MAKRIFAT ISIM DZAT TUNGGAL


Assalamu’alaikum wa Rohmatulloh wa barokaatuh.

Yth. Kepada Mbah Arifyanto dan semua Shohib setia di –Majelis CahMet yang tercinta ini semoga selalu diberkahi dan tetap terjaga Iman Islam kita semua, Amiiin.

[Alhamdulillahi Hamdan Katsiron Thoyyiban Mubaarokan Fiihi, Allohumma Sholli ‘Alaa Sayyidina Muhammad wa ‘Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad. Ammaa Ba’du…

Sahabat Majelis CahMet yg Saya hormati, pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankan saya tuk menyampaikan Mata Kuliah Ushuuluddin sekilas pengenalan ttg Ismu Dzat dan Mata Kuliah ini Saya khususkan teruntuk Mbah Arifiyanto yang sedang berulang tahun, yakni pada Tanggal 20 April dihari Jumu’ah lalu yang ke-32 tahun, dan anggap saja ini sebagai hadiahnya diterima yo Mbah… hehee..:) [:)] , dan umumnya tuk semua Para Shohib setia di-Majelis Cahmet yg tercinta ini

Sahabat Majelis CahMet yang tercinta…

[Ketahuilah, bahwa jari-jari Tangan Anda (dari kelingking hingga ibu jari pada kedua tangan) tertulis Asma "Alloh (الله)", maka angkatlah kedua tanganmu sebatas bahumu tinggikanlah Asma’ Alloh itu ketika Anda berdo'a dan janganlah Anda merusaknya dengan memegang (mengambil) sesuatu yg dilarang oleh Alloh SWT dan Rosul-Nya hingga perintah dipotong tangan didalam Kalam yg Maha Sempurna itu akan berlaku bagi siapa saja yg mencuri. Sembilan puluh sembilan Asma'ul Husna berada digaris tangan Telapak Tangan Anda yg mana sebelah Kanan tertulis 18 (Angka Arab) dan Kiri 81 (Angka Arab), maka itu kenalilah Af'al, Asma', Sifat dan Dzat-nya yg Maha Jalaal (Maha Agung), Jamal (Maha Indah) dan Kamal (Maha Sempurna). Disitulah terdapat 50 ‘Aqoid sbg Syahadat Tauhidnya, maka itu “Barangsiapa yg Makrifat akan Dirinya maka ia akan Makrifat kpd Tuhannya”. Ketahuilah bahwa ditubuh Anda tertulis “Muhammad (محمّد)”, dimana Kepala Anda itu laksana hurup Mim (bulat), Bahu yg Rata spt Ha' (kecil), disambung dgn Mim diperut dan kemudian Dal di Kaki (lihatlah ketika Anda sedang Tahiyat Akhir pada ke-4 hurup itu yg satu hurup Mim Tasydid tersimpan di Shodr), maka itu kenalilah 9 Sifat bagi Rosul dan ke-4 Rukun Imannya. Disitulah terdapat 13 ‘Aqoid. Sbg Syahadat Rosulnya, maka itu janganlah Anda rusak Diri Anda dgn berbagai hal-hal yg dapat menjauhkan Diri Anda kpd ALooh SWT dan Rosul-Nya krn “Sungguh Alloh telah memuliakan Anak Cucu Adam (Manusia)” shg Binatang Mati ndak usah dimandikan tetapi bila Manusia itu Wafat maka mandikanlah. Laailaaha Illalloh ada 12 Huruf dan Muhammadur Rosuululloh ada 12 Huruf didalam huruf arab nya, maka didalam 24 Jam jagalah Iman Islam Anda dari segala yg bertentangan dengan Dua Kalimah Shakti itu].

[Belum cukup hanya Iman kepada Alloh SWT dan Nabi Muhammad S.A.W saja tetapi butuh pembuktian yg nyata, yakni : Rukun Islam dalam hal ini Sholat, baik secara Ritual maupun Aplikasinya. Ketika Sholat Berdiri dgn menundukan Kepala Anda spt halnya Huruf Alif, Rukuklah seperti Huruf Ha' (kecil), Sujudlah seperti Huruf Mim dan Duduk Tahiyat Tawaruklah seperti huruf Dal, inilah Lafadz Ahmad (Bahasa Arab) tuk menyelamatkan Akhirat Anda, Insya Alloh. Ketika Berdiri 180 derajat, Rukuk 90 derajat, Sujud 2x 45 derajat shg menjadi 90 derajat, inilah 360 derajat Dunia Anda yg merupakan simbol 360 hari didalam satu Tahun tuk mengaplikasikan Sholat Anda secara Nyata. Mudah-mudahan Anda akan selamat dan beruntung di Dunia maupun di Akhirat nanti], Amiiin.

[Asma’ul Husna memiliki banyak Rahasia dan Keutamaannya dikarenakan setiap Kalimat memiliki arti : Lafadz, Makna maupun Haqiqatnya yg berlapis-lapis. Rosulallah S.A.W bersama Para Sahabatnya juga Para Ulama, disamping mencari Rahasia Kedalaman disetiap Asma Allah Ta’ala sebagai Peningkatan Iman, juga Mereka mengamalkan Asma’ul Husna ini sebagai Tambahan Dzikir dan Pelengkap Do’a-do’a mereka sesuai dengan perintah Allah Ta’ala didalam Kitab-Nya yang jelas (Al Mubiin). Pada Mata Kuliah Ushuuluddin kali ini, Saya sedikit jelaskan tentang Asma Allah Ta’ala (Ismu Dzat) dari sisi Asal dan Perubahan Lafadznya, yakni sebagai berikut :

ALLAH (الله)… ALLAH (الله)… ALLAH (الله)…
***********************************
[Lafadz Alloh adalah Ismu Dzat Wajibul Wujud (Nama Dzat yang wajib adanya), jika nama ini disebut maka nama-nama-Nya yang lain ikut terpanggil, tetapi jika nama yang lain disebut maka nama-nama-Nya yang lain ndak ikut terpanggil. Lafadz ini disebut juga Ismul Karim (Nama yang sangat Mulia) atau Ismul A’zhom (Nama yang sangat Agung) sehingga dari semua Makhluq-Nya diharamkan memiliki nama dengan lafadz ini terkecuali diawali dengan Lafadz “Abdu (Hamba) atau yang serupa dengan Lafadz Abdu” sehingga memiliki arti dan makna yang ndak menyimpang dari Petunjuknya. Didalam sejarah ada beberapa Orang yang berbeda zaman menamai anaknya dengan nama ALLOH, maka dalam hitungan hari anaknya itu meninggal dunia, peristiwa ini jika anda ndak percaya dapat anda coba lakukan sendiri. Ketika Saya menterapi TKW yg saat itu malam hari kesurupan massal di Messnya ada 70 TKW lebih, rupanya setelah ditelusuri ada yg Aborsi di Mess tersebut yg mana Bayinya itu disimpan didalam Kendi kemudian dikuburkan dikebun didalam Mess tsb dan menamai bayinya itu dgn sebutan “ROBBANAA” padahal artinya : “Tuhan Kami” krn Qorinnya selalu menyebut “Ana” shg dinamai “Robbanaa” dan mereka ndak tahu artinya (ucap mereka), hingga Saya ganti nama Bayi itu dan Saya perintahkan agar mereka Para TKW berwudhu, Saya ajarkan Cara Sholat Ghaib, lalu setelah Sholat Gaib berjama’ah kemudian Dzikir berjama’ah sekitar 10 menit beserta Pemantapan Aqidahnya dgn beberapa Nashihat yg saat itu sangat diperlukan. Ketahuilah Lafadz Alloh (Bahasa Arab) berasal dari lafadz ILAHUN (Tuhan) dengan mengalami lima kali perubahan hingga membentuk Lafadz ALLOH, yakni dengan perincian dan penjelasan sebagai berikut :

1) ILAAHUN ( اله ) pakai Tanwin pada Hurup Ha’ ((Besar)
Artinya Tuhan dan Lafadz ini termasuk Isim Nakiroh, yakni : Nama yang memiliki Makna Umum atau banyak versinya, maka itu boleh ditanwin. Dimana yang disebut Tuhan disini yang mana, maka ndak tahu. Lafadz ini disebut juga Isim Jinis, yakni : setiap apapun yang disembah baik yang Haq maupun yang Batil maka itu disebut ILAAHUN, Jika ada yang menyembah Matahari maka Matahari itu disebut ILAAHUN (Tuhan), jika ada yang menyembah Kuburan maka Kuburan itu disebut ILAAHUN (Tuhan), dan lain-lain maka didalam kalimat Thoyyibah menggunakan Lafadz : “Laa ILAAHA Illalloh” yang artinya Tiada Tuhan (yg Umum dan Banyak baik yg Haq maupun yg Bathil) kecuali hanya Alloh (yg khusus dan Tunggal yg Haq Wajib disembah). Cobalah Anda berdzikir menyebut-nyebut ILAAHUN… ILAAHUN… ILAAHUN… sebanyak-banyaknya, maka ndak akan berfaedah Makrifat kpd Alloh SWT].

2) AL-ILAAHU ( الإله ) pakai Alif Lam Ma’rifat diawal
Artinya Alloh, yakni : Al HAQ yang wajib disembah dan Lafadz ini termasuk sudah Ma’rifat, yakni : Nama yang memiliki Arti dan Makna Khusus, karena kemasukan Alif Lam Ma’rifat (ال), yakni : sesuatu yang tadinya Umum (Nakiroh) takala dimasukkan Alif Lam Ma’rifat maka memiliki Arti dan Makna yang menunjukan Khusus (Ma’rifat). Setiap ada Alif Lam Ma’rifat dilarang menggunakan Tanwin, karena Tanwin itu menunjukan Isim Nakiroh (bermakna umum). Contoh : QS. Al Baqoroh ayat 2, berbunyi : “ذلك الكتاب” Lafadz “Al Kitaabu” sudah kemasukan Alif Lam Ma’rifat sehingga yang dimaksud “Al Kitaabu” disini bukan kitab-kitab yang lain (yg bersifat umum), tetapi bermakna yang menunjukan Arti Khusus (Ma’rifat), yakni : Satu Kitab itu yang dimaksud yang namanya Al Qur`an, tetapi jika Lafadznya “Dzaalika Kitaabun” maka bermakna banyak versi, yakni : Satu kitab yang mana saja krn Nakiroh, bisa Al Qur`an, bisa juga Taurot, bisa juga Injil dan lain-lain karena tidak memakai Alif Lam Ma’rifat.

3) AL-LAAHU ( اللاه ) pakai Sukun pada Lam Awal dan Lam kedua pakai Alif
Artinya Alloh, yakni : Al HAQ yang wajib disembah dan Lafadz ini sama seperti lafadz yang no. 2 tadi, tetapi pada bentuk Lafadz ini Hamzah yang ke-2 dari Lafadz AL-ILAAHU di Hadzef (dibuang), setelah itu di Naql (dipindahkan) harokatnya kepada LAM, yakni : dengan disukunkan (dimatikan) pada LAM pertamanya (الْ) dan dipanjangkan LAM yang ke-2 dengan memunculkan ALIF (yang awalnya masih tersimpan) dan memberi harokat Fathah yang tidak tegak berdiri (اللاه), karena sebagai tanda panjang huruf Alif boleh disimpan dan harokat Fathahnya ditegakkan (اله), tetapi bila Alifnya dimunculkan maka fathahnya biasa saja, yakni : ndak tegak berdiri (اللاه) inilah yang dinamakan Mad Thobi’i pada Ilmu Tajwid].

4) AL-LAAHU ( اللاه ) pakai Tasydid pada Lam kedua
Artinya Alloh, yakni : Al HAQ yang wajib disembah dan Lafadz ini sama seperti lafadz yang no. 3, tetapi pada bentuk Lafadz ini diberi tasydid pada LAM ke-2 dan Posisi Alif ke-2 masih tetap dimunculkan, krn bila LAM sukun (mati) bertemu dengan LAM yang hidup atau bertemunya dua huruf yang sama (Lam dgn Lam), maka Wajib diidghomkan atau ditasydidkan (satu hurufnya disimpan) yang disebut dengan Idghom Mitslain (Mutamatsilain) Bilaa Gunnah lihat pada ilmu Tajwid].

5) ALLAH (الله ) pakai Tafkhim
Artinya Alloh, yakni Al HAQ yang wajib disembah dan wajib ada-Nya dan Lafadz ini sama seperti lafadz yang no. 4, tetapi pada bentuk Lafadz ini huruf Alif yang ke-2 tadi disimpan dengan masih tetapnya dibaca panjang, yakni : menggunakan Fathah berdiri tegak sebagai tanda tersimpannya huruf Alif dan ini termasuk Mad Thobi’I, tetapi ketika mengucapkan Lafadz ALLAH jika di Tarqiq (ditipiskan) spt Panggilannya Orang Nasrani, maka akan bermakna Orang yang mengucapkan itu tidak mengagungkan-Nya malah sebaliknya, yakni : sebagai bentuk Panggilan Penghinaan. Didalam mengucapkan Lafadz ALLOH dengan di Tafkhim (ditebalkan) sebagai tujuan Li’azhomahu, yakni : untuk mengagungkan dan memuliakan Alloh Azza wa Jalla itulah fungsi Tafkhim pada lafadz ini. Cobalah Anda berdzikir Tarqiq menyebut-nyebut ALLAH… ALLAH… ALLAH… sebanyak-banyaknya, maka ndak akan berfaedah Makrifat kpd Alloh SWT].

Sahabat Majelis CahMet yang tercinta…

Ketahuilah, Lafadz Allah (Ismu Dzat) ini merupakan Nama yang paling Agung dari nama-nama-Nya yang lain dapat juga disebut kepalanya Asma`ul Husna. Lafadz ini memiliki banyak rahasia pada setiap hurufnya dan temukanlah Natijah setiap hurufnya lalu temukan juga Tsamroh setap cabang hurufnya. Berikut ini sekilas ttg Natijah dan Tsamroh yg terdapat pada 4 huruf Asma Alloh (bahasa arab), sbb :
1. ALLAH ( الله)
Masih sempurna ke-4 hurufnya, artinya : Nama Dzat yang wajib disembah dan wajib ada-Nya, Lafadz ini terdiri dari 4 huruf yang merupaka Isyaroh bahwa Allah Swt itu memiliki Af’al, Asma, Sifat dan Dzat dan didalam ajaran tauhid ada rahasia angka 4 yang harus kita pelajari dan Imani yakni tentang Mentauhidkan Af’alullah (pekerjaan/perbuatan Allah), Mentauhidkan Asma’ullah (99 nama-nama Allah), Mentauhidkan Sifatullah (41 Sifat-sifat Allah) dan Mentauhidkan Dzatullah (Esa Dzatullah) inilah yang disebut dengan Syahadat Tauhid 50 ‘Aqo’idul Islamiyyah. Dimana Rosulallah Saw bersabda : “Barangsiapa yang Ma’rifat kepada dirinya, maka sungguh ia akan Ma’rifat kepada Tuhannya dan barangsiapa yg Makrifat kepada Tuhannya maka sungguh ia telah (menjadi) Bodoh”.

Maka didalam pemahaman Saya bahwa gelar “Al Faqir” (sangat berkekurangan dalam hal duniawi) adalah sebutan bagi orang yg telah Makrifat krn lihatlah didalam kehidupan mereka, mereka bukanlah orang yg faqir tetapi memfaqir-faqirkan diri dgn memperbanyak puasa, sedikit makan, berpakaian sederhana d.l.l., begitupun dgn “Al Haqir” (sangat bodoh ttg ilmu) termasuk juga dgn sebutan “Abdulloh” (hamba yg telah diakui Alloh sbg hamba-NYA yg benar-benar patuh) krn ketiga gelar ini Alloh SWT berikan kpd orang-orang (Abdulloh tadi) yg telah mengenal-NYA baik secara zhahir maupun secara bathinnya, baik secara teoritis maupun secara pembuktian (makna QS. Al Fajr : 29) krn mereka yg Al Faqir, Al Haqir dan Abdulloh memahami betul ttg Maha Kayanya Alloh SWT, Maha Ilmu dan Maha Besarnya Alloh SWT shg gelar itu sangatlah pantas mereka sandang. Adalah Sayyid Imam Abdulloh bin Ahmad Al Muhajir, beliau ndak mau dipanggil Abdulloh krn panggilan Abduloh adalah panggilan yg sangat Mulia sedangkan ia menyatakan dirinya sbg orang yg benar-benar hina shg ia lebih suka dipanggil dgn sebutan Ubaidillah (ditasyghir) yg memiliki arti hamba Alloh yg benar-benar hina. Namun bila golongan kita dianggap Tawadhu dgn memakai AL Faqir, Al Haqir dan Abdulloh padahal didalam pemahaman Tasawuf termasuk orang-orang yg MENYOMBONG DIRI krn ndak sesuai dgn kenyataan yg sebenarnya.

