seluruh orang yang berkumpul akan dapat melihat ka’bah. Sehingga arah kiblatnyapun tidak ada keragu-raguan.
Dalam hubungannya dengan pihak pemerintah Belanda dijakarta, beliau bersikap moderat dan diplomatis demi kepentingan ummat islam, maka tidak heran sesuai dengan kapasitas keilmuannya beliau diangkat sebagai mufti Batavia untuk mengurusi persoalan perdata kaum muslimin di Jakarta pada waktu itu.
Beliaupun sering melakukan korespondensi dengan ulama di Arabia, diantaranya dengan Syekh Yusuf bin Isma’il An-Nabhani dari Lebanon.
Beliau wafat pada tahun 1923 M dan dimakamkan di pemakaman Karet Tanah Abang Jakarta.
SAYYID HUSEIN
Nama beliau adalah Habib Husein bin Abi Bakar Al Idrus lahir di Migrab, dekat Hazam, Hadramaut, datang di Betawi sekitar tahun 1746 M. Berdasarkan cerita, bahwa beliau wafat di Luar Batang, Betawi tanggal 24 Juni 1756 M. bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 Hijriyah. . Silsilah beliau : Habib Husein bin Abubakar bin Abdullah bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Abdullah bin Abubakar Al-Sakran bin Abdurrahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Al-Dawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath.
Habib Husein yang lebih terkenal dengan sebutan Habib Keramat Luar Batang, menurut Habib Musthofa Alidrus yang selalu membacakan Manaqib Habib husein Alidrus pada acara haul, diwaktu Habib Husein masih hidup beliau pernah berkata kepada seorang opsir belanda “nanti suatu saat kamu akan menjadi orang besar”, opsir tersebut tidak mengindahkan kata-kata Habib, hingga dia pulang ke negaranya lalu dipanggil lagi ke indonesia dengan jabatan tinggi, dia teringat akan kata-kata Habib dan mau memberikan hadiah, lalu ditawarkan berbagai hadiah spt uang,emas dll tapi Habib tidak mau, akhirnya disepakati Habib mau menerima hadiah berupa kepemilikan daerah sekeliling yang sekarang lokasinya di makamnya itu, dulunya daerah itu adalah tempat yang kalau laut pasang terendam air, setelah dikabulkan maka di pasang patok-patok kayu menandakan batas wilayah yang Habib inginkan, nah dari situ muncul kata-kata “luar batang” karena dari laut tersebut keluar batang-batang kayu pembatas .
Habib Husein tiba di Luar Batang, daerah Pasar Ikan, Jakarta, yang merupakan benteng pertahanan Belanda di Jakarta. Kapal layar yang ditumpangi Habib Husein terdampat didaerah ini, padahal daerah ini tidak boleh dikunjungi orang, maka Habib Husein dan rombongan diusir dengan digiring keluar dari teluk Jakarta. Tidak beberapa lama kemudian Habib Husein dengan sebuah sekoci terapung-apung dan terdampar kembali di daerah yang dilarang oleh Belanda. Kemudian seorang Betawi membawa Habib Husein dengan menyembunyikannya. Orang Betawi ini pun berguru kepada Habib Husein. Habib Husein membangun Masjid Luar Batang yang masih berdiri hingga sekarang. Orang Betawi ini bernama Haji Abdul Kadir. Makamnya di samping makam Habib Husein yang terletak di samping Masjid Luar Batang.
Habib Husein sering tidak patuh pada Belanda. Sekali Waktu beliau tidak mematuhi larangannya, kemudian ditangkap Belanda dan di penjara di Glodok. Di Tahanan ini Habib Husein kalau siang dia ada di sel, tetapi kalau malam menghilang entah kemana. Sehingga penjaga tahanan (sipir penjara) menjadi takut oleh kejadian ini. Kemudian Habib Husein disuruh pulang, tetapi beliau tidak menghiraukan alias tidak mau pulang, maka Habib Husein dibiarkan saja. Suatu Waktu beliau sendiri yang mau pergi dari penjara.
Dulu pernah ada cerita pada waktu itu ada seseorang warga pergi kepasar dan dia membeli daging mentah, begitu akan pulang kerumah beliau mendengar kabar bahwa Habib husein bin abi bakar al idrus berpulang kerahmatulloh, maka bergegas dia pergi kemasjid untuk ikut bersama-sama sholat jenazah .Setelah selesai sholat jenazah dan ikut menguburkan dia kembali kerumah dan menyuruh sang istri untuk segera memasak daging tersebut. Namun hingga beberapa lamanya sang istri memasak daging itu tidak matang-matang.,dan masih keliatan seperti daging segar, ditengah keanehan yang terjadi sang istripun mengeluh kepada suaminya; “bang ko daging yang saya masak tidak mateng-mateng ? padahal sudah hampir setengah hari saya memasak daging itu, tapi daging itu tetap segar !. Sang suamipun juga diliputi keanehan tersebut !.Setelah beberapa lama dia berpikir akhirnya dia ingat sesuatu, sewaktu dia mengikuti majlis taklim yang diadakan oleh Habib husein bin abi bakar al idrus , beliau pernah berceramah bahwa barang siapa yang mensholati aku sewaktu aku meninggal dunia nanti, maka dia tidak akan bisa tersentuh oleh api neraka. Akhirnya dia mengambil pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa keanehan tersebut, dia berdoa kepada Alloh Ya Alloh mudah-mudahan aku terlindungi dari jilatan api nereka karena memuliakan Kekasih-Mu.
Salah satu karomahnya pula, Beliau memiliki kambing peliharaan yang mengumbar bebas mengelilingi Batavia, tak seorangpun berani mengganggunya bahkan kompeni belanda pun tidak berani, karena akan mendapatkan bala yang sangat pedih.
SYEKHUNAL MUKARROM
Syekhunal Mukarrom adalah sebutan bagi Al-Habib Abah Umar bin Isma’il bin Yahya, beliau lahir di Arjawinangun pada bulan Rabiul Awal 1298 H atau 22 Juni 1888 M.
Ayahnya adalah seorang da’i asal dari Hadromaut yang menyebarkan islam dinusantara yang bernama Al-Habib Syarif Isma’il bin Yahya, sedangkan ibunya adalah Siti Suniah binti H. Sidiq asli arjawinangun.
Diceritakan sewaktu beliau lahir sekujur tubuhnya penuh dengan tulisan arab (tulisan aurod dari syahadat sampai akhir), sehingga sang ayah Syarif Isma’il merasa hawatir akan menjadi fitnah. Maka beliaupun menciuminya terus setiap hari sambil membacakan sholawat hingga akhirnya tulisan-tulisan tersebutpun hilang.
Meninjak ke usia 7 tahun nan, Al-Habib Abah Umar nyantri ke pondok pesantren Ciwedus Kuningan. Sebelum Abah Umar berangkat mesantren ke ciwedus, KH. Ahmad Saubar sebagai pengasuh pesantren ciwedus mengumumkan kepada para santrinya bahwa pesantrennya akan kedatangan Habib agung, sehingga para santrinya diperintahkan untuk kerja bakti membersihkan lingkungan pesantren sebagai penyambutan selamat datang bagi habib yang sebentar lagi tiba. Kiai juga berpesan agar Habib dihormati, dimuliakan, dan jangan dipersalahkan.
Hingga pada waktu yang ditunggu datanglah Al-Habib Abah Umar ke pesantren ciwedus dalam usianya yang ke 7 tahun, para santripun geger, bingung, dan keder karena ternyata yang datang hanyalah seorang anak kecil.
