SEKAPUR SIRIH BABAD TANAH CIREBON


OLEH :MAS .PRAYOGA ARSANDI AL CIREBONI

Disebutkan bahwa zaman akhir dibagi kedalam tujuh zaman, dan pada setiap zamannya terdapat shohibuzzaman. Yaitu;
Zaman Nur, adalah zaman cahaya/penerang dari zaman kegelapan/jahiliyah. Shohibuzzamannya adalah Kanjeng Rosulullah Nabi Muhammad saw. sebagai pemimpin para nabi, rosul, dan para wali yang tidak ada nabi sesudahnya melainkan hanya para wali. Pendampingnya adalah Syekh Ahmad Ar-rifa’i, dan ada yang berpendapat pendampingnya adalah Sayyidina Ali RA.
Zaman Mubin, adalah zaman penjelas dimana para habib dibunuh mati, artinya sudah jelas dapat dibedakan antara golongan orang-orang ahli surga yang cinta kepada keluarga nabi dan ahli neraka yang tidak mencintai keluarga nabi. Shohibuzzamannya adalah Syekh Al-Imam Ali Zaenal Abidin bin Sayyid Husen bin Fatimah Azzahra. Beliau sebagai Sulthonul Awliya’ Qutburrobbani Khalifatuurasul pertama. Pendampingnya adalah Syekh Ahmad Baidlawi.
Zaman Musthofa, adalah zaman pilihan, Shohibuzzamannya adalah Syekh Al-Imam Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Syekh Ali Zainal Abidin, pendampingnya adalah Syekh Ahmad As-shodiq
Zaman Alim, adalah zamannya ilmu pengetahuan, disaat itu ilmu pengetahuan sedang dalam puncak keemasannya, baik dari golongan ummat islam maupun dari golongan kaum barat. Shohibuzzamannya adalah Syekh Sayyid Hasan Asy-syazali, pendampingnya adalah Syekh Ma’abulma’al. dan menurut qoul yang lain pendampingnya adalah Syekh Abu Yazid Busthomi.
Zaman Bathin, adalah zamannya ilmu batin/eling Allah, syetan Iblis pada hancur kalah dalam peperangan melawan hatinya orang mukmin. Shohibuzzamannya adalah Sulthonul Awliya’ Qutburrobbani Syekh Abdul Qodir Jaelani dan menurut satu qiil shohibuzzamannya adalah Sayyid Yahya, pendampingnya adalah Syekh Ahmad Mafakhir.
Zaman Dzohir, adalah zamannya ilmu dzohir/kedigjayaan, banyak orang sakti dan digjaya. Shohibuzzamannya adalah Kanjeng Gusti Sinuhun Syekh Syarif Hidayatullah Gunung Jati, pendampingnya adalah Syekh Muhyi Pamijahan.
Zaman Muhsin, adalah zaman pemberesan/pembersihan hati dan pelurusan amal dan akhlak, karena pada zaman ini banyaknya kemunafikan, kemusyrikan, kemurtadan, takabbur, dan semacamnya. Zaman Muhsin terdiri dari tiga zaman yaitu;
Zaman Salam, yaitu zaman meminta slamet dunya akherat dunya akherat slamet. Shohibuzzamannya adalah Gusti Sinuhun Syarif Hidayatullah Kebon Melati Sayyidi Syekhunal Mukarrom Abah Umar bin Isma’il bin Yahya, pendampingnya adalah Al-Habib Ahmad Nuril Mubin Jenun.
Zaman Rohman, yaitu zaman pengasih karena pada zaman ini banyak orang bodoh bisa mancleng/eling kepada Allah. Shohibuzzamannya adalah Syekhunal Mukarrom Sholawatullah Mursyid Embah Ahmad, pendampingnya adalah Syekhunal Mukarrom Embah Jalil.
Zaman Rohim, yaitu zaman penyayang karena pada zaman ini katanya hanya orang-orang yang sungguh-sungguh mengharapkan ridho Allah dan ikhlas kepada Allah yang akan mendapatkan petunjuk.
SABILUL KHOYROT
Syahadat menjadi tempate badan rohani
Sholawat Tunjina menjadi pakaian badan rohani
Ya Kafi Ya Mubin Ya Kafi Ya Mughni menjadi panganane/makanan badan rohani
Ya Fattah Ya Rozzak Ya Rohman Ya Rohim menjadi panganane badan jasmani
Inna Fatahna, menjadi tunggangane/kendaraan badan rohani
Sholat Dhuha menjadi gudang makanan badan jasmani
Sholat Tahajjud menjadi gudang makanan badan rohani
Ya Hayyu – minadzdzolimin, menjadi jalan badan rohani
La ila ha illa anta subhanaka inni kuntu minadzdzolimin, menjadi Hudan Kenikmatan jasmani rohani
Ya Rosulullah hi jiina, menjadi penjaga jalan lalu lintas badan rohani
Allah memberikan asma kepada makhluknya yang berakal 4000 asma
2000 asma untuk kanjeng Nabi Muhammad, pengamalannya cukup dengan membaca 8 Asma saja yaitu Ya Hadi Ya Alim Ya Khobir Ya Mubin Ya Wali Ya Hamid Ya Qowim Ya Hafidz
1000 asma untuk kanjeng Syekh Abdul Qodir Jaelani, pengamalannya cukup dengan membaca 4 asma yaitu Ya Hadi Ya Alim Ya Khobir Ya Mubin
900 asma untuk para nabi, pengamalannya cukup dengan bertawassul kepada 25 nabi
90 asma untuk para malaikat, pengamalannya cukup dengan bertawassul kepada 10 malaikat
9 asma untuk para wali, pengamalannya dengan cara bertawassul kepada para wali
1 asma untuk para mukmin sejagat, pengamalannya dengan beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dengan mudzakaroh (eling Allah).
SYEKH SYARIF HIDAYATULLAH
SEBAGAI INSAN KAMIL
Diceritakan datanglah seorang mubaligh dari Baghdad ke nusantara yang bernama Syekh Idhofi/Syekh Dzatul Kahfi/Syekh Nur Jati bersama adik perempuannya yang bernama Nyai Mas Ratu Subanglarang, mereka berdua singgah di Gunung Jati. Nyi Mas Ratu Subanglarangpun diperistri oleh Raja Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata Wisesa Sri Maha Prabu Siliwangi atas dasar istikhoroh dan petunjuk dari Allah. Sri Maha Prabu Siliwangi memiliki tiga orang istri dan empat puluh anak.
Pada suatu hari Nyi Mas Ratu Subanglarang mendapatkan hawatif (petunjuk dari Allah) untuk mengikuti sang prabu berburu kehutan, walaupun sang prabu menolak akhirnya Nyi Mas Ratu Subanglarangpun tetap ikut dalam rombongan sang prabu berburu ke hutan.
Sesampainya dihutan mereka menemukan seorang bayi laki-laki dengan posisi nyungsang diatas rerumputan, maka bayi laki-laki tersebut diangkat menjadi anak Prabu Siliwangi atas keinginan Nyi Mas Ratu Subanglarang dengan diberi nama Walangsungsang (Embah Kuwu Sangkan Pangeran Cakrabuana).
Dan beberapa selang waktu kemudian, Nyi Mas Ratu Subanglarang mendapatkan hawatif yang sama. Sesampainya dihutan bersama rombongan Prabu Siliwangi, beliau menjumpai petani yang sedang menanam terong dan saat rombongan kembali dari berburu dengan idzin Allah terong-terong tersebut telah waktunya panen. Sehingga Nyi Mas Ratu Subanglarangpun memetiknya satu buah lalu dimakannya terong tersebut. Sesampainya dikraton Nyi Mas Ratu Subanglarang pun akhirnya hamil, sang Prabu Siliwangi sangat bahagia. Dan dari kehamilan tersebut lahirlah seorang bayi perempuan yang bernama Nyi Mas Dewi Rarasantang.
Pada usianya yang telah meninjak dewasa Walangsungsang bermimpi bertemu Kanjeng Nabi Muhammad saw., sehingga Walangsungsang memohon restu dari sang Prabu Siliwangi untuk mempelajari Agama Islam. Sang Prabu pun marah besar dan Walangsungsang pun akhirnya diusir dari kraton Pajajaran.
Mengetahui kakaknya diusir, Nyi Rarasantangpun menyusul kakaknya keluar dari kraton Pajajaran. Sri Maha Prabu Siliwangi Kebingungan karena putrinya hilang, sehingga mengerahkan semua pasukannya untuk mencari sang putri Nyi Rarasantang, namun tak ditemukan.
Diceritakan Walangsungsang tiba di Gunung Maraapi (Rajadesa Ciamis Timur) bertemu dengan Sanghyang Danuwarsih (Kikuwu Cerbon Girang) dengan mengutarakan maksud kedatangannya mencari Guru Syahadat, namun tidak disanggupinya. Danuwarsih malah menikahkannya dengan putrinya yang bernama Nyi Mas Endang Geulis.
Sedangkan Nyi Rarasantang berada di Gunung Tangkuban Prahu, ia bertemu dengan Nyi Endang Sukati serta memohon bantuan untuk dipertemukan dengan kakaknya, namun Nyi Endang Sukati hanya dapat memberikan kesaktian dan petunjuk untuk menemui Ki Ajar Sakti di Gunung Liwung.
Nyi Rarasantang pun bertemu dengan Ki Ajar Sakti, beliau memberitahukan bahwa kakaknya Walangsungsang telah beristri di Gunung Maraapi dan Nyi Rarasantangpun diberi nama Ratnaeling yang kelak akan mempunyai putra yang punjul sebuana. Tidak beberapa lama akhirnya kakak adik tersebut bertemu di Gunung Maraapi.
Setelah sebulan lamanya di Gunung Maraapi Walangsungsang, Nyi Endang Geulis, dan Nyi Rarasantang melanjutkan perjalanannya mencari Guru Syahadat. Nyi Endang Geulis dan Nyi Rarasantangpun dimasukkan kedalam cincin Ampal yang dipakai Walangsungsang agar perjalanannya lebih mudah.
Di Gunung Ciangkup mereka bertemu dengan Sanghyang Nanggo, namun ia tidak bisa mengajarkan Ilmu Syahadat dan mereka hanya diajarkan ilmu kanuragan. Selanjutnya di Gunung Kumbang mereka bertemu Sanghyang Naga, di Gunung Cangak mereka bertemu Sang Pendeta Luhung, namun mereka belum menemukan juga guru yang dicari.
Akhirnya mereka bertiga menuju Gunung Jati, datang sudah dihadapan Syekh Nur Jati sambil menyampaikan tujuannya. Syekh Nur Jati segera memberikan wejangan Ilmu Syahadat Syareat Kanjeng Nabi Muhammad saw.
Walangsungsang diberi nama Shomadullah dan diijinkan membangun sebuah dukuh, dan bertemulah dengan Ki Gedeng Alang-Alang di Lemah Wungkuk, Ki Gedeng Alang-Alang memberinya nama Cakrabumi disitulah Walangsungsang membangun sebuah dukuh yaitu dukuh Cirebon. Dinamakan Cirebon karena dukuh yang dibangun oleh Cakrabumi menjadi terkenal lantaran terasi (Grage) yang dibuat oleh Cakrabumi. Yang pembuatannya dari Rebon (udang kecil) dan air perasannya dibuat Petis (Cai Rebon/Air Udang).
Ketenaran trasi tersebut sampailah ke kraton Rajagaluh, sehingga dukuh Cirebon harus membayar upeti berupa Terasi Gelondongan ke kerajaan Rajagaluh, dan diangkatlah Ki Gedeng Alang-Alang menjadi Kuwu, dan setelah sepeninggalnya jabatan Kuwu diserahkan kepada Cakrabumi dengan gelar Kuwu Cerbon Cakrabuana.
Setelah sekian waktu, Cakrabuana diperintahkan oleh Syekh Nur Jati untuk bai’at tabaruk kepada Syekh Maulana Ibrahim dinegara Campa. Cakrabuana mendapatkan perintah dari Syekh Maulana Ibrahim untuk menunaikan Ibadah Haji dengan membawa surat untuk Syekh Bayan dan Syekh Abdullah di Mekah.
Cakrabuana mematuhi perintah sang guru, mohon pamit meneruskan perjalanan menuju mekkah dengan menaiki mancung bersama adiknya Nyi Rarasantang. Antara lama kemudian sampailah ditanah mekkah dihadapan Syekh Bayan dan Syekh Abdullah menerimakan sepucuk surat dari Syekh Maulana Ibrahim.
Diceritakan dinegara mesir Kanjeng Sultan Maulana Mahmud Syarif Abdullah sedang bermuram durja karena ditinggal sang permaisuri, siang malam berdzikir pada Allah untuk mendapatkan kasih saying-Nya.
Pada saat tafakkurnya, Kanjeng Sultan mendapatkan petunjuk dari Allah bahwa jodohnya ada di mekkah. Akhirnya Kanjeng Sultan mengutus patihnya untuk mencari seorang perempuan yang pantas untuk jadi permaisuri.
Tidak antara lama mereka melihat seorang perempuan yang cantik sekali mengungguli perempuan senegara ia itu adalah Nyi Rarasantang, lalu dikuntitnya sampai bertemu dirumah Syekh Bayan. Perihal Kanjeng Sultan disampaikannya kepada Nyi Rarasantang. Nyi Rarasantang dan Cakrabuana ikut Ki Patih ke Mesir menghadap Kanjeng Sultan Mesir dan mereke pun ditempatkan dirumah Ki Penghulu Jamaluddin.
Kanjeng Sultan bertemu dengan Nyi Rarasantang dimasjid Tursina, beliau sangat setuju sekali mirip denga permaisurinya yang telah meninggal dunia, segera Nyi Rarasantang didekati dan dilamarnya. Namun Nyi Rarasantang meminta maskawin putra laki-laki waliyullah yang punjul sebuana, permintaan tersebut disanggupi oleh Kanjeng Sultan atas kehendak dan petunjuk dari Allah. Akhirnya Nyi Rarasantang menikah dengan Kanjeng Sultan Syarif Abdullah dan diberi nama Hj. Syarifah Muda-im.
Setelah satu tahun lamanya Cakrabuana pulang ke Cirebon dengan diberi nama oleh Syekh Bayan adalah Bayanullah, Syekh Abdullah pun memberi nama yaitu Abdullah Iman. Dalam perjalanannya menuju Cirebon, cakrabuana mampir di Aceh sebulan lamanya, kemudian mampir di Palembang selama tiga bulan.
Tidak antara lama Cakrabuana mempunyai bayi perempuan diberi nama Ratu Mas Pakungwati, kemudian ki Kuwu Cakrabuana membangun kraton Pukungwati. Tak lama kemudian Ki Kuwu mempunyai bayi laki-laki bernama Pangeran Cerbon.
Diceritakan dinegara Mesir Kanjeng Sultan dan Syarifah Mudaim/Nyi Rarasantang berziarah ke mekkah dan kemakam Kanjeng Nabi Muhammad saw. dalam usia kandungannya yang ke tujuh bulan.
Tidak lama kemudian Syarifah Mudaim melahirkan bayi laki-laki yang elok sekali, cahayanya meredupkan cahaya matahri pada tanggal 12 mulud ba’da subuh. Bayitersebut langsung dibawa Thowaf oleh Kanjeng sultan dan diberi nama Syarif Hidayatullah dengan disaksikan para ulama dan para mukmin. Antara tahun Syarifah Mudaim mengandung lagi dan melahirkan seorang bayi lelaki yang diberi nama Syarif Nurullah.
Tidak antara tahun Kanjeng Sultan wafat, dan kerajaan mesir dipimpin oleh Patih Jamaluddin sebagai wakil karena Syarif Hidayatullah masih kecil.
Diceritakan setelah Syarif Hidayatullah meranjak dewasa, beliau sangat ingin berguru kepada Kanjeng Nabi Muhammad walaupun pada saat itu menurut dhohirnya Kanjeng Nabi telah wafat.
Karena tidak tahan dengan rasa rindunya kepada Kanjeng Nabi Muhammad, Syarif Hidayatullah meminta izin kepada ibunya untuk mencari Kanjeng Nabi. Akhirnya diizinkan pula sang putra oleh ibunya.
Dalam perjalanannya Syarif Hidayatullah bertemu dengan Nagasaka yang member petunjuk untuk pergi ke makam Nabi Sulaiman dipulau majeti. Sebelum sampai beliau bertemu dengan Pendeta Ampini yang mengajak bersama-sama menuju majeti. Sesampainya disana Syarif Hidayatullah atur hormat, namun Pendeta Ampini langak longok mencari cincin Nabi Sulaiman, sehingga datanglah petir menyambar sang pendeta karena memikirkan keduniaan dan sekh Syarif terlempar hingga dipuncak gunung. Segera sekh Syarif bertobat karena telah menemani orang yang berlaku durjana.
Setelah bertobat syekh Syarif bertemu dengan petapa yang disampingnya terdapat kendi pertula. Syekh Syarif berkata; “Hai sang tapa itu kendi milik siapa? Saya ingin minum”. Sang petapa menjawab; “Wallahu a’lam tatkala saya memulai bertapa kendi itu sudah ada”. Syekh Syarif berkata; “Hai kendi pertula engkau siapa yang mempunyai milik? Karena saya ingin minum”. Kendi itu menjawab; “Saya kendi asal surge, turun kala waktu Nabi Nuh, iya tuan yang mpunyai milik”. Lalu kendi airnya diminum tidak sampai habis, lalu kendi diletakkan. Kendi segera mengucap; “Tuan pasti menjadi raja/ nata seturunannya, akan tetapi tidak sampai terus, direbut hingga terjajah”. Kendi lalu diminum kembali hingga habis. Pratula berkata kembali; “selanjutnya Negara tuan abadi tidak terjajah, saya kelak mengabdi kala tuan jadi raja”. Lalu kendi segera terbang keangkasa.
Kemudian Syekh Syarif melanjutkan perjalanannya dengan dihadang berbagai godaan dunia. Tak lama kemudian Syekh Syarif dilanda gelap gulita hingga sengsara. Kemudian datanglah Nabi Ilyas memberikan petunjuk untuk naik kebukit menemui penunggang kuda, sesampainya disana bertemu dengan penunggang kuda yaitu Nabi Chidir dan Syekh Syarif pun diajak untuk naik kuda dan diantarkan naik keatas sampai dinegri ajrak. Dinagara ajrak Syekh Syarif masuk kedalam Masjid Mirawulung dan bertemu arwakh para syuhada dan para mukmin.
Syekh Syarif bertafakkur hingga diridhoi Allah untuk naik kelangit tujuh dan bertemu dengan Rasulullah.
Setelah sowan ke kanjeng Nabi Muhammad, Syekh Syarif pulang ke negeri mesir menemui Ibunda Rarasantang. Antar sebulan lamanya dimesir Syekh Syarif menunaikan Ibadah Haji, sepulangnya berhaji beliau diangkat menjadi Sultan Mesir Maulana Mahmud.
Setelah beberapa waktu Ibunda Rarasantang memerintahkan kepada Syekh Syarif untuk pergi ke tanah jawa menemui Ki Kuwu Cakrabuana, dan Syekh Syarif mematuhinya dan kesultanan diserahkan kepada Syarif Nurullah.