Takala kita lihat jari tangan mengapa panjangnya ndak sama karena membentuk lafadz Allah (الله), maka didalam hukum Islam jika mencuri pergelangan tangannya dahulu dipotong dan bila ingin cepat terkabulnya suatu hajat, maka berdoalah yg mantab dgn mengangkat kedua tangan anda hingga setinggi bahu. Dari sumber lafadz “Alloh” ini, maka berkembanglah rahasia yang lain dan mulailah terungkap tentang makna angka 4, misalnya saja : Af’al, Asma, Sifat dan Dzat, Asyhurul Hurum ada 4, yaitu ; Muharam, Rojab, Dzul Qo’dah dan Dzul Hijjah, Kitab Utama ada 4 yakni Taurot, Zabur, Injil dan Al Qur`an, Rusu’ul Malaikat ada 4, yaitu ; Jibril, Minka`il, Isrofil dan Izro`il, Kholafaur Rosyidin ada 4, yaitu ; Abu Bakar As Siddiq, Umar Al Faruq, Utsman bin ‘Affan dan Ali bin Abi Tholib Rodhiallahu Anhum, Mujtahid Mutlaq ada 4 yakni Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hambal, Tasbih ada 4, yaitu ; Subhanallah, Alhamdulillah, Lailaahaillaah dan Allahu Akbar, Hari Utama ada 4, yaitu ; Hari Jum’at (Penghulunya hari), Hari Arofah (Hari banyak keistimewaan), Hari Nahr (Hari Penyembelihan Nafsu hewani) dan Hari Fitri (Hari kemenangan fitroh), Wanita Idaman Syurga ada 4, yaitu ; Maryam binti Imron (wanita suci), Khodijah binti Khuwailid (wanita pertama masuk Islam), Asiah binti Muzahim (Istri Fir’aun) dan Fathimah binti Muhammad (Tuan Putri wanita Syurga), Para Pendahulu Negeri yang Awal masuk Syurga ada 4, yaitu ; Rosulallah Saw pendahulu dari bangsa ‘Arab, Salman Al faritsi pendahulu dari bangsa Persia, Suhaib pendahulu dari bangsa Rum dan Bilal bin Rabbah pendahulu dari bangsa Habsyah, Orang yang dirindukan Syurga ada 4, yaitu ; Ali bin Abi Tholib, Salman Al Faritsi, Ammar bin Yasir dan Miqdad bin Al Aswad, Ilmu Syariat ada 4 bahasan utama, yaitu ; Ibadah, Mu’amalah, Munakahat dan Jinayat, Anggota Wudhu ada 4, yaitu ; Muka, Tangan, Kepala dan Kaki, Unsur Pokok Utama dalam badan ada 4 yakni : Empedu, Limpa, Darah dan Lendir, Musim ada 4, yaitu ; Musim Panas, Musim Dingin, Musim Semi dan Musim Gugur, Dasar Hitungan ada 4, yaitu ; satuan, Puluhan, Ratusan dan Ribuan, Tabi’at ada 4, yaitu ; Panas, Dingin, Basah dan Kering, Jangka Waktu ada 4 yakni Hari, Minggu, Bulan dan Tahun, Waktu ada 4, yaitu ; Detiko, Detik, Menit dan Jam dan lain-lain.

2. LILLAAHI ( لله)
Dibuang Alif, artinya : Karena Allah inilah tujuan segala Ibadah apapun seperti halnya puasa ada sebagian orang berpendapat tujuan dari Puasa adalah “La’alakum Tattaqun” untuk bertaqwa, pendapat ini kuranglah tepat karena tujuan segala ibadah apapun hanya satu yakni Li Mardhotillah, Liwajhillah, Lillahi Ta’ala yaitu Karena Allah. Hal inilah yg sealu diajarkan disetiap lafadz niat Ibadah apapun yg selalu diakhiri dengan kalimat “Lillahi Ta’ala” seperti : Nawaitu Showma Ghodin terakhirnya Lillahi Ta’ala, Usholi Fardoz Zhuhri terakhirnya Lillahi Ta’ala, Nawaitu Ghusla terakhirnya Lillahi Ta’ala dan lain-lain. jikalau Taqwa adalah sebagian dari hikmah ibadah dan salah satunya adalah puasa, ini Allah SWT berikan bilaa didalam mengerjakan Ibadahnya tadi dilakukan dengan penuh keIkhlasan dan Syari’atnya benar.

Lafadz ini juga yang memiliki Makna segala apapun tertuju kepada Allah Swt yakni: Semua Makhluq diciftakan oleh Allah, Semua Makhluq menghadap kehadirat Allah, Semua Makhluq bertanggung jawab kepada Allah, Semua Makhluq dalam kekuasaan Allah, Semua Makhluq dalam pengawasan Allah, Semua Makhluq akan kembali kepada Allah, Semua Ibadah ditujukan kepada Allah, Semua Amalan hasilnya diserahkan kepada Allah, Semua kejadian dari Allah dan lain-lain. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Minallaahi, Billaahi, ‘Indallaahi, Ilallaahi, Fillaahi, Inna Lillaahi wa Innaa Ilayhi Rooji’uun.

3. LAHU ( له )
Dibuang Alif dan Lam awal, Artinya : bagi-Nya atau kepunyaan-Nya. Pada lafadz ini memiliki makna “Lilmilki”, yakni : Kepunyaan atau Kepemilikan seperti yang Allah Swt firmankan :
“adalah Kepunyaan Allah apa yang ada di (7 lapis) Langit dan di (7 lapis) Bumi”

Dari ayat ini jelas sekali bahwa semua ini adalah Makhluq-Nya dan setiap Makhluq-Nya adalah milik-Nya dan bagi-Nya bebas tanpa paksaan dari siapapun untuk mengambil dan menghilangkan Makhluq-Nya, untuk mengampuni atau menyiksa Makhluq-Nya, untuk menjadikan atau tidak, memberi atau tidak, karena semua ini adalah Makhluq-Nya.

4. LAA ( لا )
Dibuang Alif, Lam Awal dan Ha’, Artinya : LAA Nafiyyah maksudnya didalam qoidah Tasawuf dikenal dengan kalimat : “Jika aku berkata LAA (Tidak ada Tuhan), maka Tujuannya adalah ILLAA (hanya Allah) begitupun sebaliknya jika aku berkata ILLAA (hanya Allah) maka Tujuannya adalah LAA (Tidak ada Tuhan)”. LAA adalah NAFI sedangkan ILLAA adalah ITSBAT, dan NAFI mengandung ITSBAT sedangkan ITSBAT mengandung NAFI tidak bisa bercerai antara ITSBAT dan NAFI. Lafadz ILAAH adalah MUNFI (yang ditiadakan) sedangkan lafadz ALLAH adalah Mutsbat (yang ditetapkan). LAA ILAAHA (ditenggelamkan) ILLAAH (dimunculkan), LAA ILAAHA (ditiadakan) ILLAAH (ditetapkan) dst.

5. AL ( أل )
Dibuang Lam kedua dan Ha`, Artinya : AL (alif lam) Ma’rifat bukan Nakiroh yang selama ini kita sembah, yakni : Tuhan yang kita sembah bukan yang Nakiroh (Umum dan Banyak) tetapi yang sema’rifat-ma’rifatnya (sekhusus-khususnya), yaitu : ALLAH Azza wa Jalla, jikalau kita berdzikir dengan lafadz Nakiroh, seperti : ILAAHUN, ILAAHUN, ILAAHUN tentunya keyaqinan kita akan bercabang, karena yang dipanggil-panggil dan yang disebut-sebut adalah Tuhan yang Umum dan Banyak. Ketahuilah yang menemukan Alif Lam disini sbg Ma’rifat adalah Imam Sibaweih seorang fakar Ilmu Nahwu, yaitu ; muridnya dari Imam Kholil fakar Ilmu ‘Arudh, takala berdzikir para Ahli Thoriqot dengan lafadz ALLAH, ALLAH, ALLAH terinkisyaf bahwa Imam Sibaweih mendapatkan Rahmat Allah di Alam Barzah yang begitu melimpah ruah sehingga bertanya : Apa sebabnya Anda mendapatkan Rahmat Allah yang begitu melimpah di Alam Barzah ini ?.. Imam Sibaweih menjawab : Ini disebabkan telah aku tuliskan didalam Kitab-kitab karanganku bahwa lafadz ALLAH itu adalah Ma’rifat yakni Isyaroh dari huruf Alif dan Lam diawal kalimat ALLAH (bahasa).

6. HU ( ه )
Dibuang Alif, Lam awal dan Lam kedua, Lafadz ini merupakan asal dari Lafadz HUU atau HUWA yang Artinya Dzat. Ketahuilah arti kata “Dzat” yg sering kita sering dengar itu jaganlah diartinya bahwa Alloh SWT itu bertitik, bernoktah, berunsur, beratom d.l.l. krn itu semua Makhluk Ciftaannya tetapi maksud dari DZAT yg dimaksud adalah hanya sebuah kata yang berhampiran (mendekati) kepada yang benar agar mudah didalam memahami perihal konsep ketuhanan, dan janganlah Dzat disini diartikan yang sesungguhnya karena bisa salah menyangka dan salah memaknainya inilah Qoul yang benar. Ketahuilah, bahwa Lafadz HU atau HUU atau HUWA ini Allah SWT perintahkan agar selalu disebut-sebut atau dipanggil-panggil sebanyak-banyaknya ndak berhingga, Sebagaimana firman Allah SWT QS. Al Ikhlas ayat 1, yg berbunyi : “Katakanlah (ya Muhammad) HUWA/ HU/ HUU (yakni Dzat yang Maha Sempurna yang dinamai) ALLAH yg Maha Esa (Tunggal)”.

Jika ada yang berdzikir HU HU HU atau HUU HUU HUU atau HUWA HUWA HUWA artinya adalah sama, yakni : Dzat Dzat Dzat, bagi Ulama Tasawuf lafadz ini merupakan amalan Bathiniyyah sehingga takala Nafasnya Naik (Tarik nafas) berdzikir HUU dan ketika Nafasnya Turun (membuang nafas) berdzikir ALLAH artinya Dzat Allah, karena setiap nafas yang Allah karuniakan harus ada laporannya yakni Dzikrullah ini dilakukan ketika nafas Naik Turun atau Keatas Kebawah atau Masuk Keluar atau Kembali dan Pulang kepada yang memberikan Nafas ini yakni Allah SWT. Inilah yg disebut dgn Insan Kamil.

Bagi setiap Insan Kamil selalu berdzikir didalam Qolbi Bathinnya lafadz HUU ALLAH, HUU ALLAH, HUU ALLAH atau ALLAH HUU, ALLAH HUU, ALLAH HUU. Ini dilakukan karena diakhirat nanti ada pertanyaan : Untuk apa saja Umurmu dihabiskan ? … Umur (usia) itu adalah saling bersambungnya antara Nafas yang masuk dengan Nafas yang keluar, antara Nafas yang Naik dengan Nafas yang Turun, antara yang Keatas dengan Nafas yang Kebawah, antara Nafas yang Kembali dengan Nafas Pulang kepada yang memberikan Nafas ini yakni Allah maka pentingnya Dzikrullah di Qolbi Bathiniyyah agar mudah menjawab pertanyaan ini sebab keseluruhan Nafas ini telah diisi dengan Dzikrullah (mengingat Allah).

7. AH ( أه )
Dibuang Lam awal dan lam kedua, didalam bahasa Arab lafadz ini merupakan singkatan dari lafadz INTAHAA (انتهى) yg Artinya Kesudahan (Akhiran). Maksudnya adalah didalam perjalanan mencari Allah SWT yg Zhohir maupun yg Bathin ada permulaan dan ada kesudahannya (akhirannya), maka jika sudah berdzikir kalimat AH AH AH di Qolbi Robbani (bukan di Qolbi Bathiniyyah) berarti perjalanannya sudah sampai Tujuan, sudah sampai diperbatasan, berlayar sudah sampai dipulau.

8. ALIF ( ا )
Dibuang Lam awal, Lam kedua dan Ha`, ini merupakan Huruf yang Tunggal (Wahdaniyyah) dan Berdiri Sendiri tanpa butuh bantuan siapapun (Qiyamuhu Binafsihi), jika diberi Harokat Fathah, Kasroh dan Dhomah maka akan berbunyi A, I, U bahkan E dan O pun didalam Ilmu Tasawuf dipahami bahwa itu semua adalah Dzikir menyebut nama “Allah”. Ketahuilah bahwa disetiap bunyi apapun di Alam Jagat Raya ini pada haqiqatnya berdzikir ALLAH, ALLAH, ALLAH, maka terbitnya bunyi itu dari 4 Anasir (unsur) yg sering kita dengar, yakni : dari Anasir Api, Anasir Angin, Anasir Tanah dan dari Anasir Air. Ketahuilah setiap bunyi atau suara yang berasal dari 4 Anasir ini pada haqiqatnya berdzikir menyebut nama ALLAH, ALLAH, ALLAH apakah suara Kendaraan bermotor, Bom, Kereta, Pesawat Terbang, Jam Dinding, Detak Jantung anda dan lain-lain baik yang berdentum, berdesir, berderu, berdentang dan lain-lain. Coba heningkan hati dan pikiran anda sejenak lalu dengarkan suara-suara Alam Semesta yg setiap saat menegur kita tuk selalu mengingat Alloh, Alloh, Alloh, secara berkekalan.

Huruf Alif disebut juga huruf yang bisa membunuh dan ndak bisa terbunuh atau disebut juga Huruf yang bisa menghidupkan yang lain tetapi Ia ndak bisa dihidupkan oleh yang lain atau disebut juga Huruf yang Hidup (Al Hayyu) dan Bisa Berdiri Sendiri tanpa bantuan siapapun. Huruf Alif merupakan Asal (dasar) dari semua huruf-huruf hija`iyyah yang 29 huruf. Jika kita lihat huruf Alif seolah-olah kita melihat huruf yang 28 huruf yang tersimpan didalam huruf Alif dan sebaliknya jika kita melihat yang 28 huruf seakan-akan kita hanya melihat satu huruf, yakni : “Huruf Alif”. Menurut Kaidah Tasawuf berbunyi : “Syuhudul Wahdah Fil Kasroti, wa Syuhudul Kasroh Fil Wahdati”, artinya : jika memandang yang satu maka yang kelihatan banyak, jika melihat yang banyak maka tampaklah hanya satu yakni Allah Azza wa Jalla.
Sebagai contoh :
a. Jika Anda memandang Biji mangga maka sebenarnya yang kelihatan bukan satu tetapi banyak yakni didalam biji mangga itu ada akar, batang, daun, ranting buah dan lain-lain kalu Anda tidak percaya coba Anda tanam biji mangga itu maka akan terbukti didalam mangga ada akar, batanng, daun dan lain-lain, dan sebaliknya jika Anda memandang pohon mangga yang besar maka sebenarnya Anda sedang melihat yang satu yakni biji mangga.
b. Jika Anda Melihat Alam semesta, Alam Jagat Raya maka yang tampak sebenarnya yang Anda pandang itu seakan akan yang Maha Pencifta yakni Allah Azza wa Jalla begitupun sebaliknya
Inilah mengapa didalam huruf Alif itu ada dan tersimpan 28 huruf hija`iyyah. Ketahuilah semua Kitabullah yang 104 tersimpan maknanya pada 4 Kitab dan dari 4 Kitab ini terkumpul maknanya didalam Kitab Al Qur`anul Karim dan makna Al Qur`an yang 6666 Ayat (bila memakai basmalah) terhimpun di QS. Yasin dan makna QS. Yasin yang 83 Ayat terkumpul didalam QS. Al Fatihah dan makna QS. Al Fatihah yang 7 Ayat terhimpun didalam lafadz Bismillaahir Rohmaanir Rohiim, dan makna Basmalah yang 19 huruf itu terdapat pada huruf Ba dan makna huruf Ba itu adalah “Dengan-Ku ada maka apa-apa menjadi ada, dan dengan-Ku jadikan maka apa-apa menjadi terjadi (baca juga mata kuliah ttg Nur Muhammad)”.