Diceritakan bahwa Abah Umar diciwedus selalu hadir dalam pengajian yang disampaikan oleh KH. Ahmad Saubar baik dalam pengajian kitab kuning maupun tausiyah, namun disana Abah Umar hanya tidur-tiduran bahkan pulas disamping kiai, sehingga para santri pun mencibir/mencemooh.
Abah Umar menunjukkan khowariknya dengan mengingatkan KH. Ahmad Saubar ketika dalam membaca kitabnya ada kesalahan, begitupun para santri yang deres di kamar pun selalu diluruskan oleh Abah Umar, dengan kejadian tersebut para santri hormat dan memuliakan.
Setelah beberapa waktu mesantren diciwedus KH. Ahmad Saubar memohon kepada Abah Umar untuk diajarkan Ilmu Syahadat sesuai dengan pesan dari gurunya Embah Kholil Madura. Akhirnya KH. Ahmad Saubar mengumpulkan para santrinya untuk di bai’at syahadat oleh Abah Umar, yang didalamnya hadir K. Soheh Bondan Indramayu sebagai santri dewasa yang ikut bai’at syahadat.
Selang beberapa waktu sekitar dua tahunan Abah Umar pindah ke pesantren Bobos dibawah asuhan KH. Syuja’i, dari pondok bobos selanjutnya pindah ke pondok Buntet dibawah asuhan KH. Abbas. Dibuntet Abah Umar bertingkahnya sama seperti waktu di ciwedus, tidak mengaji hanya bermain dibawah meja kiai yang sedang mengajar ngaji, sesekali apabila kiainya ada kesalahan maka dipukullah meja kiai tersebut dari bawah meja sehingga kiainya sadar bahwa yang diajarkannya ada yang salah, tidak berselang lama kiai pun meminta untuk diajarkan syahadat.
Setelah dari pondok buntet Abah Umar berpindah lagi ke pesantren Majalengka dibawah asuhan KH. Anwar dan KH. Abdul Halim, dipesantren inilah Abah Umar menghabiskan waktu selama 5 tahunan.
Sesampainya Abah Umar dirumah, beliau menghimpun sebuah pengajian di panguragan yang dikenal dengan sebutan “Pengajian Abah Umar” atau dalam wacana para santrinya lebih dikenal dengan sebutan “Buka Syahadat atau Ngaji Syahadat”, sebab beliau menyampaikan Hakekat Syahadat dari Syarif Hidayatullah.
Ngaji Syahadat nya Abah Umar pun terdengar keseluruh peloksok negeri bahkan sampai ke Malaysia, sehingga banyak orang yang datang untuk mencari slamet dunya akherat dengan Itba’ dan bai’at kepada Abah Umar. Karena disaat itu sudah banyak yang menunggu pembukaan syahadat tersebut, mereka yang menunggu adalah orang-orang yang mendapat pesan dari para guru dan orang tua yang ma’rifat.
Dengan demikian, dalam waktu yang singkat semakin ramailah pengajian Abah Umar tersebut baik itu yang kalong maupun yang mukim. Setiap malam jum’at, panguragan dihadiri oleh para jamaah yang ingin ngaji syahadat.
Bahkan menurut berita dari orangtua dulu ketika belanda melewati panguragan mereka berkumandang “Mawlana ya Mawlana…..” dengan hidmatnya (terpengaruh oleh karomatnya Abah Umar).
Pada Tahun 1947 Abah Umar membentuk pengajiannya menjadi sebuah nama organisasi Asy-Syahadatain dengan mendapatkan izin dari presiden Soekarno, karena disaat itu setiap perkumpulan dengan banyak orang tanpa adanya organisasi yang jelas maka dapat dikategorikan sebagai usaha pemberontakan dan dapat mengganggu ketahanan nasional. Setelah itu, Asy-Syahadatain semakin besar dan ramai yang para jamaahnya menyebar sampai manca Negara.
Karena semakin ramai, maka par kiai jawa (yang tidak senang) mendengar kepesatan Asy-syahadatain, sehingga mereka hawatir para santrinya akan terbawa oleh Abah Umar, sehingga para kiai tersebut berkumpul untuk menyatakan bahwa ajaran Abah Umar adalah sesat. Akhirnya Abah Umar disidang dipengadilan Agama yang dikuasai para kiai tersebut pada saat itu, dalam pengadilanpun Abah Umar ditetapkan bersalah dengan tidak ada pembelaan dan penjelasan apapun. Akhirnya Abah Umarpun dipenjara bersama beberapa murid-muridnya termasuk KH. Idris Anwar selama 3 bulan, namun belum genap tiga bulan Abah Umar sudah dibebaskan karena sipirnya banyak yang bai’at syahadat kepada Abah Umar.
Pada tahun 1950 pertama kalinya Abah Umar menyelenggarakan tawassulan, dan pada malam itu pula Abah Umar kedatangan beberapa tamu agung, hal inipun dengan izin Allah dapat disaksikan secara batin oleh beberapa santri sahabat yang diantaranya adalah KH. Soleh bin KH. Zaenal Asyiqin.
Para tamu tersebut adalah Kanjeng Nabi Muhammad saw. beliau hadir dalam acara tawassul tersebut secara Bathiniyah dan memberikan title/gelar/derajat kepada Abah Umar yaitu Syekh Hadi, diiringi pula oleh malaikat jibril dan memberinya gelar Syekh Alim. Kemudian disusul Siti Khodijah memberi gelar Syekh Khobir, Siti Fatimah Azzahra memberi gelar Syekh Mubin, Sayyidina Ali memberi gelar Syekh Wali, Syekh Abdul Qodir memberi gelar Syekh Hamid, Syarif Hidayatullah Gunung Jati memberi gelar Syekh Qowim, dan yang terakhir Nyi Mas Ayu Gandasari datang dengan memberi gelar Abah Umar sebagai Syekh Hafidz.
Dengan kejadian tersebut, menurut KH. Soleh sebagai malam pelantikan dinobatkannya Al-Habib Abah Umar sebagai Wali Kholifaturrosul Shohibuzzaman. Sehingga perkembangan wiridnya pun semakin hari semakin bertambah sesuai dengan yang diwahyukan oleh Allah.
Pada tahun 1953 pertama kalinya Abah Umar mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di panguragan (Muludan), dengan dihadiri oleh Jamaah Asy-syahadatain sampai mancanegara.
Sebagai seorang guru syahadat Abah Umar banyak menuntun para murid/santrinya untuk beribadah dan berdzikir (wirid) dalam keadaan apapun dan bagaimanapun. Disamping beribadah, wirid, dan tafakkur (ngaji rasa), Abah Umarpun tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup jasmaniyah. Beliau bertani, berkebun, dan beternak kambing.
Pada tahun 1960 an Jamaah Asy-Syahadatain dibekukan pemerintah karena dianggap meresahkan masyarakat, alasan pembekuan tersebut hanya didasarkan pada dugaan dan laporan seseorang yang menjabat bahwa tuntunan tawassul Abah Umar dianggap menyesatkan.
Dan setelah adanya perundingan antara para ulama se-nusantara dengan para ulama Jamaah Asy-Syahadatain, akhirnya disepakati untuk membuka kembali Jamaah Asy-Syahadatain karena menurut kesepakatan para ulama disaat itu tidak ada satu tuntunanpun yang dianggap sesat dari semua tuntunan Abah Umar tesebut. Dan pada tahun 1971 Jamaah Asy-Syahadatain bergabung dengan Golkar melalui GUPPI dalam rangka ikut membangun kesejahteraan Negara.
Pada tahun 1973 an Masjid Abah Umar kedatangan khodim baru yang bernama Mar’i, ia yang menjadi pelayan didalam lotengnya Abah. Pada suatu hari ia mengambil pentungan kentong masjid dan memukulkannya kepada Sirah Abah Umar sehingga Abah Umarpun pingsan dan dibawa kerumah sakit dibandung untuk dirawat.
Dengan dawuhnya Abah Umar tersebut, para kiai yang menyaksikannya pada bersedih, karena itu merupakan pertanda Abah Umar akan Kesah (pergi). Akhirnya tidak berselang lama Abah Umar kemiren pada tanggal 13 Rajab 1393 H atau 20 Agustus 1973 M.