Sesampainya dicirebon, Syekh Syarif sowan ke Syekh Nur Jati kemudian ke Sunan Ampel untuk mendapatkan wejangan-wejangan dengan diantar oleh Ki Kuwu Cakrabuana. Dan beliaupun dinikahkan dengan putri Ki Kuwu Cakrabuana Nyi Mas Pakungwati namanya.
Setelah itu barulah Syekh Syarif menyebarkan agama islam ditatar pasundan Cirebon dan sekitarnya sampai ke tanah china, India dll.
Pada suatu hari Ki Kuwu Cakrabuana dan Kanjeng Sinuhun Gunung Jati bermufakat untuk menghadap kepada Prabu Siliwangi untuk mengajaknya masuk Islam.
Diceritakan dikraton pajajaran Prabu Siliwangi dan pengiringnya hendak bertolak ke cirebon meninjau cucunya Kanjeng Sinuhun. Tidak lama kemudian Kibuyut Talibarat menjumpai sang prabu dan mempengaruhinya untuk tidak masuk Islam, sehingga sang prabu pun merubah kratonnya menjadi hutan dan seluruh pengiringnya menghilang dikarenakan tidak mau masuk Islam dan sudah mengetahui bahwa Kanjeng Sinuhun akan datang.
Tidak berapa lama kemudian datanglah Kanjeng Sinuhun dengan Ki Kuwu Cakrabuana mendapati kraton telah berubah menjadi hutan, namun beliau berdua masih dapat melihat kraton pajajaran seperti semula lalu masuk dan mengislamkan sebagian penghuninya yang masih ada, namun tidak didapatinya sang prabu.
Setelah beberapa waktu kemudian Kanjeng Sinuhun memohon kepada Allah untuk dipertemukan dengan Prabu Siliwangi, namun didapatinya telah menjadi macan/harimau. Kanjeng Sinuhun tetap mengajak sang prabu untuk masuk islam, dan akhirnya dengan berbagai macam kejadian upaya sang prabu pun mengikuti agama islam dan tetap menjadi macan yang akan melindungi keturunan Kanjeng Sinuhun Gunung Jati.
NYI MAS AYU GANDASARI
Diceritakan Ki Gedeng Selapan dan diwartakan sejak dulu tatkala bertapa digunung Mendang dibawah pohon pudak memuja semedi ingin mempunyai anak yang sakti lagi punjul. Pertama bertapa bunga pudak baru kuncup, sekarang sudah berjatuhan dihadapan Ki Gedeng, bunga yang jatuh ketanah tersebut ternyata jadi bayi perempuan, lalu bayi itu dibawa pulang dan diberi nama Nyi Mas Ayu Fatimah Pamuragan atau Nyi Mas Ayu Fatimah Gandasari. (menurut pendapat lain Gandasari adalah putri angkatnya Sultan Aceh atau adik perempuannya Faletehan).
Diceritakan Gandasari sudah berumur 15 tahun dan sudah bai’at kepada Sunan Gunung Jati, dan kecantikannya sudah masyhur ke 25 negara sehingga banyak laki-laki yang melamar dari segala macam profesi dan jabatan. Namun karena sulit untuk memutuskan mana yang harus diterima, Nyi Mas Ayu Gandasaripun mengadakan sayembara bagi lelaki yang dapat mengalahkannya maka ia bersedia mengabdi kepada lelaki tersebut sebagai istri.
Dari sayembara tersebut para gegedeng saling berebut menangkap Nyi Mas Ayu Gandasari, namun tak satupun yang bisa menangkap atau mengalahkannya.
Diceritakan ada satria yang baru datang dipantai Cirebon membawa kitab dua perahu dari Negara Syam/Syria yang bernama Syarif Syam mencari guru mursyid yang bisa memotong rambutnya karena belum ada yang bisa memotongnya (diceritakan kitab-kitab tersebut terdampar di jawa timur).
Setelah keluar dari perahu datanglah ke kebun gayam. Disana ia melihat seorang laki-laki yang sedang memukul/mengupas/membentongi buah gayam untuk diambil isinya. Syarif Syam menanyakan tentang keberadaan guru mursyid tersebut, dan Syekh Bentong pun menunjukkannya kearah selatan bahkan Syekh Bentong menggelung rambutnya Syarif Syam dan memberinya nama Pangeran Rimagelung. Syekh Bentong mengajak Pangeran Rimagelung untuk Sholat didalam bumbung bambu pagar rumahnya, Pangeran Rimagelungpun terheran-heran karena ternyata didalamnya ada sebuah masjid besar dan banyak makmumnya. Pangeran Rimagelungpun dijamu dengan buah-buahan yang ditanam seketika itu juga oleh Syekh Bentong dan pada saat itupula langsung berbuah dan langsung masak.
Tidak beberapa lama, Pangeran Rimagelung bertemu dengan kakek tua (Sunan Gunung Jati), beliau memotong rambut Pangeran Rimagelung hanya dengan jari-jarinya, lalu kemudian kakek tua itu pergi. Pangeran Rimagelungpun mencarinya hingga ahirnya datang ke tempat sayembara Nyi Mas Ayu Gandasari.
Disana Pangeran Rimagelung merasa iba kepada Nyi Mas Ayu karena dikeroyok oleh para lelaki, dengan tujuan membantu Pangeran Rimagelungpun masuk arena sayembara. Namun malah ditantang oleh Nyi Mas Ayu karena telah memasuki arena sayembara, akhirnya ia pun ikut memperebutkan Gandasari.
Gandasari menyerang Pangeran Rimagelung dengan berbagai macam senjata, namun tak satu senjata pun yang melukai sang pangeran, akhirnya Gandasaripun kabur masuk kedalam bumi keatas awan namun sang pngeran selalu ada dibelakangnya.
Gandasaripun ahirnya bersembunyi dibawah sandalnya Sunan Gunung Jati, sang pangeran memohon restu kanjeng sinuhun gunung jati untuk mengangkat kakinya, kemudian Nyi Mas Ayu sembunyi dalam sabuknya, sang pangeranpun kembali memohon kanjeng sinuhun untuk membuka sabuknya, Nyi Mas Ayu pun pindah kedalam cincinnya, sang pangeran pun meminta kanjeng sinuhun melepas cincinnya, Nyi Mas Ayu pindah bersembunyi dibalik jubah kanjeng sinuhun, ahirnya sang Pangeran Rimagelung tidak sabar ditabraknya kanjeng sinuhun, namun sang pangeran tersungkur ditanah tidak kuat menabrak kanjeng sinuhun. Akhirnya Pangeran Rimagelung meminta maaf dan bertobat kepada kanjeng sinuhun Gunung Jati karena telah salah jalan, padahal tujuan awal dari perjalanannya ke Cirebon adalah mencari guru syahadat kanjeng sinuhun Gunung Jati.
Nyi Mas Ayu Gandasari pun mengakui kekalahannya, Nyi Mas Ayu bersedia menjadi istri Pangeran Rimagelung namun Nyi Mas Ayu mengajukan syarat menikahnya nanti saja dialam batin, hal ini disepakati dan disaksikan oleh kanjeng sinuhun Gunung Jati dan Ki Kuwu Cakrabuana.
SITI FATIMAH LODAYA
Diceritakan dinegeri India ada seorang raja meninggal dunia beliau akan dibakar ditengah laut, pada saat itu pula Kanjeng Sinuhun Gunung Jati melewati kapal mereka. Kanjeng Sinuhun menanyakan perihal yang akan dikerjakan oleh para prajurit tersebut, maka Kanjeng Sinuhun mengajak mereka semua untuk masuk islam, tapi mereka semua tidak ada yang mau kecuali Kanjeng Sinuhun bisa menghidupkan raja mereka. Atas idzin Allah raja mereka itu dihidupkan kembali, serentak mereka semua bersujud dan bai’at syahadat kepada Kanjeng Sinuhun. Setelah mereka masuk islam, mereka kembvali ke negaranya dengan mengislamkan satu Negara.
Selang beberapa waktu sang raja tersebut meninggal dunia dalam keadaan islam dan meninggalkan permaisuri yang sedang mengandung. Setelah beberapa bulan lahirlah seorang bayi perempuan yang diberi nama Fatimah, setelah Nyi Mas Fatimah meranjak dewasa ia diberitahukan bahwa ayahnya adalah Sunan Gunung Jati karena pada dasarnya ayahnya itu telah wafat sebelum Nyi Mas Fatimah menitis.
Sehingga Nyi Mas Fatimah pun berlayar kecirebon mencari Kanjeng Sinuhun, sesampainya dicirebon Nyi Mas Fatimah diperintahkan oleh Kanjeng Sinuhun untuk mengalahkan Siluman Ratu Laut Kidul.
Terjadilah pertempuran antara Nyi Mas Fatimah dan Ratu Laut Kidul yang dimenangkan oleh Nyi Mas Fatimah, sehingga Nyi Mas Fatimahpun diangkat menjadi Ratu Siluman Laut Kidul dengan nama Nyi Mas Fatimah Lodaya dan tinggal dipantai selatan daerah Rawa Onom.
Diceritakan setiap lelaki yang menikah dengan Nyi lodaya pasti meninggal, sampai suatu hari datang seorang pemuda Syekh Abdurrahman Kalijaga. Beliau datang atas petunjuk Allah dengan berbekalkan pakaian, beras, dan kepeng (uang) (menurut KH. Idris Anwar inilah yang menjadi dasar adanya maskawin syahadat), sebelum sampai ketempat tujuan beliau bertemu dengan seorang kakek. Kakek tersebut meminta barang bawaan Syekh Abdurahman dan berpesan kepadanya “Rahasia aja dibuka, Rejeki setitik aja ditampik, Bojo ayu aja buru-buru”, dengan petunjuk dari Allah Syekh Abdurrahman pun menikahi Nyi Lodaya dengan berpuasa selama 40 hari, dimana pada suatu malam ditemukannya seekor ular berada didalam farji Nyi Lodaya dan setelah dicabut oleh Syekh berubahlah ular tersebut menjadi keris. Dengan kejadian tersebut jelaslah bahwa yang menyebabkan para suami meninggal adalah ular tersebut, dengan hilangnya ular tersebut perkawinan mereka pun rahayu.
SYEKH RUMAJANG
Syekh Rumajang adalah putra prabu Siliwangi dari ibu yang bernama Nyi Mas Ratu Subanglarang/ Dewi Kumala Wangi, Syekh Rumajang masa kecilnya bernama Prabu Kian Santang. Ia adalah adik dari Walangsungsang dan Nyi Rarasantang.
Dari sejak kecil sampai dewasa yaitu usia 33 tahun prabu Kian Santang belum pernah dikalahkan kesaktiannya sejagat pulau jawa. Karena sangat ingin sekali mencari orang sakti, akhirnya memohon bantuan kepada ayahanda Prabu Siliwangi untuk mencarikan orang sakti yang bisa mengalahkannya, ternyata gagal karena tidak ada yang sanggup melukai walau hanya kulitnya saja. Sampai para ahli nujum pun dihadirkan untuk mencari dimana ada orang sakti yang mampu mengalahkan Prabu Kian Santang namun tetap tidak ketemu.
Dalam situasi yang membingungkan datang seorang kakek, prabu Siliwangi dan seluruh isi keraton tersebut terkejut, kakek tersebut membawa berita bahwa orang yang dapat menandingi Prabu Kian Santang adalah Sayyidina Ali yang tempatnya jauh di Mekkah (padahal pada waktu itu Sayyidina Ali telah wafat, namun kejadian ini dipertemukan dengan kehendak Allah). lalu kakek tersebut berkata kepada Prabu Kian Santang kalau ingin bertemu dengan dia kamu harus melaksanakan dua syarat yaitu harus muja semedi dulu diujung kulon, dan nama harus diganti dengan nama Galantrang Setra (Galantrang=Berani, Setra=Bersih/Suci).
Setelah Prabu Kian Santang melaksanakan dua syarat tersebut, maka berangkatlah beliau ketanah suci Mekkah. Setibanya disana beliau bertemu dengan sayyidina Ali namun Galantrang Setra tidak mengetahuinya bahwa yang ia hadapi adalah Sayyidina Ali. Lalu Galantrang Setra menanyakan rumahnya sayyidina Ali, maka lelaki tersebut mengantarkannya kerumah sayyidina Ali, namun sebelum berangkat lelaki tersebut menancapkan tongkatnya ditempat tersebut.
Setelah mereka jauh lelaki tersebut meminta Galantrang Setra untuk mengambilkan tongkatnya dan apabila tidak mau maka tidak akan diantar kerumah sayyidina Ali. Namun setelah mencoba mengambilnya dengan satu tangan tongkat tersebut tidaklah terangkat, maka Galantrang Setra pun mengerahkan semua kekuatannya namun tak kunjung terangkat malah tubuh Galantrang Setra amblas masuk kedalam bumi dengan berkucuran darah.
Ahirnya lelaki yang tidak lain adalah sayyidina Ali pun datang, dengan membaca Basmalah dan syahadat terangkatlah tongkat tersebut dan seluruh luka ditubuh Galantrang Setra pun sembuh. Maka ia pun meminta diajarkan kalimat tersebut, namun tidak diberikan karena Galantrang Setra belum masuk islam, dan keduanya melanjutkan perjalanan menuju kota mekkah.
Sesampainya dimekkah lelaki yang bersamanya itu dipanggil Ali, Galantrang Setra mendengar sebutan tersebut sangat terkejut bahwa lelaki yang mengantarnya adalah Sayyidina Ali.
Dengan demikian Galantrang Setra merasa takut dan malu sehingga hilang keberaniannya, maka berangkatlah Galantrang Setra dengan maksud pulang ketanah jawa, namun kesaktiannya telah hilang maka Galantrang Setra pun tidak bisa pulang kejawa sehingga dia pun kembali lagi ke tanah mekkah.
Seketika itu pula Galantrang Setra menemui Sayyidina Ali dan langsung memohon berguru dan masuk islam, ia bermukim dimekkah selama 20 hari sambil mempelajari agama islam dan barulah kembali ketanah jawa pajajaran.
Setibanya dipajajaran ia menceritakan pengalamannya ditanah mekkah serta pertemuannya dengan Sayyidina Ali dan pada ahirnya ia memberitahukan kepada ayahandanya bahwa ia telah masuk islam, dengan demikian Prabu Siliwangi murka namun Galantrang Setra belum bisa menyebarkan islam dengan sempurna karena belum menguasai tentang islam.
Karena ketidakmampuannya menyebarkan agama Islam, maka Galantrang Setra pun kembali lagi ke mekkah selama 7 tahun untuk menekuni agama Islam. Setelah merasa cukup Galantrang Setra kembali lagi ke pajajaran bersama saudagar arab.
Setibanya ditanah jawa Galantrang Setra langsung menyebarkan agama islam dikalangan masyarakat dan sangat diterima oleh masyarakat. Kemudian Galantrang Setra bermaksud menyebarkan agama Islam dilingkungan keraton.
Setelah Galantrang Setra datang ke keraton, ia sangat terkejut karena yang tersisa hanyalah hutan belantara dan tidak didapatinya seorang pun. Maka Galantrang Setra berdo’a memohon kepada Allah untuk dipertemukan dengan ayahadanya yaitu Prabu Siliwangi, Allahpun mengabulkannya. Dengan tiba-tiba ayah dan pengiringnya keluar dari hutan, sehingga Galantrang Setra pun sangat bahagia dan memberi hormat serta berkata; “wahai ayahku yang tercinta, kenapa ayah ada dihutan? Sedangkan ayah itu seorang raja, apakah pantas seorang raja diam dihutan? Lebih baik ayah ke kraton dan saya akan mengajak ayah dan para pengiring masuk islam”, Prabu Siliwangi tidak menjawab, malah balik bertanya; “Wahai anakku Prabu Kian Santang, apakah yang pantas untuk diam dihutan?”, Galantrang Setra menjawah; “Ayahku, yang pantas ada dihutan adalah binatang buas seperti macan”, seketika itu pula Prabu Siliwangi beserta pengiringnya menjadi Macan/ Harimau. Namun Galantrang Setra tidak putus asa untuk mengajak ayahnya masuk islam, sampai ahirnya Prabu Siliwangi terdesak dipantai laut kidul digarut, tetapi tetap tidak mau masuk islam (karena dengan idzin Allah yang meng islamkannya adalah Kanjeng sunan Gunung Jati beberapa waktu kemudian).
Dengan rasa menyesal Galantrang Setra membendung jalan larinya Prabu Siliwangi dan Prabu beserta pengiringnya masuk kedalam gua (gua sancang pameungpek). Setelah mengejar-ngejar ayahnya dan tidak berhasil maksudnya maka Galantrang Setra atau Prabu Kian Santang kembali ke Pajajaran, sewaktu dalam perjalanan bertemu dengan seorang lelaki yang ingin masuk islam, dengan sangat gembira Prabu Kian Santang menerimanya dengan mengajarkan dua kalimat syahadat, kemudian orang tersebut dikhitan namun karena terlalu gembira sehingga mengkhitannya tergesa-gesa sehingga hasafahnya terputus dan orang tersebut wafat dan dikuburkan ditempat tersebut (Islam Nunggal/Salam nunggal).
Setibanya dipajajaran Prabu Kian Santang membangun kembali kerajaan sambil menyebarkan agama islam kepeloksok daerah dibantu oleh saudagar arab, namun istana kerajaan yang diciptakan oleh Prabu Siliwangi menjadi hutan rimba tidaklah dirubah sehingga tetap menjadi hutan.
Tidak lama kemudian Prabu Kian Santang mendapatkan ilham untuk Uzlah (menyepi dan bertafakkur), sehingga Prabu Kian Santang pun berjalan mencari tempat yang cocok untuk berkholwat.
Dalam proses pencariannya, Prabu Kian Santang membawa peti yang berisikan tanah pusaka sebagai tanda tempat yang disinggahinya adalah tempat yang cocok. Apabila tempat tersebut cocok untuk tempat uzlahnya maka peti itu bergerak-gerak/godeg-godeg, namanyapun dirubah menjadi Sunan Rohmat.
Setelah melalui Gunung Ciremai dan Gunung Tasikmalaya namun tetap tidak ada tanda godeg dari pusakanya tersebut, beliau menuju Gunung Suci Garut dengan namanya Syekh Rumajang (majeng/maju/jalan terus/pantang menyerah dalam mencari ridho Allah). Setibanya digunung Suci peti tersebut diletakkan diatas tanah, secara tiba-tiba peti tersebut godeg-godeg. Dengan godegnya peti tersebut memberi petunjuk bahwa ia harus bertafakkur di Gunung Suci.