Ketahuilah bahwa asal dari Lafadz Bismi (بسم) adalah Bi`ismi (بإسم) ada huruf Hamzahnya tetapi ditulis dan dibaca seakan-akan ndak ada Hamzahnya, ini merupakan Isyaroh bahwa Allah Swt itu ADA (wujud) tetapi seakan-akan NDAK ADA, padahal kita semua ini menyembah kepada Dzat yang Wajibul Wujud (yang wajib adanya) yakni ALLAH Azza wa Jalla. Arti dari Wajibul wujud adalah bila Alloh SWT ndak ada maka yg lain pun ndak ada dan berbeda dgn diri kita contohnya : bila diri kita ndak ada di dunia ini maka yg lain tetap ada, berarti diri kita ini ndak wajib adanya.

Ketahuilah jika Anda ingin menulis huruf Ba maka ini merupakan gabungan beberapa Alif yang ditarik kebawah, kesamping dan keatas. Ketahui pula bilaa huruf Alif ditarik keatas dan kebawah, kesamping dan diputar maka akan tampak huruf hija`iyyah yang semuanya 28 huruf ditambah huruf Alif satu sehingga berjumlah 29 huruf dan dari 29 huruf hija`iyyah ini terbentuklah Kitab Suci Al Qur`an yang 6666 Ayat yang Mulia. Inilah makna kaidah : “Syuhudul Wahdah Fil Kasroti, wa Syuhudul Kasroh Fil Wahdati”.

9. TIDAK BERHURUF ( … )
Dibuang huruf Alif, Lam awal, Lam kedua dan Ha`, Artinya : Laa Showtun wa Laa Harfun yakni tidak ada suara dan tidak ada rupa, inilah yang disebut dgn Kalam Allah SWT yang Qodim (terdahulu), Kalam Allah Swt yang sesungguhnya di Lauhil Mahfuzh. Kalam di Lauhil Mahfuzh ini Allah Swt turunkan kedunia melalui Malaikat Jibril sebagai Tugasnya menyampaikan Wahyu kepada para Rosul kemudian Kalam ini dikenal sebagai Wahyu Ilahi, Kalamullah, Firman Allah dan Kitabullah yang berjumlah 104 Kitab dan yang Allah SWT sempurnakan didalam Kitabullah Al Qur`an. Al Qur`an yang kita kenal dan kita pegang disebut Mushaf karena ada rupa dan tidak ada suara, atau ada juga yang disebut Hatif berupa Kaset yakni ada suara ndak ada rupa, atau ada juga disebut Al Quran Digital yakni ada suara dan ada rupa tulisannya. Oleh karena itu sudah seharusnyalah anda berwudhu dahulu sebelum Anda menyentuh Mushaf Al Qur`an dan ndak perlu berwudhu jika menyentuh Kaset Al Qur`an karena tidak berhuruf inilah Qoul yang benar dalam mengimani Kitabullah (pelajari makrifat huruf hija’iyyah). Allah SWT berfirman : “Janganlah menyentuh-Nya (Al Qur`an) kecuali bagi mereka yang suci (Muslim yang sudah berwudhu)”.

Janganlah mengartikan Al Qur`an pada ayat ini adalah Kalamullah yang Qodim di Lauhil Mahfuzh karena itu penafsiran yang berlebihan. Kitabullah Al Qur`an Allah SWT turunkan sebagai petunjuk bagi Orang yang bertaqwa (Hudaa Lilmuttaqiin), petunjuk bagi Manusia (Hudal Linnaas) dan juga golongan Jin (Li Ya’buduun). Pada ayat diatas adalah jelas untuk Makhluk Alloh khususnya Manusia, yang ndak mungkin dapat ke Lauhil Mahfuzh untuk menyentuh Kalamullah yang Qodim itu, sedangkan Kalamullah yang Qodim itu ndak ada suara dan ndak ada rupa dan juga tempat yang bernama Lauhil Mahfuzh itu sudah termasuk Alam Lahut (ketuhanan) maka jirin Jin dan Manusia akan hancur lebur sebelum memasuki Alam itu (gunakan juga konsep Quantum fisika dan quantum makrifat sbg dasar penafsirannya agar lebih ilmiah). Ketahuilah bahwa Kalam atau Mutakalimun adalah Sifat Allah SWT dan hanya Dzat Allah SWT saja yang LAA MAUJUDA ILLALLAAH, yakni ndak ada yang berwujud kecuali hanya Allah Swt yang wajib adanya.

Sayid Abdul Qodir Al Jailani berkata : “Kalimat ALLAH itu merupakan Ismul A’zhom (Nama yang Agung) dan sesungguhnya Allah Swt kabulkan jika kamu berkata YA ALLAH dan tidak ada di Qolbi kamu selain-Nya, dan kalimat ini disebut Ismul Khowash (nama yang Khusus) dan Ismul ‘Aja`ib (nama yang mengagumkan) jika kamu berkholwat mengucapkan ALLAH, ALLAH, ALLAH, sampai Qolbu anda fana (kosong dari yg Alam), maka anda akan menyaksikan Alam Malakut yang mengagumkan dan segala sesuatu apapun dengan Izin Allah SWT berkata “KUN.. !!. Terjadilah”. Berkata Para Ulama : “Orang yang berdzikir 70.000 kali kalimat ALLAH ditempat yang sepi dari segala suara (kholwat), maka tidaklah ia meminta sesuatu kepada Allah melainkan Allah SWT berikan”. Berkata Para Ulama : “Orang yang berdzikir tiap hari setelah Sholat Subuh kalimat HUWALLAH sebanyak 77 kali maka ia akan melihat keberkahannya dalam urusan Agama dan Dunia dan akan menyaksikan sesuatu pada dirinya yang begitu mengagumkan (istimewa). Berkata Para Ulama : “Orang yang melazimkan mengucapkan kalimat ALLAH sebanyak 500 kali setelah sholat dua roka’at (Sholat Hajat atau Tahajud), maka akan berpengaruh besar akan terkabulnya apa yang ia hajatkan”, dan lain-lain.

Mohon dima’afkan atas segala Kekhilafan dan Dosa Saya selama ini, karena katanya Manusia itu ndak ada yg sempurna dan yg sampoerna itu hanya r….k saja yah… hehee.. :) [:)] , semoga kita semua selalu di-Berkahi dan di-Ijabah pada setiap Hajat dan Cita-cita kita yg baik, Amiin.. Istajib Bi-Ijaabatil Kubro.
Salam FULL ST-MD Indonesia,
Wassalam,

Ki Mas Danqow
——————-

About these ads

34 thoughts on “MAKRIFAT ISIM DZAT TUNGGAL

  1. mbahglempeng mengatakan:

    pertamax…
    asalamualaikum,@ ki mas danqow,slm sambil salim.
    mantap artikelnya,tp musti bbrapa x membacanya.
    bt @ mbah arif,slm hormat dr murid yg bodoh ini.untk sohib cahmet slm kenal.

  2. cahayametafisika mengatakan:

    pertamax….nya diambil mbah gempleng….
    saya ucapkan banyak ucapan terima kasih buat ki dencow,yang telah banyak memberikan suport dan dorongan buat perkembangan majlis Cahmet,saya gak akan bisa berdiri sekuat ini tanpa Ridlo dari Alloh swt dan perantara seluruh pengunjung dari berbagai kalangan yang merelakan buka komputer,laptop dan pergi kewarnet buat singgah sebentar di blog cahmet ini,saya bukanlah siapa siapa ,saya hanya orang biasa yang masih singgah sebentar buat mampir makan minum di dunia ini,saya hanya menampilkan apa yang saya punya,karena pengetahuan saya terbatas buat mengenalkan dunia sepritual dan metafisika kepada anda sekalian,saya masih harus belajar dan belajar lagi,agar saya yakin bahwa orang lain dapat hidup bahagiah lewat apa yang saya punyai,nah mudah mudahan apa yang ada dipostingan ini dapat menambah wawasan bagi kita semua

  3. zaki mengatakan:

    assalamualaikum tuk semuanya,subhanallah ini artikel yg bagus,dan tuk mbah arif met ultah yg ke-32

  4. Syukur mengatakan:

    @KI Mas Danqow, terima kasih atas share ilmunya,….smoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya buat @Ki Mas Danqow dan kita semua,…Amin

  5. brur72 mengatakan:

    Hadir nyimak ki…

  6. Abah Suhaimi mengatakan:

    Wah mantaap ini yg Haq Alhamdulillah mhn copas terima kasih semoga bermanfaat buat pencinta Illahi aamiin

  7. Tyo mengatakan:

    Alhamdulillah… terimakasih Yaa Allah… atas artikel yg Ki Mas Danqow sampaikan semoga bermanfaat buat kita semua yang membacanya dan khususnya penulis sehingga kita semua mendapatkan berkah dan rahmatMu… Amin.

  8. sanjaya32 mengatakan:

    Hadir…ijin membaca…

  9. mbahglempeng mengatakan:

    asalamualaikum…absen di siang merambat sore.salam smbil salim bt mbah arif,ki mas danqow,jg bt sohibter cahmet.slmt nikmati akhir pekan brsama orang yg dicintai.

  10. nawiazky mengatakan:

    Waalaikum salam wa rahmatullah
    Kepada Shohibul Majelis CahMet…, Mbah Arifiyanto….
    happy Milad yah…. semoga usia yg telah dijalani dan akan terjalini selalu diberikan dan dicurahkan keberkahan dari Allah swt…. (ditunggu kabar baik atau undangannya yah Mbahhhh…)
    @Ki Mas Danqow sekali lagi Qobilu atas sharing ilmunya…. Salam FULL STMD IndONEsia….
    wassalam

  11. Lilo,, mengatakan:

    asslm,,,
    selamat siang,,,
    pembabaran yg manttaa,,,ff Ustd KMD,, salam Ta’dzim,, mohon izin copas,,,

    mbah arifyanto sugeng Rahayu lan karaharjan,,, salam sduluran tuk semua sohib cahmet,,,,

  12. hendy kazept mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Salam hormat kepada Ki Mas Danqow…
    Subhanallah… matur nuwun pencerahannya…

  13. slamet ariyanto mengatakan:

    assalamualaikum mbah arifianto n sedulur2,………mengucapkan met milad buat mbah arifianto,……..tambah usia walau pada hakekatnya berkurangnya jatah umur………moga lebih bisa memberikan penceraran kpd santri2 chamet……………SEMANGAT n salam FULL STMD…….

  14. ucis selatan cianjur mengatakan:

    selamat milad mbh..sehat selalu..

  15. Henny Bakarudin mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr wb
    makasih Ki Mas Danqow,semoga bermanfaat

  16. yUsUp (aN@k kEcIL) mengatakan:

    Mangt4aabs… Yah.. Aki..

  17. MBAH ARIFYANTO mengatakan:

    @all sohibter:trima kasih atas perhatiannya,moga all sohibter semakin sukses saja,amiin

  18. Rievs Hard mengatakan:

    nderek ngaji….nggih Ki Mas Danqow….mantep saestu penjabaranipun……………..mbah Arif….nderek ngeyup………..nggih………..adem…ademmmm……ademmmm

  19. pardi mengatakan:

    sip pak

  20. Murid Sesaat mengatakan:

    nderek nyimak….

  21. Ki Cantrik mengatakan:

    waahhh mantap ulasannya Ki Mas Danqow….. :)

  22. hamba mengatakan:

    allahu akbar..
    Maju terus cahmet

  23. Yuan Srimurni mengatakan:

    Allohu Akbar La hawla wala quwwata illa billah

  24. riyanson mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Salam hormat kepada Ki Mas Danqow…
    Subhanallah… matur nuwun pencerahannya…

  25. Anjar mengatakan:

    Terima kasih ki mas danqow mohon izin untuk diamalkan smoga bermanfaat dunia akhirat… Aamiin

  26. MAS RIDHO mengatakan:

    Subhanallohhh…
    Ilmu yg Bermanfaat..

  27. Hamba Allah mengatakan:

    Ass…wr…wb.. salam hormat ka sadaya… hatur nuhun mbah.. katampi pisan rupina
    Neangan nu Maha Kuasa
    Ulah Kaditu Kadieu
    Rasa Ku Anjeun Pake
    Warangka Eta Wadahna
    Eling Tong Kaliwat
    Nu Maha Suci Aya Di Diri Urang
    Daek Tur Tumarima Kanu Ngusikeun
    Akal di Pake Ngarah Kapanggih
    Bissmilahhirrohmaanirohiim
    DZAT Yang Maha Kuasa, Maha Menjadikan.
    Yang telah memberikan nama Allah, kepada Jasmani yaitu Ar-Rohmani dan Rohani yaitu Ar-Rohimi, jasmani mengeluarkan sifat pengasih, dan rohani mengeluarkan sifat penyayang. Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.
    Aku bersumpah kepada-Mu ya Dzat, ketika aku beribadah padamu, aku tidak menginginkan Surgamu, bilamana aku beribadah menginginkan Surgamu, kuncilah Surga buatku serapat-rapatnya, dan bilamana aku beribadah karena takut nerakamu, masukan aku ke nerakamu sedalam-dalamnya. Aku beribadah padamu dengan penuh keikhlasan dan keridhoanku dan hanya menginginkan kembali padamu “Ina lilahi Wainna Ilaihi Rojiun” Dzat yang tidak bermula dan tidak berakhir.

    “Sesungguhnya Iblis tidak sempurna dia hanya mengetahui buruk dan tidak pernah tahu yang namanya baik, dan sesungguhnya pula Malaikat juga tidak sempurna dia hanya tahu baik tidak pernah tahu buruk. dan sesungguhnya manusia itu sempurna mengetahui baik dan buruk,”

    “Awallu dini Ma’rifatullohi Taala”
    “Ketahuilah Allahnya dulu sebelum mengerjakan agama”.
    “Wa Asmaihi ta Allahhu Abadan Bil Kufro”
    “Barang siapa yang mengetahui nama Allah saja tanpa mengetahui objeknya maka dia kafir”

    “Man Shola Bila Ma’rifatin, Lata Sihu Shalatuhu”
    “Yang melaksanakan mengerjakan shalat, tidak mengetahui Allahnya maka tidak SAH sholatnya”

    “Fa Waelul Lil Musolin Alladzinahum fi salatihim sahun”
    “Maka celakalah orang-orang yang Sholat”

    “Wal Fil Ardhi Ayattullohu Lil Mukinin, Wafi Anfusikum Afalla Tubsirun”
    “Pada Bumi Ini banyak ayat-ayat Allah bagi yang berhati yakin dan apalagi Ayat Allah yang ada pada diri kita sendiri, Apakah kamu tidak memikirkannya. Di dalam kitab Al-Qur’an diterangkan Ratusan ayat bahwa kitab diperuntukkan bagi orang yang berpikir”

    ”Ikro Kitabbakka Kafa binafsikka wal Yauma Alaika Hasiba”
    “Baca kitab yang ada pada diri kamu sendiri, dan cukup kamu sendiri yang menghisabnya.”
    Sudah sangat jelas bahwa Al-Qur’an memerintahkan pada diri kita, agar mau memikirkan dan membaca ayat hidup di Bumi ini dan ayat hidup yang ada pada diri kita sendiri. Intinya asal mula kita dari mana dan mau pulang ke mana?
    “Usikum Ibadallah”
    “Semua yang dikerjakan oleh dirimu adalah ibadah kepada Allah”

    thank u so much

  28. Hamba Allah mengatakan:

    7 (tujuh) lapis langit
    1. AHADIAT. 2. WAHDZAT 3. WAHIDHIAT 4. ARWAH 5. ADSAM 6.MISAL 7. INSAN KAMIL.