BIROKRASI ALAM BARZAH


ASSALAMU ALAIKUM

SALAM SEJAHTERAH

Sebelum saya membahas hal yang paling dalam,saya mengajak diri sendiri dan anda semua…bekal apa yang anda bawa ketika berpindah alam dari alam dunia kealam barzah serta alam akherat,apakah hanya ngandalin sholat,puasa,shodaqoh,zakat dan ibadah haji doang…..,apakah itu cukup????? kadang knapa kita takut mati,dan kita akan memutuskan untuk tidak mau cepat mati,memang kematian itu harus didapatkan oleh orang orang yang hidup di dunia…akan tetapi buat berangkatnya itu lho  kok malas dan enggan untuk berpindah kealam berikutnya itu semua karena disebabkan oleh  faktor” bekal “ yaitu sebuah bekal yang kurang banyak….yang digunakan untuk singgah dialam berikutnya atau karena kurangnya bekal kita berupa amal kebaikan yang digunakan agar  mendapatkan syafaat agar tidak di siksa oleh algojo malaikat barzah yang bangsa manusia gak  akan mampu melawan kekuatan bangsa malaikat tersebut sebab dialam barzah kaki dan tangan arwah di borgol mulut terkunci gak bisa ngomong…..mau protes….lewat lembaga apa?LSM?KPK?POLISI?DEWAN KEAMANAN PBB,terus klo gak ada yang nolong mau mengadukan ke siapa?klo gagal cari naungan keamanan  mau misuh…misuh (jancok ),silahkan….. dipastikan gak akan bisa,…gak ada yang dengar…,mau mengadukan ke Tuhan sesembahannya yang selain Alloh,maka  gak akan di gubris mana ada Tuhan selain Alloh bisa menolong anda yang posisinya sudah menempati alam kelanggengan…panggil tu tuhan selain Alloh yang kalian banggakan…..yang katanya bisa menjamin masuk syurga….karena Alloh sudah memberikan fasilitas mewah yang ada di Dunia,Alloh SWT hanya kasih tiket perjalanan 1x  untuk hidup di dunia,karena kita hidup di dunia yang diperlukan oleh Alloh adalah kesadaran…kesadaran untuk bisa taat dan beribadah kepada Alloh,dan waktu di dunia adalah satu-satunya jalan dan  kesempatan emas buat kita semua agar bisa beribadah sepenuhnya kepada ALLOH SWT,mencari bekal amal kebaikan,apalagi klo sudah dialam barzah yang kita hadapi adalah malaikat BARZAH bukan lagi debt kolektor,juru sita dan sipir penjara…tau nggak malaikat itu hanya punya akal,sekali perintah datang dari Alloh buat menyiksa….maka tersiksalah sang arwah tanpa ampun,tanpa tendeng aling aling….sikatz habis dahh….sang arwah dalam menerima siksaan para malaikat barzah  gak akan bisa berbicara…mulutnya tertutup rapat…sedang hati mereka yang bisa bicara,untuk itu bagi yang mau bunuh diri,tolong pikir dulu……sebelum ada jaminan masuk syurga,klo blom dapat jaminan …maka gerakkan badan untuk banyak melakukan amal  kebaikan…..kepada sesama agar amal kebaikan kita menjadi suatu bekal untuk kehidupan ,lupakan kejadian diputus pacar,banyak hutang,hidup kismin,mumpum sehat mumpum kuat,mumpum otak tajam,mumpum si unyil masih ter…ter…maka persiapkan bekal untuk menuju alam berikutnya ,jangan minta disegerakan mati,mintalah umur panjang agar bisa berbuat kebaikan dan beribadah terus….sampai habis masa kontrakan di alam dunia,sedangkan klo bekal gak cukup terus buat dapat fasilitas alam berikutnya kita menggunakan apa…..???

Uang di atm,bunga deposito,warisan enyak –bokap……mustahil dong…lha mati saja gak bawa apa-apa

Alloh membiarkan kita hidup di dunia dengan bebas supaya  kita tau akan kesadaran pribadi tentang syareat Alloh yang harus kita kerjakan dan kita ta-ati,benar kita telah dibuat hidup dan di hidupkan oleh Alloh dialam dunia, mau apa aja bebas,mau jadi supermen,batman,catty woman…mau abnormal,paranormal atau  normal,mau  jadi gay,mau jadi banci,mau jadi lesby terserah atur aja dah….tapi apakah kita hidup didunia hanya untuk makan,minum ,tidur,kencing,berak kerja dan kawin saja,tetapi alangkah  baiknya kita punya pemikiran seperti nabi ibrohim ,bapak dari para nabi…yang dibiarkan hidup oleh Alloh,tapi dengan kecerdasan seorang pilihan Alloh,maka sang kholillulloh ini mulai berpikir tentang keberadaan Tuhan,mulai matahari dan bulan sebagai bahan penilitian sampai  akhirnya bertemulah sang hamba ini dengan pencarian selama itu ,sang  bapak dari para  nabi ini mencari Tuhan  dengan kesadarannya sendiri,akhirnya lewat  pencariannya menjadikan Alloh-lah kebenaran diatas kebenaran…..yang mutlak untuk disembah,inilah permulaan nabi ibrohim mengenal Alloh sebagai Tuhan yang Esa,bukan dari batu,patung,manusia,matahari,bulan,hewan,pohon,bintang,api,asap dll itu kenapa nabi ibrohim dipuji oleh Alloh sebagai manusia yang berakhlak terpuji dan bapak para nabi,…….

Banyak orang diluar islam yang mengolok-olok ajaran nabi mukhammad dengan penuh semangat dengan caci makian :yang maniak sex,penjahat kelamin dll.naudzubillahi mindzalik,padahal klo otak mereka berpikir,bahwa mereka bisa hidup di dunia itu karena kemuliaan “NUR MUKHAMMAD”tanpa kehadiran NUR MUKHAMMAD saya dan anda sekalian gak akan hidup…,jika itu semua gak terjadi maka gak ada namanya abg kinyis-pkinyis yang ada di sekitar kita  gak ada namanya elvis presley dan  gak ada lagi  isi semesta alam,semua akan gelap…yang ada Cuma raja di  raja Alloh swt,Allohu akbar…

Selanjutnya alasan knapa nabi mukhammad itu gak bisa baca tulis (ummi) sejak kecil, itu semua karena taqdir Alloh,bahwa hanya Alloh yang ngajarin seorang “ahmad”itu dengan sebuah pengetahuan yang tidak di duga sebelumnya oleh para kaum qurays,klo nabi mukhammad bisa baca tulis sebelumnya, maka para qurays akan menyangka bahwa wahyu dari Alloh itu nabi mukhammad yang buat sendiri karena beliau bisa baca tulis,makanya setelah nabi mukhammad menerima wahyu beliau langsung bisa baca tulis,ini semua atas kuasa Alloh sebagai sebaik baik pemberi petunjuk kepada hambanya……yang mulia kepada  “Rosululloh saw”

Begitu pula kita yang telah dikenalkan agama islam oleh ortu kita  , sebagai agama warisan turun temurun  kita hanya tinggal  telan…”mak..lups”…tanpa pembuktian lagi….berbeda dengan yang dialami nabi ibrohim dahulu dalam mencari kebenaran akan ketuhanan…karena sebagian besar  kita dapat warisan agama dari orang tua,cuma sayang sekali…masih saja agama islam yang dipake hanya untuk memperindah tulisan buat keterangan di KTP…tidak dimanfaatkan sebaik baiknya……,kecil2 dididik oleh orang tua ngaji,belajar agama…eh dah dewasa kok jadi …teroris,koruptor,kampret dll….itu sebabnya kesempatan kita untuk mencari dan mencari lagi perluasan pengetahuan tentang agama islam harus tetap kita lakukan untuk menambah wawasan disamping itu sebagai jalan untuk memproteksi atas kemunculan kemunculan  banyak ajaran yang berkembang dalam islam yang tidak sesuai amanat dari Rosululloh saw,misal “WAHABI” klo dalam aliran islam, ini aliran “GARIS KERAS”,tidak ada dalam islam aliran kayak gini,ini adalah aliran yang bikin ajaran agama islam rusak,ingat islam itu agama damai,bukan mengajarkan kekerasan,karena asal usul  ajaran wahabi itu dari arab saudi,dan arab saudi juga antek amerika,di balik ajaran wahabi maka amerika bisa mengontrol pergerakan ajaran islam lewat jalur kekerasan ,jadi  memakai arab saudi sebagai alat untuk memperluas jajahannya ke tanah timur tengah dengan agenda”memerangi teroris:” padahal osama bin laden itu adalah alat kontrol amerika yang sudah dibayar dan dilatih sebagai boneka (agen CIA) untuk mempergerakkan ajakan jihad untuk memerangi amerika,nah inilah taktik yang digunakan amerika untuk mendapatkan sumber minyak ,itu sebabnya lewat pergerakan teroris amerika bisa memiliki alasan kuat untuk melakukan invansi tentaranya ke timur tengah,dari sini timbul sebuah provokasi untuk membuat negara timur tengah hancur,yang tersisa cuma iran…negara yang belum tersentuh oleh ziones amerika