SAYYID UTSMAN
Nama lengkapnya adalah Sayyid Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya Al-Alawi. Ibunya adalah Aminah binti Syekh Abdurrahman Misri, lahir di pekojan Jakarta Utara pada 17 Robi’ul Awal 1238 H/1822 M.
Beliau berguru pada beberapa syekh yaitu pada kakeknya Syekh Abdurrahman Misri di makkah, kepada Habib Abdullah bin Husain bin Thohir dan kepada Habib Abdullah bin Umar bin Yahya , dan juga kepada Habib Ali bin Segaf Al-Jufri di Hadramaut. Disamping itu beliau menuntut ilmu ke Mesir, Tunisia, Al-Jazair, Persia, Turki, dan Siria, dan setelah itu kembali kejakarta pada tahun 1862 M.
Beliau adalah ulama besar yang jarang tandingannya dizamannya dan disegani oleh kalangan muslim dinusantara dan Arabia, beliau dimasyhurkan dengan nama “Mufti Batavia atau Mufti Betawi”.
Beliau selain mengajar syariat islam juga menyusun kitab-kitab agama yang banyak tersebar luas ditanah jawa, lebih dari 80 buah kitab karangan beliau dalam berbagai disiplin ilmu keislaman. Kitab-kitab beliaupun banyak yang dijadikan reverensi pada berbagai pengajian, khususnya pada masyarakat betawi. Pada zaman belanda salah satu kitab beliau pun dijadikan salah satu pedoman pengambilan keputusan pada pengadilan agama
Disamping itu beliau aktif didalam berdakwah dan mendidik ummat walaupun masih dalam penjajahan belanda sehingga beliau memiliki banyak murid yang tersebar dipeloksok Jakarta dan sekitarnya, boleh dikatakan bahwa pada umumnya ulama-ulama dan habaib Jakarta adalah berasal dari murid beliau, sehingga beliau pantas diberi gelar “Guru dari para guru”.
Salah satu keramatnya adalah untuk menentukan arah kiblat suatu bangunan masjid, maka beliau cukup hanya dengan menunjuk dengan jari telunjuknya, maka seluruh orang yang berkumpul akan dapat melihat ka’bah. Sehingga arah kiblatnyapun tidak ada keragu-raguan.
Dalam hubungannya dengan pihak pemerintah Belanda dijakarta, beliau bersikap moderat dan diplomatis demi kepentingan ummat islam, maka tidak heran sesuai dengan kapasitas keilmuannya beliau diangkat sebagai mufti Batavia untuk mengurusi persoalan perdata kaum muslimin di Jakarta pada waktu itu.
Beliaupun sering melakukan korespondensi dengan ulama di Arabia, diantaranya dengan Syekh Yusuf bin Isma’il An-Nabhani dari Lebanon.
Beliau wafat pada tahun 1923 M dan dimakamkan di pemakaman Karet Tanah Abang Jakarta.
SAYYID HUSEIN
Nama beliau adalah Habib Husein bin Abi Bakar Al Idrus lahir di Migrab, dekat Hazam, Hadramaut, datang di Betawi sekitar tahun 1746 M. Berdasarkan cerita, bahwa beliau wafat di Luar Batang, Betawi tanggal 24 Juni 1756 M. bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 Hijriyah. . Silsilah beliau : Habib Husein bin Abubakar bin Abdullah bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Abdullah bin Abubakar Al-Sakran bin Abdurrahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Al-Dawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath.
Habib Husein yang lebih terkenal dengan sebutan Habib Keramat Luar Batang, menurut Habib Musthofa Alidrus yang selalu membacakan Manaqib Habib husein Alidrus pada acara haul, diwaktu Habib Husein masih hidup beliau pernah berkata kepada seorang opsir belanda “nanti suatu saat kamu akan menjadi orang besar”, opsir tersebut tidak mengindahkan kata-kata Habib, hingga dia pulang ke negaranya lalu dipanggil lagi ke indonesia dengan jabatan tinggi, dia teringat akan kata-kata Habib dan mau memberikan hadiah, lalu ditawarkan berbagai hadiah spt uang,emas dll tapi Habib tidak mau, akhirnya disepakati Habib mau menerima hadiah berupa kepemilikan daerah sekeliling yang sekarang lokasinya di makamnya itu, dulunya daerah itu adalah tempat yang kalau laut pasang terendam air, setelah dikabulkan maka di pasang patok-patok kayu menandakan batas wilayah yang Habib inginkan, nah dari situ muncul kata-kata “luar batang” karena dari laut tersebut keluar batang-batang kayu pembatas .
Habib Husein tiba di Luar Batang, daerah Pasar Ikan, Jakarta, yang merupakan benteng pertahanan Belanda di Jakarta. Kapal layar yang ditumpangi Habib Husein terdampat didaerah ini, padahal daerah ini tidak boleh dikunjungi orang, maka Habib Husein dan rombongan diusir dengan digiring keluar dari teluk Jakarta. Tidak beberapa lama kemudian Habib Husein dengan sebuah sekoci terapung-apung dan terdampar kembali di daerah yang dilarang oleh Belanda. Kemudian seorang Betawi membawa Habib Husein dengan menyembunyikannya. Orang Betawi ini pun berguru kepada Habib Husein. Habib Husein membangun Masjid Luar Batang yang masih berdiri hingga sekarang. Orang Betawi ini bernama Haji Abdul Kadir. Makamnya di samping makam Habib Husein yang terletak di samping Masjid Luar Batang.
Habib Husein sering tidak patuh pada Belanda. Sekali Waktu beliau tidak mematuhi larangannya, kemudian ditangkap Belanda dan di penjara di Glodok. Di Tahanan ini Habib Husein kalau siang dia ada di sel, tetapi kalau malam menghilang entah kemana. Sehingga penjaga tahanan (sipir penjara) menjadi takut oleh kejadian ini. Kemudian Habib Husein disuruh pulang, tetapi beliau tidak menghiraukan alias tidak mau pulang, maka Habib Husein dibiarkan saja. Suatu Waktu beliau sendiri yang mau pergi dari penjara.
Dulu pernah ada cerita pada waktu itu ada seseorang warga pergi kepasar dan dia membeli daging mentah, begitu akan pulang kerumah beliau mendengar kabar bahwa Habib husein bin abi bakar al idrus berpulang kerahmatulloh, maka bergegas dia pergi kemasjid untuk ikut bersama-sama sholat jenazah .Setelah selesai sholat jenazah dan ikut menguburkan dia kembali kerumah dan menyuruh sang istri untuk segera memasak daging tersebut. Namun hingga beberapa lamanya sang istri memasak daging itu tidak matang-matang.,dan masih keliatan seperti daging segar, ditengah keanehan yang terjadi sang istripun mengeluh kepada suaminya; “bang ko daging yang saya masak tidak mateng-mateng ? padahal sudah hampir setengah hari saya memasak daging itu, tapi daging itu tetap segar !. Sang suamipun juga diliputi keanehan tersebut !.Setelah beberapa lama dia berpikir akhirnya dia ingat sesuatu, sewaktu dia mengikuti majlis taklim yang diadakan oleh Habib husein bin abi bakar al idrus , beliau pernah berceramah bahwa barang siapa yang mensholati aku sewaktu aku meninggal dunia nanti, maka dia tidak akan bisa tersentuh oleh api neraka. Akhirnya dia mengambil pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa keanehan tersebut, dia berdoa kepada Alloh Ya Alloh mudah-mudahan aku terlindungi dari jilatan api nereka karena memuliakan Kekasih-Mu.
Salah satu karomahnya pula, Beliau memiliki kambing peliharaan yang mengumbar bebas mengelilingi Batavia, tak seorangpun berani mengganggunya bahkan kompeni belanda pun tidak berani, karena akan mendapatkan bala yang sangat pedih.
SYEKHUNAL MUKARROM
Syekhunal Mukarrom adalah sebutan bagi Al-Habib Abah Umar bin Isma’il bin Yahya, beliau lahir di Arjawinangun pada bulan Rabiul Awal 1298 H atau 22 Juni 1888 M.
Ayahnya adalah seorang da’i asal dari Hadromaut yang menyebarkan islam dinusantara yang bernama Al-Habib Syarif Isma’il bin Yahya, sedangkan ibunya adalah Siti Suniah binti H. Sidiq asli arjawinangun.
Diceritakan sewaktu beliau lahir sekujur tubuhnya penuh dengan tulisan arab (tulisan aurod dari syahadat sampai akhir), sehingga sang ayah Syarif Isma’il merasa hawatir akan menjadi fitnah. Maka beliaupun menciuminya terus setiap hari sambil membacakan sholawat hingga akhirnya tulisan-tulisan tersebutpun hilang.
Meninjak ke usia 7 tahun nan, Al-Habib Abah Umar nyantri ke pondok pesantren Ciwedus Kuningan. Sebelum Abah Umar berangkat mesantren ke ciwedus, KH. Ahmad Saubar sebagai pengasuh pesantren ciwedus mengumumkan kepada para santrinya bahwa pesantrennya akan kedatangan Habib agung, sehingga para santrinya diperintahkan untuk kerja bakti membersihkan lingkungan pesantren sebagai penyambutan selamat datang bagi habib yang sebentar lagi tiba. Kiai juga berpesan agar Habib dihormati, dimuliakan, dan jangan dipersalahkan.
Hingga pada waktu yang ditunggu datanglah Al-Habib Abah Umar ke pesantren ciwedus dalam usianya yang ke 7 tahun, para santripun geger, bingung, dan keder karena ternyata yang datang hanyalah seorang anak kecil.
Diceritakan bahwa Abah Umar diciwedus selalu hadir dalam pengajian yang disampaikan oleh KH. Ahmad Saubar baik dalam pengajian kitab kuning maupun tausiyah, namun disana Abah Umar hanya tidur-tiduran bahkan pulas disamping kiai, sehingga para santri pun mencibir/mencemooh.
Abah Umar menunjukkan khowariknya dengan mengingatkan KH. Ahmad Saubar ketika dalam membaca kitabnya ada kesalahan, begitupun para santri yang deres di kamar pun selalu diluruskan oleh Abah Umar, dengan kejadian tersebut para santri hormat dan memuliakan.
Setelah beberapa waktu mesantren diciwedus KH. Ahmad Saubar memohon kepada Abah Umar untuk diajarkan Ilmu Syahadat sesuai dengan pesan dari gurunya Embah Kholil Madura. Akhirnya KH. Ahmad Saubar mengumpulkan para santrinya untuk di bai’at syahadat oleh Abah Umar, yang didalamnya hadir K. Soheh Bondan Indramayu sebagai santri dewasa yang ikut bai’at syahadat.
Selang beberapa waktu sekitar dua tahunan Abah Umar pindah ke pesantren Bobos dibawah asuhan KH. Syuja’i, dari pondok bobos selanjutnya pindah ke pondok Buntet dibawah asuhan KH. Abbas. Dibuntet Abah Umar bertingkahnya sama seperti waktu di ciwedus, tidak mengaji hanya bermain dibawah meja kiai yang sedang mengajar ngaji, sesekali apabila kiainya ada kesalahan maka dipukullah meja kiai tersebut dari bawah meja sehingga kiainya sadar bahwa yang diajarkannya ada yang salah, tidak berselang lama kiai pun meminta untuk diajarkan syahadat.
Setelah dari pondok buntet Abah Umar berpindah lagi ke pesantren Majalengka dibawah asuhan KH. Anwar dan KH. Abdul Halim, dipesantren inilah Abah Umar menghabiskan waktu selama 5 tahunan.
Sesampainya Abah Umar dirumah, beliau menghimpun sebuah pengajian di panguragan yang dikenal dengan sebutan “Pengajian Abah Umar” atau dalam wacana para santrinya lebih dikenal dengan sebutan “Buka Syahadat atau Ngaji Syahadat”, sebab beliau menyampaikan Hakekat Syahadat dari Syarif Hidayatullah.
Ngaji Syahadat nya Abah Umar pun terdengar keseluruh peloksok negeri bahkan sampai ke Malaysia, sehingga banyak orang yang datang untuk mencari slamet dunya akherat dengan Itba’ dan bai’at kepada Abah Umar. Karena disaat itu sudah banyak yang menunggu pembukaan syahadat tersebut, mereka yang menunggu adalah orang-orang yang mendapat pesan dari para guru dan orang tua yang ma’rifat.
Dengan demikian, dalam waktu yang singkat semakin ramailah pengajian Abah Umar tersebut baik itu yang kalong maupun yang mukim. Setiap malam jum’at, panguragan dihadiri oleh para jamaah yang ingin ngaji syahadat.
Bahkan menurut berita dari orangtua dulu ketika belanda melewati panguragan mereka berkumandang “Mawlana ya Mawlana…..” dengan hidmatnya (terpengaruh oleh karomatnya Abah Umar).
Pada Tahun 1947 Abah Umar membentuk pengajiannya menjadi sebuah nama organisasi Asy-Syahadatain dengan mendapatkan izin dari presiden Soekarno, karena disaat itu setiap perkumpulan dengan banyak orang tanpa adanya organisasi yang jelas maka dapat dikategorikan sebagai usaha pemberontakan dan dapat mengganggu ketahanan nasional. Setelah itu, Asy-Syahadatain semakin besar dan ramai yang para jamaahnya menyebar sampai manca Negara.
Karena semakin ramai, maka par kiai jawa (yang tidak senang) mendengar kepesatan Asy-syahadatain, sehingga mereka hawatir para santrinya akan terbawa oleh Abah Umar, sehingga para kiai tersebut berkumpul untuk menyatakan bahwa ajaran Abah Umar adalah sesat. Akhirnya Abah Umar disidang dipengadilan Agama yang dikuasai para kiai tersebut pada saat itu, dalam pengadilanpun Abah Umar ditetapkan bersalah dengan tidak ada pembelaan dan penjelasan apapun. Akhirnya Abah Umarpun dipenjara bersama beberapa murid-muridnya termasuk KH. Idris Anwar selama 3 bulan, namun belum genap tiga bulan Abah Umar sudah dibebaskan karena sipirnya banyak yang bai’at syahadat kepada Abah Umar.
Pada tahun 1950 pertama kalinya Abah Umar menyelenggarakan tawassulan, dan pada malam itu pula Abah Umar kedatangan beberapa tamu agung, hal inipun dengan izin Allah dapat disaksikan secara batin oleh beberapa santri sahabat yang diantaranya adalah KH. Soleh bin KH. Zaenal Asyiqin.
Para tamu tersebut adalah Kanjeng Nabi Muhammad saw. beliau hadir dalam acara tawassul tersebut secara Bathiniyah dan memberikan title/gelar/derajat kepada Abah Umar yaitu Syekh Hadi, diiringi pula oleh malaikat jibril dan memberinya gelar Syekh Alim. Kemudian disusul Siti Khodijah memberi gelar Syekh Khobir, Siti Fatimah Azzahra memberi gelar Syekh Mubin, Sayyidina Ali memberi gelar Syekh Wali, Syekh Abdul Qodir memberi gelar Syekh Hamid, Syarif Hidayatullah Gunung Jati memberi gelar Syekh Qowim, dan yang terakhir Nyi Mas Ayu Gandasari datang dengan memberi gelar Abah Umar sebagai Syekh Hafidz.
Dengan kejadian tersebut, menurut KH. Soleh sebagai malam pelantikan dinobatkannya Al-Habib Abah Umar sebagai Wali Kholifaturrosul Shohibuzzaman. Sehingga perkembangan wiridnya pun semakin hari semakin bertambah sesuai dengan yang diwahyukan oleh Allah.
Pada tahun 1953 pertama kalinya Abah Umar mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di panguragan (Muludan), dengan dihadiri oleh Jamaah Asy-syahadatain sampai mancanegara.
Sebagai seorang guru syahadat Abah Umar banyak menuntun para murid/santrinya untuk beribadah dan berdzikir (wirid) dalam keadaan apapun dan bagaimanapun. Disamping beribadah, wirid, dan tafakkur (ngaji rasa), Abah Umarpun tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup jasmaniyah. Beliau bertani, berkebun, dan beternak kambing.
Pada tahun 1960 an Jamaah Asy-Syahadatain dibekukan pemerintah karena dianggap meresahkan masyarakat, alasan pembekuan tersebut hanya didasarkan pada dugaan dan laporan seseorang yang menjabat bahwa tuntunan tawassul Abah Umar dianggap menyesatkan.
Dan setelah adanya perundingan antara para ulama se-nusantara dengan para ulama Jamaah Asy-Syahadatain, akhirnya disepakati untuk membuka kembali Jamaah Asy-Syahadatain karena menurut kesepakatan para ulama disaat itu tidak ada satu tuntunanpun yang dianggap sesat dari semua tuntunan Abah Umar tesebut. Dan pada tahun 1971 Jamaah Asy-Syahadatain bergabung dengan Golkar melalui GUPPI dalam rangka ikut membangun kesejahteraan Negara.
Pada tahun 1973 an Masjid Abah Umar kedatangan khodim baru yang bernama Mar’i, ia yang menjadi pelayan didalam lotengnya Abah. Pada suatu hari ia mengambil pentungan kentong masjid dan memukulkannya kepada Sirah Abah Umar sehingga Abah Umarpun pingsan dan dibawa kerumah sakit dibandung untuk dirawat.
Dengan dawuhnya Abah Umar tersebut, para kiai yang menyaksikannya pada bersedih, karena itu merupakan pertanda Abah Umar akan Kesah (pergi). Akhirnya tidak berselang lama Abah Umar kemiren pada tanggal 13 Rajab 1393 H atau 20 Agustus 1973 M.