    7 lapis bumi, yang terdiri dari :
    1. AMARAH 2. LOWAMAH 3. SYAWIYAH 4. MUTMAINAH 5. RODIAH 6. MARDIAH dan 7. KAMILAH. Nama-nama yang disebutkan di atas adalah nama-nama 7 (tujuh) lapis bumi. Mari kita mulai menerangkan untuk menuju kembali ke asal mula, mengetahui asal pasti mengetahui kembali ke asalnya.
    TERJADINYA WUJUD ATAU JASMANI
    • CAHAYA MERAH, Jadi api dan api jadi Wadi, Wadi jadi daging.
    • CAHAYA KUNING, jadi angin dan angin jadi madi, madi jadi tulang.
    • CAHAYA HITAM, jadi tanah dan tanah jadi maningkem, maningkem jadi kulit.
    • CAHAYA PUTIH, jadi air dan air jadi mani, mani jadi sumsum.
    Setelah terjadi wujud atau jasmani:
    DAGING mengeluarkan sorot sifat panas api ke mulut dan diberi nama “Amarah” Bisa Bicara mendatangkan peperangan, permusuhan dan perdamaian, ALAM BUMI pertama (“AMARAH”)
    TULANG Mengeluarkan sorot dengan sendirinya ke telinga bisa mendengar dan diberi nama “LOWAMAH” Alam Bumi ke dua (“LOWAMAH”)
    SUMSUM mengeluarkan sorot dengan sendirinya ke mata bisa melihat dan di Beri Nama “SAWIYAH” alam bumi ke tiga (“SAWIYAH”)
    KULIT mengeluarkan Sorot ke hidung dengan sendirinya dan diberi Nama “MUTMAINAH” ALAM BUMI Ke empat (“MUTMAINAH”)

    “semua manusia di alam dunia ini akan rusak dan celaka kecuali yang ber ilmu, yang ber ilmu pun akan celaka jika tidak mengerjakan dan mengamalkan ilmunya, yang mengerjakan ilmu serta mengamalkan ilmunya tetap akan celaka jika tidak ikhlas”.

    “YA AYUHAN NAFSUL MUTMAINIL IRJI’I ILA ROBBIKI RODIATUN WAL MARDHIAH”
    “Hai jiwa yang tenang kembalilah pada Robmu dengan Ridha dan Meridhai”
    7 (Tujuh) lapis langit dan 7 (tujuh) lapis Bumi merupakan sesuatu yang harus di ketahui juga dipelajari agar apa yang diinginkan atau dikehendaki mengetahui asal mula terwujud membuat tidak sak wasangka atau bingung.
    “INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN”
    Asal Dari Allah kembali kepada Allah.
    “ALLAHU SIRRUHU WA ANA SIRRUHU”
    – Rahasia Allah Adalah, Rahasia Aku –
    “ ALLAHU GOIBUN AL INSANNU GOIBUN”
    – Allah Gaib Manusia Juga Gaib”-
    “Sesungguhnya Aku menginginkannya di berikan kepada semua manusia, tetapi lihatlah wahai Muhammad yang mendiami wujudnya sungguh masih belum mengerti, wujudnya saja yang sudah dewasa di dalamnya yang ada hanya binatang, maka aku tugaskan dirimu untuk menyelamatkan dan menjadi umatmu”.
    “Qolbu mukminina Baitulloh”
    Hatinya orang mukmin adalah Rumahnya Allah.
    Ka’bah Baitullah adalah simbol syariat dunia, agar manusia mau berpikir. artinya kaki kiri secara syariat menghadap ke pintu kabah, dan yang kanan secara hakikat menghadap ke Qalbu dirinya sendiri. Syariat, Tarekat, Hakikat, Ma’rifat harus sejalan, searah, satu tujuan atau rukun.
    Pintu ka’bah yang namanya mustazam atau multazam artinya musta atau multa adalah Mustakbilal Kiblat, menghadap ke kiblat, dan “Jam” dalam artian Allah SWT melihat diri kamu dan tinggal kita yang harus bisa melihat Allah SWT. Di pintu ka’bah bertuliskan.
    “Allahu Wahdahula Sharikalahu, Muhammad Abduhu Warosulluhu Wa inaka la ala hulqin Adhim”
    Allah adalah penguasa Alam, dan Muhammad sebagai utusannya, hanya akulah dzatmu yang abadi,
    “Kabiro Wal Hamdulillah Hikasiro”.
    Aku bersyukur telah sempurna berada di alam Kabir ini.
    “Wa Subhana Lohi Bukrotan Wa Ashila”
    Maha bersih Allah lantaran aku berada.
    “Ini”, sebenarnya aku. “Wajahtu wajhia liladzi patoros samawati”. Menghadap ke wajahku, ke badanku dan ke dzatku yang telah dijadikan dari tujuh lapis langit.
    Wal ardy” dan 7 (tujuh) lapis bumi. “Hani Pa Muslimat “ maka aku selamat, “Wama anna Minal Musrikkin” bukan dari golongan kaum musrik yang menduakan Tuhan atau menyembah berhala.

    “Akulah ingsun dzat yang seutuhnya yang memiliki wujudmu dan juga akulah pemilik ilmu pengetahuan aku sorotkan cahayaku menjadi cahaya nur ala nur atau langit yang turun ke bumi melalui mulutnya Muhammad atau lisan Muhammad”.

    Hidup adalah sebab, kita sebab untuk yang lain, dan yang lain pun sebab untuk diri kita, maka berbuat lah sebab yang baik akibat akan datang pada diri kita sendiri.

    “Lahaola Wala Quata Illa Bilahi Ali Yul Adzim”
    “Tiada daya upaya jasad kita, Roh kita, Allah kita ‘bila tidak digerakkan oleh Dzat Adhim”INGSUN DZAT.
    “Lata Harroka Allahu Biidmidzat”
    “Allah digerakan oleh dzatnya”
    “Semua inti dari pengetahuan, kita “diwajibkan” ma’rifat dzat mengetahui kepada dzati dirinya”.
    “Wanahnu Aqrobbu ILLAHHI Min Hablil Warid”
    “Leher dan urat leher masih ada antaranya, Allah bersatu dengan dirimu”
    Dalil dalam Al-Qur’an ini menerangkan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan menjelaskan dengan sesungguhnya. Panggilan Allah terjadi dari penyatuan 4 (empat) unsur, hanya orang yang berimanlah yang mau memikirkan.
    “Man Tolabul Bigaeri Nafsihi Faqod Dola Dalaan Baida”.
    “Barang siapa yang mencari Allah keluar dari dirinya sendiri maka akan kesasar, jauh dari dirinya”.
    “Man arrofa nafsahu, fakod arofa robbahhu, fakod jahilan nafsihi”
    “Barang siapa yang mengetahui dirinya tentu akan mengetahui Tuhannya, dan dirinya akan merasakan bodoh.”
    Intinya yang mencari Tuhan tidak akan pernah menemukan karena yang dicari dengan yang mencari sudah menyatu, ada pada dirinya sendiri.
    Kadang yang mempelajari Ketuhanan atau keyakinan adanya Tuhan, mempelajarinya selalu jauh dari dirinya. Ketika orang yang mempelajari tidak melirik dirinya, orang tersebut menurut dirinya sudah sangat hebat pengetahuannya, tetapi setelah bertemu dengan yang berpengetahuan hakiki, maka robohlah keimanan yang menurut dirinya hebat dalam tempo yang sangat singkat dirinya akan merasakan bodoh, tidak ada apa-apa lagi, semua yang diyakininya dan dipelajarinya ketika dipertemukan dengan cahaya-Nya. Maka keluarlah kalimat.
    “Ruyattullohi pidunya Biaenil Qolbu, Ruyattulohi bil akhirroti biainil arsy”
    “Melihat ruyat Allah di dunia dengan mata batin qolbu, melihat Allah di akhirat tidak salah lagi” bukan kata kafiat atau katanya tapi bila haefin, bila makhanin”.

  29. Hamba Allah mengatakan:

    SURGA dan NERAKA
    Kita akan bahas Surga dan Neraka sebenarnya ada dimana ?
    Kalau benar-benar ingin mengetahui keberadaan Surga dan Neraka, dimana Nabi Adam yang dijadikan dari tanah melalui suatu proses evolusi yang begitu memakan waktu. “Wal Asri” “demi masa”, semua tumbuhan, binatang, manusia berevolusi, jadi dan terjadi lantaran sebab akibat. Jadinya kehidupan karena ada “Dzat Hidup”.
    Dzat hidup di dunia ada 4 (empat) arbaun, atau 4 perkara, cahayanya, merah, kuning, Hitam, putih, dan objektivitasnya, Narun, Hawaun, Maun, Thorobun atau api, angin air dan tanah. Semuanya jadi dan terjadi dari menyatunya 4 sifat atau 4 unsur yang berevolusi dengan sendirinya tanpa ada yang memerintah dan diperintah. 4 (empat) unsur yang menyatu adalah alif, lam, lam, ha, menyatu dengan sendirinya oleh tasjid, af’al dirinya maka awal kehidupan tumbuhan, binatang dan manusia di dunia.
    Ketika Adam lahir di dunia atau berada di dunia, Adam wujudnya telanjang bulat tidak ada benang selembar pun di badannya. Adam menangis merasakan panas dan dingin Hawa dunia 4 (empat) unsur yang menyatu “Ya Marhaban Ya Nurrul Aeni” Bahagia cahaya Allah yang baru lahir” Adam dijadikan dari tanah, semua tumbuhan, binatang dan yang terakhir adalah manusia jadi dari tanah yang menyatu dengan 3 (tiga) unsur, api, angin, air, sebelum Adam tiada atau belum ada di dunia tidak ada yang namanya Surga dan Neraka, tetapi setelah Adam di dunia maka nama Surga dan Neraka ada.
    ADAM sewaktu bayi mempunyai rasa anna atau rasa diri, sampai berumur 9 (Sembilan) Tahun, serba dilayani ingin minum disusui, ingin makan disuapi, inilah yang dinamakan “Surga”. Keinginannya selalu ada dan dilayani, tidak banyak keinginan. Dari umur 9 (Sembilan) Tahun sampai 17 (Tujuh belas) Tahun Adam mempunyai rasa anha, mulai mempunyai keinginan tetapi masih tetap dilayani, dari 17 Tahun sampai akhir di dunia, Adam dewasa, yang begitu berat berusaha tanggung jawab untuk dirinya juga istrinya, pekerjaan yang berat dari rasa tanggung jawab, kepedihan, penderitaan namanya “Neraka”.
    Nabi Adam setelah dewasa bisa memilih tempat, yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Kesenangan dan penderitaan datang dari diri sendiri Adam, melalui proses sebab akibat. Kesenangan, kegembiraan, kenikmatan kesehatan, keselamatan dinamakan “Surga” sedangkan penderitaan, ketidaksenangan, sakit, celaka dinamakan Neraka. SURGA DAN NERAKA HUKUMNYA RELATIF.
    Jadi intinya, Surga dan Neraka ada, setelah Nabi Adam ada, yaitu di dunia ini, bukan setelah mati, yang mati itu wujudnya sementara Rohnya harus kembali kepada Allah “Inna lillahi wa inna illahi roojiun” dan ketika nabi Adam masih di dalam perut ibunya, yaitu Surga firdaus, tidak merasakan panas, dingin, enak atau tidak enak. Adam Hidup tapi tidak mempunyai Roh dan Rasa. Sebelum Adam lahir di dunia, Adam ada dalam proses cahaya dan perlu diterangkan secara detail melalui penerangan 7 (tujuh) lapis langit 7 (tujuh) lapis bumi.
    Kembali nya manusia terjadi 3 bagian
    1) Karena tidak tahu tempat kembali atau asal mula mereka, kafir atau kesasar. “Barang siapa manusia yang Buta kepada Allah di dunia ini, maka ketika kembali nya mereka lebih buta.
    “Walan Jak Firolloh, Fakaefa Jarohu Fidunya Wal Ahiroh”
    “Ini Kematian yang sangat mengerikan bagi semua manusia, agama apapun mereka”. Semua manusia di dunia ini akan celaka kecuali yang berilmu atau ma’rifat.
    2) Karena mengetahui cahaya Nur alla Nur, pintu sekarang adalah Mustakbilal Kiblat, maka masuklah ke Surga Nirwana adalah Nir adalah cahaya, Wana adalah rupa. Rupa cahaya, sampailah kepada Rahmat Allah, tidak ada apa-apa, tidur lelap bagaikan Adam di dalam Rahim Ibunya tidak mempunyai keinginan apa-apa dan hakul yakin. 7 (tujuh) kali keturunan lahirlah kembali 63 Tahun Muhammad x 7 adalah 441 Tahun kemudian apa yang diterangkan dalam Al-Qur’an surat Kahfi agar lebih dalam pelajari dengan sungguh-sungguh. Tetapi bagi seorang Ma’rifattulloh yang ikhlas bisa menerima baik dan buruk yang akan sampai kepada sesuatu tidak ada apa-apa atau tidur lelap tidak ada penyiksaan. jika seorang ma’rifat tersebut tidak mau menerima kejelekan artinya tidak ikhlas maka dialah yang akan menjadi rahwana atau siluman yang tidak di terima langit dan bumi.
    3) Karena mengetahui cahaya adalah “Allahu Nur Alla Nur merupakan pengetahuan “Ma’rifat dzat” sesungguhnya cahaya tersebut adalah Rohnya Allah, ketika kita melihat dengan kaca mata syariat atau Roh Jasmani tetapi ketika dilihat oleh dzat dengan cara ber ”Thazali ” Bukan cahaya Allah lagi tetapi Rohani {Roh Aku, Atau Nurani} Cahaya Aku.
    Aku adalah dzat atau INGSUNDZAT yang menjadikan jasmani Allah, dan aku Dzat yang menjadikan cahaya Allah, maka kembali lah padaku, bersemayamlah atau memudzilah padaku yaitu mudzidzat. untuk hidup ABADI LANGGENG bersamaku, penuh kenikmatan yang tiada tara, keinginan apapun diciptakan oleh dirinya tiada penghalang bagiku hanyalah wujud yang kujadikan. ”Lahiya Baka Ainal Wujuddika” Tiada penghalang lagi hanyalah wujud yang kujadikan” Di dalam hadist Rasulullah, Iblis Bisa menyerupai siapapun tapi Iblis tidak bisa menyerupai Aku dan Aku jadikan ADAM sesuai bentuk rupa asli-Ku, AKU ADALAH HIDUP, AKU ADALAH DZAT. BENTUK RUPA ADAM ADALAH BENTUK RUPA ASLIKU.
    “AD DUNYA MIRATUN WAL AHIROH”
    “Bentuk rupa Adam atau diri kamu sendiri di dunia adalah bayanganku di akhirat” “asal dari aku kembali lah kepadaku” untuk menerangkan mengenai “MA’RIFAT DZAT” perlu lebih menguasai Ma’rifattulloh agar tidak sulit mempelajarinya Ma’rifat Dzat yang sangat diperlukan “sebab” agar mendatangkan akibat tanpa dasar dari “Hak Wali Allah” atau Hak Maliah, Ma’rifattuloh. Ma’rifat Dzat, sungguh sangat sulit dipelajari dan yang paling terpenting cara selamat, pekerjaan sebabnyalah yang paling utama tanpa didasari ketekunan mempelajari dan mengerjakan “Ma’rifattullah” sungguh sangat sulit karena diperlukan kekuatan itikad, kekuatan penyatuan 4 (empat) cahaya. Ma’rifat Dzat merupakan sesuatu yang sangat memerlukan kejeniusan, keimanan tinggi, ma’rifat Dzat dialah yang mengadakan dan dialah yang meniadakan, dia yang menciptakan dia pula yang menghilangkan ciptaannya. Raja di raja penguasa alam sebelum menerangkan “Ma’rifat Dzat” kembali kepada Ma’rifattuloh, sebagai dasar kekuatan. Rasulullah pernah bersabda dari umat seribu orang hak Maliah Atau Ma’rifattulloh Hanya Satu Yang Masuk Ke Ma’rifat Dzati. dari umat agamaku 4444 orang hanya satu orang yang Ma’rifattulloh beliau ketika itu memberikan amanah kepada saudaranya, sekaligus mantunya yaitu Sayidina Ali .Wahai Ali Ketika Aku Kembali Berikanlah Pengetahuan Kepada Yang Hatinya Terbuka Dari 4444 Satu Orang Dan Dari 1000 Orang Ma’rifattuloh 1(Satu)Orang.