selain itu wahabi juga menyusup ke indonesia lewat organisasi muhammadiyah,mereka mengatasnamakan perjuangan rakyat palestina dan afganistan,maklum dari sini mulai ada suatu pergeseran ajaran imam hambali yang pelan pelan ditarik ke wahabi,dari sini wahabiyah mulai mengadakan pengajian yang pertama tama adalah kajian tauhid,fiqih selanjutnya jihad,dari jihad ini pikiran2 pemuda muhammadiyah disusupi untuk lebih peduli dengan timur tengah,mereka akan ditunjukkan berbagai peristiwa yang terjadi di timur tengah akibat ulah amerika dan israel apalagi situs situs yang berbau provokasi lewat situs Arrohma,,nah….dari sini juga ajakan jihad dimulai,dengan modal kalimat “WAHN(penyakit cinta dunia takut mati) dan SYAHID,maka timbulah apa yang dinamakan “pencucian otak” untuk mati mulia dengan syahid,cuma sayang sekali pelakunya adalah pemuda pemuda indonesia yang masih bujang,masih labil emosinya,ya yang terjadi adalah “pengeboman”terhadap orang orang yang gak bersalah dengan berbagai rangkaian aksi teroris di indonesia,pikiran para pemuda akan diracuni istilah “TOGHUT”untuk membenci pemerintah indonesia,apalagi dengan istilah “KAFIR” ke semua orang yang gak berpaham dengan ajaran WAHABI,sebab kata kta “KAFIR”adalah istilah perkataan yang dipakai oleh ALLOH dan Rosulnya untuk membedakan hamba2 yang gak taat kepadaNYA,bukan acuan kita yang beragama islam untuk mengatakan ke lain agama,karena yang berhak mengatakan orang itu “KAFIR” cuma ALLOH  dan RosulNYA,bukan kita sebagai penganut agama islam…yang membedakan dengan yang lain,karena bila dilakukan itu sama saja mendahului seruan Alloh dan RosulNYA.sebagai orang tua maka wajib hati-hati atas keslamatan putranya  terutama yang beraliran mazab hambali lewat oraganisasi muhammadiyah,ajaran kyai Ahmad dahlan bagi saya adalah yang terbaik buat lingkungan muhammadiyah,maka pakailah apa yang telah diajarkan beliau,jangan ikut-ikut ajaran wahabi,walau wahabi berasal dari arab saudi,bukan suatu patokan untuk mengetahui  kebenaran  ajaran islam,

Soal lainnya  itu urusan masing-masing yang penting punya kesadaran buat  berusaha kembali kejalan yang benar.,walaupun hanya mengerjakan ibadah pokok yaitu sholat 5 waktu tekun ,tadarus al qur’an dan dzikir itu juga dah bagus….

Lanjut :

Bekal yang kita dapat dialam dunia gunanya agar kita dapat  remisi hukuman dialam alam berikutnya ,memang benar perkataan para ulama,habib,kyai ataupun ustadz yang mengatakan bahwa dunia adalah sebaik baik tempat untuk menanam kebaikan,sedang kebaikan sendiri berfungsi sebagai penolong kita dialam –alam berikutnya,kadang kita sendiri gak mengikuti anjuran para ulama untuk banyak banyak beramal shodaqoh,karena shodaqoh adalah alat kita untuk memperoleh suatu kebahagiaan baik di dunia dan alam berikutnya,maka didunia ini adalah kesempatan kita untuk berbuat amal kebaikan yang sebanyak banyaknya dan seluas luasnya karena pada akhirnya hanya amal kebaikan kita yang dapat menolong kita di alam selanjutnya…..berbeda dengan orang mujahidin mereka meninggal karena seruan jihad dari Rosululloh untuk membela agama islam,klo sekarang walau bukan dari seruan Rosululloh mereka dengan mudah melakukan jihad

Kadang kala saya sering berpindah pindah guru baik guru yang ngajarin fiqih ataupun al hikmah itu semua karena pengen cari pengetahuan yang seluas luasnya,tujuannya agar bermanfaat bagi diri sendiri,kluarga dan orang lain,mengapa ke orang lain padahal buat diri sendiri gak bisa maksimal itu semua karena factor sosialita , sebab pengetahuan yang kita peroleh harus kita sebar luaskan sebagai suatu informasi yang harus disampaikan dan gak bisa dibuat buat untuk diri sendiri karena menyimpan suatu pengetahuan kelak akan menjadi tuntutan yang berat buat kita sendiri,karena pengetahuan dan ilmu adalah sumber informasi buat orang lain juga,

Bagi saya kalangan islam yang berlabel apapun baik NU,Muhammadiyah,syiah,semua adalah saudara,karena masih satu ajaran yang harus dijaga dan yang perlu diutamakan adalah ukhuwah islamiyah gak perlu saling sikutan,apa untungnya daripada saling membenarkan satu sama lain ,karena intinya dlam agama islam tiap individu di tuntut untuk mencari keslamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akherat,soal mau sesat mau benar wollohu a’lam,karena kebenaran yang pasti hanya datang dari Alloh lewat al qur’an dan sunnah yang jadi jujukan utama,

Saya sangat risih dan sedih jika melihat sesama muslim saling bertengkar,bertikai gara gara proses saling membenarkan ,gak ingat doa yang tiap hari dibaca:allohumma salimna wamuslimiin(ya Alloh selamatkan kaum muslimiin),sangat sangat ironis banget apalagi ada beberapa bendera dalam islam mengatakan kafir dengan sesama orang muslim….hmmmm….,kafiir….musyriq….emang tau apa tentang hukum kafir….
Padahal masih satu sembahan dan satu nabi….yang berhak mengatakan “kafir “hanya Alloh dan Rosulnya,lihatlah didalam Al qur’an banyak perkataan “kafir”yang di firmankan oleh Alloh bagi hamba2nya yang gak mau menuruti perintahNYA,kata kata “kafir” yang pantas mengucapkan adalah Alloh dan Rosulnya,bukan kluar dari mulut seorang yang berjenggot panjang dan celana cingkrang….”itu dah mendahului seruan Alloh dan Rosulnya”ancamannya adalah neraka,jika telah mendahului perkataan Alloh dan Rosulnya………
Secara lahiriah dalam hukum syareat jika kita sudah bersahadat kita termasuk “muslim”,tapi bagi Alloh apakah kita masih termasuk jenis “kafir”
Pemikiran “Alloh” dan “hamba” jelas jelas berbeda,maksud hati jika telah menjalankan 5 perkara sudah dibilang muslim,tapi apakah berlaku bagi Alloh buat keimanan kita semua.
Yang telah menjalankan 5 rukun islam….terus “bangga” dengan amaliyah kita padahal sebenarnya kita “belum muslim ” dan yang muslim hanya berlaku pada para nabi dan wali…terbukti beliau beliau ini dijamin masuk syurga tanpa hisab,klo kita sendiri masih diragukan keabsahannya buat masuk “syurga”,harus berproses dan berproses,simak saja sebuah cerita tentang seorang umat nabi musa A.S…yang pengen masuk surga dengan beribadah selama 5 ratus tahun ,lalu keinginan itu disampaikan kepada nabi musa agar Alloh swt memasukkan hamba yang alim itu dapat masuk kedalam syurga….,dari proses itu nabi musa mendapat jawaban dari Alloh klo amalannya belum diterima,maka hamba yang alim itu berusaha lagi beribadah sekian kalinya ,berusaha agar dia ditaqdirkan supaya mendapat tempat di surga setelah cukup lama dia beribadah,dia menghadap nabi musa kembali apakah si hamba tadi dah bisa masuk syurga,eh ternyata yang dikasih kabar malah
“si fulan gak bisa masuk surga,karena sifat kesombongannya beribadah supaya bisa masuk syurga”,akhirnya si orang alim ini merenungi amal perbuatannya sendiri,dalam keputus asaan dia berbikir dan menemukan permasalahannya ,kemudian ia berdoa kepada Alloh “Ya Alloh biarlah saya ditaqdirkan masuk neraka,asal umat nabi musa yang lain bisa masuk surga ,dan jadikanlah tubuh saya membesar dengan segala amaliyah yang saya perbuat waktu di dunia, agar pintu pintu neraka yang bisa memasukkan umat nabi musa ke neraka dapat terhalang oleh tubuh hamba,sampai Engkau bisa memasukkan mereka ke syurgamu ”
beberapa hari berikutnya si fulan bertemu dengan nabi musa AS,yang terjadi nabi musa mengantarkan berita bahwa si fulan dah dapat jatah masuk syurga karena doanya

dari kisah ini adalah sebuah jalan bahwa orang bisa mengantarkan ke pintu syurga ,jikalau dia bisa berbuat kebaikan ke orang lain,berbuat untuk kebahagiaan orang lain,manusia itu sebenarnya sebuah komponen yang satu sama lain saling mempersatukan dan saling menguatkan,yang memisahkan antara ke 2 nya adalah rasa “EGO”
rasa ke egoisan yang saling menguasai-mengalahkan ,akhirnya yang terjadi bercerai berai….,rasa cuek-rasa iri-rasa pokoknya gue paling kuasa,paling kuat….paling ganteng…paling cantik,paling kaya….paling kere…..paling kismin…qiqiqiqi
Inilah dampak yang terjadi….saling gak percaya…curiga mencurigai…..
Ya ….wollohu a’lam…..semua kembali ke manusianya masing masing….dan nanti yang didapat juga atas hasil amal diri masing masing…mau pelit,mau sombong…monggo2 saja….