BIROKRASI ALAM BARZAH


ASSALAMU ALAIKUM

SALAM SEJAHTERAH

Sebelum saya membahas hal yang paling dalam,saya mengajak diri sendiri dan anda semua…bekal apa yang anda bawa ketika berpindah alam dari alam dunia kealam barzah serta alam akherat,apakah hanya ngandalin sholat,puasa,shodaqoh,zakat dan ibadah haji doang…..,apakah itu cukup????? kadang knapa kita takut mati,dan kita akan memutuskan untuk tidak mau cepat mati,memang kematian itu harus didapatkan oleh orang orang yang hidup di dunia…akan tetapi buat berangkatnya itu lho  kok malas dan enggan untuk berpindah kealam berikutnya itu semua karena disebabkan oleh  faktor” bekal “ yaitu sebuah bekal yang kurang banyak….yang digunakan untuk singgah dialam berikutnya atau karena kurangnya bekal kita berupa amal kebaikan yang digunakan agar  mendapatkan syafaat agar tidak di siksa oleh algojo malaikat barzah yang bangsa manusia gak  akan mampu melawan kekuatan bangsa malaikat tersebut sebab dialam barzah kaki dan tangan arwah di borgol mulut terkunci gak bisa ngomong…..mau protes….lewat lembaga apa?LSM?KPK?POLISI?DEWAN KEAMANAN PBB,terus klo gak ada yang nolong mau mengadukan ke siapa?klo gagal cari naungan keamanan  mau misuh…misuh (jancok ),silahkan….. dipastikan gak akan bisa,…gak ada yang dengar…,mau mengadukan ke Tuhan sesembahannya yang selain Alloh,maka  gak akan di gubris mana ada Tuhan selain Alloh bisa menolong anda yang posisinya sudah menempati alam kelanggengan…panggil tu tuhan selain Alloh yang kalian banggakan…..yang katanya bisa menjamin masuk syurga….karena Alloh sudah memberikan fasilitas mewah yang ada di Dunia,Alloh SWT hanya kasih tiket perjalanan 1x  untuk hidup di dunia,karena kita hidup di dunia yang diperlukan oleh Alloh adalah kesadaran…kesadaran untuk bisa taat dan beribadah kepada Alloh,dan waktu di dunia adalah satu-satunya jalan dan  kesempatan emas buat kita semua agar bisa beribadah sepenuhnya kepada ALLOH SWT,mencari bekal amal kebaikan,apalagi klo sudah dialam barzah yang kita hadapi adalah malaikat BARZAH bukan lagi debt kolektor,juru sita dan sipir penjara…tau nggak malaikat itu hanya punya akal,sekali perintah datang dari Alloh buat menyiksa….maka tersiksalah sang arwah tanpa ampun,tanpa tendeng aling aling….sikatz habis dahh….sang arwah dalam menerima siksaan para malaikat barzah  gak akan bisa berbicara…mulutnya tertutup rapat…sedang hati mereka yang bisa bicara,untuk itu bagi yang mau bunuh diri,tolong pikir dulu……sebelum ada jaminan masuk syurga,klo blom dapat jaminan …maka gerakkan badan untuk banyak melakukan amal  kebaikan…..kepada sesama agar amal kebaikan kita menjadi suatu bekal untuk kehidupan ,lupakan kejadian diputus pacar,banyak hutang,hidup kismin,mumpum sehat mumpum kuat,mumpum otak tajam,mumpum si unyil masih ter…ter…maka persiapkan bekal untuk menuju alam berikutnya ,jangan minta disegerakan mati,mintalah umur panjang agar bisa berbuat kebaikan dan beribadah terus….sampai habis masa kontrakan di alam dunia,sedangkan klo bekal gak cukup terus buat dapat fasilitas alam berikutnya kita menggunakan apa…..???

Uang di atm,bunga deposito,warisan enyak –bokap……mustahil dong…lha mati saja gak bawa apa-apa

Alloh membiarkan kita hidup di dunia dengan bebas supaya  kita tau akan kesadaran pribadi tentang syareat Alloh yang harus kita kerjakan dan kita ta-ati,benar kita telah dibuat hidup dan di hidupkan oleh Alloh dialam dunia, mau apa aja bebas,mau jadi supermen,batman,catty woman…mau abnormal,paranormal atau  normal,mau  jadi gay,mau jadi banci,mau jadi lesby terserah atur aja dah….tapi apakah kita hidup didunia hanya untuk makan,minum ,tidur,kencing,berak kerja dan kawin saja,tetapi alangkah  baiknya kita punya pemikiran seperti nabi ibrohim ,bapak dari para nabi…yang dibiarkan hidup oleh Alloh,tapi dengan kecerdasan seorang pilihan Alloh,maka sang kholillulloh ini mulai berpikir tentang keberadaan Tuhan,mulai matahari dan bulan sebagai bahan penilitian sampai  akhirnya bertemulah sang hamba ini dengan pencarian selama itu ,sang  bapak dari para  nabi ini mencari Tuhan  dengan kesadarannya sendiri,akhirnya lewat  pencariannya menjadikan Alloh-lah kebenaran diatas kebenaran…..yang mutlak untuk disembah,inilah permulaan nabi ibrohim mengenal Alloh sebagai Tuhan yang Esa,bukan dari batu,patung,manusia,matahari,bulan,hewan,pohon,bintang,api,asap dll itu kenapa nabi ibrohim dipuji oleh Alloh sebagai manusia yang berakhlak terpuji dan bapak para nabi,…….