    Allah Rahman Rahim.
    Allah tidak pernah membedakan pada makhluknya, mengasihi dan menyayangi tetapi mengapa yang lahir ke dunia ini ada yang cacat, matanya buta, tangannya cacat dan sebagainya. ini jangan menyalahkan siapapun, kelahiran cacat lantaran sebab, ya mungkin bapak atau ibunya jorok ketika berhubungan di lap pakai baju kotor, atau Banyak berhubungan dengan hal-hal yang kotor-kotor seperti ke WTS, atau makanan yang kurang baik, seperti minuman keras, obat-obatan yang merusak pada tubuh dan menjadikan maninya merupakan bahan wujud Rusak, banyak sebab2 yang tidak menguntungkan tetapi dilaksanakan semua akibat sebab mendatangkan akibat, tapi ada juga manusia di dunia yang miskin dan kaya seolah-olah Allah pilih kasih, sudah ada di dunia ini tidak di beda-bedakan, Ingin minum tinggal ngambil airnya, Ingin pisang tinggal mau nanam. Mengenai miskin dan kaya kembali pada sebab jika orangnya malas, kurang baik bergaul banyak sebab yang mengakibatkan miskin. Kembali pada dirinya masing-masing.
    “Satu umat tidak akan berubah bila umatnya tidak merubah”
    “Satu kaum tidak berubah bila kaum itu sendiri tidak merubahnya”
    Intinya merubah keadaan, kembali pada diri sendiri yang merubahnya
    Kalau begitu mengapa ada Allah? di adakan Nama Allah agar kita mau berusaha mencarinya melakukan sebab
    “ Wa Asma Ihi Abadan Bil Kufro”
    “Barang siapa yang mengetahui Nama Allah saja, Tidak mengetahui sebenarnya Allah maka sungguh sangat tersesat”
    Kita diwajibkan berusaha untuk tanggung jawab dunia maupun akhirat, dan sudah diterangkan di atas Allah itu siapa.
    Contohnya, bayi dalam perut sebelum lahir berbentuk huruf He, seperti sujud, terus duduk membentuk huruf lam,á terus jongkok membentuk huruf, lam akhir á dan terus lurus berdiri tegak membuat huruf Alif Ç . maka lahirlah bayi, ketika sesudah lahir bayi tersebut tetap huruf Alif Ç, terus Lam awal, lam akhir dan he. Begitu Juga ketika Bapaknya datangnya nafsu syahwat karena adanya api atau panas atau nafsu. Sewaktu berhubungan dengan istrinya pertama api yang menekan atau mendorong angin dan angin menekan atau mendorong air maka keluarlah air dari burung iganya suaminya dan masuk ke rahim istrinya, ditanam di tanah istrinya maka jadilah bahan yaitu mani yang ditanam di tanah istrinya, menjadi jas atau baju atau wujud. Jadilah Jas Mani, dari mengantungi 4 (empat) unsur dan 4 (empat anasir) api, angin, air, tanah yaitu merah, kuning, putih, hitam. Jadi dan terjadinya dalam proses 9 (Sembilan) bulan 10 (sepuluh) hari. PERTAMA:
    – Assolatu Asalamu Alaika ya Wali yulloh KutBunnukba 40 hari
    – Assolatu Asalamu Alaika ya Wali yulloh Kuzbunnukba 40 hari
    – Assolatu Asalamu Alaika ya Wali Yulloh Abdal 40 Hari
    – Assolatu Asalamu Alaika Ya Wali Yulloh Imron 40 Hari
    – Assolatu Asalamu Alaika Ya Wali Yulloh Ahyar 40 Hari
    – Assolatu Asalamu Alaika Ya Wali Yulloh Gautsi Alam 40 Hari
    – Assolatu Asalamu Alaika Ya Wali Yulloh Rijalulloh40 hari
    280 Hari
    Sebulan ada 30 hari adalah 280 : 30 adalah 9 bulan 10 hari
    Idul Adha di Padang Arafah dilaksanakan 9 ke 10 nya Zulhijah jam 4 sore. Maksudnya 4 sore adalah terjadi dari 4 anasir atau Narun, Hawaun,Maun, Thurobbun, atau huruf Alip,Lam,Lam dan Ha.
    Mengapa Zulhijah harus tgl 10 jam 4 sore. Zulhijah merupakan suatu kalam atau simbol yang baru lahir, demikian juga lahirnya jabang bayi bulan ke 9 hari ke 10, pada saat Ramadhan pun ketika berpuasa, 1 (satu) likur sampai ke 9 (Sembilan) likur ke sepuluhnya (10) lebaran idul fitri atau leburan kembali menjadi fitrah. Jadi puasa Ramadhan ke 9 (Sembilan) likur kan Takbir ke sepuluhnya (10) pagi salat Idul fitri, shalat idul fitri dengan idul adha tidak berbeda, Rakaat pertama 7 (tujuh) Rakaat ke 2 (dua) 5 kali takbiratul ihram, atau tasjidnya ini ian jelas menegakkan Kalimattulloh membuat huruf Alif, Lam, Lam, He, atau berdiri ruku, duduk, sujud. Berbeda dengan shalat fardhu maupun sunat, takbiratul ihramnya pertama 7 dan kedua 5 kali. Kalam ini harus dipecahkan dan diketahui. Maksudnya yang tujuh itu lubang di wajah ditutup oleh jari tangan yang kanan 5 dan kiri 5. Jari tangan kanan dan kiri dijumlahkan jadi 10 menutup lubang di wajah 7. jadilah 17 Rakaat yang dikerjakan sekaligus, atau “Tadzali ”. Semua ini diterangkan supaya mudah memikirkan asal mula yang sebenarnya dan bisa menemukan siapa diri yang sebenarnya.
     Wali ada 9
     Angka yang paling besar 9
     Matahari mengeluarkan ultra violet atau sinar x jam 9.
     Dikandung oleh ibu kita di dalam Rahim 9 bulan
     Lubang pada tubuh kita pun tidak berbeda 7 lubang di kepala 2 lubang di bawah jadi 9 lubang dan kesepuluhnya (10) 1 + 0 adalah 1 adalah Wali tunggal.
     Al Qur’an keseluruhannya 6666 (enam ribu, enam ratus enam puluh enam) ayat.
     6 + 6 + 6 + 6 adalah 24. Dzatining Syahadat 24 naktu
    As sha dhu a la i lah ha i la loh wa as sha dhu a na
    1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
    mu ha mad ro sul lu loh adalah 24 Naktu atau kata
    18 19 20 21 22 23 24
    2 + 4 adalah 6 Rukun Iman artinya Al-Qur’an akan mendatangkan keyakinan.
    30 Juz 3 + 0 adalah 3 + 6 adalah 9
     Al -Qur’an ada karena pengetahuan yang 9 yaitu
    1. Syariat 2. Tarekat 3. Hakikat 4. Ma’rifat. 5. Thaholi 6. Thahali 7. Tadzali 8. Thazani 9. Thasani
     Pengetahuan Dzat yang maha kuasa yang diberikan pada 9 Wali nya.
     Al Fatihah yang 7 (tujuh) ayat mengandung akhiran yang dibaca ada 9 (Sembilan) 5 Im dan 4 In yang akhiran Im adalah kelangitan dan In kebumian, di bumi ada 4 unsur dan langit 4 isi ke 5 pancer, atau ada 4 (empat) cahaya yang menyatu dan 1 atau tunggal atau Ahad yang menyaksikan cahaya, dan dikatakan IBUNYA kitab yang bisa menerangkan semua kejadian mengenai dirinya sendiri. kalimatnya Bismillahhirrohmannirroh im inilah im langit. Alhamdulilahhirobbil alam in inilah in bumi.
    “Hu Wal Awalu, Hu Wal Akhiru, Huwal Dhohiru, Hu Walbatinnu Wa Huwal Qowiyul alim”
    “Dialah yang awal, Dialah yang Akhir, dia yang Dhohir, Dia yang Batin, dan Dialah yang mengetahuinya tentang dirinya sendiri” . ( Surat al Hadi ayat 3. )
    Wali tunggal di dunia seperti tiada, tapi nyata ada, dan sungguh sangat sulit menemukannya tidak berbeda dengan manusia, makan, tidur bereaktivitas layaknya manusia biasa pada umumnya. Sungguh sangat bahagia bila bisa bertemu dan mempelajari pengetahuannya. Wali Tunggal yang berpengetahuan Ma’rifat Dzati, sungguh sangat bertanggung jawab di akhirat atas dirimu yang menemukannya, tetapi dirimulah yang harus bertanggung jawab atas masalahmu di dunia hanya Wali Tunggal lah yang akan memberikan jalan keselamatan serta cara menuju selamat dunia dan akhirat. Demi mencapai keabadian atau kelanggengan diri kita sendiri, yang tidak akan pernah kehilangan sesuatu apapun baik Jasmani maupun Rohani,
    “Wa abud robbaka hatta tiyakal yakin”
    “Beribadahlah dirimu pada Tuhanmu dengan seyakin-yakinnya”, Berimanlah dengan sungguh-sungguh dengan apa-apa yang diterangkan pada pengetahuannya.
    “Wali Kuli Umatin Warrosulihi”
    “Semua umat adalah utusan Allah”
    Mengenai Kalam yang di Saudi Arabia yaitu Mekkah ada Batu persegi empat dinamakan Baitullah Kabah, apakah maksud Rasulullah Muhammad membangunnya? Dan mengapakah orang yang mendatangi batu persegi Kalamulloh yaitu kabah mendapatkan gelar Haji?
    Maksud Rasulullah menciptakan kalam atau simbol agar suatu hari, orang-orang yang berpikir dan punya keinginan untuk memecahkan kalam dengan benar, supaya umat manusia tidak melupakan Histori atau sejarah juga ilmu pengetahuan. Rasulullah diperintahkan oleh Wali Tunggal atau Jibril untuk memberikan pelajaran pada orang Jahiliah atau bodoh dan memberikan zakat supaya tidak lapar dan menjadi baik, juga mengusahakan tempat yang sangat kering kerontang dan gersang supaya jadi tempat makmur. Wali Tunggal memerintahkan Rasul menciptakan kalam Baittul Haram, tempatnya kaum Jahiliah atau bodoh dan jahat agar menyembah Tuhan dan menjadi baik. Walaupun begitu kalam yang diterapkan di Mekkah yaitu Baitullah sampai sekarang belum ada yang bisa memecahkan maksud dan tujuannya kecuali bagi orang-orang berpikir..
    “Tafakuru satin min hoerrubin Sab’ina sanatan”
    “Tafakur sesaat atau satu jam lebih utama dari ibadah 70 tahun”.
    Tafakur, cara mengerjakannya tidak berbeda dengan kita memperhatikan seekor kucing, ketika mau menerkam tikus di dalam lubang. Perhatikan seekor kucing, diam tidak menggerakkan badannya, maupun mengeluarkan suara, sebab jika kucing bersuara jelas kucing atau selalu bergerak tikus tidak akan keluar dari lubangnya. Jadi dengan berbuat begitu apa yang di inginkannya terjadi begitu pun tafakur. Mengenai gelar Haji yang dilaksanakan secara syariat pergi ke Mekkah mendapat gelar Haji Majaji atau Haji Syariat, tetapi yang bergelar Haji Hakiki yaitu yang bisa memecahkan kalam, serta mengetahui rumah Allah yang sesungguhnya dinamakan Haji Mabrur.
    Untuk mengetahui Cahaya Allah, sebenarnya bagi yang beriman tidak ada kesulitan. Contohnya, jika membeli gula merah ke warung maka yang akan kita pegang berbentuk gandu yang warnanya merah, sedangkan yang dibutuhkan adalah manisnya, rasa manis gula jika ingin didapatkan, maka gula merah yang berbentuk gandu harus dihancurkan dulu.
    “ La hija baka ainal wujuddika”
    “ Tidak ada penghalang untuk bertemu denganku, selain wujud mu” Jadi wujud harus dilebur dulu barulah bertemu dengan
    “Allahu Nur ala Nur”
    Kalau hak Allah dan hak manusia apa bedanya?
    Hak Allah seperti kita mengambil ikan di laut atau di sungai jelas tidak ada satu pun yang akan melarang. jika Hak manusia, kita mengambil ikan di kolam, pasti akan mendapat teguran, karena ikan yang ada di kolam sudah ada yang memiliki atau sengaja di tanam.
    Apa yang disebut sempurna?
    yang disebut sempurna sekalipun berbeda pendapat, tetapi sama sekali tidak menimbulkan pertengkaran. Seperti kita melihat buah nangka, menurut mata jika nangka itu sudah matang warnanya kuning, menurut hidung wangi, menurut telinga bila ditepuk sama telapak tangan suaranya mengeluarkan seperti gema, gepluk, dan menurut mulut manis. Buah nangka tadi walaupun pendapat tadi berbeda sedikit tapi tidak ada permasalahan setelah dimakan maka akan dirasakan nikmat, itulah namanya kesempurnaan. Intinya sempurna memiliki baik dan buruk, juga menerima baik dan buruk. Hanya Allah saja yang sempurna memiliki baik dan buruk. Jika ada perbedaan selalu terjadi pertengkaran, manusia yang selalu bermasalah dari perbedaan sungguh tidak sempurna.
    Sempurnanya panggilan Allah karena 4 (empat) Malaikat Jibril, Mikail, Isrofil, Izroil.
    Sempurnanya Rasulullah karena 4 (empat) sahabat ABU BAKAR, UMAR, USMAN, ALI .
    Sempurnanya Baittulloh karena 4 (empat) Imam Maliki, Hambali, Hanapi, Safei.
    Sempurnanya manusia karena mempunyai 4 (empat) karakter mata, telinga, Hidung, dan mulut