Sebenarnya hidup bahagiah itu dapat dicapai asal ada pengertian antara masing masing orang,dah tau klo manusia mati gak meninggalkan harta……
Tapi kok masih terlalu…dan ter…la..lu berburu harta sampai gak peduli dengan yang lain…saling terkam menerkam,gaya premanisme,gaya koruptor….dll,baru ingat klo dah tuwirrrr…wirrrr…wirrr…nafasnya tinggal senin kamis,dekat dengan kyai  / ulama karena pengen dapat pangkat dan dukungan,tapi setelah jadi lupaaaaaaa…..
Tapi inilah jalan kadang yang gak bisa kita tentukan,seolah kita ini memang gak bisa luput dari pergerakan tangan Alloh yang selalu dan selalu kita ditaqdirkan sesuai apa yang ditetapkan Alloh sesuai terjemahan kitab futukhal ghoib karangan Syeikh Abdul qodir al jailani,bahwa manusia itu dijalankan oleh Alloh….dst

Seperti yang kita ketahui tuntunan dalam agama islam bahwa manusia itu hidup di dunia bakal pulang atau mati,karena kmatian adalah gerbang untuk melanjutkan kehidupan kea lam berikutnya,alam selanjutnya adalah alam barzah atau alam kelanggengan,alam barzah itu identik dengan alam penantian yaitu untuk nunggu kiamatnya bumi (dunia beserta isinya hancur)kbanyakan kitab yang membahas alam barzah itu kurang dpat rujukan yang ada kbanyakan kitab fiqih…,jadi istilah reinkarnasi itu gak ada…..gak ada yang namanya reinkarnasi,arwah manusia langsung masuk alam barzah…..
Saya dapat rujukan dari guru saya yang kebetulan orang “syiah”,karena beliau masih keturunan trah kerajaan mataram.yang ada di jogjakarta,saya akui masalah ilmu kebatinan kebanyakan yang paling sepuh berada di wilayah jogja karta,
Nah inilah kelebihan wilayah DIY,bukan hanya pernah ditempati oleh para Raja_Raja jawa akan tetapi dari segi kultur budaya dan ilmu kebatinan kesepuhannya masih dimiliki oleh DIY,guru saya menceritakan bahwa orang yang meninggal seketika akan diganti dengan busana alam barzah,dari situ para arwah akan ditanyai masalah pertanyaan qubur
Yang terakhir malaikat qubur akan bertanya “siapakah imam-mu” klo menjawab pertanyaan ini salah maka si arwah akan kena pukul entah itu gada ,bola api ,pecut penuh duri jika senjata2 itu terkena badan si arwah maka seketika akan hancur lebur,lalu akan kembali lagi seperti semula,kadang si arwah tadi diberi kesempatan bertanya kepada ahli waris yang ada di dunia dengan masalah yang telah ditanyakan oleh malaikat kubur,dia akan mendatangi ahli waris dengan tanda goresan merah yang ada di jidat yang artinya bahwa si arwah tadi barusan kena siksa malaikat qubur….

Dia akan menemui si ahli waris,untunglah klo sang ahli waris itu berilmu bathin yang tajribnya bisa lihat arwah dan termasuk seorang “SYIAH”golongan bathiniyah tentunya akan dapat terbantu untuk menjawab kekurangan pertanyaan kubur tadi,biasanya sang arwah akan bingung dengan pertanyaan qubur siapakah imam kamu?
Paling paling di jawab :”al qur’an”
Padahal imam kaum muslimin wa muslimat mukminiina wal mukminat sekarang adalah
“IMAM MAHDI AL MUNTADHOR ALAIHISSALAM”yang masih di ghoibkan keberadaannya oleh Alloh swt
karena beliau adalah imam akhir zaman,keturunan Rosululloh saw
JIKA arwah sudah menjawab semua pertanyaan qubur maka para malaikat membawa kealam barzah dan disana sang arwakh masih di intograsi oleh malaikat barzah tetap
akan dimintai pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang ada di alam dunia,tentang masalah profesi,harta ,apakah halal atau tidak,sholat,puasa dan ibadah2 yang lain apakah mengikuti tata cara ahlu bayt Rosululloh atau tidak,makanya dialam sana amaliyahnya gak bener akan disiksa sebagaimana semestinya
jika dialam kubur si arwah
tidak bisa menjawab pertanyaan ,akan disiksa terus menerus sampai yaumul qiyamah……hmmmm…nasib…nasib….

selama 7 hari dari hari kematiannya sang arwah akan datang ke ahli waris untuk meminta kiriman doa,begitu pula tiap hari malam jum’at,40 hari ,100 hari dll
mereka tetap akan meminta doa kepada para ahli waris…jika gak ada yang kasih doa maka ahli waris akan ditimpakan berbagai macam kesusahan
setelah 100 harinya dari hari meninggalnya sang arwah ,maka munculah seorang qorin yang muncul dan menolong dia di alam barzah,dia kan muncul yang tujuannya meringankan siksanya dialam barzah dialah perwujudan dari amal kebaikan yang dilakukan selama ada di dunia,entah itu lewat hartanya atau ilmunya yang diamalkan dijalan Alloh…..
tapi untuk permintaan doa ,maka sang ahli waris yang ada didunia
harus tetep mendoakan sang arwah tadi supaya sang arwah tetep dapat hasanah berupa makanan yang mengenyangkan,biasanya berupa buah2an dari surga yang dimakan dengan kekenyangannya sampai beberapa hari saja…..
klo gak dapat kiriman doa dari ahli waris….ya lapar bosss…..mintak kanan kiri gak ada yang ngasih……memang disana ada warteg,kedai kopi?????
Klo ada asyik dong….

hari libur siksaan dia alam barzah adalah kamis malam jum’at dan sebulan penuh bulan romadhon,makanya para arwah leluhur berdatangan ke dunia buat minta doa dan syafaat kepada ahli waris…..

saya disini berbicara untuk menyampaikan …..apa yang ada sebagai bahan renungan dan pengetahuan……tentunya pengetahuan ini tidak bisa saya komsusikan sendiri,begitu beratnya siksa alam barzah ,membuat saya harus berbagi dengan wawasan ini,agar kita selalu waspada,selalu bhati hati dalam menjalani kehidupan ini,karena soal ini mungkin blom nyampe pengetahuan
ke kita semua…..
yang kita ketahui saat ini hanya tayangan
sinetron di Tv,uka-uka,dunia lain,dll

bagi yang banyak amal baikannya…minimal seorang waliyulloh yang berpaham syi’ah
maka dia akan bebas terhindar dari siksaan barzah plus minus dapat remisi untuk belajar
ajaran islam dengan kualitas hakikat bersama “IMAM MAHDI AL MUNTAZAR “DIALAM BARZAH”.Imam mahdi sekarang ini menjabat sebagai khalifah di alam barzah,bagi yang sepaham dengan ajaran imamiyah akan dapat remisi hukuman ,
IMAM MAHDI akan memerintahkan malaikat barzah untuk menahan siksa..bagi orang orang yang berpaham pada 14 maksum,hmmmm syarat yang gak mudah dipenuhi……
trus bagaimana dengan orang orang yang berpaham sunni…..
menurut guru saya……tetep akan kena siksa,karena apapun bentuk diluar 14 maksum akan tetep kena siksa……
ya inilah perkataan yang sulit…dan susah dimengerti…klo bicara masalah SYIAH kebanyakan yang menjadi permasalahan adalah masalah akidah…..
kebanyakan kaum muslimin yang tidak menyukai ajaran SYIAH kebanyakan  menjadikan SYIAH sebagai ajaran sesat  terutama SYIAH rafidhah dan gulat yang menjadi alasan BB(barang bukti) yang menjadi alasan menyesatkan karena menjadikan Imam Ali A.S sebagai Tuhan,

bagaimana dengan SYIAH yang lain…..????
tentunya masak sesat juga…..