Banyak orang diluar islam yang mengolok-olok ajaran nabi mukhammad dengan penuh semangat dengan caci makian :yang maniak sex,penjahat kelamin dll.naudzubillahi mindzalik,padahal klo otak mereka berpikir,bahwa mereka bisa hidup di dunia itu karena kemuliaan “NUR MUKHAMMAD”tanpa kehadiran NUR MUKHAMMAD saya dan anda sekalian gak akan hidup…,jika itu semua gak terjadi maka gak ada namanya abg kinyis-pkinyis yang ada di sekitar kita  gak ada namanya elvis presley dan  gak ada lagi  isi semesta alam,semua akan gelap…yang ada Cuma raja di  raja Alloh swt,Allohu akbar…

Selanjutnya alasan knapa nabi mukhammad itu gak bisa baca tulis (ummi) sejak kecil, itu semua karena taqdir Alloh,bahwa hanya Alloh yang ngajarin seorang “ahmad”itu dengan sebuah pengetahuan yang tidak di duga sebelumnya oleh para kaum qurays,klo nabi mukhammad bisa baca tulis sebelumnya, maka para qurays akan menyangka bahwa wahyu dari Alloh itu nabi mukhammad yang buat sendiri karena beliau bisa baca tulis,makanya setelah nabi mukhammad menerima wahyu beliau langsung bisa baca tulis,ini semua atas kuasa Alloh sebagai sebaik baik pemberi petunjuk kepada hambanya……yang mulia kepada  “Rosululloh saw”

Begitu pula kita yang telah dikenalkan agama islam oleh ortu kita  , sebagai agama warisan turun temurun  kita hanya tinggal  telan…”mak..lups”…tanpa pembuktian lagi….berbeda dengan yang dialami nabi ibrohim dahulu dalam mencari kebenaran akan ketuhanan…karena sebagian besar  kita dapat warisan agama dari orang tua,cuma sayang sekali…masih saja agama islam yang dipake hanya untuk memperindah tulisan buat keterangan di KTP…tidak dimanfaatkan sebaik baiknya……,kecil2 dididik oleh orang tua ngaji,belajar agama…eh dah dewasa kok jadi …teroris,koruptor,kampret dll….itu sebabnya kesempatan kita untuk mencari dan mencari lagi perluasan pengetahuan tentang agama islam harus tetap kita lakukan untuk menambah wawasan disamping itu sebagai jalan untuk memproteksi atas kemunculan kemunculan  banyak ajaran yang berkembang dalam islam yang tidak sesuai amanat dari Rosululloh saw,misal “WAHABI” klo dalam aliran islam, ini aliran “GARIS KERAS”,tidak ada dalam islam aliran kayak gini,ini adalah aliran yang bikin ajaran agama islam rusak,ingat islam itu agama damai,bukan mengajarkan kekerasan,karena asal usul  ajaran wahabi itu dari arab saudi,dan arab saudi juga antek amerika,di balik ajaran wahabi maka amerika bisa mengontrol pergerakan ajaran islam lewat jalur kekerasan ,jadi  memakai arab saudi sebagai alat untuk memperluas jajahannya ke tanah timur tengah dengan agenda”memerangi teroris:” padahal osama bin laden itu adalah alat kontrol amerika yang sudah dibayar dan dilatih sebagai boneka (agen CIA) untuk mempergerakkan ajakan jihad untuk memerangi amerika,nah inilah taktik yang digunakan amerika untuk mendapatkan sumber minyak ,itu sebabnya lewat pergerakan teroris amerika bisa memiliki alasan kuat untuk melakukan invansi tentaranya ke timur tengah,dari sini timbul sebuah provokasi untuk membuat negara timur tengah hancur,yang tersisa cuma iran…negara yang belum tersentuh oleh ziones amerika

selain itu wahabi juga menyusup ke indonesia lewat organisasi muhammadiyah,mereka mengatasnamakan perjuangan rakyat palestina dan afganistan,maklum dari sini mulai ada suatu pergeseran ajaran imam hambali yang pelan pelan ditarik ke wahabi,dari sini wahabiyah mulai mengadakan pengajian yang pertama tama adalah kajian tauhid,fiqih selanjutnya jihad,dari jihad ini pikiran2 pemuda muhammadiyah disusupi untuk lebih peduli dengan timur tengah,mereka akan ditunjukkan berbagai peristiwa yang terjadi di timur tengah akibat ulah amerika dan israel apalagi situs situs yang berbau provokasi lewat situs Arrohma,,nah….dari sini juga ajakan jihad dimulai,dengan modal kalimat “WAHN(penyakit cinta dunia takut mati) dan SYAHID,maka timbulah apa yang dinamakan “pencucian otak” untuk mati mulia dengan syahid,cuma sayang sekali pelakunya adalah pemuda pemuda indonesia yang masih bujang,masih labil emosinya,ya yang terjadi adalah “pengeboman”terhadap orang orang yang gak bersalah dengan berbagai rangkaian aksi teroris di indonesia,pikiran para pemuda akan diracuni istilah “TOGHUT”untuk membenci pemerintah indonesia,apalagi dengan istilah “KAFIR” ke semua orang yang gak berpaham dengan ajaran WAHABI,sebab kata kta “KAFIR”adalah istilah perkataan yang dipakai oleh ALLOH dan Rosulnya untuk membedakan hamba2 yang gak taat kepadaNYA,bukan acuan kita yang beragama islam untuk mengatakan ke lain agama,karena yang berhak mengatakan orang itu “KAFIR” cuma ALLOH  dan RosulNYA,bukan kita sebagai penganut agama islam…yang membedakan dengan yang lain,karena bila dilakukan itu sama saja mendahului seruan Alloh dan RosulNYA.sebagai orang tua maka wajib hati-hati atas keslamatan putranya  terutama yang beraliran mazab hambali lewat oraganisasi muhammadiyah,ajaran kyai Ahmad dahlan bagi saya adalah yang terbaik buat lingkungan muhammadiyah,maka pakailah apa yang telah diajarkan beliau,jangan ikut-ikut ajaran wahabi,walau wahabi berasal dari arab saudi,bukan suatu patokan untuk mengetahui  kebenaran  ajaran islam,

Soal lainnya  itu urusan masing-masing yang penting punya kesadaran buat  berusaha kembali kejalan yang benar.,walaupun hanya mengerjakan ibadah pokok yaitu sholat 5 waktu tekun ,tadarus al qur’an dan dzikir itu juga dah bagus….

Lanjut :

Bekal yang kita dapat dialam dunia gunanya agar kita dapat  remisi hukuman dialam alam berikutnya ,memang benar perkataan para ulama,habib,kyai ataupun ustadz yang mengatakan bahwa dunia adalah sebaik baik tempat untuk menanam kebaikan,sedang kebaikan sendiri berfungsi sebagai penolong kita dialam –alam berikutnya,kadang kita sendiri gak mengikuti anjuran para ulama untuk banyak banyak beramal shodaqoh,karena shodaqoh adalah alat kita untuk memperoleh suatu kebahagiaan baik di dunia dan alam berikutnya,maka didunia ini adalah kesempatan kita untuk berbuat amal kebaikan yang sebanyak banyaknya dan seluas luasnya karena pada akhirnya hanya amal kebaikan kita yang dapat menolong kita di alam selanjutnya…..berbeda dengan orang mujahidin mereka meninggal karena seruan jihad dari Rosululloh untuk membela agama islam,klo sekarang walau bukan dari seruan Rosululloh mereka dengan mudah melakukan jihad

Kadang kala saya sering berpindah pindah guru baik guru yang ngajarin fiqih ataupun al hikmah itu semua karena pengen cari pengetahuan yang seluas luasnya,tujuannya agar bermanfaat bagi diri sendiri,kluarga dan orang lain,mengapa ke orang lain padahal buat diri sendiri gak bisa maksimal itu semua karena factor sosialita , sebab pengetahuan yang kita peroleh harus kita sebar luaskan sebagai suatu informasi yang harus disampaikan dan gak bisa dibuat buat untuk diri sendiri karena menyimpan suatu pengetahuan kelak akan menjadi tuntutan yang berat buat kita sendiri,karena pengetahuan dan ilmu adalah sumber informasi buat orang lain juga,

Bagi saya kalangan islam yang berlabel apapun baik NU,Muhammadiyah,syiah,semua adalah saudara,karena masih satu ajaran yang harus dijaga dan yang perlu diutamakan adalah ukhuwah islamiyah gak perlu saling sikutan,apa untungnya daripada saling membenarkan satu sama lain ,karena intinya dlam agama islam tiap individu di tuntut untuk mencari keslamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akherat,soal mau sesat mau benar wollohu a’lam,karena kebenaran yang pasti hanya datang dari Alloh lewat al qur’an dan sunnah yang jadi jujukan utama,

Saya sangat risih dan sedih jika melihat sesama muslim saling bertengkar,bertikai gara gara proses saling membenarkan ,gak ingat doa yang tiap hari dibaca:allohumma salimna wamuslimiin(ya Alloh selamatkan kaum muslimiin),sangat sangat ironis banget apalagi ada beberapa bendera dalam islam mengatakan kafir dengan sesama orang muslim….hmmmm….,kafiir….musyriq….emang tau apa tentang hukum kafir….
Padahal masih satu sembahan dan satu nabi….yang berhak mengatakan “kafir “hanya Alloh dan Rosulnya,lihatlah didalam Al qur’an banyak perkataan “kafir”yang di firmankan oleh Alloh bagi hamba2nya yang gak mau menuruti perintahNYA,kata kata “kafir” yang pantas mengucapkan adalah Alloh dan Rosulnya,bukan kluar dari mulut seorang yang berjenggot panjang dan celana cingkrang….”itu dah mendahului seruan Alloh dan Rosulnya”ancamannya adalah neraka,jika telah mendahului perkataan Alloh dan Rosulnya………
Secara lahiriah dalam hukum syareat jika kita sudah bersahadat kita termasuk “muslim”,tapi bagi Alloh apakah kita masih termasuk jenis “kafir”
Pemikiran “Alloh” dan “hamba” jelas jelas berbeda,maksud hati jika telah menjalankan 5 perkara sudah dibilang muslim,tapi apakah berlaku bagi Alloh buat keimanan kita semua.
Yang telah menjalankan 5 rukun islam….terus “bangga” dengan amaliyah kita padahal sebenarnya kita “belum muslim ” dan yang muslim hanya berlaku pada para nabi dan wali…terbukti beliau beliau ini dijamin masuk syurga tanpa hisab,klo kita sendiri masih diragukan keabsahannya buat masuk “syurga”,harus berproses dan berproses,simak saja sebuah cerita tentang seorang umat nabi musa A.S…yang pengen masuk surga dengan beribadah selama 5 ratus tahun ,lalu keinginan itu disampaikan kepada nabi musa agar Alloh swt memasukkan hamba yang alim itu dapat masuk kedalam syurga….,dari proses itu nabi musa mendapat jawaban dari Alloh klo amalannya belum diterima,maka hamba yang alim itu berusaha lagi beribadah sekian kalinya ,berusaha agar dia ditaqdirkan supaya mendapat tempat di surga setelah cukup lama dia beribadah,dia menghadap nabi musa kembali apakah si hamba tadi dah bisa masuk syurga,eh ternyata yang dikasih kabar malah
“si fulan gak bisa masuk surga,karena sifat kesombongannya beribadah supaya bisa masuk syurga”,akhirnya si orang alim ini merenungi amal perbuatannya sendiri,dalam keputus asaan dia berbikir dan menemukan permasalahannya ,kemudian ia berdoa kepada Alloh “Ya Alloh biarlah saya ditaqdirkan masuk neraka,asal umat nabi musa yang lain bisa masuk surga ,dan jadikanlah tubuh saya membesar dengan segala amaliyah yang saya perbuat waktu di dunia, agar pintu pintu neraka yang bisa memasukkan umat nabi musa ke neraka dapat terhalang oleh tubuh hamba,sampai Engkau bisa memasukkan mereka ke syurgamu ”
beberapa hari berikutnya si fulan bertemu dengan nabi musa AS,yang terjadi nabi musa mengantarkan berita bahwa si fulan dah dapat jatah masuk syurga karena doanya

dari kisah ini adalah sebuah jalan bahwa orang bisa mengantarkan ke pintu syurga ,jikalau dia bisa berbuat kebaikan ke orang lain,berbuat untuk kebahagiaan orang lain,manusia itu sebenarnya sebuah komponen yang satu sama lain saling mempersatukan dan saling menguatkan,yang memisahkan antara ke 2 nya adalah rasa “EGO”
rasa ke egoisan yang saling menguasai-mengalahkan ,akhirnya yang terjadi bercerai berai….,rasa cuek-rasa iri-rasa pokoknya gue paling kuasa,paling kuat….paling ganteng…paling cantik,paling kaya….paling kere…..paling kismin…qiqiqiqi
Inilah dampak yang terjadi….saling gak percaya…curiga mencurigai…..
Ya ….wollohu a’lam…..semua kembali ke manusianya masing masing….dan nanti yang didapat juga atas hasil amal diri masing masing…mau pelit,mau sombong…monggo2 saja….

Sebenarnya hidup bahagiah itu dapat dicapai asal ada pengertian antara masing masing orang,dah tau klo manusia mati gak meninggalkan harta……
Tapi kok masih terlalu…dan ter…la..lu berburu harta sampai gak peduli dengan yang lain…saling terkam menerkam,gaya premanisme,gaya koruptor….dll,baru ingat klo dah tuwirrrr…wirrrr…wirrr…nafasnya tinggal senin kamis,dekat dengan kyai  / ulama karena pengen dapat pangkat dan dukungan,tapi setelah jadi lupaaaaaaa…..
Tapi inilah jalan kadang yang gak bisa kita tentukan,seolah kita ini memang gak bisa luput dari pergerakan tangan Alloh yang selalu dan selalu kita ditaqdirkan sesuai apa yang ditetapkan Alloh sesuai terjemahan kitab futukhal ghoib karangan Syeikh Abdul qodir al jailani,bahwa manusia itu dijalankan oleh Alloh….dst

Seperti yang kita ketahui tuntunan dalam agama islam bahwa manusia itu hidup di dunia bakal pulang atau mati,karena kmatian adalah gerbang untuk melanjutkan kehidupan kea lam berikutnya,alam selanjutnya adalah alam barzah atau alam kelanggengan,alam barzah itu identik dengan alam penantian yaitu untuk nunggu kiamatnya bumi (dunia beserta isinya hancur)kbanyakan kitab yang membahas alam barzah itu kurang dpat rujukan yang ada kbanyakan kitab fiqih…,jadi istilah reinkarnasi itu gak ada…..gak ada yang namanya reinkarnasi,arwah manusia langsung masuk alam barzah…..
Saya dapat rujukan dari guru saya yang kebetulan orang “syiah”,karena beliau masih keturunan trah kerajaan mataram.yang ada di jogjakarta,saya akui masalah ilmu kebatinan kebanyakan yang paling sepuh berada di wilayah jogja karta,
Nah inilah kelebihan wilayah DIY,bukan hanya pernah ditempati oleh para Raja_Raja jawa akan tetapi dari segi kultur budaya dan ilmu kebatinan kesepuhannya masih dimiliki oleh DIY,guru saya menceritakan bahwa orang yang meninggal seketika akan diganti dengan busana alam barzah,dari situ para arwah akan ditanyai masalah pertanyaan qubur
Yang terakhir malaikat qubur akan bertanya “siapakah imam-mu” klo menjawab pertanyaan ini salah maka si arwah akan kena pukul entah itu gada ,bola api ,pecut penuh duri jika senjata2 itu terkena badan si arwah maka seketika akan hancur lebur,lalu akan kembali lagi seperti semula,kadang si arwah tadi diberi kesempatan bertanya kepada ahli waris yang ada di dunia dengan masalah yang telah ditanyakan oleh malaikat kubur,dia akan mendatangi ahli waris dengan tanda goresan merah yang ada di jidat yang artinya bahwa si arwah tadi barusan kena siksa malaikat qubur….