    Sungguh setan atau iblis tidak sempurna, dia hanya tahu tidak baik dan tidak pernah tahu baik, begitu pun malaikat tidak berbeda dia hanya tahu baik dan tidak pernah tahu yang namanya tidak baik.
    Sesungguhnya, hanya manusia yang sempurna dia tahu baik dan mengetahui buruk, bisa menempatkan dirinya di tempat yang di inginkan, Surga dan Neraka pun diadakan bukan untuk setan maupun Malaikat, Surga dan Neraka di adakan untuk manusia itu sendiri.
    “ALLAHHU GOIBUN AL INSANU GAIBUN”
    “Allah Gaib, manusia pun Gaib”
    “ALLAHHU BATINNUL INSAN AL INSANU DOHIRRULLOH”
    “ Allah adalah Batinnya manusia dan dhohirnya pun Allah”
    Kita mengetahui dengan pengetahuan syariat bahwa sesungguhnya apa yang diterangkan dalam Al-Qur’an Dunia yang kita tempati sekarang akan Kiamat dihancurkan oleh Allah, Karena Allah yang mempunyai dunia ini, dan begitu pula Surga atau Neraka semua pemiliknya adalah Allah. jika umat manusia ketika meninggal dunia menginginkan Surga, Bagaimana jika Surga oleh Allah akan di hancurkan juga, mau lari ke mana? Artinya, jika kita pulang kembali ke asal yaitu Allah, siapa yang akan berani menggugat Allah, kembalilah kepada Allah dengan Hak. “Inna Lillahi Wa ina ilaihi Roojiun”
    Mengapa pada jaman sekarang para ustad atau Kyai pada pintar bicara, mereka-reka bahasa, padahal hatinya sungguh tidak mengetahui, siapa Tuhan dan siapa dirinya, mereka hanya pintar bicara tentang Allah, Malaikat, Setan, Surga, dan Neraka. Tetapi sesungguhnya mereka tidak berpengalaman, tidak pernah menyaksikan, mereka hanya bisa baca Al-Qur’an, Hadist, lantas dihafalkan, terus diterangkan atau diamalkan pada umat manusia.
    “Sesungguhnya mereka tidak pernah bersaksi mengetahui yang sesungguhnya, asal mula”.
    “ Wa Lan Jak Firrulloh fidunya Fakaefa jarrohhu bil Akhirati”
    “Siapa manusia yang buta kepada Allah di dunia ini maka di akhirat pun mereka akan lebih buta, tidak pernah bertemu”
    Apa yang diterangkan di atas tidak mengetahui ke asal maka ketika pulang kembali akan kesasar tidak sampai tujuan.
    Sebagai contoh, Kampung saya sekarang ada di Kota Garut dan pada saat ini saya tinggal mengembara di Jakarta. Ketika ada orang bertanya di mana kampung halaman, pasti saya akan jawab dari kota Garut, Asal dari Garut kembali ke Garut, juga ketika idul fitri atau bisa disebut lebaran atau leburan, umat yang beragama Islam pulang ke kampung halaman yang dimaksud asal mula itu seperti contoh di atas. Jika mengetahui asal dari Allah jelas mereka harus tahu kampung Allah yang sesungguhnya, bukannya asal-asalan, wajib secara Hak, kembali kepada Allah. Tetapi dalam kenyataannya para guru agama jaman sekarang mereka sungguh tidak mengetahui, berakibat umat Islam yang dicarinya pun tidak berbeda, mereka akan pulang kesasar, Rohnya ketika mati dicabut oleh Malaikat Izroil dan masuk ke tempat yang sangat mengerikan.
    Alam ini seperti kosong padahal nyatanya padat atau suwung tapi padat. Wujud, yang mati jadi bangkai yang bau busuk, kemudian di kubur, dari atas kuburan jadi tumbuhan, rumput dan sebagainya, terus dimakan oleh binatang kambing, rohnya ada di kambing, dan kambing berak, beraknya dijadikan pupuk tumbuhan yang lain seperti buah pisang, pisang berbuah, sesudah matang buahnya di makan, terus dan terus tersiksa selama 441 (empat ratus empat puluh satu) tahun. Hidup, mati, dan hidup, mati kembali menjerit, menangis tidak ada ampunan dari Allah SWT karena mereka tidak mengetahui ke tempat asal mula, dan berevolusi dengan sendirinya. Baru setelah 441 tahun, dari keturunan yang ke 7 (tujuh) yaitu bin atau genetiknya, kakait siwur, lahir kembali ke dunia untuk proses kembali , apakah akan kembali tidak mengetahui Allah atau mengetahuinya.
    7 x 63 TAHUN adalah 441 .Tahun.
    Ketika Rasulullah memohon kepada Allah “persatukanlah umatku, dan selamatkan umatku”. Allah menjawab? “Wahai kekasihku, umatmu tidak akan bisa dipersatukan dan yang selamat bukan tinggal pada golongan, bahkan akan terjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan atau bagian”. dan Rasul pun kembali memohon “ya Allah jika umatku tidak bisa dipersatukan tolong selamatkan”, dan Allah pun menjawab “Hanya ada 1 (satu) yang selamat yang bukan tinggal di golongan, yaitu yang mempelajari pengetahuan siapa Aku, juga mengetahui atau ma’rifat siapa Aku, merekalah yang akan selamat. Agama adalah ciptaanku wahai Rasulullah untuk memperbaiki akhlak untuk mengawali tujuan mengetahui aku dan ilmu pengetahuanlah sebagai alat menemukanku dan itu pun merupakan orang-orang yang aku pilih, maka aku katakan yang sesungguhnya berbahagialah manusia yang menerima pengetahuan sebagai pilihanku Allah SWT.”
    Mengetahui “Ma’rifat Dzat” bagaimana agar bisa dipelajari? Pengetahuan ma’rifat Dzat atau jalan Wali Tunggal memang bukan suatu ucapan, tetapi sebab pekerjaan yang sangat luar biasa dan ganjil, mungkin bisa diterangkan bagian besarnya saja, agar bisa dikerjakan dan dipahami, dimengerti dan diketahui.
    Syariat sampai ma’rifat sudah diterangkan di atas.
    – Taholi, adalah mazmumah, mengeluarkan apapun yang ada pada diri kita, dengan tidak merasakan mempunyai apapun, anak, istri, keluarga, harta bahkan wujud pun dirasakan tiada, yang ada hanya cahaya tiada apa-apa dan tiada apa-apa. (mengosongkan dari sesuatu apapun).
    – Tahali, adalah Mahmudah memasukan keterpujian dan pengetahuan, menuju pada jalan terbaik untuk masa depan dunia dan akhirat, cita-cita yang sangat kuat, pemikiran bagaimana hidup di dunia dan di akhirat, ada apa-apa dan selalu ada apa-apa.
    – Tadzali, adalah bertemu dengan “Allahu Nur Ala Nur” dan bertemu dengan yang diutus yaitu Muhammad Rasulullah, yang di utus dengan yang mengutus tidak berpisah seperti api dan panasnya. Sebenarnya melalui suatu proses yang tidak bisa dibandingkan dengan sesuatu apapun, mengetahui syahadat yang sebenarnya, bukan ucapan kata-kata atau bacaan. Mereka mengetahui Ingsun Medal Ing Padang (Sumedang) “aku lahir di tempat yang terang, tidak ada apa-apa, tiada apa-apa, apa itu apa?………”
    – Thadzani, setelah mengetahui diri yang sesungguhnya, mereka hanya bersemayam atau Muji kepada dzat nya. bukan shalat, puasa atau mengaji tetapi sesungguhnya lagi mengerjakan kenikmatan. maka dia sendiri yang berpikir menciptakan, sesuatu yang diinginkan, Sir, Budi, Cipta dan nyata (INDIT BARI CICING, LUMAMPAH TEU NGA LENGKAH) pergi tetapi diam,mata tertutup bisa melihat mengerjakan sesuatu tanpa melangkahkan kaki. Yang empat unsur, Narun, Hawaun, Maun, Thurobbun, menyatu menjadi wujud di beri nama CIREBON atau Pancer Buana adalah Wujuddullah, Syarif Hidayatullah. Arif bijak bertindak, baik dan buruk kepunyaannya, kebijaksanaan tanpa kekuasaan adalah hampa, kekuasaan tanpa kebijaksanaan tunggu kehancurannya. Hukum keseimbangan ditegakkan, kekuasaan dan keseimbangan kebijaksanaan tugasnya pancer buana. Arif Hidayah Allah. Sir, Budi, Cipta, Nyata di dunia Kabir dan Sagir, hanya pancer buanalah yang memiliki baik dan buruk, surga dan neraka, dan sebagainya dengan hak yang sebenar benarnya, mereka di dunia maupun akhirat hanya menikmati kehidupan, mau masuk ke surga adalah milknya, mau ke neraka juga pemiliknya, melakukan baik atau tidak tetap dialah pemilik yang hak. Sesungguhnya mereka yang sampai kepada tingkatan “tadzani” sungguh bersyukur dan sangat sempurna mereka memiliki baik dan buruk, Pancer Buana lah yang memiliki iblis dan malaikat. Setelah mereka mengetahui ingsun medal ing padang atau Sumedang.
    – Thasani, Suatu proses penciptaan di Alam Sagir, menciptakan sesuatu yang sesuai diinginkannya ketika semua lubang ditutup ternyata ada cahaya dan itu merupakan cahaya Dzat atau Aku. Rohani adalah Roh Aku, NURANI adalah Cahaya Aku, cahaya yang dilihat oleh Aku. Rasakan satukan dengan aku asal dari Dzat atau Aku, kembali ke Dzat atau Aku, tinggalkan wujudmu. (MULIH KADZATI MULANG KE ASAL) Setelah kembali ke Dzatmu, maka ciptakanlah Buni Buana sesuai keinginanmu, di tempat abadi Dzat tidak bermula dan berakhir.
    Intinya “Ma’rifat Dzat” suatu pekerjaan dan diterangkan pun sungguh sangat rahasia, Setelah mengetahui kemutlakan Allah. Allah itulah yang mempunyai Rahasia agar tidak membuka atau menerangkan tentang Dzat atau aku dan menciptakan Alif Sirulloh. Alif Rahasia Allah.
    INDONESIA
    Penciptaan suatu negara di alam kabir yaitu negara Indonesia yang berlambang BURUNG GARUDA. BU adalah buka, RUNG adalah rungkup. Buka dan Rungkup, artinya melakukan shahadzat dzati tadzali. Garuda, Galuh Ratu Sunda atau Garut dzat yaitu Jiwa Barat atau Jawa Barat.
    Mengapa negara kita Indonesia berlambang Burung Garuda atau Galuh Ratu Sunda atau Rajawali maksud dan tujuannya bagaimana?
    Jika kita mempunyai hasrat dan potensi untuk memahami arti dari sebuah lambang negara Indonesia. Perlu dijelaskan di dunia ini tidak ada yang namanya Burung garuda atau Rajawali yang ada adalah Burung Elang. Maksud dan tujuannya jelas pasti ada arti yang tersirat. Maksudnya arti dari sebuah nama pada hakikatnya pasti mempunyai maksud dan tujuannya.
    Kita terangkan mengenai nama “Indonesia”. Huruf Indonesia ada 9 Huruf dan Huruf-huruf tersebut adalah nama-nama dari para Wali.

    INDONESIA.
    Ibrahim Nurulloh Sunan Genteng
    Nawawi Sunan bonang
    Drajat Sunan Deradjat
    Oesman Sunan Kudus
    Ngampel Sunan Ampel
    Eka Syarif Hidayattuloh Sunan Gunung Djati
    Siti Jenar Syekh LEMAH ABANG
    Isa Ibrahim Sunan Giri
    Abdulah Rahman Sunan Kali jaga