bagaimana dengan SYIAH AKBARI,SYIAH yang mempelajari ilmu tauhid dan kebatinan,klo tidak dari nara sumber terpercaya tentunya wawasan tentang alam barzah akan tertutup,terus bagaimana dengan nasib kita nanti,apakah ada yang peduli?????

karena kebenaran mengenai akidah harus dicari,biarpun lewat sunni atau SYIAH,karena kalo dah nyampe dialam barzah,seseorang yang gak mengenal dan berpaham ahli 14 maksum,tentunya akan disiksa…..,Alloh gak menerima taubat kita,penyesalan kita jika sudah sampe dialam barzah,sementara hukum barzah semuanya berpedoman pada 14 maksum….masya Alloh gawat…gawat….

lebih baik dipelajari dahulu sebelum unjuk bicara “aliran sesat”,bagi anda yang gak fanatic tentunya akan menyelami semua ini…bagi yang fanatik silahkan
berbicara bahwa SYIAH adalah
aliran sesat ,silahkan pertahankan pendapatnya
ini semua hanya untuk kebaikan semua…..
saya hanya menyampaikan saja……

antara SYIAH dan SUNNI……
masing masing tetep islam juga……..
(Allohumma salimna wa muslimiin),sama sama umat nabi Mukhammad SAW,marilah kita saling rukun…tetep menjaga toleransi….agar tetap merapatkan
barisan kita agar kita kuat…
soal benar gaknya hanya kepunyaan Alloh semata ,karena Alloh punya suatu
system yang bikin kita harus berjuang untuk mendapatkan kebenaran ,entah itu
pake cara aliran A<B<C<D…..tentunya ini adalah suatu pilihan
karena dahulu ketika isro’ mikraj nabi Mukhammad
memiliki permintaan kepada Alloh….
1) ya Alloh terimalah taubat umatku sampai nafas di ujung tenggorokan?
Maka Alloh mengabulkan
2) ya Alloh masukkanlah ummatku ke surga dahulu sebelum ummat nabi yang lain?
Maka Alloh mengabulkan
3) ya Alloh persatukan umatku agar tidak bercerai berai….namun dari doa yang terakhir ini Alloh gak mengabulkan….maka mengislah nabi mukhammad karena permintaan yang terakhir ini tidak di kabulkan oleh Alloh
dari peristiwa ini tentunya jadi alasan ,knapa kaum muslimin gak ada yang bersatu…..
gak ada yang kompak…….,tentunya persatuan itu adalah atas kesadaran manusianya sendiri,sebagai muslim tentunya banyak fasilitas yang telah diberikan Alloh kepada umat nabi mukhammad dari pada umat nabi terdahulu,untuk itu soal persatuan maka Alloh membuat agar manusia yang hidup di zaman umat nabi mukhammad lewat  kesadarannya sendiri dapat menciptakan perdamaian dan persatuan.
Itu semua atas kehendak Alloh,jika anda melihat Negara2 muslim ditimpa peperangan dan kelaparan karena itu semua atas KE EGOISAN Negara Negara muslim terdekat yang gak mau membantu…..,kompak ,merapatkan barisan
Seperti afganistan knapa arab Saudi,yaman,abu dhabi,gak mau Bantu iraq atau Afghanistan,

malah sebaliknya knapa pemerintah kita di sebut toghut?
dari provokasi “TOGHUT”itu INDONESIA jadi sasaran untuk mlakukan tindakan teroris di Negara kita….kasihan orang orang yang gak tau apa2 jadi korban,
Dengan slogan penyakit “wahn”(yaitu penyakit cinta  dunia tapi takut mati)para mufti wahabi bisa mempengaruhi pemuda2 kita untuk mlakukan aksi teroris di Negara kita…….
Knapa gak langsung serang amerika dan Israel saja…..
Ya sudahlah itu hak masing masing personal…mau dibawa kmana aja tubuhnya terserah,tinggal Alloh menilai apakah dengan membunuh orang lain yang dalam
Keadaan Negara kondusif apakah termasuk…..jihad,
Terserah Negara mau kerjasama dengan amerika atau Israel gak ada kaitannya dengan kehidupan kita selama ini…yang penting bekerja keras untuk kehidupan perekonomian kluarga,anak istri dapat makan dah
alkhamdulillah,
soal rayuan gombal kaum radikal dengan slogan penyakit
wah’n untuk segera berjihad itu mending jangan ditanggapi karena ini adalah taktik orang zionis lewat ajaran wahabi yang ada di arab Saudi untuk banyak merekrut kaum mujahid teroris dalam rangka menggembosi Negara Negara islam yang mayoritas seperti Indonesia,agar rusak hancur dll,karena mufti wahabi kayak jama’ah islamiyah seperti Ba’asyir dari dulu hanya nyuruh nyuruh tetapi gak pernah terlibat di garis depan sebagaimana nabi mukhammad berperang dahulu….dimana ,seorang nabi selalu berada di garis depan……
untuk itu jika di pengaruhi untuk berjihad…lebih baik jangan mau,karena jihad sekarang gak ada untungnya…malah mati konyol….. perintah berjihad itu datang
dari seorang imam akhirul zaman,IMAM MAHDI AL MUNTADHOR bukan
dari seruan osama bin laden,abu ba’asyir atau mufti mufti wahabi lainnya
itu sebabnya seruan seruan Al Qur’an klo gak ada yang menerangkan seperti 14 maksum
hukumnya adalah mardud (tidak diterima) karena malampaui batas seruan Alloh dan Rosulnya apalagi masalah jihad,bukan masalah sepeleh…karena “membunuh” / menghabisi nyawa seseorang termasuk kedalam kategori 5 dosa besar,kecuali ada yang menjamin,
seperti ketika itu ada Rosululloh yang menyuruh umatnya untuk berjihad ketika nabi mukhammad masih hidup dimasanya.dan ketika itu juga turun ayat untuk berjihad,jadi pas dengan seruan Rosululloh untuk pergi berjihad,jadi membunuh musuh ada jaminannya ,klo mati bener bener syahid ketika Rosululloh masih hidup,sebaliknya jika saat ini melakukan jihad ama aja meninggalnya dapat predikat mati sangit,karena gak ada yang menjamin…..masuk syurga…walaupun dalilnya dari al qur’an ,karena al qur’an sekarang ini tajribnya harus diterangkan oleh 14 maksum,bukan diluar 14 maksum,klo gak ada 14 maksum jangan sekali kali diartikan sendiri,karena dampaknya adalah kesesatan yang luas….

karena jihad utama kita adalah jihad bersama IMAM Mahdi Al muntadhor untuk memerangi orang orang yang gak sesuai ajaran dengan nabi Mukhammad,semuanya akan diperangi bagi yang menentang ajaran IMAM MAHDI AL MUNTADHOR,

nanti yang menjadi tentara mahdi adalah dari golongan manusia,dan jin muslim yang sepaham dengan 14 maksum, semua akan ikut berperang bersama sang IMAM,seorang mujahidin  ketika berperang bersama IMAM MAHDI pahalanya bisa memberi syafaat 70 orang untuk masuk syurga…tanpa hisab……
inilah system dari Alloh yang harus kita jalani sesuai kehendakNYA,klo kita melenceng dari system ini tentunya apa yang kita kerjakan sia sia,

tentunya ini tidak sejalan dengan yang kita harapkan karena factor usia,apakah usia kita bisa menjangkau pertemuan kita dengan sang IMAM wollohu a’lam
(allohumma salimnaa wamuslimmiin)

dari penjabaran tulisan ini marilah kita bersama sama mencetak “GOL” untuk berbuat kebaikan bersama sebanyak banyaknya untuk suatu kehidupan yang lebih baik
karena manusia itu sama saja hakikatnya
sama sama dari “NUR MUKHAMMAD”sebagai pengisi cerita di dunia
sebaiknya kita saling menghormati dan menghargai satu sama lain,kita sebagai manusia yang hidup 5 alam sebaiknya satu sama lain saling menguatkan…..saling mendoakan
karena yang kita hadapi di alam selanjutnya bukan bangsa manusia lagi,tetapi bangsa malaikat…yang diutus oleh Alloh apakah kehadirannya untuk menyiksa kita artinya kita tidak selamat  atau memberi salam kepada kita  artinya kita selamat ,wollohu ‘a”lam
mudah-mudahan dengan amaliyah yang kita kerjakan didunia ini
dapat memberikan kita berkah untuk kebahagiaan dunia dan akherat