Dia akan menemui si ahli waris,untunglah klo sang ahli waris itu berilmu bathin yang tajribnya bisa lihat arwah dan termasuk seorang “SYIAH”golongan bathiniyah tentunya akan dapat terbantu untuk menjawab kekurangan pertanyaan kubur tadi,biasanya sang arwah akan bingung dengan pertanyaan qubur siapakah imam kamu?
Paling paling di jawab :”al qur’an”
Padahal imam kaum muslimin wa muslimat mukminiina wal mukminat sekarang adalah
“IMAM MAHDI AL MUNTADHOR ALAIHISSALAM”yang masih di ghoibkan keberadaannya oleh Alloh swt
karena beliau adalah imam akhir zaman,keturunan Rosululloh saw
JIKA arwah sudah menjawab semua pertanyaan qubur maka para malaikat membawa kealam barzah dan disana sang arwakh masih di intograsi oleh malaikat barzah tetap
akan dimintai pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang ada di alam dunia,tentang masalah profesi,harta ,apakah halal atau tidak,sholat,puasa dan ibadah2 yang lain apakah mengikuti tata cara ahlu bayt Rosululloh atau tidak,makanya dialam sana amaliyahnya gak bener akan disiksa sebagaimana semestinya
jika dialam kubur si arwah
tidak bisa menjawab pertanyaan ,akan disiksa terus menerus sampai yaumul qiyamah……hmmmm…nasib…nasib….

selama 7 hari dari hari kematiannya sang arwah akan datang ke ahli waris untuk meminta kiriman doa,begitu pula tiap hari malam jum’at,40 hari ,100 hari dll
mereka tetap akan meminta doa kepada para ahli waris…jika gak ada yang kasih doa maka ahli waris akan ditimpakan berbagai macam kesusahan
setelah 100 harinya dari hari meninggalnya sang arwah ,maka munculah seorang qorin yang muncul dan menolong dia di alam barzah,dia kan muncul yang tujuannya meringankan siksanya dialam barzah dialah perwujudan dari amal kebaikan yang dilakukan selama ada di dunia,entah itu lewat hartanya atau ilmunya yang diamalkan dijalan Alloh…..
tapi untuk permintaan doa ,maka sang ahli waris yang ada didunia
harus tetep mendoakan sang arwah tadi supaya sang arwah tetep dapat hasanah berupa makanan yang mengenyangkan,biasanya berupa buah2an dari surga yang dimakan dengan kekenyangannya sampai beberapa hari saja…..
klo gak dapat kiriman doa dari ahli waris….ya lapar bosss…..mintak kanan kiri gak ada yang ngasih……memang disana ada warteg,kedai kopi?????
Klo ada asyik dong….

hari libur siksaan dia alam barzah adalah kamis malam jum’at dan sebulan penuh bulan romadhon,makanya para arwah leluhur berdatangan ke dunia buat minta doa dan syafaat kepada ahli waris…..

saya disini berbicara untuk menyampaikan …..apa yang ada sebagai bahan renungan dan pengetahuan……tentunya pengetahuan ini tidak bisa saya komsusikan sendiri,begitu beratnya siksa alam barzah ,membuat saya harus berbagi dengan wawasan ini,agar kita selalu waspada,selalu bhati hati dalam menjalani kehidupan ini,karena soal ini mungkin blom nyampe pengetahuan
ke kita semua…..
yang kita ketahui saat ini hanya tayangan
sinetron di Tv,uka-uka,dunia lain,dll

bagi yang banyak amal baikannya…minimal seorang waliyulloh yang berpaham syi’ah
maka dia akan bebas terhindar dari siksaan barzah plus minus dapat remisi untuk belajar
ajaran islam dengan kualitas hakikat bersama “IMAM MAHDI AL MUNTAZAR “DIALAM BARZAH”.Imam mahdi sekarang ini menjabat sebagai khalifah di alam barzah,bagi yang sepaham dengan ajaran imamiyah akan dapat remisi hukuman ,
IMAM MAHDI akan memerintahkan malaikat barzah untuk menahan siksa..bagi orang orang yang berpaham pada 14 maksum,hmmmm syarat yang gak mudah dipenuhi……
trus bagaimana dengan orang orang yang berpaham sunni…..
menurut guru saya……tetep akan kena siksa,karena apapun bentuk diluar 14 maksum akan tetep kena siksa……
ya inilah perkataan yang sulit…dan susah dimengerti…klo bicara masalah SYIAH kebanyakan yang menjadi permasalahan adalah masalah akidah…..
kebanyakan kaum muslimin yang tidak menyukai ajaran SYIAH kebanyakan  menjadikan SYIAH sebagai ajaran sesat  terutama SYIAH rafidhah dan gulat yang menjadi alasan BB(barang bukti) yang menjadi alasan menyesatkan karena menjadikan Imam Ali A.S sebagai Tuhan,

bagaimana dengan SYIAH yang lain…..????
tentunya masak sesat juga…..

bagaimana dengan SYIAH AKBARI,SYIAH yang mempelajari ilmu tauhid dan kebatinan,klo tidak dari nara sumber terpercaya tentunya wawasan tentang alam barzah akan tertutup,terus bagaimana dengan nasib kita nanti,apakah ada yang peduli?????

karena kebenaran mengenai akidah harus dicari,biarpun lewat sunni atau SYIAH,karena kalo dah nyampe dialam barzah,seseorang yang gak mengenal dan berpaham ahli 14 maksum,tentunya akan disiksa…..,Alloh gak menerima taubat kita,penyesalan kita jika sudah sampe dialam barzah,sementara hukum barzah semuanya berpedoman pada 14 maksum….masya Alloh gawat…gawat….

lebih baik dipelajari dahulu sebelum unjuk bicara “aliran sesat”,bagi anda yang gak fanatic tentunya akan menyelami semua ini…bagi yang fanatik silahkan
berbicara bahwa SYIAH adalah
aliran sesat ,silahkan pertahankan pendapatnya
ini semua hanya untuk kebaikan semua…..
saya hanya menyampaikan saja……

antara SYIAH dan SUNNI……
masing masing tetep islam juga……..
(Allohumma salimna wa muslimiin),sama sama umat nabi Mukhammad SAW,marilah kita saling rukun…tetep menjaga toleransi….agar tetap merapatkan
barisan kita agar kita kuat…
soal benar gaknya hanya kepunyaan Alloh semata ,karena Alloh punya suatu
system yang bikin kita harus berjuang untuk mendapatkan kebenaran ,entah itu
pake cara aliran A<B<C<D…..tentunya ini adalah suatu pilihan
karena dahulu ketika isro’ mikraj nabi Mukhammad
memiliki permintaan kepada Alloh….
1) ya Alloh terimalah taubat umatku sampai nafas di ujung tenggorokan?
Maka Alloh mengabulkan
2) ya Alloh masukkanlah ummatku ke surga dahulu sebelum ummat nabi yang lain?
Maka Alloh mengabulkan
3) ya Alloh persatukan umatku agar tidak bercerai berai….namun dari doa yang terakhir ini Alloh gak mengabulkan….maka mengislah nabi mukhammad karena permintaan yang terakhir ini tidak di kabulkan oleh Alloh
dari peristiwa ini tentunya jadi alasan ,knapa kaum muslimin gak ada yang bersatu…..
gak ada yang kompak…….,tentunya persatuan itu adalah atas kesadaran manusianya sendiri,sebagai muslim tentunya banyak fasilitas yang telah diberikan Alloh kepada umat nabi mukhammad dari pada umat nabi terdahulu,untuk itu soal persatuan maka Alloh membuat agar manusia yang hidup di zaman umat nabi mukhammad lewat  kesadarannya sendiri dapat menciptakan perdamaian dan persatuan.
Itu semua atas kehendak Alloh,jika anda melihat Negara2 muslim ditimpa peperangan dan kelaparan karena itu semua atas KE EGOISAN Negara Negara muslim terdekat yang gak mau membantu…..,kompak ,merapatkan barisan
Seperti afganistan knapa arab Saudi,yaman,abu dhabi,gak mau Bantu iraq atau Afghanistan,

malah sebaliknya knapa pemerintah kita di sebut toghut?
dari provokasi “TOGHUT”itu INDONESIA jadi sasaran untuk mlakukan tindakan teroris di Negara kita….kasihan orang orang yang gak tau apa2 jadi korban,
Dengan slogan penyakit “wahn”(yaitu penyakit cinta  dunia tapi takut mati)para mufti wahabi bisa mempengaruhi pemuda2 kita untuk mlakukan aksi teroris di Negara kita…….
Knapa gak langsung serang amerika dan Israel saja…..
Ya sudahlah itu hak masing masing personal…mau dibawa kmana aja tubuhnya terserah,tinggal Alloh menilai apakah dengan membunuh orang lain yang dalam
Keadaan Negara kondusif apakah termasuk…..jihad,
Terserah Negara mau kerjasama dengan amerika atau Israel gak ada kaitannya dengan kehidupan kita selama ini…yang penting bekerja keras untuk kehidupan perekonomian kluarga,anak istri dapat makan dah
alkhamdulillah,
soal rayuan gombal kaum radikal dengan slogan penyakit
wah’n untuk segera berjihad itu mending jangan ditanggapi karena ini adalah taktik orang zionis lewat ajaran wahabi yang ada di arab Saudi untuk banyak merekrut kaum mujahid teroris dalam rangka menggembosi Negara Negara islam yang mayoritas seperti Indonesia,agar rusak hancur dll,karena mufti wahabi kayak jama’ah islamiyah seperti Ba’asyir dari dulu hanya nyuruh nyuruh tetapi gak pernah terlibat di garis depan sebagaimana nabi mukhammad berperang dahulu….dimana ,seorang nabi selalu berada di garis depan……
untuk itu jika di pengaruhi untuk berjihad…lebih baik jangan mau,karena jihad sekarang gak ada untungnya…malah mati konyol….. perintah berjihad itu datang
dari seorang imam akhirul zaman,IMAM MAHDI AL MUNTADHOR bukan
dari seruan osama bin laden,abu ba’asyir atau mufti mufti wahabi lainnya
itu sebabnya seruan seruan Al Qur’an klo gak ada yang menerangkan seperti 14 maksum
hukumnya adalah mardud (tidak diterima) karena malampaui batas seruan Alloh dan Rosulnya apalagi masalah jihad,bukan masalah sepeleh…karena “membunuh” / menghabisi nyawa seseorang termasuk kedalam kategori 5 dosa besar,kecuali ada yang menjamin,
seperti ketika itu ada Rosululloh yang menyuruh umatnya untuk berjihad ketika nabi mukhammad masih hidup dimasanya.dan ketika itu juga turun ayat untuk berjihad,jadi pas dengan seruan Rosululloh untuk pergi berjihad,jadi membunuh musuh ada jaminannya ,klo mati bener bener syahid ketika Rosululloh masih hidup,sebaliknya jika saat ini melakukan jihad ama aja meninggalnya dapat predikat mati sangit,karena gak ada yang menjamin…..masuk syurga…walaupun dalilnya dari al qur’an ,karena al qur’an sekarang ini tajribnya harus diterangkan oleh 14 maksum,bukan diluar 14 maksum,klo gak ada 14 maksum jangan sekali kali diartikan sendiri,karena dampaknya adalah kesesatan yang luas….

karena jihad utama kita adalah jihad bersama IMAM Mahdi Al muntadhor untuk memerangi orang orang yang gak sesuai ajaran dengan nabi Mukhammad,semuanya akan diperangi bagi yang menentang ajaran IMAM MAHDI AL MUNTADHOR,

nanti yang menjadi tentara mahdi adalah dari golongan manusia,dan jin muslim yang sepaham dengan 14 maksum, semua akan ikut berperang bersama sang IMAM,seorang mujahidin  ketika berperang bersama IMAM MAHDI pahalanya bisa memberi syafaat 70 orang untuk masuk syurga…tanpa hisab……
inilah system dari Alloh yang harus kita jalani sesuai kehendakNYA,klo kita melenceng dari system ini tentunya apa yang kita kerjakan sia sia,

tentunya ini tidak sejalan dengan yang kita harapkan karena factor usia,apakah usia kita bisa menjangkau pertemuan kita dengan sang IMAM wollohu a’lam
(allohumma salimnaa wamuslimmiin)

dari penjabaran tulisan ini marilah kita bersama sama mencetak “GOL” untuk berbuat kebaikan bersama sebanyak banyaknya untuk suatu kehidupan yang lebih baik
karena manusia itu sama saja hakikatnya
sama sama dari “NUR MUKHAMMAD”sebagai pengisi cerita di dunia
sebaiknya kita saling menghormati dan menghargai satu sama lain,kita sebagai manusia yang hidup 5 alam sebaiknya satu sama lain saling menguatkan…..saling mendoakan
karena yang kita hadapi di alam selanjutnya bukan bangsa manusia lagi,tetapi bangsa malaikat…yang diutus oleh Alloh apakah kehadirannya untuk menyiksa kita artinya kita tidak selamat  atau memberi salam kepada kita  artinya kita selamat ,wollohu ‘a”lam
mudah-mudahan dengan amaliyah yang kita kerjakan didunia ini
dapat memberikan kita berkah untuk kebahagiaan dunia dan akherat

amiin YA robbal ‘alamiin

WASSALAMU ALAIKUM

MBAH ARIFYANTO

DZIKIR BUAT KESLAMATAN


Kiriman :bang wimpi ismajo al palembani

Assalamu alaikum
SAUDARA SAUDARAKU DARI SABANG SAMPAI MEROUKE MARILAH KITA BERDZIKIR BERSAMA SAMA DEMI KESELAMATAN DIRI KITA ,KELUARGA,KOTA ,DESA DARI AMUKAN 4 RAJA ANASIR ALLOH TAMPAKNYA MULAI MARAH…
INILAH YANG DIDZIKIRKAN..
LAA ILAAHA ILLALLOH HU MUHAMMADAR RASULULLOH 700 X
1.ALLOH HU AJIBNI BIHU DURIKA 4000 X
2.SALAMUN QAULAMMIRROBBIL ALAMIIN…700 X
3.SALAMUN ALA NUHIN FILL ALAMIIN..700 X
4.SALAMUN ALA IBROHIM FILL ALAMIIN..700 X
5.SALAMUN MUSA WA HARUN…700 X
6.SALAMUN ALA YASSIN…700 X
7.SALAMUN ALAIKUM HIBTUM FALUHA QALIDIN..700 X
8.SALAMUN HIYYA HATTA MATRAIL FAJRI.. 700 X
INSYAA ALLOH BARANG SIAPA YANG MENDZIKIRKAN YANG DIATAS TERHINDAR DARI 4 MARA BAHAYA,BENCANA ALAM ANASIR ALLOH ,API,ANGIN,AIR,TANAH

demikian hal yang dapat saya sampaikan,moga bermanfaat
wassalamu alaikum

Amalan agar kita menjadi Dermawan


Assalamu alaikum

Jumpa lagi …….