    Jadi INDONESIA itu nama dari 9 Wali, pada ejaan lama huruf U itu adalah Oe. Pantas namanya Burung Raja Wali berlambang Negara. NAGARA YAITU YANG MEMILIKI NAGA DAN RA (api suci). Burung sendiri adalah kata Majemuk yang artinya Bu adalah Buka, Rung adalah Rungkup jadi BUKA dan RUNGKUP. Burung terbang dengan sayapnya, manusia terbang dengan akal dan pikirannya. “GARUDA” sendiri mengandung arti GARU dan Dzat yaitu Mengaru DZAT adalah GARUDA. Bedah Dzat nya dengan cara Buka dan Rungkup. Ini sangat jelas pada intinya melakukan atau mengerjakan dua kalimat Syahadat atau Tasjid Muhammad.
    PANCASILA
    Agar lebih dimengerti dan diketahui bahwa para Wali yang 9 ini mengerjakan Syahadat Djati, siapa pun manusia yang ma’rifat kepada dua kalimat Syahadat Islam atau selamat, pasti mengetahui, mengerti dan paham dengan “PANCASILA” PANCA adalah 5 (lima) SILA adalah dasar atau hubungan lima dasar. Hubungan kelima dasar ini disimbolkan dengan sandi di dada garuda. Sandi di dada atau simbol di dada tersebut, yaitu:
    • Simbol yang pertama adalah Bintang. Bintang adalah pengetahuan yang Hakiki di mana ada lima sudut digambar atau simbol Bintang artinya merukunkan atau hubungan Rukun Islam yang tidak boleh dipisah pisah yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa dan Haji dikerjakan sekaligus dengan cara buka dan rungkup atau Tasjid Muhammad disebut “Tadzali”. Semua pasti mengetahui, di dalam dunia ini manusia, baik bangsa ataupun suku dan agama apapun sebenar-benarnya adalah Tunggal atau Esa, Tuhannya.
    Ketuhanan yang maha Esa, Burung Garuda mempunyai sayap yang kiri sebanyak 17 Helai maksudnya adalah shalat pardu yang lima waktu, sehari semalam sedangkan sayap kanan adalah sholatnya Muhammad atau Tadzali 17 Rakaat dirukunkan atau dikerjakan sekaligus tidak dipisah-pisah. sayap kanan 17 artinya ketika Bu adalah Buka sayap, memerintahkan untuk umat yang belum mengetahui tentang shalat rungkup, yaitu mengerjakan 17 Rakaat sholat fardu. Rung adalah Rungkup mengerjakan Djati Ning Syahadat atau Tadzali.
    Kepala Burung tersebut menghadap ke sayap yang mempunyai 17 Helai yang kanan. Kanan dalam artian KA adalah arti, NAN atau Nun adalah Cahaya. Hadapkan ke cahaya yang ada pada dirimu “Allahu Nur Ala Nur” dengan cara shalat yang dikerjakan secara rukun atau di satukan. Bulu yang ada di kepala garuda di lehernya sebanyak 45. DI artikan 4 (empat) wadah ke 5 (lima) isi, dan 4 isi ke 5 pancer. Helai bulu leher yang artinya 4 + 5 adalah 9. Ketahuliah yang 9 atau ma’rifat kepada yang 9 Bis Mil Lah Hir Roh Man Nir Roh Him adalah ada 9 naktu sedangkan dalam kalimat:
    ÈÓã Çááå
    Dengan perlu dan sangat harus diketahui ada 4 arti huruf Alif di dalam kalimat “bismillahhirrohmannirrohim”.
    – Alif pertama adalah Alif Tansur atau Sirulloh atau Kang Aweh Pitulung.
    – Alif kedua adalah Alif Mutakkalimin Wahid.
    – Alif ketiga adalah Alif Huruffil wahid.
    – Alif keempat adalah Alif mutagaer
    4 (empat) Alif tersebut bila mana dipahami dan dimengerti maksud tujuannya akan mendatangkan makna yang sangat luar biasa, yaitu Rukun Islam, 4 (empat) wadah 5 (lima) isi, 4 (empat) isi ke 5 (lima) pancer, jikalau ke 5 isi dan ke 5 pancer disatukan 5 + 5 adalah 10. 1 + 0 adalah 1 Bin Eka, Tunggal Eka
    EKA adalah 1. Tunggal adalah 1. EKA adalah 1
    ADAM dan HAWA berhubungan satu menghadapi nol maka keluar 1 (satu), sekali pun beraneka ragam suku bangsa agama tetap yang ada EKA “Allahu Nur Ala Nur”
    Ekor burung ada 8 helai yang artinya dari ujung Rambut sampai ujung kaki yang ada adalah: Çááå
    1. adalah Alif 2. adalah Lam 3. adalah Lam 4.adalah He 5. adalah ada tiga huruf Alif disatukan yaitu Tasjid atau takbirratul ihram (tasjid). Jumlah huruf yang ada pada huruf Çááå ada 8 huruf jadi intinya: BINEKA TUNGGAL EKA adalah huruf Tasjid atau Takbiratul Ihram. Tanpa tasjid tidak ada sesuatu apapun.
    Ternyata lambang negara Indonesia jika dijelaskan begitu sempurna dan padat. Dengan makna yang sangat bermanfaat sekali mengandung arti dari sebuah kemerdekaan yang Hakiki, yang “diproklamasikan” pada tgl. 17-8-1945 adalah 1 + 7 adalah 8. 8 + 8 adalah 16. 16 + 1 adalah 17. 17 + 9 adalah 26. 26 + 4 adalah 30. 30 + 5 adalah 35. 3 + 5 adalah 8 ini jelas sekali bahwa Negara Indonesia pemahaman nama Allah Çááå adalah Allahu Nur ala Nur.
    Sedangkan PROK adalah Amprok atau bertemu lama adalah dulu atau yang langgeng atau abadi yaitu Nurulloh si adalah titik-titik. Barang siapa manusia yang mempunyai, mengetahui, mengerti dan paham dengan lambang di atas jelas dia adalah Wali tunggal. Yang sangat mencintai, menjaga memelihara, Negara “INDONESIA”
    PROKLAMASI
    Kami bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya, hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan dilaksanakan dalam waktu dan tempo sesingkat -singkatnya.
    Proklamasi dalam hakikat nya adalah:
    “TASJID” atau af’al Takbiratul Ihram, mematikan yang hidup dan menghidupkan yang mati. Intinya Bintang adalah pengetahuan yang Hak mengenai Tuhan. Garudalah tempat menyimpan harta karun ilmu pengetahuan, Galuh Ratu Sunda.sedangkan pemilik harta karun ilmu pengetahuan yaitu Naga dan Ra yang di satukan “Negara” Rahayu.’ Negara Sungsang’ Sung Di Dunia Dan Sang Di Akhirat.
    Bagi yang mau berpikir, jika kita mau mempelajari sesungguhnya, mengapa agama islam atau agama selamat di turunkan di Timur Tengah di suatu tempat yang mana di dalamnya atau pengisinya orang orang Jahiliyah. Sudah 24 nabi yang mengajarkan pengetahuan tentang Ketuhanan, tetapi mereka tetap kembali ke prilaku jahiliyahnya. Sebenarnya siapakah pengisi daratan timur tengah yang begitu sangat jahat atau jahiliyah. Sebenarnya mereka adalah manusia manusia yang dibuang sewaktu masih jaman monarki atau jaman kerajaan, dikarenakan mereka yang dibuang sangat jahat sekali sungguh tidak pantas jika mendapat hukuman mati yang hanya merasakan sakit sebentar. Agar mereka bisa menyadari dari perbuatan kejahatan yang tidak bisa diampuni maka mereka kaum jahiliyah membuangnya ke daratan yang kering kerontang supaya merasakan sakitnya,merasakan arti dari sebuah kesalahan.
    Tetapi apa yang terjadi tahun demi tahun yang manusia buangan tersebut menyerang penduduk asli dan dijadikan para budaknya. Masa berevolusi jadilah sebuah kerajaan yang besar, seperti Kerajaan Fir’aun, Kerajaan Namruz dan sebagainya yang merasa bahwa kerajaan-kerajaan yang telah membuang mereka harus bertanggung jawab. Bagaimana mencari solusi, agar kerajaan yang ada di timur tengah tersebut tidak menjadi lebih kuat dan besar. Karena suatu saat akan menyerang dan memerangi kerajaan di luar timur tengah, maka di utus lah manusia -manusia pilihan ke timur tengah. Apa yang terjadi Selama 24 Jaman Atau 24 era, sebanyak 24 manusia pilihan belum bisa menyelesaikan manusia yang berada di timur tengah. Artinya semua manusia yang berada di timur tengah belum menjadi satu faham mengenai aturan hukum manusianya, semua utusannya menemukan atau mendapatkan penderitaan, dan berakhir dengan kematiaan. Ratusan tahun setelah Utusan Allah yang ke 24 berakhir dengan Kematian, dan di tanah tandus semakin merajalela kejahatan kaum jahiliyahnya, maka suatu saat didatangkan manusia utusan Allah yang ke 25 yaitu Mursalin Ahmad dari tanah Adjam yang mana bahasanya saja susah untuk di fahami. Contohnya nama untuk wanita selalu di depannya memakai nama SITI, sedangkan di daerah timur tengah yang ada nama di depannya UMI. Marilah berpikir sebenarnya siti datang dari suatu pulau yang mana di dalamnya yang mengisi begitu ramah tamah, mengasihi menyayangi, saling asah saling asuh. Negara parahiangan (negara umat surga). Negara raja wali. diperuntukkan bagi yang berpikir. Ayahku Abdi Allah dan Ibuku Siti Aminah. Setelah Ahmad mempelajari semua pengetahuan ma’rifat dimana gurunya adalah malaikat jibril dan guru sejatinya guru tuduh yang ada pada dirinya sempurna, maka Allah SWT. mengutus Ahmad berangkat ke timur tengah. Akhirnya dirinyalah utusan Allah yang maha sempurna yaitu NABI BESAR MUHAMMAD SAW yang membawa jalan keselamatan.
    Berangkat kepada yang dituju menjadi seorang misionoris yang mempunyai misi sebagai Rahmatan Lil Alamin. Tahun demi tahun sang utusan berjuang untuk merubah kaum dengan jalan agar umat yang ada di timur tengah merubah dulu dirinya dengan suatu proses pengetahuan tentang ketuhanan. “Satu Umat Tidak Akan Berubah Bila Mana Umat Itu Sendiri Tidak Merubahnya”. Berbagai macam cara untuk merubah kaum dilakukan. Pertama, dengan cara menyerang hatinya agar memperhatikan keselamatan dirinya, setelah tahun berganti tahun umat manusia yang berada di timur tengah semakin banyak mengikutinya. Kedua, dengan jalan berperang dikarenakan mereka kaum Jahilyah bertahan tidak mau mengikuti aturan hukum manusia. Utusan Allah berhati yakin setiap peperangannya karena ilmu atau pengetahuan ma’rifatnya yang membawa pasukannya hatinya sudah terbuka sehingga tidak pernah terkalahkan.
    Maka hal yang sangat luar biasa berkat bersemayam atau memuji kepada dzatnya ia berhasil di tanah kering dan sangat tandus. Semua mengikuti paham ajaran Ketuhanan yang dibawa oleh Sang Rasul Nabi Besar Muhammad SAW . Agar tidak lagi berbeda faham dan tidak lagi kekurangan sandang pangan maka ALLAH SWT . menyarankan kepada utusan supaya membuat satu tempat ibadah, untuk yang berada di tanah tandus timur tengah yang saat itu telah masuk agama islam. Maka didirikanlah Baittulloh Kabah di daerah Mekkah. Jika kita mau melihat keberhasilan para nabi yang 24 di utus ke timur tengah hanya nabi Isa dan Musa yang mana umatnya berada di daerah Israel saja. Sesungguhnya nabi Isa adalah utusan Allah yang datang dari Vatikan, bukan orang Yerusalem timur tengah. Pada saat itu nabi isa pengetahuannya belum ma’rifat seperti Nabi Besar Muhammad SAW. Untuk diperhatikan umat yang beragama Kristen banyak berada dimana? Vatikan dan orang Eropa. Sedangkan agama islam pembawanya manusia ma’rifat yang paling banyak umatnya hanya berada di negara INDONESIA. Penulis yakin suatu saat NEGARA INDONESIA kembali menjadi kiblat manusia yang ada di dunia ini.
    • Simbol yang kedua, gambar Pohon beringin. Rincian Pohon beringin terdiri dari akar di bawah ada 5 dan 7 di atas, pohon ini melambangkan dari seseorang yang telah melakukan Haji Hakiki. Arti idul fitri dimana dalam sholat idul adha atau idul fitri takbiratul ihrom dalam Rakaat pertama 7 kali dan Rakaat ke dua 5 kali sebuah pesan yang disampaikan agar kita mau mempelajari arti dari 7 : Al Fatihah 7 ayat, ada 7 bulanan, 7 lapis langit, 7 lapis bumi, ihrom di kabah 7 kali, Sa’i lari kecil 7 kali umroh 7 kali , mengenai dari arti 5 (lima) adalah isi 5 pancer, Rukun Islam 5, 4 sehat 5 sempurna dan banyak lagi yang lainnya.
    Menurut tata bahasa dari kata awalan beringin ber adalah kata kerja. Ingin adalah kehendak seseorang berbuat sesuatu. Dengan keinginan untuk jadi seorang pemimpin di mata Allah SWT, harus melaksanakan tindakan sosial yang bermanfaat dan membawa syafaat. Jika benar jadi pemimpin pilihan Allah SWT maka orang tersebut akan berbuat adil dan bijaksana kemanusiaan yang adil dan beradab. Seperti pohon beringin, jika ada yang kepanasan mereka lari untuk berteduh pada pohon tersebut. Manusia yang dirinya bagai pohon beringin sungguh sangat yakin akan menjadikan dirinya sebagai pelindung yang memberikan keteduhan. Kita tidak perlu heran, mereka yang menjadi pemimpin di negara ini hanya mementingkan saku dan kehormatan dirinya akal politik yang dibawanya, suatu saat mereka akan berteriak kesakitan menjadi ratu palsu yang mengaku saja, akan habis oleh waktu, tunggulah saatnya nanti aku Allah yang akan menyiksamu.
    • Lambang atau simbol yang ke 3 (tiga) adalah Kepala Banteng. Ini simbolis yang khusus bisa dipahami oleh seorang ma’rifat yang diperlihatkan hanya kepala Banteng saja. agar lebih jelasnya sebenarnya di kepala ada 7 lubang yang harus diketahui, 2 lubang mata 2, 2 lubang hidung, 2 lubang telinga dan 1 lubang mulut. Maksudnya dada dan 2 (dua) tangan. juga perut dan 2 (dua)kaki. hanya mengikuti perintah yang di atas yaitu 7 lubang di kepala.
    Contohnya jika diperintahkan oleh yang di atas, tangan untuk bekerja, atau ambil sesuatu maka tangan akan mengikuti perintahnya. Demikian pula dengan kaki tidak berbeda, disuruh tendang oleh yang atas maka kaki pun menendangnya. Jadi intinya yang 7 lubang di atas mengendalikan dada dua tangan dan perut dua kaki merupakan binatangnya.
    Intinya dada dua tangan dan perut dua kaki hanya sebagai khodam atau pembantu yang di atas yaitu kepala.
    Persatuan Indonesia
    Lambang atau simbol padi yang 17 (tujuh belas) butir yang menyatu dan kapas 5 (lima) butir yang menyatu adalah simbolik dari sebuah pengetahuan para Wali ketika melakukan sholat tadzali atau Sholat Djati. Yaitu bila mana 17 Rakaat disatukan dengan cara tangan jarinya ada 5 di kanan dan 5 di kiri jika dijumlahkan ada 10 jari. Disatukan dengan yang ada di kepala sebanyak 7 lubang, jumlahnya 17. Jadi 10 + 7 adalah 17 rakaat sehari semalam.”
    “Tafakur sa’atin min haerrobbin Sabb’ina sanatan “
    Tafakur 1 jam lebih baik dari ibadah 70 Tahun
    pekerjaan tasjid bukan ucapan, jika ingin mengetahui cara tafakur yang benar seperti seekor kucing lagi ngintip tikus pada lubangnya, jika kucing bersuara pasti tikus tidak akan keluar dari lubangnya, terus jika kucing tidak bersuara tetapi selalu bergerak saja, itu pun yakin tikus tidak akan keluar, tetapi bila mana Kucing tidak bersuara juga tidak bergerak, kucingnya seperti mati sudah sangat dipastikan tikus suatu saat akan keluar dari lubangnya, dan akhirnya apa yang diharapkan kucing, pasti bisa mendapatkan tikus. Demikian bilamana dirimu punya keinginan maka lakukanlah dengan seyakin-yakinnya . “Wa Abud Robbaka Hata Ti Yakal Yakin” beribadahlah dirimu dengan se yakin yakinnya.
    Padi dilambangkan kebutuhan sehari-hari yang merupakan menu makanan yang kita makan. Demikian pula syahadat dzati pun merupakan kebutuhan sehari-hari. Kapas merupakan kapasitas kehidupan yang mewajibkan mengetahui hasrat dan potensimu karena tanpa hasrat dan potensi kapas atau kepastian tidak akan didapat. Manusia benci kepada sesuatu yang tidak pasti dan mencintai yang pasti.
    • Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Dan Perwakilan.
    Lambang atau simbol ke 4 Rantai. Jumlah Rantai yang menyatu sebanyak 17 Rantai itu merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan mengenai keselamatan dunia dan keselamatan akhirat menuju kepada keabadian yang Hakiki. Ikatlah diri kita dengan rantai kehidupan, karena hidup merupakan mata rantai dari ke-7 turunan atau 7 (tujuh) regenerasi. Tanpa mempersatukan diri dengan sesungguhnya, maka tidak mungkin manusia bisa mengerti hikmah yang sesungguhnya dan tidak mungkin bisa memimpin dengan bijaksana. Rantai kehidupan berjumlah 17 yang tidak boleh dipisahkan dan benar harus menjadikan dirinya kembali. Jika putus atau tidak dikerjakan maka akibatnya kita dapatkan.
    • Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.
    Garis besar mengenai Negara Indonesia yang berlambang Garuda atau Raja Wali sudah diterangkan di atas. Sesungguhnya dan sebenar-benarnya bahwa Negara Indonesia adalah tempatnya Raja Wali sampai saat ini, tetapi para Wali selalu bersembunyi di tempat yang terang. Memang sangat sulit untuk mencari kebenaran dan kebenaran sangat pahit dikerjakannya “Ya Ayuhal Mut Mainah Irjii Ila Robika Rodiatun Wal Madiah” (Hey jiwa yang tenang kembali lah kepada Rob dengan ridho dan meridoi)
    “Ashadu Alla Ilah Ha Illaloh Wa As Shadu Anna Qudrat Pasti Rasullulloh”
    Yang ditulis di atas mengenai Burung Raja Wali adalah Harta Karun yang sangat luar biasa dan tidak bisa ditukar dengan emas, intan berlian, atau benda apapun. Harta yang dan tidak bisa terbeli oleh apapun. Harta yang akan menjadikan kita langgeng atau abadi di suatu saat akan mendapatkan keselamatan dan kenikmatan. Bersyukurlah dengan sebenar-benarnya syukur kepada Dzat Maha Gagah. Bila dirimu diberikan pemahaman Hak menuju kepada kenikmatan yang Hakiki abadi selamanya, Amin.
    “Barokkallahi Lil Quranil Adzim”
    Ini semua Barakah dari Allah diturunkan dari Qur’an langgeng.
    Apa benar orang dulu ada yang mengetahui waktunya akan meninggalkan dunia dan kembali kepada Allah?
    Kalau mau nengok atau melihat ke belakang, sesepuh kita benar mengetahui atau ma’rifat ketika akan mati atau kembali kepada Allah. justru itulah ketika kita mengetahui dengan kema’rifatan tidak berbeda dengan para sesepuh yaitu sebelum kita pulang kita sendiri harus mempersiapkan dan mengetahui dengan hak.
    Contoh: Saya bersaksi melihat Pembina, saat itu lagi membersihkan rumah, mencat rumahnya menyediakan makanan banyak juga bersilaturahmi dengan tetangga nya terus saya bertanya, “ada apa rumah dicat dengan bersih dan banyak sekali makanan”. Pembinaku menjawab sambil tertawa dan kelihatan roman wajahnya begitu mempesona dengan sangat tenang menjawab “saya akan pulang ke kampung halaman besok jam 1000 WIB”. Tepat saat itu terlintas dalam pikiranku antara percaya dan tidak, malamnya saya bicara panjang lebar dengan yang membinaku, saat malam semakin larut saya dan pembinaku bertadzali dilanjutkan dengan tafakur sampai adzan subuh berkumandang, lalu dilanjutkan dengan sholat shubuh. Setelah shalat shubuh sambil memakan makanan ringan dan minum segelas kopi, tibalah saatnya jam 955 WIB, pembinaku memanggilku dan berkata … “lamun hayang ngajul Bintang sing Rajin ngaraut usep jeujeur, jeng ulah olo-olo sare peuting, sing bisa marak walungan peuting”. Sambil wajah nya tersenyum menghadap aku, dan Ina Lilahi Wa Ina Ilaihi Rojiun pulang dengan tenang damai tentram selamat. Ini saya terangkan kisah nyata yang saya saksikan.
    Begitu pun kita yang diberikan petunjuknya, dimana jika kita ambil bambu terus tancapkan di tanah, lalu bambu tersebut kita kontrol atau lihat setiap hari bambunya akan goyang dan doyong ke mana dan kapan robohnya. Kita pun akan mengetahui Jika melakukan yang diterangkan di atas. Untuk tahap pertama diberikan tanda-tanda menuju pulang di mata kanan 20 hari, mata kiri 20 hari, telinga kanan 10 hari, telinga kiri 10 hari di hidung 3 hari, 1 hari mulut. Ini merupakan pengetahuan yang Hakiki yang diberikan dari yang berpengetahuan. Jadi Garis besarnya kita pun tidak akan berbeda dengan para sesepuh yang mengetahui tentang kembali pulang ke kampung Allah dengan mempersiapkan diri dari mulai sekarang
    Apa perbedaan Sagir dan kabir?
    Sagir yaitu jika kita bertadzali kelihatannya kecil atau microcosmos padahal sangat besar sekali yang memutari Alam Kabir. Sedangkan Alam Kabir kelihatan nya besar atau macrocosmos ternyata tertutup oleh Alam Sagir. Sagir adalah tempat kampung halaman Allah sedangkan Kabir tempatnya makhluk, bilamana makhluk tersebut diberikan petunjuk oleh Dzat ku maka dia berhak pulang kembali ke kampung Allah.
    Apa bedanya hidup yang hidup dan kehidupan ?
    Hidup adalah aku “Aku jadikan Adam sesuai bentuk Rupa Asliku , Aku ada karena Adam ada, Aku adalah Ahadiat. Aku Bukan Cahaya sampai adanya “Adam” melalui proses evolusi yang memakan waktu “Wal Asri”
    Yang hidup adalah Adam, mempunyai jasmani dan rohani yang telah aku jadikan.
    Dan kehidupan Adam di Dunia juga akhirat agar beribadah padaku, bila mana suatu hari Adam beribadah padaku hanya untuk Aku . Adam kembali kepadaku, begitu pun sebaliknya bila mana Adam beribadah hanya semata dunia, dia tidak akan kembali padaku tempatnyalah dunia dan Aku proses kembali melalui evolusi waktu.
    “BISMILLAHHIROHMANNIROHIM”
    “Aku yang menyebut nama Allah pada jasmani dan Rohani”
    Aku adalah Dzat murbaning alam, maha menjadikan dan Aku adalah ingsun dzat, Aku adalah jibril, dan Aku pula yang namanya Hidup.
    “Huwal Awalu, Huwal Akhiru, Huwal Batinu, Huwal Dhohiru, Wahuwal Qowiyul Alim.”
    “Aku Yang Awal, Aku Yang Akhir, Aku Yang Batin, Aku Yang Dhohir, Aku Lebih Mengetahui Segalanya”
    Hanya Golongan Rijallulloh yang mengetahui kampungku. Dan hanya Golongan Rijallul Alam yang tidak akan mengetahui kampungku.
    RIzalluloh adalah Senopati Allah
    Rizalul Alam adalah Senopati Alam.
    Semua yang diterangkan di atas merupakan sesuatu yang diciptakan atau karya, agar lebih jelas apa yang diterangkan di atas sebagai berikut: Bapak proklamasi sebelum berdiri Negara Kesatuan Republik Indonesia, beliau datang ke kota Bandung untuk melanjutkan sekolahnya, beliau masuk ke universitas Institut Teknologi Bandung (ITB). Beliau tinggal di tempat Kos Jl. Ciateul Bandung Dimana Ibu Kosnya adalah seorang Janda, yang cukup kaya. Pemilik kosnya bernama Ibu Inggit yang mantan suaminya bersahabat dengan Rd. Asep Martawijaya Kusumah, Ibu Inggit dan mantan suaminya mempelajari ma’rifattulah dan ma’rifat Dzat dari Rd. Asep Martawijaya Kusumah.
    Setelah meninggal dunia suaminya, Ibu Inggit dan ihwannya sering berkumpul mendengarkan pencerahan mariffattullah dari Rd. Asep Martawijaya Kusumah, saat itu pula Bapak Proklamasi yaitu Sukarno yang kos di rumahnya, ikut serta mendengarkan penerangan, pencerahan ilmu ma’rifat dari Rd. Asep Martawijaya. Sukarno sangat tertarik dengan pengetahuan kema’rifatan agama Islam. Bahkan akhirnya Sukarno dan Ibu Inggit juga anaknya Rd. Asep Martawijaya Kusumah Bin Abdul Kahfi, yaitu Rd.Subadikarta Kusumah, Rd. Toto Martawijaya Kusumah juga yang lainnya bersama-sama memperdalam dan mempelajari kema’rifatan dari Rd. Asep Martawijaya Kusumah. Karena keseriusannya mempelajari ke ma’rifatan akhirnya Sukarno saat itu di bawa ke gunung padang Ciwidey Bandung, ke gunung padang Cianjur asal mula adanya kabah di Mekkah atau asal mula ilmu pengetahuan Sunda, yang telah memberikan nama Allah kepada jasmani dan rohani. Kemudian ke Dayeuh Luhur Sumedang ke pancer buana atau cerbon, dan terakhir dibawa ke gunung Haruman Garut. Untuk berdziarah sekaligus mempelajari bagaimana bisa menjadi pemimpin dimuka bumi ini, beliau sangat keras dan giat untuk belajar ke ma’rifatan.
    Dikarenakan kedekatan Ihwan, Sukarno setiap hari bertemu dengan ibu kos akhirnya mencintai Ibu Inggit. Sukarno yang sudah ma’rifat, mulai saat itu mengawali perjuangan, mewujudkan cita-cita yang sangat luhur ingin mendirikan Negara Kesatuan, dibantu oleh Ibu Inggit dan Rd. Asep Martawijaya Kusumah dan yang lainnya, terus dan terus mengajak pada kaum intelektual termasuk Hatta, untuk mewujudkan cita-citanya. Namun pada tahun 1937 pada tanggal 17 agustus, guru besar atau pembina yang memberikan pelajaran ma’rifatnya meninggal dunia. Tetapi semangat perjuangannya tidak pernah surut, dibantu anaknya Rd. Asep Martawijaya (Almarhum) yaitu Rd. Subadikarta Kusumah dan Rd. Toto melanjutkan perjuangan mewujudkan Negara Kesatuan, tetapi Rd Subadikarta Kusumah dan Rd. Toto Martawijaya tidak tertarik dengan politik kekuasaan tetapi membantu menyatukan dengan jalan hikmah kebijaksanaan dan moralitas, tidak mengikuti politik praktis, tetapi tetap menyokong mendorong agar perjuangan Sukarno tidak surut. Hanya memberikan amanah dari gurunya agar bilamana negara berdiri diberikan nama 9 Wali , yaitu INDONESIA, dan lambang negaranya yaitu RAJA WALI atau Burung GARUDA (GALUH RATU SUNDA). selanjutnya Sukarno berjuang dengan rekan yang sepaham menuju kepada persatuan dan ke satuan. Jadi dan terjadi menjadi NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
    Cita-cita yang tinggi akhirnya diwujudkan dan terwujud. Riwayat ini diterangkan garis besarnya saja agar Histori atau sejarah bisa mengingatnya. Karena bangsa yang kehilangan dzati dirinya, cerita ini saya terangkan dari Rd. Subadikarta dan Rd. Toto Martawijaya secara langsung, dimana saya sendiri adalah salah seorang yang menerima pengetahuan ma’rifat beliau menjelaskan kisah riwayatnya. Tahun 1984 Rd. Subadikarta wafat dan Pada tahun 2002, Rd. Toto Martawijaya meninggalkan dunia juga. Pada intinya pengetahuan Bapak proklamasi mengenai kema’rifattan langsung diajarkan dari orang tua Rd.Subadikarta dan Rd. Toto Martawijaya yaitu pengetahuan kema’rifatanlah yang mendorong hasrat dan potensi Sukarno menciptakan suatu negara didukung oleh kekuatan Harta dari istrinya yaitu Ibu Inggit. Maka cita-cita cipta Wali tercapai, dan siapa pun manusia yang melupakan Histori, melupakan pelajaran perjalanan Hidup dirinya masing-masing, mereka yang kehilangan Djati Dirinya, karena keangkuhan, kesombongan, merasa sudah mengetahui, cikal bakal melupakan Histori Hidup.
    “Ya Ayuhal Lir Ji’i Illa Robbika Rodiatun Wal Mardiah”
    “Hey Jiwa yang tenang, kembalilah pada Rob-Mu dengan Ridho dan meridhoi” Dalil tersebut mengajak kita kembali dengan Ridho dan meridhoi agar kembali pada Rob. Ini menerangkan agar kita mengingat perjalanan hidup bahwa orang tua kita yang membesarkan sampai dewasa itu dari Rob jadinya, terus diperjalan hidup, jangan sekali -kali melupakan kepada yang telah memberikan pelajaran, baik pada guru sekolah kita ataupun yang memberikan pelajaran pencerahan agama, ustad, kiyai, sampai yang memberikan pengetahuan syariat, thorekat, Hakikat dan ma’rifat. Sebuah Histori adalah pelajaran pendewasaan diri kita, agar mengetahui kesempurnaan manusia. Jika melupakan histori pengetahuannya maka mereka sebenarnya bukan manusia. Bersyukurlah jikalau dirimu merasakan adanya baik dan buruk, karena baik dan buruk akan menjadi milikmu, dan jikalau hanya menerima baik saja sesungguhnya mereka sungguh akan menjadi tidak sempurna.
    “ALLAHU GOIBUN AL INSANU GOIBUN”
    “Allah adalah Gaib dan manusia pun tidak berbeda Gaib” Baik dan Buruk Allah lah pemiliknya.
    Baik dan buruk manusia adalah pemiliknya, dan sungguh malaikat tidak sempurna, hanya tahu baik dan tidak tahu buruk dan sungguh pula Iblis tidak sempurna, Hanya tahu buruk tidak pernah tahu baik, dan sesungguhnya hanyalah manusia yang sempurna, mengetahui baik dan buruk, datangnya ketidakbaikan yang akan mendorong pada diri kita, untuk mendapatkan yang baik. Bila mana diri kita hanya mempelajari tentang yang baik-baik saja maka kita akan merasakan seolah-olah diri kita benar, tidak bisa menempatkan baik dan buruk.
    Contoh: mengenai kehidupan di dunia ini ketika mencari nafkah, adakah yang tidak bohong Tukang Asin saja yang membeli dari Nelayan Ikannya, dengan Harga Rp 12.000,- (Dua Belas Ribu Rupiah) selalu mengatakan, bahan baku ikannya saja saya beli dari nelayan Rp. 15.000,- (Lima Belas Ribu Rupiah) ketika ada pembeli ikan asin menawarnya. Inilah dunia yang selalu mencari keuntungan dari kebohongan, hampir semua lini ekonomi, karyawan, pedagang, buruh untuk mendapatkan keuntungan hanya dengan cara bohong. Diadakan agama agar hasil dari perdagangan atau apapun diingatkan dengan zakat, infak atau Sodaqoh, agar bagi yang tidak berhasil kehidupan dunia bisa terbantu, intinya baik dan buruk adalah kepunyaan Allah, dan kepunyaan manusia, ini yang disebut sempurna hidup berpasang-pasangan, kemarau dan hujan, siang dan malam, lelaki dan wanita, baik dan buruk, Qordrat dan Irodat manusia hal yang mustahil melahirkan kuda atau kambing, kuda melahirkan anak kuda, kambing melahirkan anak kambing, manusia melahirkan manusia, intinya Malaikat dan Iblis merupakan bagian sifat yang ada pada manusia, tidak ada di luar manusia. Semoga tulisan ini bermanfaat buat manusia yang membacanya dan semoga yang membaca buku ini bisa berjuang dengan sungguh-sungguh.
    Kesimpulannya: Agama Islam sangat identik dengan hakikat sunda dimana sunda merupakan cikal bakal yang mendatangkan ilmu pengetahuan agama, budaya dan lain-lain. Sunda berasal dari kata majemuk Sun adalah Ingsun atau aku, dan Da adalah Dzat sedangkan Wujud adalah Ar-Rohmani yang mengeluarkan atau mendatangkan sifat pengasih, Rohani adalah Ar-Rohimi yang mengeluarkan sifat penyayang maka jadilah api, angin, air, tanah menjadi kalimatullah yaitu Allah Ar-Rohmani Ar-Rohimi mengetahui Alif Tansur atau Alif Sirrullah yaitu huruf Alif yang menyambung atau menyatu dengan huruf Ba, yaitu Alif Dzat, Alif Ahadiyat, Alif Hidup itulah yang disebut aku atau anna. Sunda atau Ingusun Dzat yang menjadikan wujudmu dan roh-mu, didalam pengetahuan ilmu Sunda maka lengkaplah yang sempurna yaitu Allah sebuah nama objektifitas untuk menyatunya wujudku dan rohaniku, sangat jelaslah hakikat sunda yang merupakan inti ilmu pengetahuan untuk dunia dan akhirat yang menciptakan kalimat sempurna Bismillahi, Ar-Rohmani, Ar-Rohimi apa yang diterangkan merupakan pengetahuan yang harus dikaji kebenarannya melalui jalan ma’rifatullah dan ma’rifat Dzat, jika kita perhatikan dan membaca juga berfikir mengenai syariat maka Sun adalah Aku atau Api Suci dan Dzat adalah Abadi dan Agung. Kalimat Api Suci yang Abadi dan Agung akulah yang kebenaran yang sejati “Anna Al-Hak” dan yang dikatakan Syekh Abdul Qadir Jaelani “Lailaha Illa Anna” Tiada Tuhan yang Ada hanya Aku.
    Didunia ini sesungguhnya matahari merupakan api suci yang agung yang sangat diperlukan oleh bumi kita dan menunjang jadi dan terjadi kehidupan, juga merupakan kebutuhan yang mutlak bagi langit serta isinya di bumi yang kita pijak sekarang, manusia serta isinya mengatakan dengan sesungguhnya “Matahari” adalah “Ra” yaitu dewa cahaya bumi hanyalah kegelapan kalau tidak ada matahari demikian didalam diri manusia kalau tidak ada cahaya tidak berbeda hanya kegelapan.
    Api sucinya adalah “Naga” dan matahari atau mata hati adalah “Ra” lengkaplah “Nagara” Roh Jasmani dalam artian Naga dan Roh “Rohani” dalam artian “Ra” dimana didalam suatu Nagara mempunyai simbol Negara Kita adalah “GARUDA” (Galuh Ratu Sunda) dalam artian Galuh adalah Galeuh artinya “Beli”, Ratu adalah “Pemimpin” suatu kerajaan atau Negara yang melaksanakan kekuasaan dan kebijaksanaan. Da adalah Ingsun Dzat atau Aku Dzat sedangkan burung harus memahami buka dada ringkup agar bisa terbang keangkasa yang sangat luas atau berfikirlah yang sangat luas kesempurnaan suatu simbolik atau perlambang merupakan pengetahuan sunda, sedangkan sebuah nama yang sangat indah, nama-nama para wali huruf didepannya membentuk kalimat sempurna yaitu “Indonesia” 9 (sembilan) huruf depan para wali yang ke Sembilan maka terjadilah suatu bangsa yang berdaulat dan berfalsapah yang mengandung arti dalam disareat maupun hakekat “Nagara Indonesia” yang mempunyai lambing “Burung Garuda” inilah tanah leluhur tanah suci tanah yang dituahkan oleh umat manusia didunia yang mengetahui, mengerti, dan faham arti syareat, tarekat, hakekat dan ma’rifat kehidupan asal mula, jangan sekali-kali dirimu melupakan asal mula manusia yang melupakan asal mula akan kehilangan jati dirinya dan kematiannya pun akan tersiksa dikarenakan keimanan yang taklid.