amiin YA robbal ‘alamiin

WASSALAMU ALAIKUM

MBAH ARIFYANTO

DZIKIR BUAT KESLAMATAN


Kiriman :bang wimpi ismajo al palembani

Assalamu alaikum
SAUDARA SAUDARAKU DARI SABANG SAMPAI MEROUKE MARILAH KITA BERDZIKIR BERSAMA SAMA DEMI KESELAMATAN DIRI KITA ,KELUARGA,KOTA ,DESA DARI AMUKAN 4 RAJA ANASIR ALLOH TAMPAKNYA MULAI MARAH…
INILAH YANG DIDZIKIRKAN..
LAA ILAAHA ILLALLOH HU MUHAMMADAR RASULULLOH 700 X
1.ALLOH HU AJIBNI BIHU DURIKA 4000 X
2.SALAMUN QAULAMMIRROBBIL ALAMIIN…700 X
3.SALAMUN ALA NUHIN FILL ALAMIIN..700 X
4.SALAMUN ALA IBROHIM FILL ALAMIIN..700 X
5.SALAMUN MUSA WA HARUN…700 X
6.SALAMUN ALA YASSIN…700 X
7.SALAMUN ALAIKUM HIBTUM FALUHA QALIDIN..700 X
8.SALAMUN HIYYA HATTA MATRAIL FAJRI.. 700 X
INSYAA ALLOH BARANG SIAPA YANG MENDZIKIRKAN YANG DIATAS TERHINDAR DARI 4 MARA BAHAYA,BENCANA ALAM ANASIR ALLOH ,API,ANGIN,AIR,TANAH

demikian hal yang dapat saya sampaikan,moga bermanfaat
wassalamu alaikum

Amalan agar kita menjadi Dermawan


Assalamu alaikum

Jumpa lagi …….

Salam sukses kaya raya
Saya akan memposting suatu amalan,supaya kita termasuk golongan orang yang beruntung,sukses dan maju,
Namanya amalan agar menjadi Dermawan……
Dilihat judulnya saja ,pasti orang akan bilang “ yang punya postingan amalan aja orangnya pelit,kok bisanya posting yang beginian,lebih baik ngaca …ngaca….dong…koreksi diri dulu sebelum koreksi orang lain”,menurut saya apapun yang dikerjakan oleh orang untuk
Mengoreksi diri kita,tentunya kita lihat sebagai nasehat,orang itu bisa menasehati kita mungkin dilihat positifnya dulu,janganlah kita lihat sebagai hal negative,ya syukur2 kita ada yang menasehati…..,anggap aja itu sebagai nasehat buat kita ,klo terus terusan di sindir itu namanya mlunjak…….ngajakin duel…..hehehe…bisa jadi ada hal yang mereka bikin iri terhadap kelebihan kita,berbeda dengan orang yang bergossip…..ini yang bikin kehidupan rusak,gara gara gossip nama orang jadi tercemar…..,karena orang yang bergossip itu termasuk bahaya laten tingkat tinggi,contohnya yang terjadi pada saat ini ,seseorang dituduh bertindak sebagai dukun santet,terus dimassa oleh orang kampung karena gara gara dukun ini seseorang warga dikampung A meninggal dunia,sebagai warga kampung yang bijak seharusnya dapat menangkal isu-isu yang berkembang dengan cara musyawarah untuk bertindak,kumpulkan dulu warga dibalai desa untuk mengadakan pertemuan antara warga dengan pihak tertuduh,jangan asal main hakim sendiri .ini termasuk hal yang paling berbahaya karena belum tentu dukun yang dijadikan tersangka sebagai pembunuhnya,selain itu gossip dapat menyebabkan orang tersingkir dari pergaulan dengan beredarnya isu isu yang bikin orang itu sebagai tersangka utama atas suatu gossip yang tengah beredar dilingkungan
Untuk itu bagi anda sebagai orang yang jadi pendengar gossip mending berpikir bijak saja,agar soal isu-isu yang berkembang dapat dijadikan sebuah wacana ,jangan dijadikan Sebuah daya tarik untuk ikut ikutan menyudutkan seseorang akibat pengaruh dari 1 orang sebagai pemicu gossip
Karena dengan gossip bisa jadi menjadikan pembunuhan karakter seseorang,bagaimana
Jika anda dijadikan sebagai sasaran gossip selanjutnya ,tentunya sakit hati bukan….
Yang berikutnya adalah fitnah…ini yang termasuk suatu tindakan untuk menjatuhkan seseorang kedalam hal hal yang fatal biasanya fitnah ini dilakukan satu orang untuk mempengaruhi satu orang lain yang bisa berakibat terbunuh atau dipecat dari pekerjaan

Hingga disampaikan kedalam al qur’an yang berbunyi”fitnah itu lebih kejam da
Ripada pembunuhan”.terungkap sudah bahwa ftnah itu termasuk hal yang paling dibenci agama karena fitnah dapat merugikan orang lain,untuk itu sebisanya kita menghindari perbuatan fitnah ke orang lain,karena apapun fitnah yang kita tujukan ke orang lain suatu saat dapat berbuah karma bagi diri sendiri dan kluarga kita,ada baiknya kita berbuat baik dengan sesama insya Alloh apabila yang kita tanam baik tentunya akan baik buat kehidupan kita………….
Dermawan artinya adalah suka memberi kepada orang lain,memang didalam agam islam kita harus banyak banyakin beramal shodaqoh,karena nyatanya amal shodaqoh yang mampu merubah kehidupan kita,sedangkan pelit juga termasuk hal untuk mempertahankan ke egoan kita,sehingga membuat diri kita tidak dapat memperluas keadaan kita yang sebenarnya untuk memperoleh hal yang lebih luas lagi karena dengan rasa ke dermawanan dapat memperluas rezeki kita,untuk menjadi seorang dermawan bisa dimulai dari rasa ke ikhlasan orang yang suka berbuat ikhlash hidupnya itu mudah,gampang dan tidak sulit,dimana mana disukai orang,pikiran tenang,damai dan legawa…

Berikut ini ada beberapa amalan yang dapat menjadikan kita seorang yang ikhlas dan insya Alloh menjadikan kita seorang yang dermawan::
Al ikhlas 100x
Lillahi ta’la 1000x,

Baca tiap habis sholat isyak saja
Monggo ,jika bisa bermanfaat buat kehidupannya

Mbah arifyanto

ASMAK BISMILLAH 4


ARTIKEL KIRIMAN DARI BANG WIMPI ISMAJO AL PALEMBANI

ASSALAMUALAIKUM WR.WB

BISMILLAHI MAA SYAA ALLOH LAA YASUQUL KHOIRO ILLALLOH
BISMILLAHI MAA SYAA ALLOH LAA YASHRIFUS SUU A ILLALLOH
BISMILLAHI MAA SYAA ALLOH MAA KAANA MIN NIKMATIN FAMINALLOH
BISMILLAHI MAA SYAA ALLOH LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM
SUBHAANALLOH WABIHAMDIHII SUBHAANALLOH HIL ‘ADZIIM, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM

Syaikh Muhammad Amin Kurdi dalam “Tanwirul Qulub” pada halaman 422 menulis satu faedah seperti berikut:-

Imam as-Sayuthi telah menyebut dalam “Luqtul Marjaan” daripada Sayyidina Ibnu ‘Abbas r.`anhuma sebagai berkata:-

“Nabi al-Khidhr dan Nabi Ilyas bertemu pada setiap tahun di musim haji dan mereka berdua berpisah atas kalimah-kalimah ini: “Dengan nama Allah, sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan melainkan Allah; Sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tidak ada yang menolak kejahatan melainkan Allah; Sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, setiap keni’matan adalah daripada Allah; Sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan Allah”. Ibnu ‘Abbas berkata: “Sesiapa yang membaca dan mendzikirkan doa ini ketika selesai sholat sebanyak 113 x maka Allah akan mengamankan (yakni menyelamatkan) dia dari tenggelam (lemas), kebakaran, kecurian, dari (kejahatan) syaitan, penguasa, ular dan kala jengking.”

DEMIKIAN PENJELASAN DARI SAYA

MOGA BERMANFAAT

WASSALAMU ALAIKUM

BAGI – BAGI SYAWAL LANJUTAN…!!!