Salam sukses kaya raya
Saya akan memposting suatu amalan,supaya kita termasuk golongan orang yang beruntung,sukses dan maju,
Namanya amalan agar menjadi Dermawan……
Dilihat judulnya saja ,pasti orang akan bilang “ yang punya postingan amalan aja orangnya pelit,kok bisanya posting yang beginian,lebih baik ngaca …ngaca….dong…koreksi diri dulu sebelum koreksi orang lain”,menurut saya apapun yang dikerjakan oleh orang untuk
Mengoreksi diri kita,tentunya kita lihat sebagai nasehat,orang itu bisa menasehati kita mungkin dilihat positifnya dulu,janganlah kita lihat sebagai hal negative,ya syukur2 kita ada yang menasehati…..,anggap aja itu sebagai nasehat buat kita ,klo terus terusan di sindir itu namanya mlunjak…….ngajakin duel…..hehehe…bisa jadi ada hal yang mereka bikin iri terhadap kelebihan kita,berbeda dengan orang yang bergossip…..ini yang bikin kehidupan rusak,gara gara gossip nama orang jadi tercemar…..,karena orang yang bergossip itu termasuk bahaya laten tingkat tinggi,contohnya yang terjadi pada saat ini ,seseorang dituduh bertindak sebagai dukun santet,terus dimassa oleh orang kampung karena gara gara dukun ini seseorang warga dikampung A meninggal dunia,sebagai warga kampung yang bijak seharusnya dapat menangkal isu-isu yang berkembang dengan cara musyawarah untuk bertindak,kumpulkan dulu warga dibalai desa untuk mengadakan pertemuan antara warga dengan pihak tertuduh,jangan asal main hakim sendiri .ini termasuk hal yang paling berbahaya karena belum tentu dukun yang dijadikan tersangka sebagai pembunuhnya,selain itu gossip dapat menyebabkan orang tersingkir dari pergaulan dengan beredarnya isu isu yang bikin orang itu sebagai tersangka utama atas suatu gossip yang tengah beredar dilingkungan
Untuk itu bagi anda sebagai orang yang jadi pendengar gossip mending berpikir bijak saja,agar soal isu-isu yang berkembang dapat dijadikan sebuah wacana ,jangan dijadikan Sebuah daya tarik untuk ikut ikutan menyudutkan seseorang akibat pengaruh dari 1 orang sebagai pemicu gossip
Karena dengan gossip bisa jadi menjadikan pembunuhan karakter seseorang,bagaimana
Jika anda dijadikan sebagai sasaran gossip selanjutnya ,tentunya sakit hati bukan….
Yang berikutnya adalah fitnah…ini yang termasuk suatu tindakan untuk menjatuhkan seseorang kedalam hal hal yang fatal biasanya fitnah ini dilakukan satu orang untuk mempengaruhi satu orang lain yang bisa berakibat terbunuh atau dipecat dari pekerjaan

Hingga disampaikan kedalam al qur’an yang berbunyi”fitnah itu lebih kejam da
Ripada pembunuhan”.terungkap sudah bahwa ftnah itu termasuk hal yang paling dibenci agama karena fitnah dapat merugikan orang lain,untuk itu sebisanya kita menghindari perbuatan fitnah ke orang lain,karena apapun fitnah yang kita tujukan ke orang lain suatu saat dapat berbuah karma bagi diri sendiri dan kluarga kita,ada baiknya kita berbuat baik dengan sesama insya Alloh apabila yang kita tanam baik tentunya akan baik buat kehidupan kita………….
Dermawan artinya adalah suka memberi kepada orang lain,memang didalam agam islam kita harus banyak banyakin beramal shodaqoh,karena nyatanya amal shodaqoh yang mampu merubah kehidupan kita,sedangkan pelit juga termasuk hal untuk mempertahankan ke egoan kita,sehingga membuat diri kita tidak dapat memperluas keadaan kita yang sebenarnya untuk memperoleh hal yang lebih luas lagi karena dengan rasa ke dermawanan dapat memperluas rezeki kita,untuk menjadi seorang dermawan bisa dimulai dari rasa ke ikhlasan orang yang suka berbuat ikhlash hidupnya itu mudah,gampang dan tidak sulit,dimana mana disukai orang,pikiran tenang,damai dan legawa…

Berikut ini ada beberapa amalan yang dapat menjadikan kita seorang yang ikhlas dan insya Alloh menjadikan kita seorang yang dermawan::
Al ikhlas 100x
Lillahi ta’la 1000x,

Baca tiap habis sholat isyak saja
Monggo ,jika bisa bermanfaat buat kehidupannya

Mbah arifyanto

ASMAK BISMILLAH 4


ARTIKEL KIRIMAN DARI BANG WIMPI ISMAJO AL PALEMBANI

ASSALAMUALAIKUM WR.WB

BISMILLAHI MAA SYAA ALLOH LAA YASUQUL KHOIRO ILLALLOH
BISMILLAHI MAA SYAA ALLOH LAA YASHRIFUS SUU A ILLALLOH
BISMILLAHI MAA SYAA ALLOH MAA KAANA MIN NIKMATIN FAMINALLOH
BISMILLAHI MAA SYAA ALLOH LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM
SUBHAANALLOH WABIHAMDIHII SUBHAANALLOH HIL ‘ADZIIM, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM

Syaikh Muhammad Amin Kurdi dalam “Tanwirul Qulub” pada halaman 422 menulis satu faedah seperti berikut:-

Imam as-Sayuthi telah menyebut dalam “Luqtul Marjaan” daripada Sayyidina Ibnu ‘Abbas r.`anhuma sebagai berkata:-

“Nabi al-Khidhr dan Nabi Ilyas bertemu pada setiap tahun di musim haji dan mereka berdua berpisah atas kalimah-kalimah ini: “Dengan nama Allah, sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan melainkan Allah; Sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tidak ada yang menolak kejahatan melainkan Allah; Sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, setiap keni’matan adalah daripada Allah; Sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan Allah”. Ibnu ‘Abbas berkata: “Sesiapa yang membaca dan mendzikirkan doa ini ketika selesai sholat sebanyak 113 x maka Allah akan mengamankan (yakni menyelamatkan) dia dari tenggelam (lemas), kebakaran, kecurian, dari (kejahatan) syaitan, penguasa, ular dan kala jengking.”

DEMIKIAN PENJELASAN DARI SAYA

MOGA BERMANFAAT

WASSALAMU ALAIKUM

BAGI – BAGI SYAWAL LANJUTAN…!!!


ASSALAMU’ALAIKUM WR, WB

Untuk semua sahabat kami dimanapun berada, seperti halnya pernah saya programkan untuk diri saya pribadi bahwasanya saya selalu ingin berbagi kepada sahabat dimanapun berada. Dan beberapa sahabat kami pun mendukung rencana ini. Maka untuk selanjutnya kami bertekat untuk tetap melanjutkan program ini. Kami menyebutnya dengan – SISTEM BELAJAR CERDAS PINTAR DAN MAQBUL. Mungkin dengan media buku amaliyah doa yang ingin kita pelajari dan amalkan akan dapat di baca selengkapnya, baik itu tulisan asli ( arabicnya dan arti / makna doa tersebut ) maupun tata cara pengamalan yang sebenarnya. Sehingga kita terhindar dari keraguan saat mempraktekkan amaliyah tersebut.
Adapun buku yang kami bagikan tersebut tetap seperti kemaren, hanya saja ada tambahan lagi yaitu satu risalah kecil mengenai Amaliyah untuk pencegahan dan pengobatan penyakit dan dua buku terjemahan . Sahabat dapat menyimak buku tersebut dibawah ini :
1. RISALATUSY-SYIFA ( Amaliyah untuk Pengobatan dan kesembuhan dari Segala Penyakit )
Risalah ini memuat beberapa Ijazah Amaliyah untuk pertolongan / penyembuhan beberapa penyakit. Risalah ini memuat beberapa Amaliyah singkat, sederhana tapi mempunyai rahasia / asror yang luar biasa untuk terapy kesembuhan dari berbagai penyakit. Kami menyebutnya sebagai P3K ( Pertolongan Pertama Pada Kesehatan ) sederhana dan ringkas. Terdiri dari 45 fasal.
2. RISALAH SURATUL YAASIN AD-DAFI’AH WAL QADHIAH ( Menutup Pintu Kesulitan Membuka Gerbang Kemuliyaan )
Risalah ini memuat beberapa Ijazah Thoriqoh membaca Surah Yasin untuk mendapatkan hajat atau menolak keburukan.

3. RISALATUL SURATUL WAQIAH FII THORIQOTUL AGHNIYA MIN-AN NABI SAW WA AULIA ILLAHI TA’ALA ( Pembuka Pintu Kekayaan )
Risalah ini memuat beberapa Ijazah Thoriqoh membaca Surah Al-Waqiah untuk memudahkan segala urusan baik itu kesulitan ekonomi atau karena penyakit.
Adapun kitab terjemahan yang dapat sahabat copi adalah kitab sholawat yang sangat lengkap dan padat isinya:
1. MAGHNATHISUL QABUL FIL WUSHUL ILAA RU’YATI SAYYIDINAR RASUL SAW ( Risalah Metode Berjumpa Rasulullah SAW ) , karya dari SAYYID HASAN MUHAMMAD SYIDDAD BA UMAR. Pengantar kitab oleh : Al-Habib Abdurrahman Bin Syech Al-Atthos

2. SA’ADATUD DARAIN FIS-SHALATI ‘ALA SAYYIDIL KAUNAINI , karya As-Syaikh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani. ( Terjemahan Fasal ke 8 )
Penterjemah kitab ini adalah guru kami Yang Mulia Al-Habib Muhammad bin Ali Syahab. Dalam perjumpaan kami dengan beliau beberapa hari yang lalu kami sempat meminjam kitab tersebut dengan maksud untuk memfhoto copi nya. Sekaligus meminta Ijazah dan izin untuk sekiranya ada sahabat kami yang berminat untuk mempelajari kitab tersebut. Sebagai deskripsinya, kitab terjemah ini berisikan sebanyak 600 halaman, dengan ukuran kertas Quarto / Letter ( 216 x 279 mm ). Kami persilahkan jika ada sahabat yang ingin mem-fhoto copi kedua buku tersebut.

3. TANWIRUL QULUB WAL HAWAS ( Riwayat hidup / Manaqib Al-Sayyid Al-‘alam An-Nibras Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Atthas Al-Alawi Al-Huseini ) Penyusun Ratib Al-Atthos.
Sebagai Deskripsi buku ini berisi 216 Halaman, Ukuran kertas Quarto / Letter ( 216 x 279 mm ). Buku ini disusun oleh : Al-Habib Abdurrahman Bin Syech Al-Atthos
4. KITAB RATIBUL ATTHOS ‘ AZIZUL MANAL WA FATHU BABIL WISHOL ‘ karya : Al-Imam Al-Quthub Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Atthos. ( Full Bahasa Arab, 26 halaman )
Kitab ini merupakan ijazah dari Al-Habib Abdurrahman Bin Syech Al-Atthos. Beliau merupakan Dzuriyat ke 11 dari shohibur ratib Al-Atthos. Dan merupakan Khalifah Klan Al-Atthos di Indonesia. Alhamdulillah, beliau merupakan guru kami saat berada di Ma’had Al-Masyhad, Sukabumi.
Akhirul kalam semoga program ini dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada sahabat kami dimanapun berada. Dalam hal ini program kami mendapatkan apresiasi luar biasa dari beberapa sahabat yang berada di luar negeri. Diantaranya sahabat kami – Al-Habib Muhammad Idris As-seqqaf, yang menghubungi kami dari Negara Brunai Darussalam ( malam tanggal 15 september 2012 yang lalu ). Beliau memberikan nasehat semoga risalah ini tidak di gunakan untuk hal yang membawa celaka bagi pribadi yang mengamalkannya. Dan tetap sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan rasulnya semata.

Sahabat yang berminat mendapatkan buku – buku tersebut dapat menghubungi kami di no Hp : 0853 – 7704. 2596 ( Enrico Burhan / Abie Rahman Hasyim ). Dan kami ucapkan terima kasih sebesarnya kepada sahabat kami yang telah membantu program BAGI-BAGI GRATIS yang lalu , al :

•Saudara Agung di Bandung ( Rp 500.000 ) ,
•Saudara Roni Hidayat di Riau ( Rp 300.000 )
•Sahabat KI M.Taufiq / Pak Guru di Sukabumi, ( Rp 500.000 )
•Saudara Muhammad Anwar Akhbary di Palembang ( Rp 2.000.000 )

Dan lain –lain yang tidak ingin disebut namanya. Terima kasih saya ucapkan kepada kalian sahabatku yang sangat ikhlas untuk membantu program ini. Kelebihan donasi yang kami dapat merupakan tabungan untuk program selanjutnya. Demikianlah dari kami. Wassalam…….

Kami tutup kalam ini dengan bacaan fatehah untuk beliau yang Mulia :

Ilaa hadrotin Nabiyyil Musthofa Sayyidina Muhammadin Shalallaahu ‘alaihi wa aalihi wassallam, wa ila hadrotin nabiyillah Khidir Balyan bin Mulkan ‘alaihis salam, tsumma ila hadrotin malaikatul Muqorrobiin, wal Karubiyyiina, wa ila hadrotin Auliyait-tis’ati ( Wali Songo ) tsumaa ila ruuhii khusuuson Syeikh Abdul Qadir Jailani Al-baghdadi, wa Syeikh Abu Yazid Al-Busthomi, wa Syeikh Sufyan At-tsauri,khususon tsumma ila ruuhi Muhajir Ilallaah Sayyidina Ahmad Bin Isa , wa Sayyidina Al-Faqihil Muqaddam Muhammad Bin Ali Ba’Alawi, wa Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Atthos ( Shohibur Ratib Al-Atthos ), Wa Sayyidina Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad ( Shohibur Ratib Al-Haddad ),wa Al-Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Bil-Faqih, wa Al-Habib Abdulah Bin Abdul Qadir Bil-Faqih, wal Habib Alwi bin Ahmad Bahsin, wa Syeikhina Mursyidina Al-Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya ( Syeikhina Thoriqotil Syadziliyah ), wa Syeikhina Al-Habib Abdurrahman Bin Syeich Al-Atthos, wa Syeikhina Al-Habib Muhammad Bin Ali Syahab, wa Syeikhina Mursyidina Syeikh Pangeran Muhammad KH. Ali Umar Toyyib Al-Palembani ( Syeikhina Thoriqotil ‘Alawiyah ), wa Syeikhina Syeikh KH. Abdullah Zawawi Izhom bin KH. Anwar Shohibul Ijazah Dalail Al-Khoirot, wa Syeikhina kirom KH. Amalul Yaqin ( Gus Malul, Batu Ampar Madura ) , wa aba-ina wa ummaahatina, wa ilaa man yajjibu ‘alaina an nurottiba ilaihim wa ‘ala hadzihin niyyati………( niat kita )………bisirril fatehah. ……

Wassalam………..