  30. Mahari mengatakan:

    Assl … wr wb
    Hamba Allah, anda keliru
    Nabi Isa bukan berasal dari Vatikan sebab Vatikan itu letaknya jauh dari Yerusalem (lihat saja lewat Google Eart). Vatikan itu adalah bekas tahta kerajaan Penjajah Romawi yang sangat memusuhi Nabi Isa sewaktu Nabi Isa hidup menyebarkan ajarnnya. Justru dari tempat itulah berasal ajaran Paulus si nabi Palsu mulai disebarluaskan dan berupaya dipertahankan sampai saat ini. Semua demi UANG KOLEKTE yang disimpan dalam BANK VATIKAN dan juga KEKUASAAN / pengaruh seakan-akan jadi wakil Tuhan (Pastor/Romo/Uskup/Kardinal/Paus) yang berwenang memberi berkat/ampunan dosa.

  31. zulkifly mengatakan:

    Mohon izin menyimak

  32. niken mengatakan:

    Assalamu’alaikum Ki Mas Danqow..
    sebagai orng yg awam maka
    mohon penjelasanx ttg “barangsiapa yg ma’rifat akan dirinya maka ia akan ma’rifat kepada Tuhannya”
    dan apa arti ma’rifat itu sendiri? dan klo bole saya belajar banyak ttg ilmu ma’rifat…..
    terima kasih jika berkenan membagi ilmunya serta menjawab pertanyaan saya…..
    Wassalam

  33. riyanarjunagiri mengatakan:

    assalamualaikum,,,,,inilah yg saya cari selama ini,,,,,,alhamdulilah terimakasih dan satu pertanyaan saya,saya hanya ingin mengetahui satu titik yang ada pada huruf ba

  34. jamal mengatakan:

    Assalamualaikum… Subhanallah walhamdulillah…
    terimakasih atas penjelasan’a , Robbana atina pi dunia hasanah wa.fil’akhiroti hasanah wakinna ada’bannar amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s