ASSALAMU’ALAIKUM WR, WB

Untuk semua sahabat kami dimanapun berada, seperti halnya pernah saya programkan untuk diri saya pribadi bahwasanya saya selalu ingin berbagi kepada sahabat dimanapun berada. Dan beberapa sahabat kami pun mendukung rencana ini. Maka untuk selanjutnya kami bertekat untuk tetap melanjutkan program ini. Kami menyebutnya dengan – SISTEM BELAJAR CERDAS PINTAR DAN MAQBUL. Mungkin dengan media buku amaliyah doa yang ingin kita pelajari dan amalkan akan dapat di baca selengkapnya, baik itu tulisan asli ( arabicnya dan arti / makna doa tersebut ) maupun tata cara pengamalan yang sebenarnya. Sehingga kita terhindar dari keraguan saat mempraktekkan amaliyah tersebut.
Adapun buku yang kami bagikan tersebut tetap seperti kemaren, hanya saja ada tambahan lagi yaitu satu risalah kecil mengenai Amaliyah untuk pencegahan dan pengobatan penyakit dan dua buku terjemahan . Sahabat dapat menyimak buku tersebut dibawah ini :
1. RISALATUSY-SYIFA ( Amaliyah untuk Pengobatan dan kesembuhan dari Segala Penyakit )
Risalah ini memuat beberapa Ijazah Amaliyah untuk pertolongan / penyembuhan beberapa penyakit. Risalah ini memuat beberapa Amaliyah singkat, sederhana tapi mempunyai rahasia / asror yang luar biasa untuk terapy kesembuhan dari berbagai penyakit. Kami menyebutnya sebagai P3K ( Pertolongan Pertama Pada Kesehatan ) sederhana dan ringkas. Terdiri dari 45 fasal.
2. RISALAH SURATUL YAASIN AD-DAFI’AH WAL QADHIAH ( Menutup Pintu Kesulitan Membuka Gerbang Kemuliyaan )
Risalah ini memuat beberapa Ijazah Thoriqoh membaca Surah Yasin untuk mendapatkan hajat atau menolak keburukan.

3. RISALATUL SURATUL WAQIAH FII THORIQOTUL AGHNIYA MIN-AN NABI SAW WA AULIA ILLAHI TA’ALA ( Pembuka Pintu Kekayaan )
Risalah ini memuat beberapa Ijazah Thoriqoh membaca Surah Al-Waqiah untuk memudahkan segala urusan baik itu kesulitan ekonomi atau karena penyakit.
Adapun kitab terjemahan yang dapat sahabat copi adalah kitab sholawat yang sangat lengkap dan padat isinya:
1. MAGHNATHISUL QABUL FIL WUSHUL ILAA RU’YATI SAYYIDINAR RASUL SAW ( Risalah Metode Berjumpa Rasulullah SAW ) , karya dari SAYYID HASAN MUHAMMAD SYIDDAD BA UMAR. Pengantar kitab oleh : Al-Habib Abdurrahman Bin Syech Al-Atthos

2. SA’ADATUD DARAIN FIS-SHALATI ‘ALA SAYYIDIL KAUNAINI , karya As-Syaikh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani. ( Terjemahan Fasal ke 8 )
Penterjemah kitab ini adalah guru kami Yang Mulia Al-Habib Muhammad bin Ali Syahab. Dalam perjumpaan kami dengan beliau beberapa hari yang lalu kami sempat meminjam kitab tersebut dengan maksud untuk memfhoto copi nya. Sekaligus meminta Ijazah dan izin untuk sekiranya ada sahabat kami yang berminat untuk mempelajari kitab tersebut. Sebagai deskripsinya, kitab terjemah ini berisikan sebanyak 600 halaman, dengan ukuran kertas Quarto / Letter ( 216 x 279 mm ). Kami persilahkan jika ada sahabat yang ingin mem-fhoto copi kedua buku tersebut.

3. TANWIRUL QULUB WAL HAWAS ( Riwayat hidup / Manaqib Al-Sayyid Al-‘alam An-Nibras Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Atthas Al-Alawi Al-Huseini ) Penyusun Ratib Al-Atthos.
Sebagai Deskripsi buku ini berisi 216 Halaman, Ukuran kertas Quarto / Letter ( 216 x 279 mm ). Buku ini disusun oleh : Al-Habib Abdurrahman Bin Syech Al-Atthos
4. KITAB RATIBUL ATTHOS ‘ AZIZUL MANAL WA FATHU BABIL WISHOL ‘ karya : Al-Imam Al-Quthub Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Atthos. ( Full Bahasa Arab, 26 halaman )
Kitab ini merupakan ijazah dari Al-Habib Abdurrahman Bin Syech Al-Atthos. Beliau merupakan Dzuriyat ke 11 dari shohibur ratib Al-Atthos. Dan merupakan Khalifah Klan Al-Atthos di Indonesia. Alhamdulillah, beliau merupakan guru kami saat berada di Ma’had Al-Masyhad, Sukabumi.
Akhirul kalam semoga program ini dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada sahabat kami dimanapun berada. Dalam hal ini program kami mendapatkan apresiasi luar biasa dari beberapa sahabat yang berada di luar negeri. Diantaranya sahabat kami – Al-Habib Muhammad Idris As-seqqaf, yang menghubungi kami dari Negara Brunai Darussalam ( malam tanggal 15 september 2012 yang lalu ). Beliau memberikan nasehat semoga risalah ini tidak di gunakan untuk hal yang membawa celaka bagi pribadi yang mengamalkannya. Dan tetap sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan rasulnya semata.

Sahabat yang berminat mendapatkan buku – buku tersebut dapat menghubungi kami di no Hp : 0853 – 7704. 2596 ( Enrico Burhan / Abie Rahman Hasyim ). Dan kami ucapkan terima kasih sebesarnya kepada sahabat kami yang telah membantu program BAGI-BAGI GRATIS yang lalu , al :

•Saudara Agung di Bandung ( Rp 500.000 ) ,
•Saudara Roni Hidayat di Riau ( Rp 300.000 )
•Sahabat KI M.Taufiq / Pak Guru di Sukabumi, ( Rp 500.000 )
•Saudara Muhammad Anwar Akhbary di Palembang ( Rp 2.000.000 )

Dan lain –lain yang tidak ingin disebut namanya. Terima kasih saya ucapkan kepada kalian sahabatku yang sangat ikhlas untuk membantu program ini. Kelebihan donasi yang kami dapat merupakan tabungan untuk program selanjutnya. Demikianlah dari kami. Wassalam…….

Kami tutup kalam ini dengan bacaan fatehah untuk beliau yang Mulia :

Ilaa hadrotin Nabiyyil Musthofa Sayyidina Muhammadin Shalallaahu ‘alaihi wa aalihi wassallam, wa ila hadrotin nabiyillah Khidir Balyan bin Mulkan ‘alaihis salam, tsumma ila hadrotin malaikatul Muqorrobiin, wal Karubiyyiina, wa ila hadrotin Auliyait-tis’ati ( Wali Songo ) tsumaa ila ruuhii khusuuson Syeikh Abdul Qadir Jailani Al-baghdadi, wa Syeikh Abu Yazid Al-Busthomi, wa Syeikh Sufyan At-tsauri,khususon tsumma ila ruuhi Muhajir Ilallaah Sayyidina Ahmad Bin Isa , wa Sayyidina Al-Faqihil Muqaddam Muhammad Bin Ali Ba’Alawi, wa Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Atthos ( Shohibur Ratib Al-Atthos ), Wa Sayyidina Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad ( Shohibur Ratib Al-Haddad ),wa Al-Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Bil-Faqih, wa Al-Habib Abdulah Bin Abdul Qadir Bil-Faqih, wal Habib Alwi bin Ahmad Bahsin, wa Syeikhina Mursyidina Al-Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya ( Syeikhina Thoriqotil Syadziliyah ), wa Syeikhina Al-Habib Abdurrahman Bin Syeich Al-Atthos, wa Syeikhina Al-Habib Muhammad Bin Ali Syahab, wa Syeikhina Mursyidina Syeikh Pangeran Muhammad KH. Ali Umar Toyyib Al-Palembani ( Syeikhina Thoriqotil ‘Alawiyah ), wa Syeikhina Syeikh KH. Abdullah Zawawi Izhom bin KH. Anwar Shohibul Ijazah Dalail Al-Khoirot, wa Syeikhina kirom KH. Amalul Yaqin ( Gus Malul, Batu Ampar Madura ) , wa aba-ina wa ummaahatina, wa ilaa man yajjibu ‘alaina an nurottiba ilaihim wa ‘ala hadzihin niyyati………( niat kita )………bisirril fatehah. ……

Wassalam………..