MAKNA IBADAH HAJI SECARA HAKIKAT


ASSALAMU ALAIKUM WR.WB

KIRIMAN ARTIKEL DARI BANG WIMPI ISMAJO AL PALEMBANI

PITUTUR GURU SEJATI .SATU..

Perjalanan Syeh Malaya yang berkehendak naik haji menuju Mekah, dia menempuh jalan pintas. Syekh Malaya menerobos hutan, naik gunung, turun jurang, tetebingan di dakinya memutar, melintasi jurang dan tanjakan. Tanpa terasa perjalanannya telah sampai di tepi pantai.

Hatinya bingung, kesulitan menempuh jalan selanjutnya karena terhalang oleh samudera luas, sejauh memandang tampak air semata. Dia diam tercenung lama sekali di tepi samudera memutar otak mencari jalan yang sebaiknya ditempuh. mengetahui kedatangan seorang yang tengah bingung yaitu Syekh Malaya. Sang Mahyuningrat tahu segala perjalanan yang dialami oleh Syekh Malaya dengan sejuta keprihatinan karena ingin meraih iman hidayah.

Berbagai cara telah ditempuh, juga melalui penghayatan kejiwaan dan berusaha mengungkap berbagai rahasia yang tersembunyi, namun mustahil dapat menemukan hidayah, kecuali kalau mendapatkan anugerah Alloh yang haq. Syekh Malaya ternyata sudah terjun merenangi samudra luas, dan tidak mempedulikan nasib jiwanya sendiri. Semakin lama Syekh Malaya sudah hampir sampai tengah samudra, mengikuti jalan untuk mencapai hakikat yang tertinggi dari Alloh, tidak sampai lama, sampailah di tengah samudra.

Beliau kehabisan tenaga untuk mengarungi samudra menuju Mekah. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada ia berusaha mempertahankan diri jangan sampai tenggelam di dasar laut. Yang tampak kini. Syekh Malaya timbul-tenggelam di permukaan laut berjuang menyelamatkan nyawanya. Ternyata disaat Syekh Malaya dalam keadaan yang kritis itu berjuang antara hidup dan mati, tiba-tiba penglihatannya melihat seseorang yang sedang berjalan di atas air dengan tenangnya, yang tidak dari mana datangnya.

Seketika itu pula, tahu-tahu Syekh Malaya sudah dapat duduk tenang diatas air.Orang yang mendekati Syekh Malaya tidak lain adalah Nabi Khidir yang menyapa Syekh Malaya dengan lemah lembut, “Syekh Malaya apakah tujuanmu mendatangi tempat ini..? Apakah yang kau harapkan..? Ketahuilah di sini tidak ada apa-apa.! Tidak ada yang dapat dibuktikan, apalagi untuk dimakan dan berpakaian pun tidak ada.

Yang ada hanyalah daun kering yang tertiup yang jatuh di depanku, itu yang saya makan, kalau tidak ada tentu tidak makan. Senangkah kamu melihat kenyataan semua itu?”. Sunan Kalijaga heran mengetahui penjelasan ini. Nabi Khidir berkata lagi kepada Sunan Kalijaga, “Cucuku, di sini ini banyak bahayanya, kalau tidak mati-matian berani bertaruh nyawa, tentu tidak mungkin sampai di sini.

Di tempat ini segalanya tidak ada yang dapat diharapkan hasilnya. Mengandalkan pikiranmu saja belum apa-apa, biarpun kamu tidak takut mati. Kutegaskan sekali lagi, di sini kau tidak mungkin mendapat apa yang kau maksudkan!”. Syekh Malaya bingung tidak tahu apa yang harus diperbuat, dia menjawab pertanyaan Nabi Khidir, bahwa dia tidak mengetahui akan langkah yang sebaiknya perlu ditempuh setelah ini.

Tidak tahu apa yang akan dilakukannya kemudian..! “Syekh Malaya pasrah diri kepada Nabi Khidir , katanya “Terserah bagaimana baiknya menurut Guru”. Sang guru Nabi Khidir menebak, “Apakah kamu juga sangat mengharapkan hidayatullah Allah?”. Akhirnya Kanjeng Nabi Khidir menjelaskan, “ikutilah petunjukku sekarang ini!” “Kamu telah berusaha menjalankan petunjuk gurumu Sunan Bonang yang menyuruhmu menuju kota Mekah, dengan keperluan naik haji.

Maka ketahuilah olehmu, makna tugas itu yaitu : sungguh sulit menjalankan lika-liku kehidupan ini”. “Jangan pergi kalau belum tahu yang kau tuju dan jangan makan kalau belum tahu rasanya yang dimakan, jangan berpakaian kalau belum tahu kegunaan berpakaian. Lebih jelasnya tanyalah sesama manusia sekaligus dengan persamaannya, kalau sudah jelas amalkanlah!”. “Demikianlah seharusnya hidup itu, ibarat ada orang dari gunung, akan membeli emas, oleh tukang emas biarpun diberi kuningan tetap dianggap emas mulia.

Demikianlah pula dengan orang berbakti, bila belum yakin benar, pada siapakah yang harus disembah..?” Syekh Malaya ketika mendengar itu, spontan duduk berlutut mohon belas kasihan, setelah mendapati kenyataan Nabi Khidir betul-betul serba tahu yang tersimpan di hatinya. Dengan duduk bersila dia berkata, “Yang kami dengar akan kami laksanakan apa pun jadinya nanti. “Syekh Malaya meminta kasih sayang, memohon keterangan yang jelas’, siapakah nama tuan..? Mengapa di sini sendirian..? Sang Pajuningrat menjawab, “sesungguhnya saya ini Nabi Khidir”.

Syekh Malaya berkata, “saya menghaturkan hormat sedalam-dalamnya kepada tuan junjunganku dan mohon petunjuk serta perlu dikasihani, saya juga tidak tahu benar tidaknya pengabdianku ini. Tidak lebih bedanya dengan hewan di hutan, itupun masih tidak seberapa, bila mau menyelidiki kesucian diriku ini. Dapat dikatakan lebih bodoh dan dungu serta tercela ibarat keris tanpa kerangka dan ibarat bacaan tanpa isi tersirat”. Maka berkata dengan manisnya Sang Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga…

“Jika kamu berkehendak naik haji ke Mekah, kamu harus tahu tujuan yang sebenarnya menuju ke Mekah itu. Ketahuilah mekah itu hanya tapak tilas saja! Yaitu bekas tempat tinggal Nabi Ibrahim zaman dahulu. Beliulah yang membangun Ka’bah Masjidil Haram serta yang menghiasi Ka’bah itu dengan benda yang berupa batu hitam (Hajar Aswad) yang tergantung di dinding Ka’bah tanpa digantungkan. Apakah Ka’bah itu yang hendak kamu sembah..? Kalau itu yang menjadi niatmu, berarti kamu sama halnya menyembah berhala atau bangunan yang dibuat dari batu.

Perbuatanmu itu tidak jauh berbeda dengan yang diperbuat oleh orang kafir, karena hanya sekedar menduga-duga saja wujud Alloh yang disembah, dengan senantiasa menghadap kepada berhalanya. Oleh karenanya itu, biarpun kamu sudah naik haji, bila belum tahu tujuanya yang sebenarnya dari ibadah haji tentu kamu akan rugi besar. Maka dari itu, ketahuilah bahwa Ka’bah yang sedang kau tuju itu, bukannya yang terbuat dari tanah atau kayu apalagi batu, tetapi Ka’bah yang hendak kau kunjungi itu sebenarnya Ka’bahtullah (Ka’bah Alloh). Demikian itu sesunggunya iman hidayah yang harus kamu yakinkan dalam hati”.

Nabi Khidir memerintah, “Syekh Malaya segeralah kemari secepatnya.! Masuk ke dalam tubuhku!” Syekh Malaya terhenyak hatinya tak dapat dicegah lagi, keluarlah tawanya, bahkan sampai mengeluarkan air mata seraya berkata halu. “Melalui jalan manakah harus masuk ke dalam tubuhmu, padahal saya tinggi besar melebihi tubuhmu, kira-kira cukupkah..? Melalui jalan manakah usaha saya untuk masuk..? Padahal nampak olehku buntu semua..?.

Nabi Khidir berkata dengan lemah lembut. “Besarmana kamu dengan bumi, semua ini beserta isinya, hutan rimba dan samudera serta gunung tidak bakal penuh bila dimasukkan kedalam tubuhku, jangan khawatir bila tak cukup masuklah di dalam tubuhku ini. Syekh Malaya setelah mendengarnya semakin takut sekali dan bersedia melaksanakan tugas memasuki badan Nabi Khidir, namun bingung tak tahu cara melaksanakannya. Menolehlah Nabi Khidir, ini jalan di telingaku ini”.Syekh Malaya masuk dengan segera melalui telinga Nabi Khidir.

Sesampainya di dalam tubuh Nabi Khidir, Syekh Malaya melihat samudera luas tiada bertepi sejauh mata memandang, semakin diamati semakin jauh tampaknya. Nabi Khidir bertanya keras-keras, “hai apa yang kamu lihat..?”
Syekh Malaya segera menjawab, “Angkasa Raya yang kuamati, kosong melompong jauh tidak kelihatan apa-apa, kemana kakiku melangkah, tidak tahu arah utara selatan barat timur pun tidak kami kenal lagi, bawah dan atas serta muka belakang, tidak mampu saya bedakan. Bahkan semakin membuat aku bingung”.

Nabi Khidir berkata lemah-lembut, “usahakan jangan sampai bingung hatimu”. Tiba-tiba Syekh Malaya melihat suasana terang benderang. Dihadapannya nampak Nabi Khidir, Syekh Malaya melihat Nabi Khidir malayang di udara kelihatan memancarkan cahaya gemerlapan. Saat itu Syekh Malaya melihat arah utara selatan, barat dan timur sudah kelihatan jelas, atas serta bawah juga sudah terlihat dan mampu menjaringf matahari, tenang rasanya sebab melihat Nabi Khidir, rasanya berada di alam yang lain dari yang lain.

Nabi Khidir berkata lembut, “jangan berjalan hanya sekedar berjalan, lihatlah dengan sungguh-sungguh apa yang terlihat olehmu”. Syekh Malaya menjawab, “Ada warna empat macam yang nampak padaku semua itu sudah tidak kelihatan lagi, hanya empat macam yang kuingat yaitu hitam merah kuning dan putih”. Berkata Nabi Khidir, “yang pertama kau lihat cahaya mencorong tapi tidak tahu namanya ketahuilah itu adalah pancamaya, yang sebenarnya ada di dalam dirimu sendiri yang mengatur dirimu.

Pancamaya yang indah itu disebut mukasyafah, bila mana kamu mampu membimbing dirimu ke dalam sifat terpuji, yaitu sifat yang asli. Maka dari itu jangan asal bertindak, selidikilah semua bentuk jangan sampai tertipu nafsu. Usahakan semaksimal mungkin agar hatimu menduduki sifat asli, perhatikan terus hatimu itu, supaya tetap dalam jati diri!” Tentramlah hati Syekh Malaya, setelah mengerti itu semua dan baru mantap rasa hatinya serta gembira. Nabi Khidir melanjutkan penjelasannya, “adapun yang kuning, merah, hitam serta putih itu adalah penghalanya.

Sebab isinya dunia ini sudah lengkap, yaitu terbagi kedalam tiga golongan, semuanya adalah penghalang tingkah laku, kalau mampu menjauhi itu pasti dapat berkumpul dengan ghaib, itu yang menghalangi meningkatkan citra diri. Hati yang tiga macam yaitu hitam, merah dan kuning, semua itu menghalangi pikiran dan kehendak tiada putus-putusnya. Maksudnya akan menghalangi menyatunya hamba dengan Tuhan yang membuat nyawa lagi mulia.

Jika tidak tercampur oleh tiga hal itu, tentu terjadi hilangnya jiwa, maksudnya orang akan mencapai tingkatan Maqom Fana dan akan masuk Maqom Baqo atau abadi. Maksudnya senantiasa berdekatan rapat dengan Sang Pencipta. Namun yang perlu diperhatikan dan diingat dengan seksama, bahwa penghalang yang ada dalam dihati, mempunyai kelebihan yang perlu kamu ketahui dan sekaligus sumber inti kekuatannya.

Yang hitam lebih perkasa, pekerjaanya marah, mudah sakit hati, angkara murka secara membabi buta. Itulah hati yang menghalangi, menutup kepada kebajikan. Sedangkan yang berwarna merah, ikut menunjukkan nafsu yang tidak baik, segala keinginan nafsu keluar dari si merah, mudah emosi dalam mencapai tujuan, hingga menutup kepada hati yang sudah jernih tenang menuju akhir hidup yang baik (khusnul khatimah).

Adapun yang berwarna kuning, kemampuannya mengahalangi segala hal, pikiran yang baik maupun pekerjaan yang baik. Hati kuninglah yang menghalangi timbulnya pikiran yang baik hanya membuat kerusakan, menelantarkan ke jurang kehancuran. Sedangkan yang putih itulah yang sebenarnya, membuat hati tenang serta suci tanpa ini itu, pahlawan dalam kedamaian” Nabi Khidir memberi kesempatan bagi Syekh Malaya untuk merenungkan penjelasannya tadi.

Selanjutnya beliu berkata, “hanya itulah yang dapat dirasakan manusia akan kesaksiannya. Sesungguhnya yang terwujud adanya, hanya menerima anugrah semata-mata dan hanya itulah yang dapat dilaksanakan. Kalau kamu tetap berusaha agar abadi berkumpulnya diri dekat Tuhan, maka senantiasa-lah menghadapi tiga musuh yang sangat kejam, besar dan tinggi hati. Ketiga musuhmu saling kerjasama, padahal si putih tanpa teman, hanya sendirian saja, makanya sering dapat dikalahkan.

Kalau sekiranya dapat mengatasi akan segala kesukaran yang timbul dari tiga hala itu, maka terjadilah persatuan erat wujud, tanpa berpedoman itu semua tidak akan terjadi persatuan erat antara manusia dan Penciptanya”. Syekh Malaya sudah memahaminya, dengan semangat mulai berusaha disertai tekad membaja demi mendapatkan pedoman akhir kehidupan, demi kesempurnaan dekatnya dengan Alloh SWT.

MOGA BERMANFAAT

WASSALAMUALAIKUM